Yolanda Medya Saputra Saya adalah lulusan terbaik Program Studi Manajemen Informatika Amik Dian Cipta Cendikia Bandar Lampung tahun 2019, Saya juga pernah menjabat sebagai Presiden BEM di kampus tersebut pada tahun 2017-2019. -"For More info You Can Search My Name on Google"-

Cara Ternak Ayam Kampung

4 min read

Cara Ternak Ayam Kampung – Ayam kampung adalah salah satu jenis ayam yang tertarik pada daging dan telur. Masyarakat sendiri mengenalnya sebagai ayam kampung karena ayam ini adalah ayam yang biasanya tinggal di desa atau desa.

Sehingga pemberian makanannya cukup alami dan jauh dari bahan kimia. Seperti banyak digunakan pada ayam petelur dan boiler. Karena itu, dari segi kesehatan, ayam kampung ini relatif sangat aman untuk dikonsumsi.

Meningkatnya kepedulian terhadap kesehatan di mata masyarakat tentu juga semakin membuat konsumsi ayam kampung di pasar meningkat. Karena itu, tidak mengherankan jika peningkatan permintaan unggas untuk ayam kampung cukup tinggi.

Tentunya ini memberikan peluang bisnis bagi Anda dalam bentuk peternakan ayam kampung yang tentunya akan sama menguntungkannya dengan budidaya kutu air. Untuk membantu Anda yang ingin memulai untuk mengejar bisnis ini.

Langkah dan Cara Ternak Ayam Kampung

Cara Ternak Ayam Kampung Agar Terhindar Dari Sakit dan Panen Banyak

Bagi Anda yang penasaran dengan cara ternak ayam kampung, mari kita lihat langkah-langkah cara berternak ayam kampung berikut ini.

1. Sistem peternakan ayam kampung

Seperti disebutkan sebelumnya, ada berbagai metode peternakan ayam buras. Yaitu menggunakan sistem semi intensif dan umbaran. Cara budidaya ini menentukan jenis kandang yang wajib disiapkan.

  • Sistem Umbar

Untuk sistem umbaran ayam kampung, tidak ada ketentuan tentang bentuk kandang. Karena itu sering juga disebut pena asalan. Yang paling penting kandangnya bisa melindungi ayam dari hawa dingin malam dan tangan-tangan jahil.

Sistem payam umbaran, ayam dibiarkan liar. Di pagi hari ayam dilepaskan dan sebelum sore ayam dimasukkan ke dalam kandang. Sistem tumbar cocok untuk digunakan di desa-desa di mana tempat tinggal masih memiliki halaman yang luas.

Dengan sistem umbaran, petani lebih efisien dalam menyediakan pakan dan perawatan sehari-hari. Ayam biasanya mencari pakan tambahan sendiri.

Namun kekurangannya, produktivitas ayam kampung dengan sistem ini sangat rendah. Selain itu, ayam menjadi liar bahkan sampai tidak ingin memasuki kandang dan tidur di pohon.

Pembiakan dalam sistem umbaran ayam kampung terjadi secara alami seperti di alam liar. Biasanya betina yang bertelur akan mengerami telur mereka sendiri sampai mereka menetas dan merawat anak-anak mereka.

Peternak hanya perlu menyediakan tempat merenung yang nyaman untuk induk betina.

  • Sistem semi intensif
Baca Juga :  Cara Berternak Burung Murai Batu

Untuk sistem semi-intensif, Anda dapat menggunakan penutup jenis halaman. Jenis kandang ini adalah hamparan tanah di sekitarnya yang dipagari sehingga ayam tidak bisa keluar dari lingkungan kandang.

Di area kandang disediakan kandang tertutup di mana ayam beristirahat atau berlindung dari hujan. Jenis halaman kandang harus dibiarkan di tanah dan ditumbuhi rumput seperti rumput.

Kadang-kadang tanah bisa dibajak sehingga tidak terlalu padat sehingga cacing tanah bisa tumbuh menjadi pakan alami untuk ayam. Jenis pena lain seperti jenis pos dan jenis baterai jarang digunakan untuk ayam kampung.

Alasannya adalah karena biaya produksi dan operasional tidak sebanding dengan produktivitas ayam kampung. Kecuali untuk beberapa jenis ayam kampung lainnya seperti ayam arab, ayam poncin, ayam nunukan dan ayam kampung unggul dari persilangan.

