Ika Evitasari Memiliki Hobi Menulis, Senang Berbagi dan Selalu Berharap Bimbingan dari Para Guru

Ciri-Ciri Bakteri

3 min read

Ciri-Ciri Bakteri – Organisme prokariotik uniseluler yang bisa dilihat terhadap mikroskop. Bakteri di bagian tubuh kita dan sekitar kita. Bakteri berasal dari kata bakteri. Bakteri adalah batang kecil yang umumnya memiliki dinding sel, tetapi bukan klorofil.

Bakteri tidak mempunyai sebuah klorofil, oleh karena itu bakteri umumnya mempunyai sebuah bentuk tubuh yakni secara transparan atau buram dan umumnya dalam bakteri heterotrof karena kurangnya klorofil.

Dalam pembahasan kali ini, kami akan menjelaskan secara lengkap dan jelas yakni mengenai Ciri-Ciri Bakteri. Untuk ulasan selengkapnya, yyuukk… Simak sebagai berikut.

Apa itu Bakteri ?

Pengertian Bakteri merupakan adanya sebuah bakteri yakni sebagai kelompok organisme hidup. Mereka sangat kecil (mikroskopis) dan biasanya tidak ada (dua sel), dengan struktur sel sederhana yakni inti sel atau tanpa inti, sitoskeleton dan organel lain seperti mitokondria dan kloroplas.

Struktur sel-sel ini dijelaskan lebih lanjut dalam artikel tentang prokariota karena bakteri prokariotik untuk membedakannya dari organisme dengan sel yang lebih kompleks yang disebut eukariota. Kata “bakteri” telah diterapkan pada semua prokariota atau kelompok besar, tergantung pada ide yang terlibat.

Bakteri yakni telah menjangkau banyak organisme. Mereka menyebar (di mana-mana) di tanah dan air dan simbiosis untuk organisme lain. Banyak patogen adalah bakteri. Sebagian besar berukuran kecil, yakni biasanya hanya memiliki ukuran sekitar 0,5-5 m.

Meskipun ada varietas yang dapat memiliki diameter 0,3 mm (Thiomargarita). Mereka umumnya memiliki dinding sel seperti sel hewan dan jamur, tetapi dengan komposisi yang sangat berbeda (peptidoglikan). Banyak yang menggunakan flagela yang strukturnya berbeda dari flagela grup lain.

Ciri-Ciri-Bakteri

Ciri-Ciri Bakteri

Terdapat berbagai jenis ciri-ciri dalam bakteri ini, diantaranya ialah sebagai berikut:

  • Organisme prokariotik (tanpa inti sel) dan uniseluler (sel tunggal).
  • Di dinding sel bakteri, tidak mengandung peptidoglikan yang hidup di lingkungan yang keras (ekstrem) seperti air panas, kawah dan gambut. Bakteri yang mengandung peptidoglikan adalah Cosmolipo.
  • Umumnya tidak ada klorofil.
  • Bentuk sel yang berbeda seperti bacillus (batang), spirilum (spiral), cocci (bola), vibrio (tanda baca koma) dan cocobasil (bola dan batang).
  • Umumnya bakteri sekitar 0,5 μm dan beberapa dapat lebih dari 10-100 μm. Misalnya, bakteri besar yakni Thiomargarita (sekitar 0,75 mm) dan Epulopiscium fishelsoni (diameter 0,5 mm), sedangkan bakteri yang lebih kecil adalah Mycoplasma (sekitar 0,12 μm).
  • Dalam dinding sel bakteri yang terbuat dari mucopolysaccharides dan peptidoglikan. Peptodoglikan termasuk polimer besar yang terdiri dari N-asetilglukosamin dan N-asetil sulfat yang terikat secara kovalen.
  • Bakteri atau parasit hidup bebas.
  • Membran sitoplasma terdiri dari 8-10% fosfolipid dan protein.
  • Sel bakteri dapat terpisah menjadi kapsul pelindung pada permukaan dinding sel.
  • Ada bakteri yang bergerak dengan flagella dan beberapa yang bergerak dengan menggulung (tanpa flagella).
  • Dalam kondisi yang tidak menguntungkan, bakteri membentuk endospora yang melindungi bakteri dari panas dan gangguan alami.
Baca Juga :  Bunga Matahari

Struktur Bakteri

Struktur Bakteri

Terdapat berbagai struktur dalam bakteri ini, berikut ialah penjelasannya:

1. Dinding Sel

Dinding sel terdiri dari dua unsur, yakni polisakarida dan protein. Dinding sel ini seharusnya melindungi bakteri secara permanen. Dinding sel terletak di luar membran sel dan juga bertanggung jawab untuk melindungi bakteri dari lingkungan luar.

2. Kapsul

Apa penutup pelindung yang terbuat dari polosaccharide. Kapsul terletak di luar dinding sel dan bertanggung jawab untuk melindungi bakteri agar tidak mengering dan bakteri dari antitoksin sel inang. Kapsul tidak mengandung semua jenis bakteri, hanya tipe tertentu yang bersifat patogen.

3. Membran Sel

Membran sel terdiri dari lemak dan protein. Membran sel berada di area plasma karena fungsinya untuk membungkus plasma dan mengatur pertukaran mineral dari sel di luar sel dan sebaliknya. Membran sel bersifat semi permeabel dan menghasilkan sebuah enzim terhadap pernapasan.

4. Sitoplasma

Sitoplasma merupakan adanya sebuah cairan yang terjadi dalam sel. Itu dibentuk oleh koloid banyak molekul organik seperti lemak, protein, karbohidrat, dan mineral. Ini adalah reaksi terhadap reaksi metabolisme.

5. Bulu cambuk

Rambut atau flagel adalah adanya suatu gerakan yang digunakan oleh cacing untuk mobilitas agar bakteri mudah makan dan menghindari toksisitas atau bahan kimia.

6. Materi Genetik

Dan Anda dapat mengatakan bahwa DNA bakteri tidak menyebar ke sitoplasma, tetapi ke nukleus. DNA digunakan untuk mengatur proses sintesis protein bakteri dan pembawanya.

7. Ribosom

Ia bekerja baik dalam sintesis protein dan dalam sintesis protein. Ketika dilihat di bawah mikroskop, ribosom ini terlihat seperti struktur lingkaran kecil.

8. Plasmid

Selain DNA, ada juga plasmid yang merupakan gen yang berbeda, termasuk gen patogen, dan gen kabel antibiotik. Plasmid dapat menghasilkan yakni dengan lebih dari 20 plasmid terhadap satu sel.

Baca Juga :  Fungsi Laring

Cara Perkembangbiakan bakteri

Bakteri yakni pada umumnya akan menghasilkan atau berkembang biak melalui asex (vegetatif = imatur atau tak kawin) dengan membaginya. Pembelahan sel dalam bakteri adalah pembelahan biner di mana setiap sel dibagi menjadi dua bagian.

Reproduksi bakteri seksual dengan bertukar terhadap bahan genetik dengan bakteri lain. Pertukaran materi genetik disebut sebagai rekombinasi genetik atau rekombinasi terhadap DNA.

Rekombinasi genetik yakni bisa dicapai dengan tiga cara, diantaranya ialah sebagai berikut:

  • Transformasi merupakan adanya sebuah transfer atau perpindahan dengan sejumlah besar bahan genetik, bahkan jika itu hanya gen dari satu sel bakteri ke sel bakteri lain.
  • Konjugasi merupakan adanya suatu transfer materi genetik dalam bentuk plasmid langsung melalui kontak sel dengan membentuk struktur jembatan antara dua sel bakteri kecil. Ini terutama terjadi pada bakteri gram negatif.
  • Transduksi ialah suatu transfer terhadap bahan genetik dari satu sel bakteri ke sel bakteri lain oleh organisme lain, virus bakteri atau bakteri.

Baca Juga :

Demikianlah pembahasan yang telah kami sampaikan secara jelas dan lengkap yakni mengenai Ciri-Ciri Bakteri. Bentuk sel yang berbeda seperti bacillus (batang), spirilum (spiral), cocci (bola), vibrio (tanda baca koma) dan cocobasil (bola dan batang).

Ika Evitasari
Ika Evitasari Memiliki Hobi Menulis, Senang Berbagi dan Selalu Berharap Bimbingan dari Para Guru