Dikotil Dan Monokotil

2 min read

Dikotil Dan Monokotil – Dalam ilmu biologi terdapat dua jenis tumbuhan atau tanaman berdasarkan keping biji atau dapat di sebut dengan tumbuhan dikotil dan tumbuhan monokotil. Dalam masing-masing tumbuhan tersebut terdapat pengertian dan ciri-ciri yang sangat berbeda.

Dalam artikel ini akan membahas secara ringkas dan jelas mengenai perbedaan dikotil dan monokotil. Penjelasan selanjutnya akan di bahas secara jelas sebagai berikut.

Tumbuhan Dikotil

Tanaman Dikotil (Dicotyledonous) dapat disebut dengan tanaman yang memiliki biji belah atau yang memiliki keping biji.

Terdapat sebuah kelompok tanaman berbunga dengan mimiliki karakteristik yang sama, yakni sepasang daun dicotyledonous (daun institusional).

Dalam daun kotiledon (daun institusional) dibentuk dari tahap benih atau biji, itulah sebabnya sebagian besar anggota memiliki sebuah sifat yakni mudah terbelah menjadi dua.

Tumbuhan atau tanaman secara luas dapat diklasifikasikan menjadi dua kategori, yakni gimnospermae dan angiospermae.

  • Angiospermae merupakan tanaman yang memiliki biji dan dapat ditutupi oleh karpel atau buah.
  • Gymnospermae merupakan tanaman benih atau biji terbuka di mana benih tidak tercakup oleh daun buah (tanaman biji telanjang).
Dikotil-dan-Monokotil

Ciri – Ciri Tumbuhan Dikotil

  • Memiliki sebuah keping yang bijinya dapat membelah menjadi dua.
  • Tidak dapat memiliki sebuah pelindung pada ujung akar (koleoriza), dan pelindung terhadap ujung batang (koleoptil).
  • Pada akar tersebut memiliki sebuah tunggang dengan akar yakni lebih besar dari akar yang berbentuk sekunder.
  • Pada pengangkut terhadap batang memiliki sebuah pembuluh tapis dan pembuluh kayu yang terlekat yakni secara teratur.
  • Terdapat sebuah bagian yakni kaliptrogen dan tidak dilengkapi dengan sebuah tudung pada akar.
  • Memiliki daun yang bersifat majemuk atau tunggal, terhadap pola yang cenderung menyirip atau menjari.
  • Terdapat jumlah benang sari, kelopak bunga, dan mahkota bunga secara umum terdapat sebuah kelipatan empat atau lima.
  • Dalam akar dan batang berkambium, karena memiliki salah satu fungsi oleh akar pada jenis tumbuhan dikotil sebagai cadangan makanan.
  • Batang yang berbentuk cabang dengan ruas batang yang tidak berbentuk cabang.
  • Terdapat daun yang memiliki sebuah tulang yang melengkung atau sejajar.
Baca Juga :  Fungsi Plastida

Tumbuhan Monokotil

Tumbuhan Monokotil merupakan sebagai tumbuhan yang memiliki biji tunggal.

Dalam sebuah klasifikasi, pada tumbuhan ini terdapat beberapa kelompok lainnya yakni Liliidae, Liliopsoda, dan Monocotyledodeae, di antaranya adalah:

  • Monocotyledoneae terdapat sebuah sistem yakni Engler dan de Candolle.
  • Kelas Liliopsida memiliki sebuah sistem yaitu sistem Cronquist dan Takhtajan.
  • Monocotyledones mempunyai sebuah sistem yakni Wettstein dan Bentham & Hooker.
  • Anak kelas Liliidae dalam sistem sistem Thorne dan Dahlgren (1992).
  • Klad Monocots merupakan sebuah sistem dalam APG II dan sistem APG.

Perlu diketahui, ternyata tumbuhan atau tanaman monokotil tersebut dapat mencakup berbagai tumbuhan yang dapat berguna untuk kehidupan manusia, dari bahan industri, perumahan, sumber pangan, energi nabati, pakaian dan lain-lain.

Ciri – Ciri Tumbuhan Monokotil

Dalam tumbuhan monokotil hanya mempunyai daun berseling, satu daun lembaga, berakar serabut, tumbuhan memiliki sebuah biji yang berkeping satu, tulang daun yang sejajar dan memiliki bentuk seperti pita. Berikut adalah ciri-ciri tumbuhan monokotil, di antaranya adalah:

  • Memiliki sebuah bentuk yakni akar mempunyai sistem akar yang serabut.
  • Pada sebuah kandungan terdapat akar dan batang yang tidak terdapat memiliki cambium.
  • Pelindung batang dan akar memiliki suatu lembaga yang terdapat pada batang atau koleoptil, dan koleorhiza atau akar lembaga.
  • Memiliki sejumlah keping biji atau kotiledon, yang terdapat hanya dengan satu lapis keping biji tersebut.
  • Mempunyai kelopak pada bunga yang secara umum berjumlah tiga atau kelipatan.
  • Dapat tumbuh seperti batang dan akar tidak dapat tumbuh secara berkembang menjadi yang lebih besar.
  • Memiliki sebuah bentuk pola atau sumsum pada tulang daun yang melengkung dan berbentuk sejajar.
  • Memiliki bentuk akar yakni merupakan sebuah sistem akar pada serabut.
  • Kaliptrogen atau tudung akar yang terdapat tudung akar atau kaliptra.
Baca Juga :  Fungsi Epiglotis

Terdapat tumbuhan atau tanaman yang memiliki 2 jenis, yaitu tumbuhan dikotil dan tumbuhan monokotil. Ternyata dalam tumbuhan tersebut memiliki sebuah pengertian dan ciri-ciri yang sangat berbeda.

Baca Juga :

Demikian artikel yang dapat kami sampaikan mengenai Tumbuhan Dikotil dan Monokotil. Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk Anda.

Jaringan Gabus

Ika Evitasari
2 min read

Pengertian Stomata

Ika Evitasari
2 min read

Metamorfosis Belalang

Ika Evitasari
2 min read