Perkawinan dengan sistem semi-intensif, memanfaatkan kandang koloni. Kandang berukuran 1 × 2 meter dengan ketinggian 0,75-100 cm. Kandang besar ini bisa dihuni oleh 6 induk betina dan 1 jantan.

Pernikahan dapat terjadi dalam beberapa hari. Setelah induk betina menikah dengan laki-laki, dalam waktu tiga hari telur yang dihasilkan dapat dipastikan subur atau dapat menetas (tiga hari sejak kawin dan bukannya memasuki kandang).

Telur yang diproduksi di kandang koloni segera diambil dan diambil untuk diinkubasi oleh induk lainnya. Atau Anda juga bisa menetaskan unggas lain seperti entog atau bebek. Atau Anda bisa menggunakan inkubator. Jika induk betina di kandang koloni mengalami masa inkubasi, itu bisa dihilangkan dengan dicuci atau direndam dalam air bersih.

2. Memelihara ayam kampung

Langkah dan Cara Ternak Ayam Kampung

Ayam kampung adalah ayam kampung. Dikatakan bahwa ayam-ayam ini berasal dari ayam hutan jinak. Jangan tertipu oleh jenis ayam kampung lainnya seperti ayam kate dan ayam arab.

Walaupun sekarang ada banyak hasil yang ditemukan persilangan ayam kampung untuk meningkatkan produktivitas. Kelebihan ayam kampung memiliki daya tahan yang cukup kuat terhadap penyakit.

Bibit ayam dapat diperoleh dengan membeli dalam bentuk telur, Day Old Chicken (DOC), atau induk. Saat membeli dalam bentuk telur, pastikan untuk mengetahui asal telur ini.

Saat memilih bibit dari DOC, kenali sifat-sifat yang baik seperti tidak cacat, berdiri tegak, mata bersinar, pusar terserap sepenuhnya, dan rambut bersih.

Ayam domestik biasanya tidak membedakan antara ayam petelur dan ayam pedaging. Produktivitas ayam petelur sangat rendah, sekitar 115 butir per tahun. Pertumbuhannya juga lambat, hingga usia 2 bulan ukuran ayam masih sebesar kepalan tangan orang dewasa. Hanya pada usia 8-12 bulan ayam kampung siap untuk dikonsumsi.

Baca Juga :  Cara Budidaya Ikan Guppy

Ada anggapan keliru tentang ayam kampung, yaitu ayam betina hanya bisa bertelur jika dinikahkan oleh jantan. Pendapat itu salah, karena ayam kampung seperti ayam petelur dan unggas lainnya dapat bertelur walaupun mereka belum menikah.

Ayam kampung juga bisa produktif selama mendapat perlakuan dan pemberian makan yang tepat. Telur diproduksi karena tidak subur dan tidak akan menetas. Ayam desa dapat bertelur setelah mereka berumur 6 bulan.

Tidak seperti ayam pedaging, ayam kampung memiliki insting tinggi untuk mengerami telur dan merawat anak-anaknya. Selama masa inkubasi dan merawat anak-anak, ayam menjadi agresif untuk melindungi anak-anak mereka.

Ada hal-hal yang harus ditantang dalam peternakan ayam kampung lokal, yaitu jangan membatasi ayam 24 jam dan jangan hanya menyediakan pakan dari pabrik. Jika keduanya selesai, bersiaplah untuk kehilangan uang.

Ayam kampung yang dikurung 24 jam berarti harus diberikan pakan buatan terus menerus. Akibatnya, karena pertumbuhannya lambat, biaya pakan yang dikeluarkan tidak akan menutupi biaya produksi.

Jadi bagaimana Anda merawat ayam kampung untuk mendapat untung? Tinggalkan halaman di dalam pagar dengan rumput yang ditumbuhi rumput. Lingkungan seperti itu akan menyediakan makanan alami untuk ayam.

Hijauan akan tumbuh sebagai makanan tambahan dan cacing tanah juga dapat memenuhi kebutuhan protein ayam. Ada kebiasaan ayam memakan kerikil untuk membantu pencernaan dalam persediaan mereka.

Pakan buatan tidak diberikan secara intensif, hanya 2-3 kali sehari. Sisanya membiarkan ayam menemukannya sendiri.

3. Pakan ayam gratis

Tidak banyak produsen yang memproduksi pakan untuk ayam kampung, beberapa memiliki pakan untuk ayam jenis lain seperti ayam Arab, ayam poncin, ayam kampung yang unggul. Jika pakan ayam ras diberikan kepada ayam kampung, dapat dipastikan bahwa biaya produksinya terlalu mahal.

Untuk menyiasati tingginya biaya pakan, peternak dapat mencampur pakan buatan. Ayam kampung membutuhkan pakan yang mengandung 12% protein kasar dan 2500 kkal / kg energi. Berikut cara membuat pakan untuk ayam kampung:

  • Pakan untuk ayam usia 0-2 bulan bisa menggunakan pakan ayam broiler. Untuk umur ayam 2-4 bulan, pakan broiler dapat dicampur dengan dedak dan jagung dengan perbandingan 1: 3: 1.
  • Untuk ayam berusia di atas 4 bulan, campuran lapisan dan dedak atau jagung dapat diberikan dalam perbandingan 1: 2. Berikan juga hijauan sebanyak 20% dari kebutuhan makanan. Kebutuhan pakan sekitar 7-8 gram per hari, bisa diberikan 2-3 kali sehari.
  • Untuk ayam yang memasuki masa bertelur, biasanya lebih dari 6 bulan, beri makan campuran lapisan dan dedak dengan rasio 1: 1. Dan tambahkan hijauan sebanyak 25% dari kebutuhan makanan. Persyaratan pakan untuk periode ini 85 gram per hari, bisa diberikan 2-3 kali sehari.
  • Jika Anda tidak ingin membeli pakan dari pabrik, pakan dapat dibuat dari sumber alternatif. Bahan-bahan berikut dapat digunakan sebagai makanan untuk ayam kampung: talas (umbi dan daun), beras termurah, dedak, tepung tulang atau cangkang keong. Cara membuatnya lihat tips di bawah ini.
  • Sebagai pakan tambahan, kita bisa mencari sisa makanan rumah tangga atau restoran atau sisa pengolahan makanan seperti limbah tahu.
  • Pekarangan yang ditinggalkan dan dirawat untuk menanam hijauan juga membantu menyediakan pakan tambahan untuk ayam kampung.

Kiat untuk membuat pakan dari umbi talas (Dayat Suryana, 2013)
Potong 1 kg talas atau tangkai dan daun talas hingga 0,5 cm. Campur dengan 0,5 kg beras dan 0,5 kg dedak. Tambahkan sesendok tepung tulang atau kepiting keong. Kemudian masak saat kita memasak nasi.

4. Pemanenan dan penjualan

Berbeda dengan ayam pedaging, sebagian besar sapi bengkok domestik tidak fokus pada telur atau daging saja. Tapi jalankan secara bersamaan daging dan telur.

Baca Juga :  Cara Budidaya Ikan Arwana

Jadi, penjualan ayam kampung juga tidak ketat pada hari-hari atau bulan-bulan ayam harus dipanen. Peternak memiliki keleluasaan untuk menunggu harga terbaik.

Ayam kampung dapat dikonsumsi setelah berumur lebih dari 8 bulan. Jika harga saat itu tidak menarik, petani bisa menunggu hingga usia 12 bulan atau lebih. Ayam bisa diarahkan untuk diambil telur saja.

Kecuali telur, jika telur yang diproduksi oleh infertilitas harus dijual karena akan membusuk. Namun, jika telur dibuahi atau dapat menetas, peternak dapat menunda penjualannya dan telurnya dapat terus diinkubasi oleh induk dan penetasan.

Penutup

Demikianlah Pelajaran tentang Cara Ternak Ayam kampung yang benar agar ayam besar, sehat, banyak dan dapat terjual dengan harga yang tinggi.

Terima kasih telah belajar dengan kami dan sampai berjumpa di artikel kami selanjutnya.

Baca Juga:

Yolanda Medya Saputra
Yolanda Medya Saputra Saya adalah lulusan terbaik Program Studi Manajemen Informatika Amik Dian Cipta Cendikia Bandar Lampung tahun 2019, Saya juga pernah menjabat sebagai Presiden BEM di kampus tersebut pada tahun 2017-2019. -"For More info You Can Search My Name on Google"-