Cara Menanam Seledri

6 min read

Cara Menanam Seledri – Seledri adalah jenis tanaman yang biasanya tumbuh di musim semi dan gugur. Meski terkenal sebagai tanaman yang cukup rewel, namun, cara menanam seledri sangat mudah!

Apalagi jika Anda sudah tahu kebutuhan mereka, itu sangat mudah. Dari mulai proses penanaman, perawatan, hingga proses panen tanaman seledri cukup mudah dan tidak repot.

Menanam seledri juga tidak membutuhkan area yang luas karena Anda bisa menanam seledri bahkan dalam pot kecil. Tumbuhan kecil ini benar-benar memiliki banyak manfaat bagi manusia!

Jadi, tidak ada alasan Anda enggan menanamnya! Ayo, pelajari cara menanam seledri mulai sekarang. Berikut beberapa hal yang perlu diketahui tentang cara menanam seledri untuk berkembang.

Karakteristik Tanaman Seledri

Cara Menanam Seledri Sendiri Dengan Mudah dan Cocok Untuk Pemula

Menanam seledri sangat bermanfaat karena selain rasanya yang renyah tanaman ini juga baunya sedap. Selain itu seledri juga bernilai ekonomi sangat tinggi. Belum lagi ditambah manfaat kesehatan bagi tubuh.

Menurut penelitian, dari mulai biji seledri, daun, batang, hingga akarnya semuanya sangat bermanfaat.

Secara umum, seledri memiliki tiga kebutuhan utama:

  • Seledri tidak dapat tumbuh di daerah berangin yang sangat panas. Di daerah dengan suhu dingin, seledri memiliki periode pertumbuhan yang panjang, sekitar 130 hingga 140 hari.
  • Seledri membutuhkan pasokan air yang stabil. Tanah tempat seledri ditanam harus selalu disiram karena jika tidak ada cukup air seledri bisa gagal.
  • Seledri membutuhkan tanah yang subur dan kaya akan bahan organik. Tanaman ini membutuhkan banyak nutrisi dan harus sering dibuahi selama masa pertumbuhannya.

Mengetahui karakteristik ini sangat penting untuk mendapatkan panen seledri yang sehat dan berlimpah.

Cara Menanam Seledri

Cara Menanam Seledri

Ciri-ciri tanaman seledri adalah memiliki banyak cabang, karena cabang-cabangnya tidak memiliki bulu. Ada dua peristiwa dalam menanam tanaman seledri, yaitu metode Generatif dan Vegetatif.

Yang pertama adalah bagaimana menanam seledri dengan metode Generatif, metode ini adalah sistem penanaman yang dimulai dari biji atau biji seldri yang ditanam hingga tanaman seledri siap dipindahkan ke media tanam lain seperti pot, polibag atau di lahan besar .

Maka cara kedua adalah menanam dengan teknik penanaman vegetatif, untuk cara ini Anda tidak perlu repot menabur benih seledri, Anda hanya perlu mengambil bibit dari tanaman dewasa atau siap panen.

Ini karena kebiasaan tanaman seledri muda yang biasanya tumbuh di bawah tanaman dewasa. Setelah anak-anak anjing diambil.

Di pasaran sendiri, harga tanaman seledri ini cukup menguntungkan. Tanaman ini banyak diminati sementara mereka yang mengolahnya cukup minim.

Potensi peluang bisnis budidaya seledri ini memang bisa dikatakan sangat menjanjikan. Di mana Anda bisa melakukan budidaya seledri dengan langkah mudah.

Bagaimana cara menanam tanaman seledri? Lihatlah langkah-langkah berikut.

1. Penentuan Lokasi Tanam Seledri

Langkah pertama ketika Anda ingin menanam seledri adalah menentukan lokasi tempat seledri ditanam. Penentuan lokasi penanaman ini tentunya membutuhkan lokasi sesuai dengan kondisi pertumbuhan yang harus dipenuhi oleh tanaman seledri.

Baca Juga :  Cara Menanam Bawang Putih

Yang pertama untuk ketinggian tanaman seledri itu sendiri harus ditanam pada ketinggian di atas 900 meter di atas permukaan laut dan selama proses pertumbuhan diperlukan cuaca lembab.

Namun, jika Anda memiliki lahan yang berada di lokasi dataran rendah, tanaman ini masih bisa tumbuh, tetapi ukuran batangnya lebih kecil jika dibandingkan dengan yang ditanam di dataran tinggi.

Kemudian, hal berikutnya yang perlu diperhatikan adalah bahwa lokasi memiliki curah hujan yang baik selama periode pertumbuhan, ini akan mempengaruhi proses pertumbuhan, jika lokasi memiliki curah hujan terlalu tinggi, tanaman seledri akan rusak.

Maka dalam menentukan lokasinya harus mengandung banyak humus dan tanah liat berpasir atau tanah liat berdebu. Sedangkan untuk keasaman tanah atau pH-nya, yang berkisar antara 5,5 – 6,8.

Jika di lokasi penanaman tanah yang ingin Anda tanam tidak terlalu gembur, Anda perlu membajak atau mencangkul dan mengoleskan pupuk kandang ke tanah.

2. Persiapan Bibit Tanaman Seledri

Setelah Anda menentukan lokasi yang tepat dan tepat untuk menanam tanaman seledri, Anda menyiapkan benih tanaman terbaik untuk menghasilkan kentang berkualitas tinggi.

Ada dua cara ketika Anda ingin menanam tanaman seledri, cara pertama adalah dengan metode vegetatif, yaitu ketika Anda sudah memiliki tanaman seledri sebelumnya, sehingga Anda dapat mengambil anakan dari tanaman seledri ini dan kemudian ditanam kembali dalam pot, polybag atau besar tanah.

Maka untuk cara kedua adalah cara generatif, pembibitan dengan cara ini memanfaatkan biji sebagai benih untuk menumbuhkan seledri baru. Metode ini agak lebih merepotkan jika dibandingkan dengan cara vegetatif, hanya jika Anda mengikuti langkah-langkah perlahan maka metode ini mudah dilakukan.

  • Hal pertama yang harus dilakukan ketika Anda ingin menanam secara generatif adalah menyiapkan biji seledri yang ingin Anda tabur.
  • Sebelum menabur, Anda rendam benih terlebih dahulu menggunakan air hangat dalam waktu sekitar 15 hingga 30 menit.
  • Untuk tempat itu, Anda bisa menggunakan media semai dalam bentuk peti kayu atau peti plastik sebagai tempat sementara untuk benih yang telah Anda isi dengan tanah dan kompos dengan perbandingan 2: 1.
  • Kemudian, Anda menabur benih yang Anda rendam dalam media pembibitan, kemudian Anda menutupinya dengan media tanam tipis.
  • Lakukan penyiraman dengan air yang cukup, kemudian berikan perlindungan dari sinar matahari langsung dengan memasang plastik.
  • Agar pertumbuhan benih bisa tumbuh dengan baik, jangan lupa untuk terus menjaga kelembaban media tanam dengan menyiraminya setiap pagi dan sore hari.
  • Langkah selanjutnya, setelah tanaman seledri tumbuh, biarkan tetap dalam media semai sampai daunnya tumbuh sekitar dua atau tiga.
  • Pada hari ke 20 hingga 25, Anda bisa menyemprotkan pupuk daun dan menambahkan pupuk NPK sebanyak 10 gram per 10 liter air sehingga pertumbuhannya menjadi lebih cepat.
  • Jika ada serangan hama, maka Anda perlu menyemprotkan pestisida sesuai dosis yang disarankan, sekitar 30 hingga 50 persen.
  • Langkah terakhir, setelah Anda menunggu sekitar 1 bulan, maka yang harus Anda lakukan hanyalah memindahkan benih yang telah tumbuh ke media tanam seperti pot, polybag atau area yang luas.
Baca Juga :  Cara Menanam Kacang Panjang

3. Persiapan dan Pengolahan Tanah Tanaman Seledri

Bila Anda sudah menyiapkan bibit seledri yang dipersiapkan untuk ditanam, maka sebelum tanam, Anda mengolah media terlebih dahulu sehingga tanaman seledri bisa tumbuh maksimal.

