Daur Hidup Katak

2 min read

Daur Hidup Katak – Katak melewati proses metamorfosis yang unik atau siklus hidupnya sendiri dan merupakan jenis amfibi yakni pemakan serangga, yang sangat mudah untuk ditemukan di wilayah Indonesia.

Katak adalah hewan yang hidup di dalam dua daerah, yaitu di darat dan di air atau secara ilmiah disebut sebagai (amfibi), hingga katak dapat hidup dalam di air (segar).

Dalam pembahasan kali ini, kami akan membahas secara jelas dan lengkap yakni mengenai Daur Hidup Katak dan cara berkembang biak. Untuk ulasan selengkapnya, yuk… Simak sebagai berikut.

Apa itu Katak ?

Katak adalah sejenis amfibi pemakan serangga. Kodok atau katak sangat mudah untuk ditemukan di wilayah Indonesia karena dengan adanya hewan katak yakni mempunyai sebuah karakteristik makhluk hidup yang dapat hidup di tempat dengan kelembaban tinggi dan suhu panas.

Katak mempunyai sebuah tubuh yang dangat relatif kecil dan dapat dibandingkan saudara kodok mereka. Katak mempunyai sebuah kulit halus dengan berbagai warna coklat, hijau, merah dan bahkan kuning, tergantung pada jenisnya, sementara katak mempunyai sebuah bentuk kulit yang secara realistis lebih keras dan memiliki bintik-bintik.

Katak itu sendiri dapat dengan mudah untuk ditemukan di sawah, hutan atau rawa. Tempat ini sangat ideal sebagai katak karena mempunyai suatu suhu yang tepat untuk di dalam tubuhnya. Katak menjalani sebuah proses metamorf atau siklus hidup yang sangat unik.

Katak sendiri adalah sebuah hewan yang dapat hidup di masa dewasa di dua dunia, sehingga katak mempunyai metamorfosis yang berbeda dari hewan lainnya. Namun, jika adanya perkawinan dan adanya sebuah proses bertelur dapat dilakukan dalam air.

Baca Juga :  Pengertian Cnidaria

Saat bertelur, katak dapat menghasilkan antara 5.000 dan 20.000 telur per oviposisi. Telur Katak yakni dapat ditempatkan di dalam tanaman di air atau di pohon lembab untuk katak yang memiliki kehidupan di dalam hutan.

Daur-Hidup-Katak

Daur Hidup Katak

Terdapat beberapa tahapan terhadap kehidupan hewan yang jenisnya katak, diantaranya ialah sebagai berikut.

1. Fase Telur

Hewan-hewan ini mampu bertelur dengan populasi terhadap telur yang sangat besar secara bersamaan. Akan tetapi, tidak semua telur tersebut menetas, karena terjadinya sebuah faktor eksternal dan internal memiliki dampak besar pada telur katak. Faktor internal biasanya dapat dipengaruhi dengan adanya sebuah gen katak betina. Jika dalam induk katak mempunyai sebuah gen yang baik, telurnya juga bagus.

Faktor eksternal yang dapat dipengaruhi dengan adanya sebuah kondisi di sekitar sel telur. Contohnya sangat deras aliran air, pemangsa dan adanya sebuah aktivitas manusia. Bentuk telur dalam bentuk bijih kental, yang dapat dengan mudah rusak, seperti kuning telur untuk sumber terhadap makanan.

2. Fase Tadpole (Kecebong atau Berudu)

Setelah menetas, larva sering disebut sebagai berudu atau berudu. Mereka akan memakan kuning telur dari sisa-sisa telur sebagai adanya sumber protein sampai kecebong yang mencapai usia 7 maupun dalam 10 hari.

Setelah kurang dari 7 hari, terhapa organ katak tidak sepenuhnya sempurna beserta dalam tubuh mereka masih begitu sangat down atau lemah. Pada usia 7 sampai 10 hari, organ ini hampir sempurna dan berudu ini nantinya mencari sebuah makanan lain dalam bentuk ganggang air.

Selain itu, pada usia tersebut, adanya sebuah sistem dalam pernapasan ialah insang berudu, jika sudah lebih dari 4 minggu, insang tertutup. Setelah menutup insang tersebut, dalam sebuah sistem pernapasan katak berubah untuk menggunakan sebuah paru-paru, dan gigi terhadap katak sudah terlihat tipis.

Baca Juga :  Pengertian Fosfolipid

Ketika pahat ini dimasukkan pada minggu ke 6, ia akan membentuk kembali dan menyerupai katak dewasa. Kaki kecebong mulai terbentuk, 2 di depan serta 2 dalam posisi belakang, dengan kaki belakang muncul lebih panjang dari kaki depan.

3. Fase Katak Muda

Secara umum, katak muda yakni ketika berumur dalam 12 minggu, tetapi katak masih mempunyai ekor berudu, meskipun mereka hampir tidak terlihat. Dalam sebuah sistem pernapasan katak telah beralih ke penggunaan paru-parunya, yang digunakan selama sisa hidupnya.

Selain itu, katak muda telah melakukan adaptasi terhadap lingkungannya dengan hidup di darat dan nantiny akan mencari serangga yang sudah mati untuk dijadikan makanan. Prosesnya seperti mengadaptasi katak muda ketika mereka dewasa untuk bertahan hidup dari sebuah ancaman predator.

4. Fase Katak Dewasa

Dalam umur dewasa yakni dapat dilaporkan pada usia 12 sampai 16 minggu setelah menetas. Katak sudah mempunyai sebuah bentuk tubuh dan organ yang sangat sempurna di masa dewasa.

Selama dalam masa hidup mereka, katak akan menghabiskan lebih banyak waktu di bagian darat dan kembali ke dalam air ketika saatnya melakukan berkembang biak.

Cara Berkembang Katak

Katak adalah binatang dari spesies Amphibia. Katak dapat berubah bentuk dalam adanya sebuah perkembangannya atau dapat disebut dengan metamorfosis atau metamhorphosis. Dalam pembiakan, katak dapat menggunakan dalam pembuahan secara eksternal, yang berarti bahwa katak betina melepaskan akumulasi telur di dalam air dan katak jantan kemudian melepaskan sperma di dalam air untuk membuahi sel telur tersebut.

Seiring dalam waktu, berudu tumbuh pada organ dewasa seperti kaki dan juga paru-paru. Dengan proses pertumbuhan ini, insang mulai menghilang. Pada katak dewasa, paru-paru menerima udara ketika udara yang dapat masuk dengan melalui hidung saat dalam tenggorokan katak dapat mengembang.

Baca Juga :  Metamorfosis Belalang

Baca Juga :

Demikian pembahasan kali ini, yang telah kami sampaikan secara jelas dan lengkap yakni mengenai Daur Hidup Katak. Semoga ulasan ini, dapat berguna dan bermanfaat bagi Anda semua.

Daur Hidup Nyamuk

Ika Evitasari
2 min read

Daur Hidup Belalang

Ika Evitasari
2 min read

Daur Hidup Lalat

Ika Evitasari
2 min read