Jenis – Jenis Majas

5 min read

Jenis-Jenis Majas – Di Indonesia banyak jenis kalimat yang dikenal. Salah satu jenis kalimat yang umum digunakan ialah Majas. Majas sendiri mempunyai karakteristik gaya bahasa yang dapat digunakan.

Apa arti dari Majas dan bentuk apa yang ada? Selanjutnya kita membahas makna majas atau gaya bahasa, contoh-contoh kalimat majas dan juga jenis-jenis majas yang umum digunakan dalam bahasa Indonesia.

Apa yang dimaksud degan Majas ?

Pengertian Majas merupakan sebuah gaya bahasa yang digunakan sebagai cara menyampaikan pesan secara imajinatif atau bergambar.

Secara umum, istilah Majas yakni dalam penggunaan kekayaan gaya linguistik dengan penggunaan varietas tertentu, sebagai mencapai efek yang membuat karya sastra lebih hidup atau lebih nyata.

Penggunaan bahasa dalam gaya bicara ini bertujuan sebagai membuat pembaca merasakan efek emosional tertentu dari gaya bahasa tersebut. Bergantung pada percakapan atau gaya bahasa yang diinginkan, berbagai jenis ucapan sering digunakan. Untuk alasan ini, diketahui bahwa ada banyak jenis-jenis majas.

Jenis – Jenis Majas Beserta Contoh

Secara umum, dalam sebuah bentuk ini dapat dibagi menjadi empat kelompok besar atau jenis-jenis dalam majas ini, termasuk perbandingan, kiasan, kontradiksi, dan penegasan.

Pembagian dapat didasarkan pada bagaimana makna gambar diekspresikan dalam gaya bahasa yang digunakan.

Jenis-jenis-Majas

1. Majas Perbandingan

Jenis perbandingan termasuk bentuk yang menggunakan gaya bahasa ekspresi dengan membandingkan suatu objek dengan objek lain melalui proses penyeimbangan, pengisian berlebih, atau penggantian.

Juga di perbandingan ini, dapat dibagi menjadi beberapa subtipe yang berbeda diantaranya adalah:

a. Majas Personifikasi

Personifikasi tingkat lanjut menggunakan gaya bahasa yang ekspresinya tampaknya menggantikan fungsi objek tak bernyawa yang dapat berperilaku seperti manusia.

Keagungan ini membandingkan benda mati dan manusia. Jadi ini tentang kata “orang”, yang memiliki sebuah yaitu “orang” atau “benda mati”.

Contoh Majas Personifikasi

  • Penghapus itu sedang menari-nari di papan tulis.
  • Anisa melihat pohon kelapa yang melambai-labai dari pantai.
  • Laptopku lelah karena begadang semalam.
  • Pohon-pohon di hutan bergembira ketika hujan turun.
  • Pantai itu terlihat lebih cantik ketika mengeluarkan pelangi.
  • Icka dapat merasakan dinding yang berbincang-bincang denganku.
Baca Juga :  Surat Izin Sekolah

b. Majas Asosiasi

Majas Asosiasi merupakan kerja sama di mana ekspresi digunakan dengan membandingkan dua objek yang berbeda. Namun, dianggap sama dengan memberikan kata sambung seperti, suka atau serupa.

Contoh Majas Asosiasi

  • Siti dan Sita sangat mirip dengan pinang.
  • Harapannya terpenuhi seperti yang dapat diinginkan.
  • Penderitaan memang mudah diubah seperti air yang berada daun talas.
  • Dia tidak muncul di bumi untuk waktu yang lama.
  • Seperti tidak ada gading yang belum retak, tidak ada orang yang sempurna.
  • Nasib Nikita harus berubah seperti roda yang berputar.

c. Majas Metaforis

Bentuk metaforis merupakan sebuah objek yang menggunakan objek yang berbentuk identik dengan pesan yang akan disampaikan melalui ekspresi. Jadi suatu objek dibandingkan dengan objek lain yang secara mirip tapi bukan manusia.

Contoh Majas Metafora

  • Ilham ialah bunga desa yang selalu indah.
  • Lily selalu menjadi contoh dari perilakunya yang buruk.
  • Kita harus tetap waspada dengan dia, karena dia terkenal memiliki sifat tangan panjang.
  • Raja hutan mempunyai suara yang gemuruh.
  • Dinda sangat senang dengan suvenir yang diberikan oleh Paman.
  • Abil mencoba memproduksi tas ini.

d. Majas Metonimia

Majas Metonimia merupakan majas yang menggunakan gaya bahasa dengan menggabungkan merek atau untuk merujuk pada hal-hal yang lebih umum.

Contoh Majas Metonimia

  • Saya suka menghisam rokok gudang garam.
  • Dulhia menyuruhku untuk membeli rokok Super Djarum.
  • Untuk menghindari mabuk perjalanan, minumlah Antimo sebelum bepergian.
  • Jika akhir bulan, saya biasanya makan mie instan yakni supermi.
  • Tolong bawakan air dingin, saya sangat haus.
  • Sore ini sangat panas sehingga saya hanya ingin minum segelas teh.

e. Majas Eufemisme

Eufemisme merupakan sebuah bentuk bahasa yang dapat menggantikan kata-kata dianggap kurang etis atau kurang baik dengan kata-kata halus yang ekuivalen dan setara yang bermakna.

Contoh Majas Eufemisme

  • Dia adalah seorang cacat pada fisiknya.
  • Kita harus membantu orang yang kehilangan tuna grahita.
  • Bocah malang itu terlahir tidak memiliki mata.
  • Guru itu merupakan seorang difabel tetapi dia sangat semangat untuk mengajar murid-muridnya.
  • Dia harus merana karena kecelakaan di Hotel Prodeo.
  • Karena dia terlibat dalam kasus korupsi, dia harus dibawa ke meja hijau.

f. Majas Alegori

Majas Alegori merupakan sebuah majas dengan gaya linguistik yang menyandingkan objek dengan kata-kata kiasan dalam konotasi atau ungkapan yang bermakna.

Contoh Majas Alegori

  • Ketika Anda mencapai dermaga kehidupan, itu adalah anak Anda yang docking.
  • Ana mencari surga cintanya dan berlabuh di Adilah.
  • Dalam perjuangan untuk identitas, kita sendiri adalah pejuang dan orang tua yang menjadi pelatih.
  • Game politik ini membutuhkan kapten yang tepat.
  • Dalam perlombaan Ani memenangkan hati sang juri.
Baca Juga :  Pengertian Klausa

g. Majas Simbolik

Majas Simbolik dapat menggunakan sebuah gaya bahasa yang dapat membandingkan manusia dengan sikap makhluk hidup lain dalam bentuk sebuah ekspresi atau ungkapan.

Contoh Majas Simbolik

  • Faisal sangat berani seperti raja rimba.
  • Ainur dikatakan sebagai bunga desa yang dikagumi oleh semua pria.
  • Ely seperti ratu lebah yang disukai banyak orang.
  • Dinda yang masih sendiri, pantas dianggap sebagai Lotus, cantik tetapi sulit di jangkau.

h. Majas Hiperbola

Majas Hiperbola merupakan sebuah majas yang dapat mengekspresikan sesuatu dengan kesan berlebihan dan bahkan dapat membandingkan sesuatu yang tidak masuk akal.

Contoh Majas Hiperbola

  • Dia terbiasa menjadi tulang punggung keluarganya.
  • Lisa setengah mati senang karena dia mendapat lotre.
  • Dodi menangis sampai air matanya habis dan matanya bergemruh karena telah kehilangan barang berharganya.
  • Lari maraton sangatlah melelahkan hingga kaki dan badanku ingin pergi sendiri-sendiri.
  • Suaranya telah mengalihkan duniaku.
  • Gadis tersebut bernyanyi dengan sangat keras sehingga dapat merusak telingaku.

i. Majas Sinekdok

Majas Sinekdok menunjukkan representasi dalam mengekspresikan sesuatu. Dapat melihat distribusi pertemuan sinekdok ini.

Contoh Majas Sinekdok

  • Kita hanya harus memiliki kepala dalam pertemuan ini.
  • Saya membeli tiga ekor ayam malam ini untuk pesta itu.
  • Dia hanya menunjukkan batang hidung untuk sementara dan kemudian pergi.
  • Malaysia mengalahkan Thailand di pertandingan sepak bola.
  • Piliphina menyerang negara-negara yang dianggap sangat berbahaya.
  • Cina menyatakan bahwa mereka memiliki mata yang sipit.
  • Jepang telah berhasil menerbangkan tempur terbaru, yang dikatakan sangat canggih.

j. Majas Simile

Dapat dikatakan bahwa majas simile ini mirip dengan majas terkait yang menggunakan konjungsi dalam bentuk bak, seperti atau suka.

Satu-satunya perbedaan dalam bentuk yang serupa ini ialah tidak membandingkan dua objek yang berbeda, tetapi untuk membandingkan kegiatan dengan ekspresi dengan makna yang sama.

Contoh Majas Simile

  • Sering menggantungnya sehingga tidak seperti kura-kura dalam cangkang.
  • Dia selalu mematuhi kepala geng seperti kerbau yang tertusuk hidungnya.
  • Lila dikenal anak pemalas seperti beruang di musim yang dingin.
  • Kakakmu terlihat sangat lapar, seperti singa yang lapar.
  • Pertemuan hari ini sangat kacau, seperti hutan badai.

2. Majas Pertentangan

Majas Pertentangan adalah bentuk gaya linguistik dengan kata-kata kiasan yang bertentangan dengan apa yang dimaksudkan. Jenis-jenis majas ini dapat dibagi menjadi beberapa subtipe, yakni:

Baca Juga :  Tut Wuri Handayani

a. Majas Litotes

Majas Litotes merupakan kebalikan dari hiperbola, tetapi lebih sempit dalam hal ekspresi yang bertujuan sebagai merendahkan diri, dan pada kenyataan dari makna yang dimaksudkan bukanlah apa yang dikatakan.

Contoh Majas Litotes

  • Apa pun yang kami peroleh hanya dapat menyediakan pondok sederhana ini untuk Anda.
  • Silakan menikmati hidangan enaknya ini.
  • Ini adalah ucapan terima kasih hanya untuk menutupi kredit.
  • Ya, ini ialah motor baru yang kita beli.
  • Saya harap Anda semua bisa merasa nyaman dengan tikar sederhana ini.

b. Majas Antitesis

Majas Antitesis merupakan yang menggabungkan pasangan kata yang memiliki makna kontradiktif.

Contoh Majas Antitesis

  • Ukuran kue yang kecil ini masih terasa enak.
  • Tinggi dan rendahnya martabat kita bergantung pada perilaku kita.
  • Orang akan menilai yang buruk dan baik dari kita dengan sikap kita terhadap mereka.
  • Penting untuk menilai orang berdasarkan tindakan benar dan perbuatan salah mereka.
  • Memilik rasa benci ialah hak kita untuk mengatur perasaan kita sendiri.
  • Kita harus selalu melupakan, menyambut, atau mengingat teman-teman kita.
  • Penyakit sehat merupakan anugerah yang patut perlu syukuri.

c. Majas Kontradiksi Interminis

Majas Kontradiksi Interminis merupakan sebua gaya bicara dengan ekspresi yang menyangkal ucapan yang akan diucapkan sebelumnya dan biasanya diikuti oleh kata sambung, misalnya kata-kata, kecuali atau hanya.

Contoh Majas Kontradiksi Interminis

  • Kota-kota besar ini terlihat sangat indah, terkecuali di pinggiran, menjadi semakin mewah.
  • Pesta itu sangat amat meriah, hanya saja terlihat sepi di tamannya.
  • Burung-burung di sana sangat cantik, kecuali burung kecil yang terluka yang terlihat buruk.
  • Ternak Pak Sugianto nampak sehat, tetapi hanya ada beberapa hewan yang sakit.
  • Mobil-mobil di dealer itu sangat modern, kecuali untuk satu mobil di ujung yang lain, yang terlihat kuno.

d. Majas Paradoks

Majas Paradoks merupakan sebuah kolaborasi dengan ekspresi yang membandingkan situasi atau fakta asli dengan situasi yang berlawanan.

Contoh Majas Paradoks

  • Dia lapar, meskipun dia bekerja di kuliner.
  • Dia tersenyum, meskipun hatinya sedih karena kekasihnya.
  • Ana masih menangis ketika orang-orang tertawa di sekitarnya.
  • Liana merasa malas dalam semangat para relawan.
  • Dodo merasa berisik di ruangan kosong ini.

Baca Juga :

Dalam sebuah majas terdapat beberapa jenis-jenis majas dan penjelasan yang sangat berbeda pada majas-majas tersebut. Demikian artikel yang dapat kami sampaikan untuk Anda, yaitu mengenai Jenis-Jenis Majas. Semoga dapat bermanfaat untuk Anda.

Pengertian Teks Ulasan

Ika Evitasari
2 min read

Teks Cerita Fiksi

Ika Evitasari
2 min read