Iklim Koppen

3 min read

Iklim Koppen – Pada dasarnya terdapat sebuah sistem yang pengklasifikasian nya berbentuk sebuah iklim empiris vegetasi. Pengklasifikasian tersebut dengan koppen dapat dikembangkan karena seseorang yakni ahli botani yaitu klimatologi Wadlimir Koppen berasal dari negara Jerman.

Dalam artikel ini akan membahas tentang Iklim Koppen. Kalian penasarasan? Yukk.. Simak penjelasan nya sebagai berikut.

Apa itu Iklim Koppen ?

Iklim-Koppen

Iklim Koppen merupakan salah satu klasifikasi sebuah iklim yang dapat digunakan berbagai negara Indonesia. Koppen menjelaskan bahwa efektivitas pada proses hujan untuk pertumbuhan dan pengembangan tanaman.

Tidak hanya bergantung pada jumlah hujan, tetapi pada intensitas penguapan yang dapat menyebabkan hilangnya air secara signifikan baik dari tanaman dan dari tanah. Hubungan antara intensitas penguapan dan efektivitas hujan dapat ditunjukkan pada hubungan antara suhu dan hujan.

Contoh dari iklim tersebut adalah terdapat jumlah curah hujan yang sama dengan yang terjadi pada sebuah iklim panas atau terkonsentrasi pada musim panas, yang berarti bahwa penguapan besar lebih rendah pada tanaman dari pada pada tanaman yang jatuh di iklim yang dingin.

Macam – Macam Iklim Koppen

Koppen membagi iklim pada dunia menjadi huruf besar dan kecil berdasarkan kondisi curah hujan dan suhu pada suatu daerah.

Simbol huruf kapital digunakan sebagai menentukan pembagian pada wilayah iklim berdasarkan suhu bulan terhangat atau terdingin. Pada huruf kecil digunakan sebagai membedakan antara tipe atau fitur hujan di setiap zona iklim.

  • A : Iklim Tropis
  • B : Iklim Kering
  • C : Iklim Sedang
  • D : Iklim Dingin
  • E : Iklim Kutub
  • f: Selalu basah (hujan dapat turun di semua musim)
  • s: Bulan musim panas yang kering pada belahan bumi yang bersangkutan
  • w: Bulan kering (winter)
  • m: Hujan sedang atau cukup
Baca Juga :  Rumah Adat Sumatera Selatan

Kombinasi dari masing-masing kondisi dan suhu presipitasi dapat menghasilkan pada pembagian iklim diantaranya adalah:

1. Iklim Hujan Tropis (A)

Iklim hujan tropis adalah sebuah iklim yang dianggap panas. Distribusi berlangsung pada daerah dengan suhu bulanan terdingin sekitar 180° Celcius.

Iklim hujan tropis dapat dibagi menjadi 3 jenis iklim, di antaranya adalah:

a. Hutan Hujan Tropis (Af)

Iklim pada hutan hujan tropis, dapat dikenal sebagai Iklim Khatulistiwa yakni iklim yang biasanya terdapat di daerah tropis atau sepanjang khatulistiwa dan selalu turun hujan sepanjang tahun.

Hutan tersebut dapat dikenal sebagai paru-paru dunia, dengan hampir 40% produksi oksigen global berasal dari hutan hujan tropis. Selain itu berfungsi untuk penyimpan sebuah cadangan pada karbon global. Penyebarannya di wilayah Indonesia mencakup wilayah Sulawesi Utara, Sumatera, dan Kalimantan.

Karakteristik pada daerah yang mempunyai sebuah iklim di antaranya adalah:

  • Memiliki sebuah curah hujan yang cukup tinggi (lebih dari 1200 mm per tahun).
  • Memiliki suatu musim kemarau singkat, bahkan pada beberapa daerah hampir tidak akan pernah mengalami musim kemarau, oleh karena itu tipe hutan tersebut sering disebut sebagai evergreen (selalu hijau) atau hutan everwet (selalu basah).
  • Memiliki banyak sebuah jenis pohon.
  • Memiliki suhu yang stabil pada kisaran 20-34° C
  • Radiasi matahari yang memadai, karena hutan hujan tropis terletak di garis lintang 5° hingga 10° pada utara dan selatan khatulistiwa.

b. Monsoon Tropika (Am)

Iklim musoon atau iklim sedang adalah daerah transisi yang terdapat curah hujan pada bulan basah yang dapat mengimbangi kurangnya hujan pada bulan kering, karena musim kemarau hanya singkat.

Masih ada hutan lebat di wilayah tersebut. Distribusi di negara Indonesia mencakup wilayah Jawa Tengah, Jawa Barat, pantai selatan Papua dan sebagian Sulawesi Selatan.

Baca Juga :  Pengertian Manajer

c. Savana (As dan Aw)

Iklim sabana savana atau iklim tropis dengan musim panas kering (As) adalah suatu daerah dengan musim kemarau panjang. Jumlah hujan di bulan basah tidak bisa mengimbangi kurangnya hujan pada bulan kering.

Vegetasi yang dapat tumbuh pada wilayah tersebut tidak banyak. Seperti vegetasi yakni sebuah pohon langka dan rumput.

Terdapat sabana dengan iklim kering atau musim dingin A. Suhu rata-rata tahunan pada wilayah sabana ialah 26,5° C dan ada rata-rata 1391 mm presipitasi.

2. Iklim Kering (B)

Iklim sub tropis atau kering adalah sebuah iklim dengan tingkat penguapan yang lebih tinggi dari pada curah hujan, yang akan terjadi pada sepanjang tahun.

Suhu di bulan terdingin mencapai 18,3° C. Daerah tersebut dengan iklim mempunyai sebuah persediaan air yang bahkan tidak mendukung dunia tanaman, melainkan distribusi iklim kering.

Langkah-langkah untuk menentukan suatu iklim tersebut di antaranya adalah:

  • Lipat gandakan suhu tahunan rata-rata dalam ° C hingga 20.
  • Tambahkan 280 jika bulan-bulan musim semi dan musim panas (April hingga September di belahan bumi utara atau Oktober hingga Maret di belahan bumi selatan) menyumbang 70% atau lebih dari total curah hujan tahunan.
  • Ditambahkan jika 140 jika 30% – 70% dari total curah hujan dapat diterima yakni selama periode yang valid.
  • Ditambahkan pada 0 jika kurang dari 30% dalam total curah hujan yang akan diterima.

Iklim kering dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

a. Iklim Stepa atau Iklim Semi-Kering (Bs)

Akan terjadi ketika adanya perhitungan yang dapat dihasilkan yang dapat menunjukkan bahwa curah hujan tahunan lebih dari setengah produksi akhir.

b. Iklim Padang Pasir atau Gurun (Bw)

Akan terjadi jika perhitungan yang dihasilkan menunjukkan bahwa curah hujan kurang dari setengah dari hasil akhir. Vegetasi yang dapat bertahan hidup pada iklim tersebut ialah kaktus.

Baca Juga :  Pengertian Migrasi

3. Iklim Hujan Sedang atau Mesotermal (C)

Iklim hujan sedang adalah suatu iklim yang lazim pada daerah dengan suhu rata-rata di bulan terpanas lebih dari 10° Celcius.

Iklim dapat dibagi menjadi 3 jenis iklim, di antaranya adalah:

  • Iklim sedang dengan musim panas kering (Cs). Distribusi tersebut meliputi Perth di Australia, Santiago di Chili, California, MAdrid di Spanyol, dan sebagainya.
  • Iklim sedang dengan hujan di semua bulan basah (Cf).
  • Iklimnya lembab (mesothermic basah) dengan musim dingin yang kering (Cw). Distribusi tersebut mencakup Norwegia, Argentina, Chili, dan Islandia.

4. Iklim Dingin atau Mikrotermal (D)

Iklim dingin adalah iklim di mana suhu rata-rata di bulan terdingin adalah di bawah -3° C, sedangkan suhu rata-rata di bulan yang terpanas adalah di atas 10° C.

Iklim dingin dibagi menjadi 2 jenis, di antaranya adalah:

  • Iklim musim dingin kering dengan hutan salju dingin (Dw). Distribusi tersebut meliputi Korea Selatan dan Rusia dan Seoul.
  • Iklim hutan salju yang dingin dengan semua bulan lembab (Df). Penjualan ada pada negara Kanada, Norwegia, dan sebagainya.

5. Iklim Kutub (E)

Iklim kutub adalah iklim yang berlaku pada daerah di mana memiliki sebuah suhu rata-rata pada bulan yang terpanas adalah di bawah 10° Celcius. Wilayah ini tidak mengerti pada suatu musim panas, terdapat suatu ladang lumut dan salju abadi.

Iklim kutub dapat dibagi menjadi 2 jenis iklim, di antaranya adalah:

  • Iklim Tundra (ET). Distribusi tersebut mencakup Rusia dan Kanada bagian utara.
  • Iklim Es Salju Abadi (EF). Penyebarannya meliputi Greenland dan Antartika.

Dalam iklim ini, bahwa mempunyai sebuah efektivitas pada proses hujan untuk pertumbuhan dan pengembangan tanaman.

Baca Juga :

Demikian penjelasan dari kami tentang Iklim Koppen. Semoga bermanfaat dan dapat membantu Anda.

Iklim Fisis

Ika Evitasari
3 min read