Yolanda Medya Saputra Saya adalah lulusan terbaik Program Studi Manajemen Informatika Amik Dian Cipta Cendikia Bandar Lampung tahun 2019, Saya juga pernah menjabat sebagai Presiden BEM di kampus tersebut pada tahun 2017-2019. -"For More info You Can Search My Name on Google"-

Cara Budidaya Kutu Air

3 min read

Cara Budidaya Kutu Air – Tahukah Anda, ternyata banyak yang mengangkat kutu air untuk dijadikan makanan alami bagi ikan.

Terutama ikan muda atau yang biasa dikenal dengan burayak, terutama ikan air tawar seperti ikan cupang, guppy, ikan molly, biji lele, gurami, nila dan sebagainya. Menariknya, Anda tidak perlu menghabiskan modal besar untuk budidaya kutu air.

Kutu air adalah makanan alami terbaik karena kandungan proteinnya yang tinggi (sekitar 66 persen), tetapi kadar lemaknya yang rendah (6 persen) membuatnya sangat baik untuk pertumbuhan ikan.

Bagi Anda yang tertarik membesarkan kutu air, berikut adalah langkah-langkah yang bisa Anda terapkan.

Jenis Kutu Air

Cara Budidaya Kutu Air Dengan Modal Sayuran Bekas dan Terbukti Sukses

Ada 2 jenis kutu air pada umumnya, yaitu Daphnia dan Moina. Keduanya adalah jenis udang kecil. Karena ukurannya yang kecil sehingga disebut nama kutu air.

Ada beberapa perbedaan di antara keduanya, meskipun mereka memiliki tipe yang sama. Agar kita lebih mudah dibedakan, berikut perbedaannya, yaitu:

  • Daphnia: Daphnia adalah jenis kutu air yang sering ditemukan di air tawar mengambang, dengan suhu sekitar 210C. Daphnia jernih atau transparan, daphnia juga merupakan jenis kutu air yang biasa dibudidayakan.
  • Moina: Moina adalah jenis kutu air yang sering ditemukan di perairan yang mengandung banyak bahan organik, seperti lumut yang memiliki banyak lumut dan kayu busuk. Dari penampilannya moina adalah jenis kutu air yang memiliki warna kemerahan.

Dari kandungan kutu air, ternyata kandungan proteinnya cukup tinggi, sekitar 66% dengan kandungan lemak 6%. Karena itu, kutu air sangat baik untuk pertumbuhan dan perkembangan burung.

Baca Juga :  Fungsi Bronkiolus

Langkah dan Cara Budidaya Kutu Air

Langkah dan Cara Budidaya Kutu Air

Bagi Anda yang penasaran dengan cara budidaya kutu air, mari kita lihat cara budidaya kutu air berikut ini.

1. Dapatkan Benih

Untuk mendapatkan benih, Anda dapat melakukan 3 cara, pertama Anda bisa mencari sendiri, kedua Anda bisa membuat sendiri, ketiga Anda bisa membelinya.

Jika Anda ingin mencari kutu air, Anda dapat menemukan kutu air di parit atau saluran air dengan genangan air. Jika Anda ingin membuatnya, Anda bisa menggunakan bahan-bahan dari sayuran busuk, air susu atau teh, dan ampas kedelai.

Perhatikan 2 dari 3 cara yang telah disebutkan, adalah cara yang bisa Anda lakukan sekarang. Karena untuk mendapatkannya tidak sulit dan tidak mengeluarkan uang.

2. Mempersiapkan Wadah

Wadah yang akan digunakan untuk perawatan kutu air adalah wadah yang memiliki lebar dan panjang yang tidak terlalu tinggi. Karena kutu air tidak membutuhkan air yang dalam, tetapi membutuhkan tempat yang luas untuk hidup.

Biasanya untuk budidaya kutu air menggunakan bak yang terbuat dari beton. Selain itu, jika Anda memiliki kulkas yang tidak digunakan atau rusak, itu juga dapat digunakan sebagai wadah kutu air.

Jika Anda hanya mencoba menggunakan media ember. Ukuran wadah akan menentukan berapa banyak kutu yang akan Anda dapatkan.

Jika kutu air memberi makan untuk air hidup, kemudian sesuaikan dengan berapa banyak air yang diberikan kutu air.

3. Mempersiapkan Benih

Untuk persiapan benih seperti dijelaskan di atas, Anda dapat menggunakan bahan-bahan gratis, seperti kotoran ayam, sayuran layu, air limbah. Berikut ini adalah metode dari bahan-bahan di atas, yaitu:

  • Kotoran Ayam

Kotoran ayam adalah salah satu bahan dasar yang bisa Anda dapatkan secara gratis. Anda hanya perlu memasukkannya ke dalam wadah dan meninggalkannya selama beberapa hari.

Baca Juga :  Fungsi Sentrosom

Selain kotoran ayam, Anda juga membutuhkan teh dan susu bubuk yang diseduh terlebih dahulu. Wadah yang telah dimasukkan ke dalam kotoran ayam dicampur dengan teh dan susu bubuk yang telah diseduh terlebih dahulu kemudian dibiarkan selama beberapa hari.

Setelah beberapa hari pencampuran, warna air akan berubah menjadi hijau tanda bahwa ganggang mulai tumbuh, dan bibit kutu air akan mulai muncul.

Jika Anda merasa sudah cukup lama dan air sudah berubah menjadi hijau tetapi bijinya tidak muncul, maka Anda dapat memasukkan starter kutu air yang Anda beli ke dalam wadah. Dapat membuat kutu air berkembang biak lebih cepat.

  • Mendapat Air

Dengan air limbah adalah salah satu cara paling efektif yang dapat Anda lakukan dalam budidaya kutu air.

Ketika Anda ingin melakukan ini, Anda hanya perlu memasukkan air limbah dan lumpur ke dalam wadah, dan biarkan selama beberapa hari sampai bibit kutu muncul.

Untuk membuat kutu berkembang biak lebih cepat, Anda dapat memasukkan starter kutu air yang Anda beli ke dalam wadah.

  • Sayuran layu

Untuk mendapatkan kutu lebih cepat, Anda bisa menggunakan sayuran yang sudah layu. Salah satu sayuran busuk yang membawa kutu air tercepat adalah kol.

Langkah pertama media kubis, yaitu mencuci kubis yang sudah Anda dapatkan pertama kali, membersihkannya dari kotoran. Lalu masukkan kol ke dalam wadah yang telah tersedia untuk kutu air, diamkan selama kurang lebih 1 minggu.

Wadah tidak boleh terkena sinar matahari langsung, karena ini akan merusak bibit kutu air.

4. Memperhatikan Air

Akuakultur, Anda juga perlu memperhatikan air sebagai media utama untuk membiakkan kutu. Jenis air yang digunakan biasanya air tua, sedimen dari air yang tidak lagi mengalir.

Baca Juga :  Virus Corona (COVID-19)

Untuk mendapatkan air tua cukup mudah, Anda hanya perlu memasukkan air ke dalam wadah dan biarkan sampai kotoran yang terkandung dalam air turun ke bagian bawah wadah budidaya.

Sama seperti Anda menggunakan kubis sebagai media untuk mendapatkan bibit kutu, air dari endapan yang dimasukkan ke dalam kol akan berubah hijau menjadi hijau dari kotoran kol.

Jika dibiarkan, kotoran kubis akan jatuh dan air akan kembali jernih, saat itulah biji bit-flea akan terlihat muncul. Metode ini akan berlaku sama dengan bahan lainnya.

Bibit kutu air akan terlihat setelah kotoran mengendap dan air menjadi jernih kembali. Anda juga dapat menutup atau membiarkan wadah terbuka jika semua bahan telah dimasukkan ke dalam.

Tetapi ada dampaknya jika Anda membiarkan wadah itu terbuka, itu akan menjadi sarang nyamuk dan larva nyamuk, dan itu akan sangat baik jika Anda membutuhkan banyak makanan alami untuk burung.

Yang perlu Anda perhatikan adalah sinar matahari, karena wadah harus dihindari dan tidak boleh langsung terkena sinar matahari, karena akan merusak proses pemuliaan bibit kutu air.

Penutup

Demikianlah Pelajaran tentang cara budidaya kutu air yang benar agar hasil panen melimpah, yang dapat kami sampaikan semoga dapat bermanfaat bagi anda semua.

Terima kasih telah belajar dengan kami dan sampai berjumpa di artikel kami selanjutnya.

Baca Juga:

Yolanda Medya Saputra
Yolanda Medya Saputra Saya adalah lulusan terbaik Program Studi Manajemen Informatika Amik Dian Cipta Cendikia Bandar Lampung tahun 2019, Saya juga pernah menjabat sebagai Presiden BEM di kampus tersebut pada tahun 2017-2019. -"For More info You Can Search My Name on Google"-