Yolanda Medya Saputra Saya adalah lulusan terbaik Program Studi Manajemen Informatika Amik Dian Cipta Cendikia Bandar Lampung tahun 2019, Saya juga pernah menjabat sebagai Presiden BEM di kampus tersebut pada tahun 2017-2019. -"For More info You Can Search My Name on Google"-

Cara Budidaya Ikan Gurame

7 min read

Cara Budidaya Ikan Gurame – Ikan gurame atau ikan gurame (Osprhronemus gouramy Lac), termasuk ikan air tawar yang tersebar di Asia Tenggara. Di Indonesia, ikan gurame menjadi konsumsi ikan paling favorit karena rasanya yang lezat.

Terutama di pulau Sumatra, Jawa, Madura, dan Sulawesi. Di Jawa, ikan gurame telah dikembangkan di daerah Bogor, Ciamis, Garut, Tasikmalaya, Purwokerto dan Magelang.

Di Sumatera, ikan gurame dikembangkan di daerah Payakumbuh. Sedangkan di Sulawesi, gurame banyak dikembangkan di wilayah Manado.

Dalam aspek bisnis, jenis ikan ini sangat menarik karena harga jualnya cukup tinggi dan relatif stabil dibandingkan dengan ikan air tawar lainnya.

Selain itu, permintaan konsumen juga masih sangat tinggi, sehingga tidak ada banyak kekhawatiran dalam hal persaingan bisnis.

Kandungan Gizi dalam Ikan Gurame

Cara Budidaya Ikan Gurame Dengan Hasil Panen Melimpah & Menjanjikan

Kandungan nutrisi yang ada dalam ikan gurame adalah:

  • protein 18,93%,
  • lemak 2,43%,
  • vitamin A: 749,715 IU / 100 mg,
  • vitamin B1: 0,0792 mg / 100 g,
  • vitamin B2: 0,083 mg / 100 g
  • dan vitamin B3: 1,22 mg / 100 g.

Morfologi Ikan Gurame

Gurame memiliki ciri bentuk fisik, yaitu bentuk tubuh yang rata agak panjang dan lebar. Semua bagian tubuh ditutupi oleh sisik yang kuat dengan tepi yang sedikit kasar.

Di mulut kecil, miring atau tidak tepat di bawah bibir. Bibir bawah sedikit menonjol dibandingkan dengan bibir atas.

Secara visual, penampilan ikan gurame dewasa berbeda dengan ikan gurame muda. Dasar perbedaannya bisa dilihat dari ukuran tubuh, warna, bentuk kepala dan dahi.

Dari segi perilaku dan warna, ikan gurame muda lebih menarik dibandingkan ikan gurame dewasa.

Habitat Gurame

Perairan yang disukai oleh gurame adalah jenis air yang tenang dan dalam seperti rawa, kolam, waduk atau danau.

Ikan gurame dilengkapi dengan respirator tambahan (labirin) sehingga dapat bertahan hidup dalam kondisi air yang buruk. Gurame sangat cocok untuk dipertahankan pada ketinggian hingga 800 mdpl dan tumbuh sangat baik di kisaran suhu 24-28 ºC.

Jika gurame tumbuh di bawah suhu 15 C itu mengakibatkan lambatnya pertumbuhan dan gangguan sistem reproduksi.

Taksonomi Ikan Gurame

Berdasarkan taksonomi, ikan gurame diklasifikasikan ke dalam:

  • Keluarga: Osphronemidae
  • Genus: Osphronemus
  • Spesies: Osphronemus gourami
  • Filum: Chordata
  • Kelas: Pisces
  • Urutan: Perciformes
  • Subordo: Anabantoidei

Langkah dan Cara Budidaya Ikan Gurame

Langkah dan Cara Budidaya Ikan Gurame

Bagi Anda yang penasaran dengan cara budidaya ikan gurame, mari kita lihat cara budidaya ikan gurame berikut ini.

1. Pilihan Induk Gurame yang Baik

Untuk menghasilkan ikan gurame yang baik, induk yang baik juga dibutuhkan. Induk gurame yang baik juga akan menghasilkan telur yang memiliki daya tahan lebih dan kemampuan untuk hidup.

A. Karakteristik Induk Gurame yang Siap Berkembang biak:

  • Anus akan muncul putih kemerahan
  • Perut terasa lebih lembut saat disentuh
  • Perut membesar ke arah belakang

B. Karakteristik Induk Jantan Gurame yang Baik:

  • Warna tubuh kemerahan dan hitam cerah
  • Gerakan menjadi lebih gesit.
  • Bentuk dan susunan sisik normal
  • Perut ikan akan lancip
Baca Juga :  Cara Budidaya Ikan Patin

C. Karakteristik Induk Betina Gurame yang Baik:

  • Warna tubuh akan relatif lebih menonjol
  • Perut terlihat bulat
  • Gerakan ikan tenang dan lambat
  • Susunan timbangan sedikit terbuka

2. Proses Saat Pemijahan Ikan Gurame

Berikutnya adalah proses pemijahan atau proses kawin ikan gurame. Proses ini sangatlah penting karena proses pemijahan ini akan diperoleh oleh anak anjing baru.

Tahapan berikut adalah proses saat pemijahan ikan gurame:

A. Buat Sarang Pemijahan.

Bahan yang digunakan untuk sarang bisa dalam bentuk kelapa, karung rajutan atau serat yang diletakkan di atas tali tenun. Penempatan bahan ini dimaksudkan untuk memudahkan induk jantan untuk mengatur sarang.

B. Pemindahan Induk

Induk yang telah dipilih untuk pembibitan dipindahkan ke kolam pemijahan menggunakan baskom atau ember besar berisi air sehingga ikan tidak stres.

Perbandingan ikan yang ditebar adalah 1 ikan untuk tambak 5 m2 dengan rasio betina jantan adalah 1: 3.

C. Pemijahan bisa berlangsung selama seminggu sesudah induk berada dalam kolam.

Gurame jantan akan membangun sarang selanjutnya gurame betina akan bertelur di sarang. Induk betina bertugas menjaga telur.

Setelah itu, induk jantan akan membuat sarang lain untuk betina lain dan akan membuahi telur betina lebih.

D. Penanganan dan Penetasan Telur Gurame

Langkah selanjutnya setelah pemijahan adalah Anda harus melakukan penanganan dan penetasan telur gurame.

Nah, untuk mengetahui pemijahan mana yang berhasil dilakukan atau tidak bisa dilihat dengan mengamati permukaan genangan air.

Jika ada aroma amis dan diikuti dengan timbulnya banyak minyak di atas air, itu artinya proses pemijahan sudah terjadi. Secara umum, proses pemijahan bisa berlangsung sampai tiga hari.

Jumlah telur yang diproduksi oleh induk betina tergantung pada jenisnya, biasanya sekitar 5000-7000 telur. Meskipun begitu, keberhasilan pemijahan sangatlah dipengaruhi pada beberapa faktor, seperti kolam pemijahan susu, kondisi air, sampai kualitas makanan yang diberi.

Perawatan harus dilakukan dengan berhati-hati. Caranya adalah dengan memegang bagian luar bagian bawah sarang. Cara menghilangkan sarang ini sangat mempengaruhi tingkat keberhasilan penetasan telur.

Karena itu perlu sangat berhati-hati dan berhati-hati dalam mengangkat sarang. Kami sarankan untuk mengangkat sarang memakai wadah, contohnya ember atau baskom berisi air.

Waktu inkubasi telur biasanya terjadi kurang lebih 2-3 hari setelah pemijahan. Penetasan terjadi pada suhu sekitar 27-28oC. Setelah benih berumur 11 hari, mereka dapat dipindahkan ke bak pembibitan.

3. Proses Persiapan Wadah Pembeberan

Sebelum benih ikan dikeluarkan, Anda perlu menyiapkan kolam / pembibitan. Tahap-tahap berikut adalah persiapan pembibitan, Kolam dibersihkan dan dikeringkan.

Jika Anda menggunakan genangan tanah, tanah perlu ditumbuk untuk mempercepat proses dekomposisi.

Kemudian pasang inlet air kolam dengan menempatkan filter / filter di pintu inlet air. Hal ini bertujuan untuk memperlancar sirkulasi air dan meminimalkan serangan hama penyakit pada budidaya ikan gurame.

Berikut cara mempersiapkan wadah pendederan, pada penebaran H-10, lakukan:

  • Sebarkan secara merata GDM SaMe Granule Bio Organic dengan dosis 150 kg / ha kemudian tambahkan air hingga setinggi 30 cm.
  • Larutkan 5 kg GDM Black BOS dengan air, kemudian siram / sebarkan merata ke air kolam. Hal ini bertujuan agar PH di dalam air tambak stabil, sambil menyiapkan tambak sehingga mikroorganisme yang dibutuhkan oleh ikan gurame dapat tumbuh optimal.
  • Pada D-7 sebelum penebaran, semprotkan / tuangkan Suplemen Organik Cair GDM ke kolam, dengan dosis 10 liter / ha.

4. Proses pembibitan ikan gurame

Setelah kolam siap, benih dapat ditebar di pagi hari (07.00-09.00) atau di sore hari untuk mencegah stres. Sebelum ditebar, benih terlebih dahulu disesuaikan dengan air tambak.

Cara untuk melakukan ini adalah dengan mengapungkan wadah berisi benih ikan di permukaan air kolam sehingga suhu disesuaikan. Setelah itu, buka wadah agar benih keluar sendiri dan masuk ke kolam.

Baca Juga :  Cara Budidaya Jangkrik

Berikut ini adalah tahapan persiapan dan pembuatan kolam ikan gurame:

A. Persiapan dan Pembuatan Tambak Ikan gurame

Kolam yang dipakai untuk budidaya ikan gurame bisa dalam bentuk kolam tanah, berdinding dan kolam terpal. Berikut ini akan dibahas cara menyiapkan dan membuat kolam ikan gurame:

Persiapan dan Pembuatan Kolam Tanah

  • Menggali lokasi tambak yang akan dibuat.
  • Gundukan itu dibuat dengan ketinggian 1 m dan lebar 0,5 m untuk bagian atas, dan 1 m untuk bagian bawah.
  • Memasang pipa atau bambu besar untuk mengatur masuk dan keluarnya air
  • Cangkul tanah di dasar kolam sedalam 30 cm, lalu ratakan kembali. Ini bertujuan untuk membuat tanah lunak setelah diberi air.
  • Buat saluran di tengah kolam dengan bentuk memanjang. Mulai dari pintu air hingga pintu air. Buat dengan lebar 0,5 m dan kedalaman 15 cm. Saluran ini berfungsi sebagai tempat berkumpulnya ikan gurame saat panen.
  • Pupuk kolam dengan GDM SaMe sebanyak 150 kg / ha, lalu tambahkan air hingga ketinggian 30 cm pada 10 hari sebelum menebar benih.
  • Larutkan GDM Black BOS sebanyak 5 kg pada setiap 1 ha lahan secara merata pada 10 hari sebelum penebaran.

Persiapan dan Pembuatan Dinding Kolam

  • Kolam itu digali lalu dibuat menjadi dinding atau beton
  • Di tengah kolam dipasang saluran atau kelelawar yang merupakan semacam genangan air yang akan memudahkan proses pengisian / pembuangan air dan berguna saat panen.
  • dibiarkan selama 2 hingga 3 hari.
  • Pupuk kolam dengan GDM SaMe sebanyak 150 kg / ha, lalu tambahkan air hingga ketinggian 30 cm pada 10 hari sebelum penebaran. Larutkan GDM Black BOS sebanyak 5 kg pada setiap 1 ha lahan secara merata pada 10 hari sebelum penebaran.
  • Biarkan selama 10 hari, sampai mikroorganisme, plankton atau zooplankton dibutuhkan oleh ikan untuk tumbuh dan berkembang.

Persiapan dan Pembuatan Kolam Terpal

  • Bangun dan rakit terpal seperti kolam dengan bambu atau penyangga kayu dengan kedalaman sekitar 90 cm.
  • Kolam terpal diisi dengan air dan didiamkan selama sekitar 1 minggu untuk menetralisir kolam terpal dari bahan kimia dan merangsang pertumbuhan plankton sebagai makanan gurame.
  • Larutkan GDM Black BOS sebanyak 5 kg pada setiap 1 ha lahan secara merata pada 10 hari sebelum penebaran.
  • Biarkan selama 10 hari, sampai mikroorganisme, plankton atau zooplankton dibutuhkan oleh ikan untuk tumbuh dan berkembang.

B. Persyaratan Lokasi untuk Tambak Ikan Gurame

  • Ketinggian lokasi antara 50-400 mdpl.
  • Temperatur air berkisar antara 24-30ºC, ikan gurame perlu berada di tempat dengan suhu yang stabil.
  • Kualitas air harus bersih, tidak tercemar dan tidak keruh.
  • Nilai keasaman (pH) perairan berkisar 7-8.
  • Kandungan oksigen terlarut minimal 2 mg / L.

C. Tahap Perawatan Kolam untuk Ikan Gurame

Tahap Perawatan Kolam Terpal untuk Ikan gurame:

  • Isi kolam terpal dengan jumlah air yang tepat
  • Bersihkan terpal yang digunakan untuk mencegah pengendapan berlebihan bahan organik yang dapat mempengaruhi kualitas air kolam.
  • Selain eceng gondok, Anda juga bisa menanam pohon rindang di sekitar kolam.
  • Dapat memasukkan eceng gondok ke dalam kolam untuk mengurangi efek suhu tinggi di dalam kolam.
  • Membersihkan kolam renang secara teratur agar kualitas air kolam tetap terjaga.
  • Terapkan 10 liter Suplemen Organik Cair untuk Perikanan ke 1 ha lahan setiap 10 hari.
  • Periksa pH air kolam

Tahap Perawatan Kolam Tembok Untuk Ikan Gurame

  • Menjaga keaadaan air agar tetap bersih.
  • Membersihkan kolam dari kotoran yang akan membuat air menjadi keruh
  • Pergantian air dengan rutin sebaiknya diganti sebanyak 30% dari pada air yang berada di kolam.
  • Pergantian air dilakukan 1 hingga 2 minggu sekali.
  • Aplikasikan 10 liter Suplemen Organik Cair Spesialis Perikanan untuk 1 ha lahan disetiap 10 hari sekali.
  • Memeriksa pH pada air kolam
Baca Juga :  Cara Budidaya Ikan Nila

Tahap Perawatan Kolam Tanah Untuk Ikan Gurame

  • Memeriksa pH pada air kolam.
  • Memeriksa volume air yang ada pada kolam
  • Mengamati warna kolam secara berkala, apabila keruh air harus diganti.
  • Aplikasikan 10 liter Suplemen Organik Cair Spesialis Perikanan untuk 1 ha lahan disetiap 10 hari sekali.
  • Memeriksa suhu pada kolam secara berkala.

5. Proses Memindahkan Benih Ikan Gurame dari Bak Pembibitan ke Kolam

Setelah ikan di persemaian mulai berkembang, ikan tersebut akan dipindahkan ke kolam untuk budidaya lebih lanjut sampai panen. Proses pemindahan benih ikan gurame dilakukan sebagai berikut:

Buang air di bak pembibitan sedikit demi sedikit.
Gunakan jaring sendok untuk menangkap ikan.
Kemudian benih dimasukkan ke dalam wadah berisi air.
Tempatkan wadah di pelampung di kolam dan biarkan ikan beradaptasi dengan suhu kolam dan perlahan-lahan melepaskannya.

6. Perawatan Cara Budidaya Ikan Gurame

Dalam budidaya ikan gurame, Anda harus memperhatikan perawatan ikan gurame agar ikan gurame dapat tumbuh dengan baik dan dapat dipanen seperti yang diharapkan. Berikut cara merawat gurame gurame berdasarkan usia mereka:

A. Cara merawat ikan gurame kecil

Perawatan untuk ikan gurame kecil harus memperhatikan sirkulasi air dan kualitas air yang baik. Kualitas pakan juga dianggap berkualitas

B. Cara merawat ikan gurame besar

Masih sama dengan ikan gurame kecil, ikan gurame perlu dipertimbangkan kebersihan kolam dan suhu air tambak. Air kolam yang kotor akan menyebabkan penyakit pada ikan gurame. PH dalam air tambak juga harus netral.

7. Jenis dan Cara Memberi Pakan Ikan Gurame

Cacing sutera adalah salah satu pakan alami pada ikan gurame
Perawatan yang paling penting untuk ikan adalah memberi makan. Perlu dicatat, pemberian makan ini juga harus mempertimbangkan kualitas pakan itu sendiri.

Pakan yang memiliki kualitas baik akan memberikan efek yang baik pula untuk budidaya ikan, Anda.

A. Pemberian Pakan Ikan Gurame Kecil

Ikan gurame kecil dapat diberi pelet halus dengan dosis 10% dari total berat.

B. Penyediaan Pakan Ikan Gurame Besar

Ikan gurame yang berumur beberapa bulan bisa diberi alas daunt, daun pepaya, daun singkong dll. Selain itu, bisa diberikan selingan seperti bekatul, ampas tahu dan bungkil kedelai.

Pemberian pelet ikan juga dianjurkan karena pelet ikan mengandung nutrisi dan nutrisi yang baik untuk ikan.

8. Panen Ikan Gurame

Masa panen ikan gurame biasanya 8 bulan, dengan ukuran ikan sebesar telapak tangan Anda. Hal terpenting yang harus diperhatikan dalam memanen ikan gurame adalah bagaimana cara memanennya.

Menggunakan jaring halus sangat dianjurkan agar tidak merusak sirip ikan dan jika sirip rusak dapat mengurangi kualitas ikan. Selain menggunakan jaring, adalah menggunakan tangan.

Caranya adalah dengan menjelajahi kolam dan kemudian mengangkatnya perlahan dan hati-hati. Lalu masukkan ke dalam wadah, sehingga bisa dijual langsung.

Nah, itulah cara menanam ikan gurame dalam panen yang sehat dan cepat. Jangan lupa untuk menggunakan produk GDM Organik untuk mendapatkan hasil yang optimal dan panen cepat.

Penutup

Demikianlah Pelajaran tentang cara budidaya ikan gurame yang benar agar hasil panen melimpah, yang dapat kami sampaikan semoga dapat bermanfaat bagi anda semua.

Terima kasih telah belajar dengan kami dan sampai berjumpa di artikel kami selanjutnya.

Baca Juga:

Yolanda Medya Saputra
Yolanda Medya Saputra Saya adalah lulusan terbaik Program Studi Manajemen Informatika Amik Dian Cipta Cendikia Bandar Lampung tahun 2019, Saya juga pernah menjabat sebagai Presiden BEM di kampus tersebut pada tahun 2017-2019. -"For More info You Can Search My Name on Google"-
SELAMAT DATANG
Semangat Belajar Generasi Milenial, Patuhi Protokol Kesehatan dan Semoga Artikel Bermanfaat, Untuk Kerjasama, Kritik, dan Saran Silahkan Dapat Melalui Kontak Kami