Yolanda Medya Saputra Saya adalah lulusan terbaik Program Studi Manajemen Informatika Amik Dian Cipta Cendikia Bandar Lampung tahun 2019, Saya juga pernah menjabat sebagai Presiden BEM di kampus tersebut pada tahun 2017-2019. -"For More info You Can Search My Name on Google"-

Cara Berternak Burung Kacer

3 min read

Cara Berternak Burung Kacer – Bagi pecinta burung Twitter, tentu saja sudah tidak asing lagi dengan burung kacer. Bentuknya yang kecil, gesit dan memiliki suara yang keras dan unik membuat burung kacer memiliki daya tarik tersendiri dibandingkan dengan jenis kicauan burung lainnya.

Bahkan saat ini, ternak Kacer telah menjadi salah satu peluang bisnis yang cukup menguntungkan. Tidak sedikit peternak yang bisa sukses dan membuktikan manfaat gurihnya itu.

Jadi, selain menyalurkan hobi itu juga bisa menjadi mata pencaharian. Nah, jika Anda tertarik dengan bisnis ternak Kacer, di sini kami memiliki informasi terperinci tentang seluk beluk bisnis ini.

Langkah dan Cara Berternak Burung Kacer

Cara Berternak Burung Kacer Agar Cepat Berhasil dan Telur Menetas

Bagi Anda yang penasaran dengan cara berternak burung kacer, mari kita lihat langkah-langkah cara berternak burung kacer berikut ini.

1. Pemilihan Induk

Berikut adalah beberapa hal yang wajib Anda ketahui ketika Anda memilih sirene burung burung yang berkualitas tinggi.

Cara memilih induk Jantan

  • Pilih burung yang berusia minimal 2 tahun atau siap menikah.
  • Induk harus sehat baik secara fisik maupun mental dan tidak terkena penyakit
  • Dilihat dari bentuknya, burung memiliki bulu yang bagus.
  • Cobalah untuk memilih jenis jinak dan tidak penakut.

Tips memilih induk burung betina

  • Umur induk berkisar antara 1-2 tahun atau siap untuk produksi telur.
  • Orang tua harus sehat atau tidak terserang penyakit dan tidak cacat fisik.
  • Memiliki bulu yang bagus dalam hal warna dan kualitas bulu.
  • Yang paling penting adalah memilih induk jinak yang tidak penakut, untuk menyederhanakan pemeliharaan.
Baca Juga :  Cara Budidaya Burung Puyuh

Karakteristik Burung Kacer jantan dan betina

Sebelum membahas lebih lanjut, tentu saja, sebagai peternak, Anda harus memahami sedetail mungkin tentang jenis-jenis burung yang akan diternakkan.

Secara umum, ciri-ciri burung kacer dapat dilihat dari bentuk tubuhnya yang bisa dikatakan berukuran mini (panjang rata-rata seekor kacer tidak lebih atau kurang dari 25 cm dengan berat berkisar hanya 30-40 gr ) dan memiliki suara yang keras dan merdu.

Namun, ada sedikit perbedaan antara Kacer pria dan Kacer wanita. Jika dilihat dari warnanya, kacer jantan memiliki bulu agak hitam di bagian kepala dan dada. Sedangkan pada kacer wanita warnanya abu-abu.

Jika dilihat dari bentuk tubuhnya, kacer jantan memiliki ukuran lebih kecil dari kacer betina yang memiliki ukuran agak besar. Sedangkan untuk kualitas suara, sebagian besar pengumpul atau pecinta burung lebih suka kacer jantan karena suaranya lebih bervariasi, lebih merdu dan keras.

2. Pembuatan Kandang

Langkah dan Cara Berternak Burung Kacer

Untuk ukuran kandang Anda harus memilih tujuan yang luas dan nyaman tidak lain untuk burung untuk menghasilkan dengan cepat. Idealnya, produksi burung kacer adalah dalam kandang 150cm x 100cm x 180cm, biasanya terbuat dari papan kayu dikombinasikan dengan ram kawat di bagian depan.

Padahal sarang yang ideal adalah sekitar 20cm persegi. Posisi sarang harus ditempatkan di sudut atas kandang sehingga induk betina merasa tenang selama proses inkubasi.

Bahan yang digunakan untuk mengisi sarang harus menggunakan serat kelapa, tangkai daun sengon, daun nanas dan sebagainya. Semua bahan ini cukup ditempatkan di bagian bawah kandang dan biarkan induk betina membuat sarang mereka sendiri.

3. Penjodohan

Ini adalah proses paling penting dalam budidaya burung kacer, karena jika proses perjodohan gagal maka Anda tidak akan dapat menghasilkan anakan.

Baca Juga :  Cara Budidaya Ikan Louhan

Teknik yang ampuh untuk memasangkan burung kacer:

  • Langkah pertama adalah memasukkan induk laki-laki ke dalam kandang pernikahan yang sudah diatur.
  • Kemudian masukkan induk ke dalam sangkar kemudian masukkan sangkat ke dalam kandang perjodohan.
  • Biarkan selama beberapa jam dan lihat reaksi kedua peternak, rukun atau tidak.
  • Ketika induk jantan rajin berkicau saat mendekati betina dan induk betina merespon dengan gerakan menurun ke bagian bawah kandang, sudah pasti kedua induk tersebut dipasangkan.
  • Jika induk betina tidak dipasangkan akan menghindari induk jantan.

4. Perawatan dan Pakan

Masalah perawatan Anda cukup untuk menjaga kebersihan kandang secara teratur dengan membersihkannya cukup 2 kali seminggu. Selain itu, porsi pakan dan penggantian air minum juga harus dipertimbangkan dengan cermat.

Selain itu Anda juga diharuskan menyediakan tempat yang tenang atau jauh dari binatang buas seperti kucing, ular dan tikus.

Untuk masalah pakan, Anda dapat memberikan voor berkualitas ditambah dengan EF dalam bentuk 5-10 jangkrik per hari.

5. Inkubasi

Kebanyakan induk burung betina dapat bertelur hingga 3 butir dan proses inkubasinya memakan waktu sekitar 14 hari. Selama proses inkubasi, Anda harus dapat melindungi induk dari hewan pemangsa seperti tikus, anjing, kadal, semut, dan kecoak hingga proses inkubasi selesai.

6. Penetasan Telur

Ketika masa inkubasi mencapai 10 hari biasanya ada telur yang mulai retak atau dengan kata lain ada anak ayam yang telah menetas burung, jadi lakukan pemeriksaan rutin. Saat ditetaskan segera beri pakan kroto segar dan jangkrik.

7. Meloloh

Pada saat ini induk benar-benar membutuhkan banyak nutrisi sehingga segera berikan makanan hidup berupa ulat, belalang, kroto dan jangkrik setiap pagi, siang dan sore secara teratur.

Baca Juga :  Cara Budidaya Ikan Arwana

Anak anjing Kacer akan mulai keluar dari sarangnya pada usia 3 minggu dan belajar makan sendiri pada usia 4 minggu. Pada umur 5 minggu, ayam-ayam Kacer sudah dapat makan sendiri

8. Menyapih Anak Kacer

Penyapihan yang ideal adalah ketika kacang sudah mulai mematuk anakan atau ingin bertelur lagi. Proses menyapih juga bisa dilakukan ketika anak-anak anjing bisa makan sendiri. Sebelum proses penyapihan dilakukan, lebih baik ajarkan anak anjing untuk makan gelas bersuara halus yang dicampur dengan Kroto.

9. Memasterkan Kacer Kecil

Untuk masalah menempel, itu harus dilakukan ketika bibit Kacer sudah mulai memberi makan sendiri. Selain itu, proses menempel yang dilakukan pada usia dini merupakan investasi yang tepat karena pada usia ini burung lebih mudah meniru dan merekam suara yang ada di sekitarnya.

Penutup

Demikianlah Pelajaran tentang cara berternak burung kacer yang benar agar burung memiliki kicauan yang bagus dan dapat terjual dengan harga yang tinggi.

Terima kasih telah belajar dengan kami dan sampai berjumpa di artikel kami selanjutnya.

Baca Juga:

Yolanda Medya Saputra
Yolanda Medya Saputra Saya adalah lulusan terbaik Program Studi Manajemen Informatika Amik Dian Cipta Cendikia Bandar Lampung tahun 2019, Saya juga pernah menjabat sebagai Presiden BEM di kampus tersebut pada tahun 2017-2019. -"For More info You Can Search My Name on Google"-