Cara Budidaya Buah Kiwi

Posted on

Cara Budidaya Buah Kiwi – Buah Kiwi telah dikenal sebagai buah impor yang harganya cukup tinggi. Karena harganya yang mahal, tidak semua orang bisa menikmatinya sesering mungkin, walaupun buah unik ini memiliki manfaat kesehatan yang sangat kaya.

Sebagai buah impor dari negara subtropis, sepertinya tidak mungkin untuk menanamnya di Indonesia. Apakah itu benar? Sepertinya tidak.

Dengan langkah penanaman dan pemeliharaan yang tepat, buah Kiwi dapat dibudidayakan di Indonesia dengan kualitas yang tidak kalah dengan negara-negara budidaya.

Bagaimana Anda menanam tanaman kiwi di daerah tropis seperti Indonesia? Berikut langkah-langkah dan berbagai informasi yang perlu Anda ketahui tentang menanam tanaman kiwi.

Morfologi dan Jenis Buah Kiwi

Cara Budidaya Buah Kiwi Sendiri Dari Biji Sampai Berbuah di Indonesia

Pusat-Distributor-Grosir-Eceran-Menjual-Benih-Tanaman-Buah-Kiwi-Murah-online-di-kota-kabupaten.3 Tanaman kiwi adalah tanaman merambat dengan kisaran tumbuh 6 m hingga 10 m. Memiliki daya tahan tinggi, bisa hidup hingga 50 tahun.

Batangnya bulat memanjang dengan beragam warna, mulai dari hijau, kecoklatan, dan keabu-abuan. Banyak cabang dari masing-masing sisi batang utama dengan panjang berbeda.

Lapisan kulit batang tipis dengan batang lembut di bagian dalam, tetapi kuat menahan berat buah, daun dan bunga, dan distribusi cabang yang bisa sangat berat. Seiring bertambahnya usia, ukuran batang akan semakin besar.

Akar semu atau berkuda dengan panjang ± 1-2 m atau lebih. Akar tunggal ada di tanah, sedangkan akar berserat menyebar di atas permukaan tanah. Fungsi akar tanaman ini adalah untuk menyerap air dan nutrisi, serta dukungan batang.

Daun kiwi berbentuk oval hampir bundar, berukuran besar dengan diameter 7,5 – 12,5 cm. Permukaan daun kasar. Daun muda ditutupi bulu merah. Daun hijau gelap dengan rambut lembut terlihat dari permukaan atas berwarna putih.

Kiwi adalah tanaman dioecious, yang berarti membutuhkan tanaman jantan dan betina untuk proses pembuahannya. Cara membedakan tanaman jantan dan betina adalah dengan memperhatikan bunganya.

Secara umum, bunga kiwi berwarna putih kekuningan, wangi, terdiri dari 5-6 kelopak. Diameter bunga 2,5 – 5 cm. Bunga betina memiliki stigma panjang dan lengket di tengah (putik). Bunga betina tidak menghasilkan serbuk sari atau serbuk sari.

Baca Juga :  Cara Menanam Cabe Hidroponik

Indung telur berwarna putih cerah di dasar bunga. Warna bunga jantan lebih dominan kuning dan memiliki wadah serbuk sari di tengah. Penyerbukan Kiwi dibantu oleh angin dan lebah.

Namun, bunga tanaman ini ternyata kurang menarik bagi lebah karena tidak mengandung nektar sehingga terkadang diperlukan campur tangan manusia agar bisa terjadi penyerbukan. Satu tanaman jantan cukup untuk menyuburkan delapan tanaman betina.

Untuk memfasilitasi penyerbukan, jarak tanam jantan dan betina tidak boleh terlalu jauh. Kiwi adalah sejenis kultivar kelompok berry yang sama dengan anggur.

Diperkirakan ada sekitar 50 – 60 tanaman kiwi, yang paling umum adalah Actinidia deliciosa yang memiliki buah oval seperti telur, dengan kulit berbulu halus dan coklat keabu-abuan, kedua ujungnya agak lebar.

Sepintas mirip dengan buah sawo. Panjang buah 5-8 cm, diameter 4-5 cm. Biji hitam kecil, lunak, bisa dimakan dengan daging buah. Teksturnya lembut dan halus. Rasa manis dan asam segar. Populer dengan nama kiwi green karena dagingnya berwarna hijau cerah.

Jenis lain yang juga populer, meskipun tidak sebanyak kiwi hijau, adalah Actinidia chinensis atau lebih dikenal dengan kiwi emas. Disebut demikian karena buahnya berwarna kuning keemasan. Ukurannya tidak sebesar kiwi hijau, tetapi rasanya lebih dominan manis dan kulitnya lebih halus.

Kandungan vitamin E dalam kiwi emas lebih dari kiwi hijau. Actinidia deliciosa dan Actinidia chinensis dapat dibudidayakan di daerah tropis atau subtropis karena membutuhkan cuaca yang lebih hangat.

Untuk daerah yang dingin dan sangat dingin, varian kiwi yang dapat tumbuh dengan baik adalah Actinidia arguta (Hardy kiwi) dan Actinidia kolikta (kiwi super-Hardy). Disebut demikian karena buahnya kecil dan tidak berbulu, seperti anggur.

Jenis ini termasuk dalam kategori kiwi Arktik. Karena tidak berbulu, buah kiwi dapat dimakan bersama kulitnya. Ada beberapa jenis Actinidia deliciosa.

Baca Juga :  Cara Membuat Peptisida Organik

Actinidia deliciosa Hayward adalah jenis tanaman kiwi hijau yang merupakan tanaman wanita. Ukuran terbesar, serta ukuran buah. Jenis ini yang paling sering ditemui dan paling mudah dibudidayakan.

Langkah dan Cara Budidaya Buah Kiwi

Morfologi dan Jenis Buah Kiwi

Bagi Anda yang penasaran dengan cara budidaya buah kiwi, mari kita lihat langkah-langkah budidaya buah kiwi berikut ini.

1. Proses Persiapan Lahan Tanam

Hal pertama yang harus Anda lakukan ketika ingin menanam buah Kiwi, tentu saja, adalah menyiapkan lahan untuk penanaman. Kiwi adalah tanaman tropis, sehingga dapat bekerja dengan baik di tanah di Indonesia.

Anda dapat menanam langsung di tanah atau menggunakan media tanam seperti pot atau polybag. Buah Kiwi termasuk tanaman merambat. Jadi, Anda juga harus menyediakan media untuk tanaman merambat buah Kiwi.

Bersihkan tanah dari berbagai hama yang menghalangi. Kemudian longgarkan tanah dan campur dengan kompos. Sesuaikan juga keasaman tanah, sehingga buah Kiwi dapat berbuah dengan baik.

Tahap selanjutnya, pada bagian tanah yang telah dilonggarkan dan dipupuk sebelumnya. Buat lubang tanam dengan jarak masing-masing 2 meter X 2 meter.

Proses persiapan lahan, pemupukan dan sebagainya harus disiapkan 2 minggu sebelum proses penanaman. Selain itu, saat Anda menyiapkan lahan untuk ditanam, Anda juga harus sudah memulai proses penetasan. Sehingga saat proses persiapan untuk media tanam selesai. Benih siap ditanam.

2. Proses penetasan

Dalam penanaman buah kiwi proses penetasan harus dilakukan sebaik mungkin. Ini akan menjadi buah Kiwi yang baik atau buruk yang Anda hasilkan. Anda harus terlebih dahulu menanam biji kiwi.

Agar proses penyemaian lebih cepat, Anda harus merendam biji buah kiwi menggunakan air hangat terlebih dahulu. Rendam selama sekitar 1 jam. lalu keringkan.

Selanjutnya bungkus benih menggunakan kapas atau tisu, simpan semalaman. Keesokan harinya, Anda bisa mulai menanam bijinya. Media tanah yang baik untuk penyemaian adalah humus. Sebarkan benih selama 10 hari. Di bagian atas media penyemaian harus diberi atap pelindung.

3. Proses Penanaman

Untuk proses penanaman buah kiwi sangat mudah, hampir sama dengan cara menanam tanaman lain. Setelah menetas selama 10 hari, biji buah kiwi siap ditransplantasikan ke media tanam.

Baca Juga :  Cara Menanam Bawang Merah

Pertama ditransfer ke pot media tanam atau polybag terlebih dahulu. Hingga tanaman kiwi memiliki batang yang cukup kuat. Setelah itu, dipindahkan ke media tanah biasa.

Untuk pekebun ke media tanah, cukup siapkan lubang dan beri jarak 2 meter. Kemudian tambahkan pohon buah kiwi dan tutup dengan tanah.

Bagi pekebun memang sangat mudah dan tidak memerlukan perawatan khusus. Waktu tanam yang baik adalah di pagi dan sore hari.

4. Proses Perawatan

Dalam proses memelihara atau merawat buah kiwi juga tidak begitu sulit. Buah ini memang mudah ditanam dan tidak memerlukan banyak perawatan khusus.

Pertama, sirami pohon kiwi secara teratur dua kali sehari, pada pagi dan sore hari. Jangan lupa memberi pupuk secara teratur. Akan lebih baik jika Anda menggunakan pupuk organik.

Untuk menghilangkan hama, Anda bisa menyemprotkan fungisida. Selain itu, pembersihan daun kering dan gulma juga perlu dilakukan. Sehingga proses pembuahan berjalan cepat.

5. Proses Panen

Masa panen buah Kiwi tidak pasti, ini tergantung pada cuaca selama proses penanaman. Biasanya buah Kiwi bisa berbuah setelah 3 hingga 4 bulan. untuk proses panen mungkin bukan kutipan asal, karena akan merusak tanaman.

Tapi pilih buah Kiwi menggunakan gunting. Gunting pada batang buah kiwi yang dekat dengan buah Kiwi. Buah Kiwi yang matang akan mengeluarkan bau khas dan jika dipegang akan terasa lembut.

Simpan buah Kiwi pada suhu yang tidak terlalu tinggi. Agar buah tidak mudah rusak. Jika pemasaran dilakukan, pilih buah Kiwi sebelum terlalu matang. Sehingga proses pengiriman buah kiwi bisa matang

Penutup

Demikianlah Pelajaran tentang cara budidaya buah kiwi yang benar agar hasil panen melimpah, yang dapat kami sampaikan semoga dapat bermanfaat bagi anda semua.

Terima kasih telah belajar dengan kami dan sampai berjumpa di artikel kami selanjutnya.

Baca Juga: