Cara Budidaya Jamur Merang

4 min read

Cara Budidaya Jamur Merang – Apakah Anda penggemar sayuran? Jika Anda menjawab ya, tentu Anda sudah terbiasa dengan salah satu jenis jamur ini. Jamur adalah salah satu jamur yang paling disukai di Indonesia.

Anda bisa menggunakan jamur ini untuk berbagai jenis hidangan, termasuk tumis, sup, pepes, dan sebagai pelengkap capcai. Namun, stok jamur di pasar tidak selalu melimpah sehingga kadang ada stok yang kurang.

Mengapa kita tidak mencoba mengolah diri sendiri di rumah? Selain bisa menambah simpanan pundi-pundi, budidaya jamur bisa dilakukan dengan mudah.

Tertarik mencoba budidaya jamur sebagai bisnis sampingan? Untuk menambah informasi Anda, artikel ini akan mengulas lebih lanjut tentang apa itu jamur, manfaat, langkah budidaya, dan salah satu contoh penggunaan jamur. Ayo, perhatikan!

Apa itu Jamur Merang?

Cara Budidaya Jamur Merang Sendiri Dengan Mudah dan Panen Banyak

Jamur yang memiliki nama ilmiah Volvariella volvacea adalah jenis jamur yang banyak dibudidayakan di beberapa wilayah Asia, termasuk Indonesia. Di Indonesia, jamur ini disebut jamur karena biasanya dibudidayakan di atas jerami atau media sedotan.

Dilansir dari E-jurnal.com, ciri-ciri jamur ini adalah bulat asimetris dengan diameter sekitar 5 cm – 14 cm. Permukaannya berwarna coklat kering hingga coklat keabu-abuan dan dilindungi oleh selubung.

Bilahnya padat, lebar dan putih saat muda, lalu menjadi merah muda saat spora matang. Jamur, yang termasuk dalam keluarga Pluteacea, dapat berkembang dengan memproduksi spora berukuran mikron.

Spora akan berkecambah dan membentuk hifa. Lebih lanjut, kumpulan hifa membentuk benjolan kecil dan membesar untuk membentuk tubuh buah kancing kecil yang kemudian berkembang menjadi tahap telur.

Kadar telur dipanen dan dikonsumsi. Sangat lezat dipadukan dengan bumbu yang tepat.

Manfaat Jamur Merang

Selain rasanya yang enak, kandungan nutrisi jamur ini juga kaya. Jamur kaya akan protein, vitamin, serat, zat besi, fosfor, dan sebagainya. Dengan beragam kandungan ini, jamur ini bisa menjadi makanan yang baik untuk tubuh.

Bahkan, jamur ini sering digunakan sebagai pengganti daging untuk vegetarian. Berikut manfaat jamur untuk kesehatan.

  • Kandungan berbagai vitamin untuk mendukung kesehatan mata, otak, dan darah.
  • Kandungan kalsiumnya membantu menjaga kesehatan gigi.
  • Kandungan protein membantu menyehatkan sel-sel tubuh.
  • Kandungan fosfor membantu mencegah osteoporosis.
  • Kandungan seratnya membantu memperlancar pencernaan.
Baca Juga :  Cara Menanam Kacang Panjang

Langkah dan Cara Budidaya Jamur Merang

Langkah dan Cara Budidaya Jamur Merang

Bagi Anda yang penasaran dengan cara budidaya jamur merang, mari kita lihat langkah-langkah budidaya jamur merang berikut ini.

1. Membuat Kumbung

Kumbung adalah rumah jamur atau tempat budidaya jamur. Selain digunakan sebagai tempat menanam jamur jerami, kumbung juga bisa digunakan untuk budidaya jamur tiram.

Kumbung sangat penting dalam budidaya jamur, karena di tempat ini Anda dapat mengatur suhu dan kebebaban yang Anda perlukan selama proses pembudidayaan jamur.

Anda bisa membuat rumah berbentuk rumah atau gubuk kecil menggunakan bambu atau kayu sehingga dana bisa diminimalisir.

Selain itu, cara membuat kumbung yang akan digunakan sebagai tempat budidaya jamur tidak terlalu sulit. Ada beberapa bahan dan alat yang harus Anda persiapkan sebelum membuat kumbung.

  • Bambu atau kayu
  • Lampu portable
  • Styrofoam
  • Palu dan paku
  • Blower Listrik
  • Pemanas ruangan

Kumbung yang dibuat harus disesuaikan dengan kebutuhan Anda dalam budidaya jamur. Biasanya kumbung dibuat dengan ukuran 4×6 meter dengan ketinggian 2,5 meter.

Dengan ukuran ini Anda dapat memotong bambu atau kayu sesuai dengan kebutuhan Anda untuk kerangka kumbung dan dinding.

Anda menggunakan sterofoam sebagai pelapis dinding yang berguna untuk menjaga suhu dingin dan menjaga agar jamur tetap hangat. Styrofoam juga bisa diganti dengan plastik.

2 atau 3 rak kumbung dibuat sesuai dengan kebutuhan Anda, dan di setiap rak Anda dapat membuat 3-4 tingkat yang akan Anda gunakan sebagai tempat menanam jamur jerami.

Anda dapat menggunakan blower listrik untuk membuat sirkulasi udara lebih baik, tetapi jika lokasi Anda mempunyai sirkulasi udara yang harus baik, Anda juga tidak dapat menggunakan blower listrik ini.

Untuk menjaga suhu stabil pada 32-34 derajat Celcius, Anda dapat menggunakan pemanas atau lampu portabel.

Selalu jaga kelembaban di kumbung, oleh karena itu tempat ini harus dibuat semirip mungkin agar sinar matahari tidak bisa masuk secara langsung. Jamur tidak bisa hidup ketika terkena sinar matahari langsung karena akan membuat kelembaban turun.

Baca Juga :  Cara Menanam Cabe Hidroponik

2. Pembibitan Jamur Merang

Bibit merupakan bagian yang sangat penting dari budidaya jamur jerami karena akan menentukan hasil jamur.

Sekalipun Anda melakukan semua langkah dengan benar, tetapi Anda salah dalam memilih benih jamur, sudah pasti bahwa hasil panen Anda tidak akan berkualitas premium.

Untuk mendapatkan bibit jamur yang baik, Anda dapat membelinya di toko pertanian terdekat.

Atau Anda juga bisa memakai bibit jamur merang, caranya adalah dengan memotong payung jamur dan membilasnya dengan air hangat hingga bersih lalu letakkan di wadah tertutup yang sudah dicampur abu sekam mentah.

3. Menumbuhkan media

Dalam menyiapkan media tanam, ada beberapa hal yang harus Anda persiapkan sebelumnya:

  • Dolomit
  • Bedak bekatul
  • Kapas
  • Merang
  • Singkong dan air

Langkah-langkah untuk mempersiapkan media tanam jamur jamur adalah sebagai berikut:

  1. Atur sedotan dan susun hingga setebal 15 cm
  2. Siram tumpukan ini dengan air
  3. Atur onggok di atas jerami.
  4. Atur sedotan dan onggok secara bergantian hingga setinggi 1,5 meter, panjang 4 meter, dan lebar 2,5 meter.
  5. Tutupi dengan plastik, sehingga proses pengomposan dapat berjalan dengan cepat
  6. Rendam kapas yang juga akan digunakan sebagai media tanam selama 4 hari
  7. Berganti kapas setiap 2 hari
  8. Ini dimaksudkan agar nantinya biji bisa tumbuh dengan baik di atas kapas.
  9. Setelah jerami dan singkong disimpan selama dua hari, selanjutnya adalah taburi dolomit dan bekatul
  10. Campur 40kg dedak dengan 24 dolomit, aduk hingga merata
  11. Potong tumpukan jerami dan onggok dengan tinggi 15-20cm
  12. Taburkan bekatul dan dolomit di atasnya sampai rata
  13. Tutup rapat dan diamkan selama dua hari
  14. Balik media tanam ini setelah dua hari
  15. Lakukan hingga 3 kali
  16. Jika proses ini benar, media yang Anda buat akan menjadi coklat kehitaman, lunak dan berair.
  17. Masukkan media pertumbuhan ini ke dalam kumbung yang telah Anda buat sebelumnya
  18. Letakkan di atas rak dengan media tanam paling tebal dikirim di bawah dan menjadi lebih tipis dan lebih tinggi
  19. Ini dimaksudkan agar suhu media tanam tetap terjaga
  20. Taburkan kapas yang direndam di atas media tanam hingga merata
  21. PH yang dibutuhkan agar jamur berkembang dengan baik adalah 6,8 hingga 7.
  22. Pastikan kumbung kencang dan matahari tidak masuk karena akan mempengaruhi kelembaban.
Baca Juga :  Cara Menanam Buah Naga

4. Penanaman Jamur

Benih jamur yang telah Anda siapkan sebelumnya sekarang adalah waktu untuk memasuki tahap penanaman.

Anda dapat menyebarkan benih jamur pada media tanam secara merata dan jangan lupa untuk selalu memantau tingkat kelembaban dengan memercikkan air secara merata.

Selalu tutup kumbung setelah Anda menanam. Proses ini bisa dikatakan berhasil setelah Anda melihat serat putih dalam 2 hingga 4 hari. Ingat, posisi benih harus benar-benar ketat dalam kondisi tertutup.

5. Perawatan Jamur

Dalam fase perawatan ini sangat penting untuk menjaga suhu agar kelembaban tetap terjaga. Suhu yang dibutuhkan adalah 32-34 derajat Celcius dan pH 6,8-7.

Setelah jamur berumur 4 hari, kumbung tidak boleh terlalu sering dibuka agar kelembapan tetap terjaga. Anda juga bisa melakukan penyiraman 2-3 kali sehari secara rutin setiap hari agar kelembapan tetap terjaga.

Selalu periksa media tanam secara teratur, jika Anda menemukan tanaman lain yang tumbuh, Anda bisa mencabutnya dengan hati-hati agar jamur tidak rusak.

6. Pemanenan Jamur

Setelah 10-12 hari sejak penanaman, jamur siap dipanen. Jamur yang sudah dipanen adalah jamur yang tingginya mencapai 3-6 cm.

Panen dengan cepat dan hati-hati, karena jamur ini tumbuh sangat cepat. Hindari panen terlalu cepat untuk menghindari kerusakan di tengah yang akan mengurangi nilai jual.

Putar jamur perlahan-lahan saat Anda memanen dan bekerja dari rak paling atas ke bawah. Jangan lupa untuk membersihkan sisa jamur yang ada di kompos, ini dimaksudkan agar jamur dapat tumbuh kembali dengan baik di media tanam.

Menanam jamur jamur jika dilakukan dengan cara yang benar akan menghasilkan jamur dengan kualitas premium dan memiliki nilai jual yang sangat baik.

Selain itu, Anda juga bisa menggunakan panduan ini untuk membuat kebun jamur jamur yang bisa Anda konsumsi sendiri. Hal terpenting dalam membudidayakan jamur ini adalah selalu menjaga kelembaban

Penutup

Demikianlah Pelajaran tentang cara budidaya jamur merang yang benar agar hasil panen melimpah, yang dapat kami sampaikan semoga dapat bermanfaat bagi anda semua.

Terima kasih telah belajar dengan kami dan sampai berjumpa di artikel kami selanjutnya.

Baca Juga: