Yolanda Medya Saputra Saya adalah lulusan terbaik Program Studi Manajemen Informatika Amik Dian Cipta Cendikia Bandar Lampung tahun 2019, Saya juga pernah menjabat sebagai Presiden BEM di kampus tersebut pada tahun 2017-2019. -"For More info You Can Search My Name on Google"-

Cara Budidaya Kopi Robusta

3 min read

Cara Budidaya Kopi Robusta – Kopi adalah tanaman tahunan yang dapat mencapai usia produktif hingga 20 tahun. Kopi adalah komoditas perkebunan yang paling banyak diperdagangkan, jadi tidak heran kopi ditanam atau dibudidayakan secara luas.

Pusat budidaya kopi ini adalah di Amerika Latin, Asia-Pasifik, Amerika Tengah dan Afrika. Sedangkan konsumen kopi terbesar ada di negara-negara di Eropa dan Amerika Utara.

Ada 2 varietas utama tanaman kopi yang banyak digunakan, yaitu kopi Arabika (Coffea arabica) dan kopi Robusta (Coffea robusta).

Tapi selain 2 jenis kopi ini ada juga varietas turunan atau subvarietas dari kopi Arabica dan Robusta, salah satunya adalah kopi luwak asli Indonesia. Kali ini kita akan membahas tentang cara menanam kopi robusta.

Jenis Biji Kopi Robusta

Cara Budidaya Kopi Robusta Agar Berbuah Lebat dan Kwalitas Panen Tinggi

Sebelum kita masuk ke budidaya Kopi Robusta, saran dari kami adalah Anda harus memilih jenis bibit kopi yang akan Anda tanam. ini adalah biji kopi Robusta yang dapat Anda pilih:

  • Klon Sa 436 adalah biji kopi robusta paling unggul. Karena dalam satu hektar, jika buahnya normal, dapat menghasilkan hingga 3000 kg per hektar per tahun. Namun selain memiliki kelebihan, untuk ukuran bentuk kopi yang diproduksi, setiap seragam memiliki ukuran yang kecil. ada juga yang ukuran besar. tidak sekalipun dalam satu batang pohon.
  • Klon Bp 308 yang merupakan biji kopi robusta unggul dan lebih tahan terhadap berbagai penyakit. Benih jenis ini juga akan lebih mudah beradaptasi di lingkungan baru, meskipun kami menanamnya di tanah yang kurang nutrisi meskipun bibit ini mampu bertahan hidup dengan sempurna.
  • Klon Bp 42 adalah bibit kopi robusta yang memiliki tingkat produktivitas lebih tinggi. Beberapa petani yang telah berhasil membudidayakan klon Bp 42 untuk setiap hektar kopi dapat menghasilkan hingga 1.300 kg per tahun.
Baca Juga :  Cara Budidaya Jamur Tiram

Jika Anda telah menentukan jenis benih yang akan Anda pilih dan tanam, maka kami akan memasuki proses budidaya kopi Robusta.

Langkah dan Cara Budidaya Kopi Robusta

Langkah dan Cara Budidaya Kopi Robusta

Bagi Anda yang penasaran dengan cara budidaya kopi robusta, mari kita lihat langkah-langkah cara budidaya kopi robusta berikut ini.

1. Persyaratan Tumbuh

Sebaiknya ditanam di iklim tropis di dataran yang memiliki ketinggian 400 – 600 meter di atas permukaan laut. Suhu untuk menanam kopi adalah pada suhu 24 – 40 derajat Celcius dan suhu untuk menanam kopi robusta adalah pada suhu 75 derajat Frenheit.

Dan curah hujan mencapai 2000 – 3000 mm / tahun. Kopi robusta akan tumbuh optimal di tanah subur dan memiliki keasaman atau pH 4,5 – 6,5.

2. Persiapan Benih

  • Kopi yang akan digunakan sebagai bibit adalah kopi yang telah dimasak secara fisiologis atau berwarna merah.
  • Bibit dipilih dari tanaman induk yang sehat, telah diproduksi sekitar 4-5 kali, dan toleran terhadap hama dan penyakit.
  • Selanjutnya pisahkan kulit dari bijinya, kemudian bijinya dicuci dan dikeringkan dan tidak terkena sinar matahari untuk melakukan persemaian atau perkecambahan selama sekitar 2,5 bulan menggunakan media tanah dan pasir. Ukuran media pembibitan sekitar 10x120x35 cm dan ditutupi atau diarsir dengan jerami kering atau alang-alang.
  • Jika benih telah berkecambah, benih ditransplantasikan ke polybag dengan media tanam dalam bentuk campuran tanah dengan pupuk kandang. Tanam biji dalam polybag. Bibit dapat ditransplantasikan ke lahan penanaman setelah berumur sekitar 5-6 bulan.
  • Pilih benih yang berkualitas baik, agar tanaman kopi robusta dapat tumbuh dengan baik dan optimal. Dan yang dapat Anda lakukan untuk mendapatkan biji kopi berkualitas tinggi dan berkualitas tinggi adalah dengan membeli biji kopi di kios atau penjual kedai kopi yang benar-benar memiliki kualitas dan keaslian yang benar-benar terpercaya.
Baca Juga :  Cara Menanam Jahe

3. Persiapan Lahan

Tanah yang akan digunakan untuk menanam atau menanam kopi robusta pertama kali dibersihkan dari gulma atau tanaman mengganggu lainnya. Selanjutnya lakukan lepas tanah dengan mencangkul atau membajak.

Sebenarnya persiapan lahan yang paling penting saat budidaya kopi robusta adalah menyiapkan lahan yang benar-benar subur dan membuat lubang di media tanam lahan. Proses berikut adalah membuat lubang tanam:

  • Buat lubang tanaman dengan diameter 60 cm, dengan kedalaman mencapai 60 cm. Pembuatan lubang dilakukan 3-4 bulan sebelum bibit ditanam dengan jarak tanam 2,5 x 2,5 cm.
  • Pisahkan bagian atas dari bagian bawah dan bagian atas tanah.
  • Setelah satu bulan lubang tanam dibuat, berikan belerang, kapur dolomit masing-masing 200 gram dan campurkan penggalian bagin tanah bagian bawah kemudian masukkan kembali ke lubang tanam, metode ini bertujuan untuk menetralkan keasaman tanah atau PH.
  • Satu bulan kemudian atau 1 bulan sebelum tanam tambahkan pupuk organik atau pupuk fermentasi sebanyak 10-20 kg (tergantung pada tingkat kesuburan tanah) dan kemudian campur dengan penggalian tanah bagian atas dan kemudian masukkan ke dalam lubang tanam.

4. Penanaman Tanaman Pelindung

Untuk mengurangi intensitas cahaya langsung ke tanaman dalam fase kritis 1-2 tahun, menjaga kelembaban dan dapat menjadi pupuk organik, perlu menanam tanaman atau pohon dalam bentuk pohon lamtoro.

Pohon Lamtoro ditanam 2-3 bulan sebelum biji kopi robusta ditanam di lahan dengan pola penanaman berpagar ganda atau persegi panjang.

5. Proses Penanaman Kopi Robusta

  • Sebelum menanam, papas daun pohon kopi hingga tersisa 1/3 bagian, metode ini bertujuan untuk mengurangi penguapan pada tanaman kopi
  • Selanjutnya, lepaskan biji kopi dari bungkus plastik atau polybag dengan hati-hati agar akarnya tidak rusak
  • Gali kembali lubang yang sebelumnya tertutup pupuk, cukup sedikit
  • Untuk kedalaman lubang, cobalah untuk mencocokkan panjang akar bibit kopi
  • Dan letakkan di lubang lalu tutup lubang tanam lagi
  • Untuk bibit yang baru ditanam, kami sarankan untuk membuat penanda untuk mendukung bibit agar tidak roboh.
Baca Juga :  Cara Budidaya Selada Keriting

6. Perawatan Buah Kopi Robusta

  • Penyiangan

Apakah menyiangi gulma atau tanaman mengganggu lainnya di tanah. Penyiangan dapat dilakukan secara manual menggunakan goresan atau yang lain atau dapat juga secara kimiawi menggunakan herbisida.

  • Pembubunan

Pembubunan mengangkat tanah di sekitar tanaman kopi dengan tujuan melonggarkan tanah. Kegiatan pembubunan ini dilakukan bersamaan dengan penyiangan.

  • Pemupukan

Pemupukan pertama dilakukan ketika tanaman sekitar 2 bulan setelah tanam menggunakan pupuk urea, SP-36 dan KCl, dosis yang diberikan untuk tanaman kopi diberikan berdasarkan usia tanaman kopi.

Pemberian pupuk ini dilakukan dengan cara menabur atau merendamnya dengan membuat larik.

  • Memangkas Pohon pelindung

Potong pohon pelindung jika pohon pelindung telah rimbun.

7. Proses Pemanenan Kopi Robusta

Idealnya, waktu panen untuk penanaman kopi robusta saat tanaman sudah mencapai usia 3 tahun setelah tanam. Untuk pertama kalinya tanaman akan berbuah, dan puncak kopi akan berbuah atau sering disebut panen besar adalah ketika kopi berusia 7-9 tahun.

jika Anda menanam kopi dengan cara yang sama baiknya dan menyeluruh seperti di atas, kemungkinan hasil yang akan Anda peroleh cukup memuaskan.

Dan proses panen kopi dapat dipanen ketika biji kopi terlihat tua, ciri khas jika kita memegang biji kopi dan menekannya terasa keras atau buah kopi berwarna merah.

Penutup

Demikianlah Pelajaran tentang cara budidaya kopi robusta yang benar agar hasil panen melimpah, yang dapat kami sampaikan semoga dapat bermanfaat bagi anda semua.

Terima kasih telah belajar dengan kami dan sampai berjumpa di artikel kami selanjutnya.

Baca Juga:

Yolanda Medya Saputra
Yolanda Medya Saputra Saya adalah lulusan terbaik Program Studi Manajemen Informatika Amik Dian Cipta Cendikia Bandar Lampung tahun 2019, Saya juga pernah menjabat sebagai Presiden BEM di kampus tersebut pada tahun 2017-2019. -"For More info You Can Search My Name on Google"-