Tanah yang sebelumnya ditanami dapat membuat tanah subur, dan tanaman seledri sangat cocok untuk ditanam di tanah subur.

Langkah-langkah dalam mengolah tanah untuk menjadi subur di lahan besar adalah sebagai berikut:

  • Pertama-tama, Anda menggarap tanah dengan membajak menggunakan cangkul atau alat pertanian lainnya yang berguna untuk pengolahan tanah. Tanah diolah dengan membajaknya menjadi tanah yang gembur dan subur. Cangkul tanah sedalam 30 cm. Agar tanah bisa lepas, Anda membiarkannya selama 15 hari dan mencoba terkena sinar matahari langsung
  • Setelah menunggu selama 15 hari, Anda melakukan pemeriksaan pH tanah dan jika pH tanah kurang dari 6,5 maka Anda dapat menambahkan kapur dolomit sehingga pH tanah menjadi netral. Anda menggunakan 1 hingga 2 ton kapur di setiap satu hektar lahan.
  • Selanjutnya, pada lahan yang sedang diproses Anda membuat bedengan dengan lebar 80 hingga 100 cm, dan dengan tinggi 30 cm dan panjang yang menyesuaikan dengan luas lahan. Beri jarak antara tempat tidur dengan jarak ideal 30 hingga 40 cm. Di antara tempat tidur, Anda membuat parit sebagai drainase jika ada genangan air saat hujan datang.
  • Terakhir, Anda melakukan pemupukan awal, pemupukan di awal berguna untuk meningkatkan nutrisi yang ada di tanah. Aplikasi pupuk dilakukan di atas bedengan yang telah dibudidayakan. Disarankan agar Anda memberikan pupuk kandang atau kompos dengan dosis 10 hingga 20 ton pupuk per hektar lahan, setelah itu Anda menutupinya lagi dengan tanah sehingga tidak tererosi oleh air ketika hujan turun. Selanjutnya, Anda meninggalkan tempat tidur terlebih dahulu selama 3 hingga 4 hari sehingga pupuk dapat menyatu dan tanah dapat diisi dengan nutrisi yang dihasilkan dari pupuk.

4. Proses Menanam dan Memelihara Tanaman Seledri

Langkah keempat adalah Anda melakukan proses penanaman tanaman seledri, proses ini harus dilakukan dengan hati-hati, jika dilakukan terburu-buru maka tanaman seledri tidak akan tumbuh.

Pertama-tama yang Anda lakukan adalah membuat lubang sebagai media tanam terlebih dahulu dengan jarak tanam 20 cm, lalu masukkan tanaman ke dalam lubang tanam, kedalaman lubang disarankan tidak terlalu dalam, tapi jangan terlalu dangkal.

Setelah memasukkan tanaman seledri yang siap tanam, maka Anda menambahkan lebih banyak tanah di tepi tanaman. Kemudian bagi Anda yang menanam di pot atau polybag, lakukan proses yang sama seperti menanam di area yang luas.

kemudian letakkan pot atau polybag di halaman Anda yang tidak terkena sinar matahari langsung atau bisa juga ditempatkan di DPR (Under Shady Trees) ).

Penempatan pot atau polybag yang telah tertanam di tanaman seledri ini Anda lakukan selama kurang lebih 1 hingga 2 minggu hingga tanaman seledri sudah tumbuh dan lebih kuat.

Untuk proses pemeliharaan, Anda melakukan sejumlah langkah, dari proses penyiraman tanaman, penyiraman dilakukan setiap hari, tetapi harus dilakukan pada sore hari, lakukan penyiraman dengan hati-hati agar tidak merusak tanaman dan jangan biarkan daun terkena tanah dicampur dengan air saat disiram.

Baca Juga :  Cara Budidaya Jamur Kancing

Jika Anda masih bertekad untuk melakukannya, maka risikonya adalah daun menjadi rusak dan busuk.

Maka proses selanjutnya adalah proses pemupukan lanjutan secara berkelanjutan, maksudnya adalah melakukan pemupukan rutin dengan dosis yang dianjurkan, jika Anda menggunakan pupuk organik cair, maka lakukanlah sesuai jadwal, biasanya pupuk ini memiliki efek merangsang daunnya agar daun seledri bisa tumbuh lebih baik dan lebih sehat.

Untuk proses selanjutnya merawat tanaman seledri adalah Anda melakukan pengendalian hama dan penyakit yang menghalangi, karena jika Anda membiarkan hama dan penyakit berkembang, mereka akan dapat merusak tanaman atau menyebabkan penyakit yang akan membuat tanaman seledri layu yang mengakibatkan dalam kematian tanaman.

Penyakit yang biasanya menyerang tanaman seledri adalah cecospora, bercak daun, virus aster kuning.

Sebenarnya pencegahan dapat dilakukan dengan metode pengendalian hama terintegrasi dengan melakukan pemeriksaan rutin yang dilakukan setiap hari dan jika ada hama yang menghalangi, segera kontrol hama.

Dan bagi Anda yang tidak ingin repot memeriksa tanaman setiap hari maka yang paling benar dan aman Cara yang harus dilakukan, adalah menyemprotkan pestisida nabati cair.

Langkah Kelima: Memanen Tanaman Seledri

Ini adalah langkah terakhir ketika Anda menanam tanaman seledri, yang tidak lain adalah proses memanen tanaman seledri. Dalam menanam atau menanam tanaman seledri yang baik, itu akan menghasilkan 50 kuintal per hektar untuk satu kali panen.

Proses memanen tanaman seledri dapat dilakukan dengan memotong pangkal batang seledri. Panen bisa dilakukan setelah seledri terasa memiliki daun tebal dan banyak, selain itu panen seledri bisa dilakukan berulang kali.

Biasanya 2 hingga 3 minggu setelah panan, tanaman seledri siap dipanen kembali. Tentu saja ini akan bermanfaat bagi Anda untuk menanam seledri untuk dijual kembali ke pasar, karena itu akan menghasilkan panen yang berlimpah.

Selama proses panen, cobalah perhatikan anakan seledri yang tumbuh di bawah pohon seledri di bagian bawah, Anda bisa menggunakan anakan sebagai bibit baru yang bisa ditanam kembali untuk menghasilkan tanaman seledri lagi,

tentu saja ini sangat berharga karena Anda bisa mengurangi biaya membeli benih baru dan akan meningkatkan omset laba Anda.

Klasifikasi hasil seleksi penanaman seledri Anda dengan menghapus batang seledri yang telah rusak atau telah diserang oleh hama dan penyakit.

Untuk membersihkan tanaman seledri dari kotoran atau tanah dan pestisida, Anda dapat mencuci tanaman seledri dengan air mengalir bersih, setelah itu Anda mengeringkannya dan menyimpannya di penyimpanan seperti rak.

Jangan lupa untuk mengklasifikasikan seledri mana yang cocok untuk swalayan, pasar atau untuk ekspor. Ikat dengan plastik sesuai permintaan pasar.

Penutup

Demikianlah Pelajaran tentang cara menanam seledri yang benar agar hasil panen melimpah, yang dapat kami sampaikan semoga dapat bermanfaat bagi anda semua.

Terima kasih telah belajar dengan kami dan sampai berjumpa di artikel kami selanjutnya.

Baca Juga: