Cara Menanam Tomat

4 min read

Cara menanam tomat agar menghasilkan buah segar tentu ada tekniknya sendiri, dan seharusnya tidak begitu saja. Untuk mendapatkan hasil tomat dengan kualitas yang baik, tentu saja Anda harus mengetahui tatacara menanam tomat yang benar.

Tomat adalah contoh tanaman tahunan dengan usia sekitar 4 bulan. Tidak hanya mudah tumbuh di ketinggian rendah, budidaya tomat juga mudah beradaptasi di semua media.

Banyak petani tomat yang menggunakan sawah, sawah, hingga pekarangan untuk budidaya tomat, sehingga tidak perlu area luas untuk menanam tomat.

Dalam hal metode penanaman tomat dapat dilakukan dengan berbagai metode, ada yang menggunakan pot atau tabulampot, ada yang menggunakan polybag.

Jika Anda menggunakan lebih banyak media pot gunakan pupuk kandang, dan lebih banyak hidroponik menggunakan air sebagai nutrisi tomat.

Langkah dan Cara Menanam Tomat

Cara Menanam Tomat Yang Benar Agar Berbuah Banyak dan Cepat

Bagi Anda yang penasaran dengan cara menanam tomat, mari kita lihat langkah-langkah menanam tomat berikut ini.

1. Penentuan Lokasi

Pertama-tama ketika Anda ingin menanam tomat, pastikan Anda menentukan lokasi terbaik dan benar sehingga tomat dapat tumbuh dengan sangat baik.

Karena jika Anda memilih lokasi yang tidak sesuai dengan karakteristik tomat, maka bisa dipastikan pertumbuhan tomat akan terganggu dan hasilnya tidak akan optimal.

Oleh karena itu, Anda dapat menemukan lokasi yang sesuai dengan kriteria dan karakter tomat dengan mendengarkan kondisi dalam menentukan lokasi penanaman tomat:

  • Jenis tanah dalam penanaman tomat adalah jenis tanah lapisan atas. Yaitu tanah yang memiliki unsur tanah lunak dan lunak.
  • Lokasi tempat penanaman tomat setidaknya memiliki ketinggian di kisaran 0 hingga 1.800 mdpl
  • Lokasi penanaman pada tanaman tomat harus terkena sinar matahari langsung.
  • Suhu di lokasi penanaman tomat juga harus memiliki suhu ideal yang pas di kisaran 20 hingga 25 derajat Celcius.
Baca Juga :  Cara Budidaya Jamur Tiram

2. Pemilihan Benih Tomat

Setelah Anda menentukan lokasi yang tepat untuk menanam tanaman tomat, maka langkah selanjutnya adalah Anda harus menentukan bibit tomat, karena pemilihan biji ini sangat berpengaruh ketika tomat dipanen nanti.

Oleh karena itu, untuk memilih biji tomat berkualitas tinggi, Anda harus mengetahui karakteristik sebagai berikut:

  • Pilih tomat yang bebas dari cacat yang disebabkan oleh penyakit atau hama.
  • Pilih ukuran tomat yang lebih besar dari tomat lainnya
  • Saat dikupas, rendam biji tomat dalam air, perhatikan apakah biji tomat mengambang atau tidak.
  • Tomat harus memiliki kulit merah dan tipis. Karena pada saat itu tomat sudah matang, jadi siap digunakan sebagai biji tomat.
  • Pilih benih yang tenggelam, jangan pilih biji tomat yang mengambang.
  • Potong bijinya, dan bijinya harus memiliki kerapatan yang seragam.

3. Pemrosesan Lahan

Selanjutnya, setelah Anda menentukan lokasi dan bibit tomat yang dipilih, Anda harus mempersiapkan diri untuk mengolah tanah di lokasi di mana tomat ditanam.

Cara yang baik untuk mengolah tanah adalah dengan menggunakan mesin bajak atau Anda bisa mencangkulnya. Pemrosesan ini dilakukan untuk membentuk gundukan tanah yang telah diukur sebelumnya.

Hal ini dilakukan agar lahan yang ditanami menjadi gembur dan terhindar dari serangan banjir pada saat hujan deras datang.

Setelah membuat proses gundukan, Anda bisa menaburkan pupuk organik ke gundukan sebanyak 10 ton per hektar, lalu tutupi gundukan itu dengan plastik mulsa.

Tutup dengan plastik berguna untuk menjaga kelembaban tanah selama musim kemarau, mencegah serangan gulma dan membuat tomat bersih, karena mereka tidak menyentuh tanah.

4. Pembibitan

Iris tomat tipis-tipis, lalu tempatkan dalam pot seperti gambar, lalu tutup dengan tanah lagi dan siram dengan air sampai semuanya basah.
Setelah 15 hari, semua biji akan tumbuh dan memiliki daun, pada tahap ini Anda dapat memindahkannya ke area penanaman.

5. Pemindahan ke Lahan Tanam

Setelah mengolah tanah dan memilih bibit tomat, Anda bisa langsung menuju tahap pindah ke area penanaman. Transfer dapat dilakukan ketika tomat telah tumbuh pada usia sekitar 15 hari.

  • Cara menanamnya adalah dengan memasukkan biji tomat ke dalam mulsa plastik yang telah dilubangi, dan kedalaman lubang sekitar 4 hingga 6 cm.
  • Jarak antara lubang sekitar 40 hingga 60 cm, dan jarak antara lubang adalah sekitar 80 hingga 100 cm.
  • Kemudian, setelah bibit tomat ditanam, tumpukan benih tomat dengan tanah yang cukup. Ratakan tanah dan siram dengan air yang cukup sehingga air merembes langsung ke biji tomat.
Baca Juga :  Cara Menanam Bawang Merah

6. Perawatan

Perawatan tanaman tomat

Langkah selanjutnya adalah merawat tanaman tomat setelah Anda menanam tomat. Perawatan menjadi sangat penting dan penting, karena itu akan mempengaruhi harga pasar jika tanaman tomat Anda dirawat dengan sangat baik.

Berikut ini adalah cara merawat tanaman tomat dengan benar:

Lakukan penyiraman

Penyiraman sangat penting, karena tomat memiliki sifat berair, dan akan layu dan dapat menyebabkan kematian bagi tomat jika kekurangan air, jadi Anda harus rajin menyirami tanaman ini.

Penting untuk lokasi di mana Anda menanam tomat di musim kemarau, penyiraman harus dilakukan secara teratur di pagi hari secara berkala.

Penyiraman berkala di pagi hari tidak berlaku jika lokasi Anda mengalami musim hujan. Karena sebagian besar air, hasil tomat tidak akan maksimal.

Lakukan Pemupukan

Untuk hasil maksimal, tanaman tomat harus dibuahi, dan pupuk dapat menggunakan pupuk organik, seperti pupuk kandang dan kompos.

Anda bisa memberi pupuk saat tomat berumur sekitar 1 minggu. Kemudian untuk aplikasi pupuk biasa bisa dilakukan seminggu sekali.

7. Manajemen Hama dan Penyakit

Tahap pengendalian hama dan penyakit adalah salah satu tahap penting ketika Anda menanam tomat. Karena hama dan penyakit adalah dua musuh terbesar ketika Anda menanam tomat, yang dapat menyebabkan tomat menjadi rusak dan bahkan gagal panen.

Pencegahan hama dan penyakit sama-sama menggunakan pestisida, tetapi disarankan untuk menggunakan pestisida alami karena pestisida alami tidak akan mengurangi nilai gizi tomat.

Ketika Anda ingin menyemprotkan pestisida, Anda harus membaca dosis dosis dari pestisida terlebih dahulu, karena jika penyemprotan pestisida melebihi dosis yang disarankan, itu dapat merusak tanaman dan menyebabkan tanaman tomat mengering hingga mereka mati.

Gejala ketika tanaman tomat Anda mengalami serangan hama adalah:

  • tomat menjadi berlubang,
  • daun tomat menjadi rusak karena dimakan oleh ulat,
  • dan tomat menjadi busuk dan hitam.
Baca Juga :  Cara Menanam Bawang Putih

Kemudian untuk gejala ketika tanaman tomat terkena penyakit adalah:

  • daun tomat menguning,
  • bercak putih timbul pada daun tomat,
  • dan tanaman tomat menjadi busuk.

8. Panen

Ini dia tahap terakhir dan paling ditunggu-tunggu ketika bertani, yaitu panen. lihat ulasan tentang cara Anda memanen tomat:

  1. Ciri-ciri tomat yang siap dipanen adalah kulit buah yang berwarna hijau kekuning-kuningan, daun-daun di tepinya sudah tua dan agak kering, batangnya menguning.
  2. Panen dapat dilakukan saat tanaman berumur 90 hingga 100 hari sejak pertama kali ditanam.
  3. Panen dilakukan dengan memelintir buah sampai tangkai buah pecah, kemudian memasukkan tomat ke dalam keranjang dan menyimpannya di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung dan kering.
  4. Pemanenan bisa dilakukan saat cuaca cerah di pagi atau sore hari.
  5. Tomat harus dipanen ketika sudah setengah matang, ini dilakukan agar tomat menjadi tahan lama, tidak mudah memar dan tidak cepat busuk saat disimpan.
  6. Pemetikan dilakukan setiap 2 hingga 3 hari
  7. Waspadai Antraknose! Ini adalah penyakit yang menyebabkan pembusukan. Jika ada tomat yang mengalaminya, pisahkan dari tomat sehat lainnya dan kemudian segera hancurkan agar penyakitnya tidak menyebar.
  8. Jangan membanting tomat dan menggunakan peti kayu yang memiliki celah untuk mengangkut tomat yang dipetik
  9. Buah-buahan yang telah dipilih dan disortir, Anda bersihkan dan bungkus untuk nanti dipasarkan atau Anda konsumsi sendiri.

Penutup

Demikianlah Pelajaran tentang Cara Menanam Tomat Yang Benar Agar Hasil Panen Melimpah, yang dapat kami sampaikan semoga dapat bermanfaat bagi anda semua.

Terima kasih telah belajar dengan kami dan sampai berjumpa di artikel kami selanjutnya.

Baca Juga: