Yolanda Medya Saputra Saya adalah lulusan terbaik Program Studi Manajemen Informatika Amik Dian Cipta Cendikia Bandar Lampung tahun 2019, Saya juga pernah menjabat sebagai Presiden BEM di kampus tersebut pada tahun 2017-2019. -"For More info You Can Search My Name on Google"-

Cara Menanam Daun Bawang di Polybag

3 min read

Cara Menanam Daun Bawang – Daun bawang adalah salah satu tanaman sayuran yang berasal pada kelompok tanaman bawang dengan sebutan latin Allium fistulosum.

Daun bawang mempunyai bentuk yang panjang dan hijau tua di bagian tepi, sedangkan batangnya berwarna hijau muda dengan tekstur yang agak keras.

Bagi Anda yang suka berbelanja di pasar atau di toko kelontong, sangat mudah bagi Anda untuk menemukan daun bawang di bagian sayuran.

Tanaman ini sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia, terutama daun bawang yang sering digunakan oleh masyarakat sebagai bumbu masak untuk memasak.

Penggunaan daun bawang sebagai bumbu dalam masakan biasanya dengan mengiris menjadi potongan-potongan kecil seperti bawang merah dan bawang putih untuk kemudian dicampur menjadi hidangan, seperti soto, telur martabak, mie ayam, bakso, omelet, sup daging, makanan goreng dan banyak lagi .

Selain untuk pelengkap dari hidangan utama, daun bawangpun memiliki banyak manfaat, contohnya adalah untuk kecantikan wanita dan kesehatan. Daun bawang mengandung senyawa antioksidan yang tinggi, vitamin A, vitamin B1 dan vitamin C.

Karena daun bawang mengandung vitamin dan antioksidan yang tinggi, maka tidak heran daun bawang sangat baik untuk menjaga dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Daun bawang juga berfungsi untuk kecantikan yang bisa meremajakan kulit, mencerahkan dan mengatasi penuaan dini. Jika Anda yakin ingin menanam daun bawang? Berikut ulasannya!

Langkah dan Cara Menanam Daun Bawang

Cara Menanam Daun Bawang Sendiri di Polybag atau Pot Dengan Mudah

Bagi Anda yang penasaran dengan cara menanam daun bawang, mari kita lihat langkah-langkah cara menanam daun bawang berikut ini.

1. Siapkan benih

Seperti disebutkan sebelumnya, ada dua jenis daun bawang yaitu Allium fistulosum atau bawang daun bawang dan daun bawang Allium porum. Saat ini yang paling banyak dibudidayakan di Indonesia adalah jenis bunga lili.

Baca Juga :  Cara Menanam Jambu Air Citra

Bawang dapat diperbanyak secara generatif atau vegetatif. Perbanyakan generatif adalah perbanyakan benih tanaman melalui biji atau biji. Sedangkan vegetatif iyalah memperbanyak tanaman dengan membelah anakan dari pada keluarga utama.

Perkalian benih generatif diperoleh dengan menabur benih atau benih terlebih dahulu. Sebelum penyemaian, siapkan media penyemaian terlebih dahulu, lihat bagaimana membuat media pembibitan. Metode penyemaian adalah sebagai berikut:

  • Jika pembibitan dalam bentuk tempat tidur, sebarkan biji bawang dalam alur yang telah dibuat sedalam 1 cm. Jarak antara alur adalah 10 cm.
  • Jika persemaian dalam bentuk nampan pembibitan atau polybag, masukkan benih bawang di setiap wadah 1-2 biji. Tanam sedikitnya 10 cm.
  • Tutupi pembibitan dengan karung goni yang dibasahi atau daun pisang. Setelah biji berkecambah, buka tutupnya.
  • Lakukan penyiraman setiap hari, pagi dan sore. Berikan urea, ZA atau pupuk cair organik. Pupuk urea dan ZA harus dilarutkan dalam air. Kemudian tuangkan di media semai. Saat menggunakan pupuk organik cair, encerkan sebelum disemprot.
  • Bibit daun bawang yang berumur 2 bulan atau tinggi 10-15 cm, siap dipindahkan ke lokasi pembesaran.

Perbanyakan benih vegetatif dapat diambil dari tanaman bawang perai yang berumur lebih dari 2,5 bulan. Penampilan tanaman yang akan diambil harus memiliki banyak rumpun, terlihat segar, tidak terserang hama dan penyakit. Metode penyapihan adalah sebagai berikut:

  • Bongkar tanaman daun bawang dan akarnya. Jangan menarik cara untuk membongkar, tetapi gali dengan tangan atau kored.
  • Bersihkan dengan tangan tanah yang menempel pada akar. Buang daun dan akar yang terlihat layu atau tua.
  • Pecahkan rumpun tanaman menjadi beberapa bibit tanaman atau anakan. Setiap pohon muda harus terdiri dari 1-3 batang.
  • Papa daun atas untuk mengurangi penguapan. Pengamplasan adalah sekitar sepertiga dari atas. Ini juga akan merangsang pertumbuhan tunas baru.
  • Bibit bawang perai yang telah disiapkan dapat langsung ditanam. Jika bibit tidak segera ditanam, lebih baik simpan tidak lebih dari 5-7 hari dengan menyimpan di tempat teduh dan lembab.
Baca Juga :  Cara Menanam Pohon Kaktus

2. Mempersiapkan media tanam

Media untuk menanam pot atau polybag untuk menanam daun bawang sama dengan menanam jenis sayuran lainnya. Pada dasarnya, media tanam harus pivot, subur, gembur dan mengandung banyak bahan organik. Keasaman tanah tempat menanam bawang perai berkisar dari pH 6,5-7,5.

Media untuk menanam pot atau polybag terdiri dari tanah, kompos dan arang sekam dengan perbandingan 2: 1: 1, atau tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 2: 1. Untuk mengetahui lebih detail silakan baca kembali artikel tentang cara membuat media tanam sayur.

Aduk media tanam yang dipilih secara merata, lalu masukkan ke dalam pot atau polybag yang sudah disiapkan. Padatkan media tanam dengan tangan Anda, jangan menginjaknya karena terlalu padat.

Polybag bisa menggunakan ukuran 0,08 x 30/15 x 30, sedangkan untuk pot seukuran kaleng cat 5 kg.

3. Bagaimana menanam daun bawang

Langkah dan Cara Menanam Daun Bawang

Untuk cara menanam bawang perai organik, bibit ditanam langsung. Adapun cara non-organik benih dapat direndam terlebih dahulu dalam larutan fungisida sebelum ditanam.

Perendaman dilakukan dengan dosis rendah, 30-50% dari dosis yang dianjurkan selama 10-15 menit. Berguna untuk menghilangkan serangan jamur di akarnya.

Bentuk lubang tanam di polybag atau pot yang sudah disiapkan. Di lubang tanam sekitar 10 cm. Masukkan bibit tanaman, satu wadah untuk satu tanaman. Posisi tanaman tegak. Kemudian tutup dengan media tanam sampai mencengkeram dengan kuat. Sirami bijinya agar lembab.

Waktu yang tepat untuk menanam di pagi hari adalah data sore hari. Saat matahari tidak terlalu panas maka suhu udara dan laju respirasi tidak terlalu tinggi. Tempatkan pot atau polybag di tempat yang mendapat sinar matahari penuh.

4. Penyiraman dan pemupukan

Penyiraman pada awal pertumbuhan harus dilakukan setiap hari. Pada tanaman, tanah atau media tanam tidak boleh terlalu basah atau berlumpur, airnya tergenang, karena bisa menyebabkan busuk akar.

Baca Juga :  Cara Budidaya Kopi Luwak

Selanjutnya, penyiraman dapat dilakukan setiap 2-3 hari, atau tergantung pada kondisi cuaca dan keadaan media tanam. Waktu penyiraman terbaik adalah di pagi hari sebelum jam 9.00 atau sore hari setelah jam 17.00.

Untuk cara menanam daun bawang organik, oleskan kompos atau pupuk kandang pada hari Minggu ke-4 dengan satu kepalan tangan untuk setiap wadah dan ulangi pada minggu ke-8. Pupuk ditanam di sekitar pangkal batang tanaman.

Adapun cara menanam daun bawang anorganik, pupuk urea atau ZA dapat diberikan pada minggu ke-3 dan ke-6. Jumlah pupuk sekitar 5 gram per kontainer. Pemberian pupuk harus dilarutkan dalam air, kemudian dituangkan ke media tanam.

Bisa juga menambahkan pupuk daun atau pupuk organik cair jika diperlukan. Pupuk disemprotkan merata pada daun atau bocor ke tanah. Aplikasi pupuk dapat diberikan mulai hari ke 10 dan diulang setiap 10 hari hingga 3-4 kali.

5. Pemanenan

Daun bawang dapat dipanen setelah berumur 2,5 bulan sejak bibit ditanam, 5 bulan sejak benih mulai menabur. Karakteristik daun bawang siap panen adalah sejumlah besar rumpun dan beberapa daunnya telah menguning. Panen harus dilakukan pada pagi atau sore hari.

Namun, untuk keperluan sehari-hari tidak perlu menunggu sampai tanaman bawang siap panen. Tanaman yang telah menumpuk banyak dapat diminum setiap saat. Dan sisanya dibiarkan tumbuh.

Penutup

Demikianlah Pelajaran tentang cara menanam daun bawang yang benar agar hasil panen melimpah, yang dapat kami sampaikan semoga dapat bermanfaat bagi anda semua.

Terima kasih telah belajar dengan kami dan sampai berjumpa di artikel kami selanjutnya.

Baca Juga:

Yolanda Medya Saputra
Yolanda Medya Saputra Saya adalah lulusan terbaik Program Studi Manajemen Informatika Amik Dian Cipta Cendikia Bandar Lampung tahun 2019, Saya juga pernah menjabat sebagai Presiden BEM di kampus tersebut pada tahun 2017-2019. -"For More info You Can Search My Name on Google"-
SELAMAT DATANG
Semangat Belajar Generasi Milenial, Patuhi Protokol Kesehatan dan Semoga Artikel Bermanfaat, Untuk Kerjasama, Kritik, dan Saran Silahkan Dapat Melalui Kontak Kami