Yolanda Medya Saputra Selagi masih ada kopi, berarti masih ada harapan!!!

Cara Menanam Bawang Merah

5 min read

Cara Menanam Bawang Merah – (Allium ascalonicum) atau Bawang merah adalah tanaman hortikultura musiman yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Namun pada waktu-waktu tertentu sering mengalami banjir produksi sehingga harganya anjlok.

Ditambah lagi dengan kebijakan impor yang diadopsi oleh pemerintah yang seringkali memperburuk jatuhnya harga bawang merah di pasar.

Untuk menghindari fluktuasi harga yang sangat merugikan petani, upaya perlu dilakukan untuk membudidayakan bawang merah di luar musim.

Seiring dengan keterbatasan aktivitas budidaya di masa puncak. Menanam bawang merah membutuhkan paparan sinar matahari selama lebih dari 12 jam sehari.

Tanaman ini cocok untuk budidaya di dataran rendah dengan ketinggian 0 hingga 900 meter di atas permukaan laut. Suhu optimal untuk pengembangan tanaman bawang berkisar 25-32 derajat Celcius. Padahal keasaman tanah yang diinginkan adalah sekitar pH 5,6-7.

Kali ini kami mencoba memberikan informasi langkah-langkah yang perlu dipersiapkan untuk menjalankan aktivitas menanam bawang merah.

Cara menanam bawang merah diekstrak dari pengalaman petani bawang di Brebes, Jawa Tengah. Berebes adalah salah satu pusat budidaya bawang terbesar di Indonesia.

Langkah dan Cara Menanam Bawang Merah

Cara Menanam Bawang Merah Sendiri Dengan Benar dan Panen Melimpah

Bagi Anda yang penasaran dengan cara menanam bawang merah, mari kita lihat langkah-langkah menanam bawang merah berikut ini.

1. Memenuhi Persyaratan Pertumbuhan Bawang Merah

Selama masa ini, tanaman bawang kebanyakan dibudidayakan di lahan sawah sebelumnya dan jarang dibudidayakan untuk tumbuh di lahan kering atau kering.

Secara teknis, bawang merah dapat beradaptasi dengan baik ketika ditanam di dataran rendah, baik di lahan irigasi dan di lahan kering, bahkan bawang dapat tumbuh dengan baik bahkan di tingkat pasir yang tinggi.

Dengan demikian bawang merah memiliki prospek untuk dikembangkan di lahan kering walaupun hanya di lahan sempit. Berikut adalah kondisi awal yang harus dipenuhi jika Anda ingin menanam atau hanya menanam tanaman bawang:

  • Bawang merah dapat tumbuh di dataran rendah hingga dataran tinggi. Carilah daerah yang memiliki ketinggian 0 hingga 800 meter di atas permukaan laut.
  • Syarat selanjutnya adalah tanah harus subur, gembur dan mengandung banyak bahan organik dan memiliki tingkat pH 7. Karena tanaman bawang masih dalam proses pertumbuhan, sehingga membutuhkan banyak asupan makanan. Jenis tanah yang digunakan juga harus bagus, yaitu tanah liat berpasir atau tanah liat berdebu
  • Selanjutnya, pilih area yang terkena sinar matahari langsung selama lebih dari 12 jam, dengan iradiasi sekitar 75 persen, karena bawang membutuhkan sinar matahari dan suhu 25 hingga 32 derajat Celcius.
  • Cobalah memiliki drainase air tanah yang baik.
  • Selanjutnya, tekstur tanah, yang merupakan salah satu syarat agar tanaman bawang merah bisa tumbuh maksimal, misalnya sawah dan sawah yang sangat cocok untuk pertumbuhan bawang merah.
  • Terakhir, yang perlu dipertimbangkan selanjutnya adalah kelembaban tanah sekitar 70 persen.
Baca Juga :  Cara Budidaya Buah Kiwi

2. Siapkan Benihnya

Mirip dengan daun bawang, jenis benih untuk budidaya bawang merah cukup banyak. Ada benih lokal untuk diimpor benih hibrida. Bentuk bijinya juga beragam, ada yang dari biji, ada juga umbinya.

Sebagian besar budidaya bawang merah di pusat-pusat produksi menggunakan umbi-umbian sebagai biji. Benih bawang yang baik berasal dari umbi yang dipanen, ditanam di dataran rendah selama lebih dari 80 hari dan 100 hari untuk yang ditanam di dataran tinggi.

Biji bawang yang baik telah disimpan setidaknya selama 2 hingga 3 bulan. Ukuran biji sekitar 1,5 hingga 2 cm dalam kondisi baik, tidak cacat, dan merah tua mengkilap.

3. Budidaya Lahan

Selanjutnya yang perlu Anda lakukan adalah menyiapkan lahan panen bawang merah. Anda dapat membuat bedengan atau gundukan dengan lebar tanah dari 1 hingga 1,2 m sesuai dengan berapa banyak yang ingin Anda tanam.

Disarankan untuk memberi jarak antara satu tempat tidur dan yang lain sekitar 50 cm. Persyaratan benih untuk budidaya bawang tergantung pada varietas, ukuran benih dan jarak tanam.

Untuk jarak tanam 20 × 20 cm dengan berat umbi 5 gram, dibutuhkan sekitar 1,4 ton benih per hektar.

Untuk berat yang sama (5 gram) dengan jarak tanam 15 × 15 cm membutuhkan 2,4 ton per hektar. Jika berat umbi lebih kecil, kebutuhan umbi per hektar bahkan lebih sedikit.

4. Ukur Keasaman (pH) Tanah

Kemudian setelah Anda tiba pada tahap persiapan lahan, segera periksa pH tanah menggunakan pH meter. Pengukur pH ini umumnya ditemukan di toko pertanian atau dapat dibeli di toko online.

Jika pH tanah kurang dari 5,6 atau tidak mencapai 6, Anda perlu menambahkan kapur atau dolomit (CaCO3), yang ditaburkan di gundukan atau tempat tidur secara merata.

Penggunaan jeruk nipis bisa dilakukan minimal 2 minggu sebelum tanam dimulai. Jangan pernah menanam bawang merah langsung setelah menggunakan kapur tanah.

Baca Juga :  Cara Menanam Kacang Tanah

5. Berikan pupuk sebelum tanam

Kemudian langkah selanjutnya adalah aplikasi pupuk yang bisa diletakkan di dekat lubang tanam, atau biasanya ditaburkan di tanah kapur merata.

Berikut adalah pupuk yang biasa digunakan untuk menanam bawang merah:

  • Pupuk kimia yang dibutuhkan adalah kombinasi nitrogen, sulfur, fosfat, kcl. Misalnya, produk yang beredar adalah pupuk ZA, SP 36, KCL dengan rasio standar 47: 311: 56 kg.
  • Kotoran atau kompos biasanya tersebar merata. Fungsi kotoran ini adalah untuk memecah makanan di tanah yang akan diserap oleh tanaman. Jika Anda kesulitan menggunakan pupuk kandang, saat ini ada banyak produk pupuk organik dari BUMN dengan bahan dan senyawa yang dibutuhkan oleh tanaman.

Setelah persiapan tanah selesai, tunggu setidaknya 2 minggu sebelum benih siap ditanam.

6. Menanam Bawang Merah

Menanam Bawang Merah

Jika benih yang sudah disiapkan mulai bertunas, berarti benih siap ditanam. Biasanya, bibit mulai tumbuh dan siap ditanam ketika berumur 2 bulan.

Jika kurang dari 2 bulan sebaiknya dilakukan sedikit belahan di ujung umbi sekitar 0,5 cm. Ini dilakukan untuk mempercepat pertumbuhan tunas tanaman.

Bagi Anda yang siap memiliki tanah, hal pertama yang harus dilakukan ketika menanam bawang merah adalah menyiapkan lubang tanah untuk meletakkan umbi bawang, biasanya lubang tersebut memiliki ukuran 15 x 15 cm selama musim kemarau atau 20 x 20 cm selama musim hujan.

Setelah semuanya disiapkan, dan sebelum benih dimasukkan ke dalam lubang untuk ditanam, Anda terlebih dahulu menyiapkan larutan NASA yang telah dicampur dengan air dosis 1, tutup larutan per liter air, lalu rendam benih bawang merah dalam larutan untuk 2 hari, dan taburi GLIO dalam larutan. Tujuannya agar benih lebih tahan terhadap penyakit.

Setelah itu, Anda ambil biji yang sudah direndam, lalu masukkan ke dalam lubang yang sudah disiapkan. Setelah itu tutup lubang lagi dengan tanah.

7. Merawat Tanaman Bawang Merah

Akan sia-sia jika Anda tidak bisa merawat tanaman bawang yang telah ditanam berdasarkan langkah-langkah yang disebutkan sebelumnya. Ini akan berdampak buruk bagi tanaman itu sendiri yang nantinya ketika panen datang tidak optimal.

Karena itu, agar penanaman bawang tidak gagal, berikut adalah beberapa tips untuk perawatan bawang untuk Anda:

  • Lakukan pemupukan teratur, karena ini adalah persyaratan utama untuk merawat tanaman bawang. Pemupukan dapat dilakukan secara mendasar dan tindak lanjut. Perlu diingat pemupukan dasar dilakukan sebelum Anda menanam bawang. Sementara itu, Anda bisa melakukan pemupukan tambahan 10 hari hingga 1 bulan setelah menanam bibit bawang merah.
  • Penyiangan dilakukan dengan membersihkan tanah dan tanaman dari gulma atau mengganggu tanaman. Kemudian, segera ambil daun yang mulai mengering karena ini dapat menyebabkan gangguan pada pertumbuhan bawang merah.
  • Selanjutnya, jangan lupa melakukan penyiraman dan penyiangan secara teratur. Ini khusus untuk menyiram benih pada umur 0 hingga 10 hari yang harus dilakukan 2 kali sehari pada pagi dan sore hari. Namun setelah bawang lebih dari 10 hari, lakukan penyiraman hanya sekali sehari, di pagi atau sore hari.
  • Gunakan pestisida atau obat-obatan tanaman tertentu untuk mengatasi gejala hama, tentu saja penggunaan pestisida harus dilakukan sesuai dosis yang dianjurkan.
Baca Juga :  Cara Budidaya Kopi Robusta

8. Panen Bawang Merah

Akhirnya, ketika bawang merah ditanam di lahan kering, mereka dapat dipanen pada usia 66 hingga 75 hari. Cara memanen bawang merah adalah dengan menarik, lalu ikat daun bawang.

Kemudian, untuk membuatnya lebih lama, Anda bisa mengeringkannya selama 2 hingga 3 hari. Bawang merah yang siap dipanen memiliki karakteristik sebagai berikut:

  • Lapisan umbi tampak padat dan sebagian menonjol atau muncul di atas permukaan tanah.
  • Tanaman ini cukup tua, karakteristiknya hampir 60 hingga 90 persen dari batangnya lemah dan daunnya menguning.
  • Warna kulit bulb mengkilap atau merah.
  • Panen dilakukan dengan menarik tanaman dengan daunnya, dan mencoba membuat tanah yang menempel pada umbi Anda bersih. Biarkan umbi beberapa jam di gundukan, lalu ikat dengan 1 hingga 1,5 kg per ikat.
  • Saat umbi kering, umbi siap disimpan di gudang atau difumigasi sehingga tidak mudah busuk dan tahan lama. Suhu harus 25 hingga 30 derajat Celcius, dan memiliki kelembaban yang cukup rendah untuk menghindari pembusukan.
  • Umbi yang telah diikat ke matahari berada dalam posisi daun selama 5 hingga 7 hari. Setelah daun kering, ikatan diperbesar dengan menyatukan 3 hingga 4 ikatan kecil menggunakan tali bambu. Selanjutnya, ikatan dikeringkan kembali dalam posisi umbi di atas selama 2 hingga 3 hari.

Salah satu kunci sukses ketika Anda menanam bawang merah adalah kesabaran dan konsistensi yang stabil.

Karena tanaman bawang selain memiliki harga yang menjanjikan di pasar sebagai komoditas pertanian yang penting, juga memiliki cita rasa yang baik ketika dicampur sebagai bumbu dapur.

Penutup

Demikianlah Pelajaran tentang cara menanam bawang merah yang benar agar hasil panen melimpah, yang dapat kami sampaikan semoga dapat bermanfaat bagi anda semua.

Terima kasih telah belajar dengan kami dan sampai berjumpa di artikel kami selanjutnya.

Baca Juga:

Yolanda Medya Saputra Selagi masih ada kopi, berarti masih ada harapan!!!