Yolanda Medya Saputra Saya adalah lulusan terbaik Program Studi Manajemen Informatika Amik Dian Cipta Cendikia Bandar Lampung tahun 2019, Saya juga pernah menjabat sebagai Presiden BEM di kampus tersebut pada tahun 2017-2019. -"For More info You Can Search My Name on Google"-

Cara Menanam Pohon Durian

4 min read

Cara Menanam Pohon Durian – Budidaya durian dapat dengan mudah ditanam di rumah. Siapa yang tidak suka buah durian? Hampir semua orang menyukai buah durian.

Kelezatan rasa plus daging buah lembut adalah daya tarik utama dari buah asli Asia Tenggara ini. Ketika musim durian telah tiba, buah ini dapat ditemukan di mana saja, mulai dari seberang jalan hingga supermarket. Buah berduri ini memiliki beragam jenis.

Seperti durian emprit dan kepodang yang merupakan varietas lokal. Sedangkan varietas durian unggul adalah durian montong, bangkok, dan petruk. Rasa legit dengan aroma khas yang melekat pada masing-masing durian membuat penikmat buah berduri mau berburu di mana saja.

Tak jarang mereka rela mengeluarkan uang untuk menikmati kelezatan durian. Tingginya harga dari tahun ke tahun mendorong banyak orang berbondong-bondong mengolahnya.

Apakah Anda salah satunya? Ingin meraup keuntungan melakukan bisnis durian? Mari kita simak penjelasan terkait cara menanam durian agar bisa berbuah cepat.

Langkah dan Cara Menanam Pohon Durian

Cara Menanam Pohon Durian Agar Berbuah Lebat dan Menghasilkan Uang

Bagi Anda yang penasaran dengan cara menanam pohon durian, mari kita lihat langkah-langkah menanam pohon durian berikut ini.

1. Memahami Jenis Durian

Saat ini, metode penanaman untuk menanam buah durian telah banyak dikembangkan oleh para peneliti. Jenisnya sudah sangat beragam.

Salah satu jenis durian yang terkenal di seluruh dunia adalah jenis durian montong yang memiliki rasa yang sangat lezat. Selain montong durian, ada varietas buah durian unggul lainnya:

  • Durian Kani Thailang
  • Durian Sidodol, Kalimantan Selatan
  • Sukun di Jawa Tengah
  • Durian Petruk, Jawa Tengah
  • Durian Sitokong Betawi (Jakarta)
  • Durian Simas Bogor
  • Durian Sunan Jepara
  • Durian Sijapang Betawi (Jakarta)
  • Durian Sihijau Kalimantan Selatan
  • Thai Otong Durian

Budidaya varietas unggul begitu banyak tentu saja harus didasarkan pada cara menanam yang baik dan benar, karena jika ditanam secara sembarangan, varietas unggul akan menghasilkan kualitas yang buruk ketika dipanen nanti.

Berikut langkah-langkah cara menanam buah durian yang baik dan benar.

2. Menentukan Lokasi Penanaman Durian

Langkah pertama dalam menanam durian yang baik dan benar tidak terlepas dari cara Anda menentukan lokasi media tanam.

Baca Juga :  Cara Menanam Kacang Tanah

Penentuan lokasi penanaman sangat penting, dan akan menentukan apakah durian yang akan Anda tanam menghasilkan hasil yang maksimal atau tidak.

Penentuan lokasi penanaman jadi sangat krusial, karena proses menanam tanaman durian harus sesuai dengan kondisi pertumbuhan.

Lokasi harus memiliki intensitas sinar matahari langsung yang berkisar antara 40 hingga 50 persen. Iklim di lokasi juga harus diperhatikan agar buah durian bisa tumbuh dengan baik.

Anda dapat menanam durian di lokasi yang memiliki suhu 24 hingga 30 derajat Celcius, dan memiliki iklim tropis dengan ketinggian 50 hingga 1000 meter di atas permukaan laut.

Kondisi selanjutnya untuk tumbuh adalah Anda harus memperhatikan jenis tanah yang cocok untuk menanam durian. Ada 3 jenis tanah yang cocok untuk digunakan dan diproses untuk penanaman durian, termasuk jenis Latosol, Podsolik dan Andosol.

Selanjutnya, Anda harus memperhatikan keasaman, alias pH tanah di lokasi penanaman. Tanah yang baik memiliki pH di kisaran 6 sampai 7. Ingat bahwa pH akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman buah durian ini.

Setelah itu, agar buah durian dapat tumbuh dengan baik, lokasi penanaman harus memiliki curah hujan yang cukup, tidak terlalu deras dan tidak terlalu kering.

Akhirnya, perhatikan ukuran tanahnya. Usahakan jangan menanam tanaman buah durian terlalu dekat, karena pohon durian besar ini membutuhkan jarak beberapa meter antar tanaman.

3. Pengolahan Lahan

Setelah kondisi ini terpenuhi untuk lokasi penanaman, lakukan saja persiapan lebih lanjut, yaitu persiapan dan pengolahan lahan pada media tanam tanah.

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah membersihkan tanah yang telah disiapkan dari gulma dan gulma. Untuk menanam durian, Anda tidak perlu membuat bedengan atau gundukan, cukup buat lubang untuk menanam benih.

Namun, perhatikan jarak antar lubang, beri jarak antar lubang sekitar 25 cm. Kemudian, pupuk tanah terlebih dahulu, di mana Anda bisa memasukkan kompos atau kandang ke dalam lubang yang sudah disiapkan. Pastikan tanah yang Anda siapkan terkena sinar matahari langsung.

Selanjutnya, ketika Anda membuat lubang, galian dibagi menjadi dua, bagian atas dikumpulkan di sebelah kiri lubang, dan bagian bawah dikumpulkan di sebelah kanan lubang.

Untuk lubang itu sendiri, biarkan mengering di bawah sinar matahari langsung dalam waktu seminggu. Sesudah seminggu, tutup lubang tanam lagi.

Baca Juga :  Cara Menanam Rumput Jepang

Untuk bagian atas galian, pertama-tama taruh di tanah setelah Anda mencampurnya dengan kompos atau pupuk kandang sebanyak 35 kg per lubang. Ikuti dengan tanah dasar yang telah Anda campur dulu dengan pupuk kandang atau kompos, dan tambahkan 1 kg 35 kg fosfat per lubang.

Kemudian untuk menghindari serangan rayap, semut dan hama lainnya, Anda dapat mencampurkan insektisida seperti Furadan 3G.

Setelah itu, isi lubang sampai setinggi 20 hingga 30 cm dari permukaan tanah, dan Anda tidak perlu memadatkan tanah. Terakhir, perhatikan waktunya, penutupan harus dilakukan 7 hingga 15 hari sebelum menanam benih.

4. Siapkan dan Tanam Bibit Buah Durian

Langkah ketiga pada proses budidaya tanaman buah durian agar memperoleh hasil maksimal adalah dengan melakukan persiapan benih tanaman. Sebelum mulai proses penanaman, ada kriteria untuk memilih bibit yang baik, termasuk:

  • Pilihlah biji durian yang sehat, tidak terpengaruh oleh penyakit tanaman, tidak terserang hama tanaman dan menjaga kesegaran.
  • Pilih biji yang memiliki banyak daun.
  • Pilih benih yang memiliki batang kuat dan terdiri dari 2 atau 4 arah cabang.

Setelah menemukan kriteria benih yang memiliki kualitas baik, maka selanjutnya lakukan langkah-langkah menanam benih durian:

  • Pilih biji yang terlihat sehat dan tidak terlalu tinggi, daunnya tidak rusak dan tidak terlihat terkena penyakit
  • Pilih biji yang sudah cukup tua dan memiliki batang yang cukup besar, setidaknya sudah tumbuh hingga 15 cm. Anda bisa mendapatkan bibit durian di petani durian yang tepercaya dan bisa juga pergi ke toko pertanian, baik offline maupun online.
  • Longgarkan tanah dengan cangkul, dan biarkan selama 3 hari.
  • Taburkan pupuk kandang untuk menambah nutrisi di tanah, dan biarkan selama seminggu.
  • Anda bisa membuat tumbuhan durian yang baik di awal musim hujan, sehingga tanaman baru bisa mendapatkan nutrisi dan pasokan air yang memadai.
  • Setelah mendapatkan benih sesuai dengan kriteria, Anda dapat segera menanamnya dengan memindahkan benih ke lubang tanam.
  • Pastikan Anda tidak merusak batang atau akar saat mentransfer ke media tanam. Ini memerlukan tingkat kehati-hatian yang cukup tinggi, karena Anda akan membuka polybag sebagai wadah untuk bibit durian.
  • Setelah menunggu selama seminggu, letakkan tanah dan biji di lubang tanam dan kembali ke tingkat tanah di polybag sebelumnya.
  • Berikan pemupukan di sekitar lubang tanam, dan lakukan penyiraman secara teratur dan teratur agar tanaman durian dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
Baca Juga :  Cara Menanam Rumput Gajah Mini

Jangan lupa untuk selalu membersihkan area tanam dari berbagai rumput atau hama lainnya.

5. Merawat Tanaman Durian

Merawat Tanaman Durian

Langkah selanjutnya setelah tanam adalah proses pemeliharaan agar tanaman selalu dalam kondisi sehat, yang akan memengaruhi masa panen.

Perawatan sangat penting untuk dilakukan, dibutuhkan ketekunan untuk menghasilkan hasil yang banyak. Berikut iyalah perawatan harian yang wajib Anda lakukan:

Pertama-tama Anda memberikan pupuk NPK atau kompos secara teratur dan rutin, dengan dosis 1 sendok teh dilarutkan dengan 10 liter air untuk digunakan dalam 10 biji. Semprotkan seminggu sekali.

Kerjakan pemupukan dengan pupuk kering yang sama seperti pupuk fermentasi serta menyerupai tanah subur sebanyak satu buah gayung. Perlu diingat, jangan memberi pupuk terlalu banyak karena akan menghambat dan membuat pertumbuhan bermasalah.

Langkah selanjutnya adalah menyemprotkan menggunakan cairan pestisida dengan merek Fastak atau Diazinon. Ini berguna jika Anda mengalami masalah menyerang hama ulat.

Selain menghilangkan hama, penyemprotan bisa membuat bentuk buah lebih cepat. Bersihkan semua rumput atau gulma yang mengganggu pertumbuhan durian. Pembersihan ini bermanfaat sebagai pencegahan agar gulma atau tanaman rumput tidak menghabiskan nutrisi dalam tanah.

6. Panen Buah Durian

Langkah terakhir dalam menanam durian tentu saja panen. Ketika semua langkah dilakukan dengan baik, itu telah berjalan sesuai rencana, maka Anda dapat menikmati hasil panen durian dalam waktu 4 hingga 5 tahun setelah tanam.

Masa panen tanaman durian itu sendiri bervariasi, tergantung pada jenis buah dan jenis biji yang Anda gunakan. Berikut adalah karakteristik durian yang bisa Anda panen:

  • Sudah memiliki warna kecoklatan di ujung durian berduri.
  • Sudah memiliki bagian batang yang besar.
  • Sudah memiliki aroma buah durian yang kuat dan harum.
  • Jika Anda menekan buah itu akan membuat suara gema.

Penutup

Demikianlah Pelajaran tentang cara menanam pohon durian yang benar agar dapat membasmi hama tanaman, yang dapat kami sampaikan semoga dapat bermanfaat bagi anda semua.

Terima kasih telah belajar dengan kami dan sampai berjumpa di artikel kami selanjutnya.

Baca Juga:

Yolanda Medya Saputra
Yolanda Medya Saputra Saya adalah lulusan terbaik Program Studi Manajemen Informatika Amik Dian Cipta Cendikia Bandar Lampung tahun 2019, Saya juga pernah menjabat sebagai Presiden BEM di kampus tersebut pada tahun 2017-2019. -"For More info You Can Search My Name on Google"-
SELAMAT DATANG
Semangat Belajar Generasi Milenial, Patuhi Protokol Kesehatan dan Semoga Artikel Bermanfaat, Untuk Kerjasama, Kritik, dan Saran Silahkan Dapat Melalui Kontak Kami