Yolanda Medya Saputra Saya adalah lulusan terbaik Program Studi Manajemen Informatika Amik Dian Cipta Cendikia Bandar Lampung tahun 2019, Saya juga pernah menjabat sebagai Presiden BEM di kampus tersebut pada tahun 2017-2019. -"For More info You Can Search My Name on Google"-

Cara Budidaya Kroto

3 min read

Cara Budidaya Kroto – Penggemar kicau burung atau yang sering memelihara ikan tentu sudah tahu apa namanya Kroto. Budidaya Kroto bisa menjadi bisnis yang sangat menarik untuk dijalankan.

Karena pangsa pasar Kroto sendiri sangat menjanjikan dan banyak penggemar burung kicau yang membutuhkan Kroto sebagai pakan burung.

Ternak kroto dapat dijalankan dengan berbagai media. Dalam hal ini, pebisnis tidak boleh terlalu takut dengan nama semut. Sekarang harga Kroto bisa mencapai ratusan ribu rupiah untuk satu kilo, sehingga bisnis ini cukup menguntungkan.

Langkah dan Cara Budidaya Kroto

Cara Budidaya Kroto Sendiri Menggunakan Media Paralon yang Mudah

Bagi Anda yang penasaran dengan cara budidaya kroto, mari kita lihat langkah-langkah budidaya kroto berikut ini.

1. Persiapan untuk budidaya Kroto

Dalam sistem budidaya, semut rangrang dapat hidup di sarang buatan. Sarang atau kandang semut rangrang dapat dibuat dari paralon, bambu, toples, dan sebagainya.

Langkah-langkah persiapan untuk budidaya Kroto adalah sebagai berikut:

  • Menyiapkan Benih koloni

Koloni semai untuk budidaya Kroto dapat diperoleh dari tangkapan di alam atau membelinya dari petani lain. Ada tips terpisah untuk mendapatkan koloni dari alam, yang akan kami uraikan dalam tulisan terpisah.

Jika Anda kesulitan mendapatkan biji koloni dari alam, Anda dapat membeli biji Kroto dari petani lain. Biji kroto biasanya dijual dalam botol atau botol plastik bening.

Harganya cukup mahal, satu botol plastik 1 liter berharga sekitar 150-200 ribu rupiah.

  • Buat sangkar

Pada kesempatan ini kami akan menjelaskan cara pembuatan kandang Kroto dengan Paralon. Kandang dari Paralon lebih fleksibel, praktis, serta mudah dipelihara. Keuntungan dari paralon media adalah sebagai berikut:

  • Buat itu mudah, cukup potong dengan panjang yang sama. Kemudian mengatur dalam rak, media bisa digunakan secara langsung.
  • Media ini awet, bisa untuk 5-10 tahun.
  • Paralon umumnya gelap atau kedap cahaya, namun kedua belah sisi terbuka. Lingkungan yang sangat baik untuk semut rangrang yang membutuhkan intensitas cahaya sekitar 0,01-0,06 lm / m2 saja.
  • Karena bentuknya yang silindris, jika diatur dengan benar posisinya akan saling menguatkan dan tidak mudah bergerak.
  • Lebih mudah panen dan meminimalkan kematian koloni pasca panen. Dan mudah dibersihkan.
Baca Juga :  Fungsi Bronkiolus

Berikut ini adalah tahapan membuat sangkar untuk budidaya Kroto:

  • Buat rak 2 tingkat. Rak dapat dibuat dari jambu biji, kayu atau besi. Ukuran rak disesuaikan dengan ukuran tempat.
  • Tempatkan setiap kaki rak pada wadah plastik, bisa berupa mangkuk atau piring atau sepotong timah. Beri air ke wadah, itu juga bisa memberikan cairan minyak bekas, sehingga cairan tidak cepat menguap dan kering.
  • Genangan kaki rak dalam cairan bertujuan untuk menghindari koloni semut yang melarikan diri. Bagian dari rak tidak boleh saling bersentuhan dengan dinding atau juga benda lain.
  • Pilih paralon dengan diameter 12 cm, lalu potong masing-masing sekitar 50 cm, atau sesuaikan lebar rak.
  • Atur paralon di rak, berikan daun pada paralon untuk bisa merangsang semut rangrang agar membuat sarang. Step berikutnya iyalah menabur koloni pada kandang.

Kandang harus ditempatkan di tempat yang tenang, jauh dari gangguan. Karena ratu semut membutuhkan ketenangan agar dapat bertelur secara optimal. Kandang budidaya Kroto akan lebih baik jika ditempatkan di ruangan tertutup.

  • Menabur benih koloni

Setelah rak dan pipa paralon untuk kandang disiapkan, langkah selanjutnya adalah menempatkan koloni semut rangrang. Paralon adalah media budidaya Kroto yang sangat praktis.

Berbeda dengan toples atau media lain yang harus disiapkan, media yang hanya tersusun di rak paralon, bisa langsung digunakan.

Biji koloni biasanya dijual dalam botol atau botol plastik. Untuk memindahkannya ke media, cukup potong botol plastik atau buka toples dan letakkan di atas tumpukan paralon.

Kemudian berikan pakan dan air gula di sekitar sarang. Semut Rangrang secara alami akan berkeliaran dan mulai memasuki tumpukan payung untuk bersarang.

Setelah semut betah di kandang, maka hanya perlu memberikan perawatan rutin agar koloto menghasilkan Kroto dengan maksimal.

Baca Juga :  Cara Budidaya Ulat Hongkong

2. Makanan

Jenis pakan akuakultur kroto termasuk ulat, jangkrik, belalang, kadal dan hewan kecil lainnya. Bisa juga disajikan daging ayam yang sudah direbus agar tidak membusuk dan berbau.

Atau, berikan tulangnya, berikan tulang sapi atau kambing harus dipatahkan sampai sumsum keluar. Pakan tersebut berguna untuk asupan lemak dan protein untuk Kroto.

Selain butuh protein, memelihara Kroto juga memerlukan sumber gula. Saat di alam, semut penenun mendapatkan asupan karbohidrat dari gula, biasanya dalam bentuk nektar yang diproduksi oleh kutu daun seperti kutu daun.

Dalam budidaya kroto, karbohidrat disediakan dengan menyediakan gula pasir yang dilarutkan dalam air.

Cara memberi makan koloni semut rangrang adalah sebagai berikut:

  • Saat menggunakan makanan hidup yang bisa melompat, contohnya jangkrik. maka harus di lumpuhkan dulu suapaya tidak lari. Atau Anda juga bisa meletakkannya langsung di sarang semut.
  • Gunakan tatakan, bisa dari piring plastik atau wadah lain yang terlihat rata. Masukkan makanan ke dalam wadah, contohnya belatung, ulat hongkong, tulang atau daging ayam. Wadah ditempatkan di rak di sebelah sarang semut.
  • Sebagai sumber gula, gunakan tatakan kecil untuk menempatkan air yang telah dicampur dengan gula pasir. Larutkan 1-2 sendok makan gula dalam sekitar 200 ml air bersih. Biasanya air larutan gula akan habis dalam 2-3 hari, tergantung pada jumlah koloni.

3. Pemanenan Kroto

Pemanenan Kroto

Kapan budidaya Kroto mulai dipanen? secara teoritis, jawabannya iyalah telur semut rangrang memiliki siklus 15-20 hari. Dari mulai telur-larva sampai menjadi semut.

Pemanenan dapat dilakukan setelah sarang semut terlihat penuh telur atau kroto putih. Pada media atau sarang yang stabil, Kroto kemudian dapat dipanen setiap 15-20 hari.

Baca Juga :  Pengertian Newsgroup

Pada awal budidaya, bibit koloni harus dibiarkan berkembang biak sehingga populasi semut meningkat. Setidaknya sampai 6 bulan awal tidak dipanen dahulu.

Kemudian setelah 6 bulan, panen bisa di kerjakan 2 kali selama bulan. Atau dapat diatur menjadi setiap hari dengan menggabungkan jumlah sarang dan siklus panen.

Tahapan panen adalah sebagai berikut:

  • Siapkan wadah dalam bentuk baskom atau ember plastik.
  • Siapkan juga saringan dari kawat ram, letakkan di baskom.
  • Pakai sarung tangan karet agar terhindar dari gigitan semut.
  • Ambil media atau sarang dan tumpahkan isinya ke dalam baskom yang telah diberi filter kawat ram. Kroto akan jatuh ke dasar cekungan sementara semut akan disaring.
  • Bersihkan media dan pasang kembali ram kawat yang mengandung semut di rak.

Penutup

Demikianlah Pelajaran tentang cara budidaya kroto yang benar agar hasil panen melimpah, yang dapat kami sampaikan semoga dapat bermanfaat bagi anda semua.

Terima kasih telah belajar dengan kami dan sampai berjumpa di artikel kami selanjutnya.

Baca Juga:

Yolanda Medya Saputra
Yolanda Medya Saputra Saya adalah lulusan terbaik Program Studi Manajemen Informatika Amik Dian Cipta Cendikia Bandar Lampung tahun 2019, Saya juga pernah menjabat sebagai Presiden BEM di kampus tersebut pada tahun 2017-2019. -"For More info You Can Search My Name on Google"-
SELAMAT DATANG
Semangat Belajar Generasi Milenial, Patuhi Protokol Kesehatan dan Semoga Artikel Bermanfaat, Untuk Kerjasama, Kritik, dan Saran Silahkan Dapat Melalui Kontak Kami