Ideologi Kapitalisme

2 min read

Ideologi Kapitalisme – Bahwa kepemilikan dalam alat-alat suatu produksi akan di tangan individu, mempunyai fungsi yakni dapat memberikan sebuah sinyal terhadap produsen dan konsumen.

Proses terhadap perusahaan dalam kesejahteraan sebagai memenuhi sebuah kebutuhan dalam kapitalisme pada setiap orang. Lalu, apa yang dimaksud dengan kapitalisme? Yuukk.. Ikutilah penjelasan selanjutnya sebagai berikut.

Apa itu Kapitalisme ?

Kapitalisme berasal secara etimologis dari bahasa Latin yakni caput, yang berarti kehidupan, kepala, dan kesejahteraan. Pentingnya modal dalam modal kemudian ditafsirkan dengan titik dalam kesejahteraan.

Pengertian-Kapitalisme

Dengan pentingnya kekayaan, definisi modal mulai berkembang dengan pentingnya sebuah akumulasi dalam sebuah keuntungan yang dibuat dengan setiap transaksi ekonomi. Karena itu, adanya sebuah interpretasi pada tahap awal kapitalisme merupakan sebuah proses eksploitasi kesejahteraan untuk memenuhi kebutuhan.

Dalam definisi, pada proses sebuah kapitalisme mempunyai suatu definisi yakni konstruktif humanistik karena pada setiap orang harus mempunyai keinginan dalam mendasar sebagai memenuhi kebutuhan dasar mereka dalam kehidupan sehari-hari. Kapitalisme dapat dipahami dengan ideologi yang dapat mengagungkan modal sekelompok kecil atau individu sebagai kekuatan pendorong kesejahteraan dalam manusia.

Ideologi Kapitalisme

Kapitalisme dapat diartikan untuk sebuah perjanjian ekonomi yang berfokus pada keuntungan individu. Untuk memahami kapitalisme, modal atau uang yang dapat memainkan peran penting dalam kebijakan kapitalisme atau implementasi politik. Kapitalisme tidak mempunyai sebuah definisi yang diterima secara universal.

Ideologi-Kapitalisme

Pengertian Ideologi Kapitalisme merupakan sebuah pemahaman ekonomi yang bertujuan sebagai memaksimalkan modal dan laba (modal).

Karl Marx menyebut istilah “Mode Produksi”. Max Weber melihat kapitalisasi sebagai sebuah kegiatan dalam ekonomi yang berorientasi pasar dan berusaha sebagai mendapatkan keuntungan dari pertukaran pasar.

Baca Juga :  Pengertian Integrasi

Sejarah dari perkembangan proses kapitalisme dibagi menjadi tiga fase yakni:

  • Kapitalisme Awal pada tahun “1500-1750”.
  • Kapitalisme Klasik pada tahun “1750-1914”.
  • Kapitalisme Lanjut pada tahun “1914-sekarang”.

Dalam sebuah pengembang proses dalam kapitalisme terkemuka adalah Adam Smith, Robert Malthus, David Ricardo, Lord Keynes, John Locke, Martin Luther King, David Hume dan Karl Marx. Contoh-contoh kapitalisme seperti penjualan saham, swalayan, dan pinjaman.

Ciri – Ciri Kapitalisme

Beberapa fitur yang mencirikan ideologi kapitalisme, yakni:

  • Pengakuan luas akan hak-hak kepribadian
  • Pasar berfungsi untuk memberikan sinyal kepada produsen dan konsumen dalam bentuk harga.
  • Kepemilikan alat-alat dalam produksi di tangan individu berbanding dengan cara terbalik pada ideologi komunisme.
  • Intervensi negara harus serendah mungkin. “The Invisible Hand” mengatur ekonomi pada efisiensi.
  • Ekonomi tunduk pada mekanisme pasar.
  • Manusia dianggap sebagai entitas homo-ekonomi yang selalu mengejar kepentingannya sendiri (laba).
  • Terserah individu untuk menentukan pekerjaan atau bisnis yang dianggap baik untuk dirinya sendiri.

Kelebihan kapitalisme

Sistem kapitalisme memiliki beberapa keunggulan, yakni:

  • Penggunaan sumber daya dan distribusi barang yang lebih efisien.
  • Kontrol politik dan sosial minimal karena membutuhkan lebih sedikit waktu dan tenaga.
  • Kreativitas masyarakat tinggi, karena ia memiliki kebebasan untuk melakukan segala yang terbaik dari dirinya sendiri.
  • Hasil dari kapitalisme merupakan sebuah sistem ekonomi yang dapat terdesentralisasi. Faktor ini dianggap sebagai salah satu keunggulan terbesar kapitalisme.
  • Mempromosikan pertumbuhan ekonomi dengan memfasilitasi persaingan terbuka di pasar.
  • Dalam perekonomian terdesentralisasi, individu memiliki lebih banyak pilihan dalam perekonomian.
  • Kapitalisme adalah ekonomi di mana konsumen dapat mengatur pasar.
  • Kerja keras memiliki prioritas tinggi dalam ekonomi kapitalis. Pengusaha yang berkinerja baik dan dapat terus berinovasi akan memenangkan persaingan.
Baca Juga :  Pengertian Norma Agama

Kekurangan Kapitalisme

Tidak kebal terhadap manfaat kapitalisme, mempunyai sebuah kelemahan, yakni:

  • Tidak ada kompetisi yang sempurna. Ada persaingan tidak sempurna dan persaingan monopolistik.
  • Beberapa orang melihat persaingan ketat yang diciptakan oleh kapitalisme sebagai kelemahan besar.
  • Sistem penetapan harga tidak mengalokasikan sumber daya secara efisien karena faktor eksternal (tanpa mempertimbangkan faktor-faktor yang menurunkan biaya tenaga kerja dan faktor lainnya).
  • Laba dipandang sebagai tujuan bisnis utama ketika perusahaan raksasa mengambil alih bisnis kecil.
    Dipercaya juga bahwa kapitalisme mengarah pada distribusi kekayaan yang tidak adil, dengan kekayaan dan kekuasaan hanya dikendalikan oleh segelintir orang.
  • Kapitalisme membuat ekonomi berorientasi uang. Perusahaan bisnis akan melihat ekonomi dari sudut pandang materialistis.
  • Kapitalisme mengarah pada pengurangan sumber daya alam karena digunakan untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Dalam kehidupan yang sosial negara dan bangsa, dapat melihat bahwa ketiga ekonomi mempunyai sebuah hubungan yang sangat dekat di mana mereka terus saling mempengaruhi dan mempromosikan kemajuan sistem lainnya.

Baca Juga :

Demikian artikel yang dapat kami sampaikan untuk Anda mengenai Ideologi Kapitalisme. Semoga dapat bermanfaat untuk Anda.