Ika Evitasari Memiliki Hobi Menulis, Senang Berbagi dan Selalu Berharap Bimbingan dari Para Guru

Jenis – Jenis Manusia Purba

5 min read

Jenis-Jenis Manusia Purba – Pada awal sebuah kehidupan, manusia tidak seperti saat ini. Meskipun mereka mempunyai suatu bentuk yang begitu sama, tetapi mereka tidak sama. Karena ini sudah lama terjadi, manusia ini disebut manusia purba.

Terdapat juga fosil, benda-benda, dan beberapa peninggalan leluhur pada masa itu, yang punya banyak penjelasan tentang kehidupan orang-orang kuno di masanya.

Apakah kalian mengetahui mengenai manusia purba? Pada zaman saat ini memang tidak ada manusia tersebut, karena manusia itu ada sejak zaman kuno.

Dalam pembahasan kali ini, kami akan menjelaskan berbagai macam jenis manusia purba yang akan dijelaskan dengan singkat dan jelas. Yuukk… Simak ulasan nya sebagai berikut.

Apa itu Manusia Purba ?

Manusia Purba atau manusia dalam prasejarah merupakan orang yang hidup di zaman jutaan tahun yang lalu. Pada umumnya, manusia purba ialah orang-orang yang hidup sebelum adanya sebuah tulisan telah ditemukan. Dan mempunyai berbagai banyak ras dan suku.

Beberapa seorang peneliti telah mengatakan bahwa manusia purba saat ini ialah menjadi nenek moyang manusia pada zaman sekarang atau pada zaman modern. Fitur luar biasa dari orang-orang kuno adalah bahwa mereka hidup atau berpindah nomaden. Itu karena mereka masih hidup, yang sangat bergantung pada sumber daya alam.

Jenis-Jenis-Manusia-Purba

Ketika sumber daya alam di daerah tersebut habis atau sulit ditemukan, mereka pindah ke daerah lain. Mereka hidup berkelompok untuk menemukan tempat baru bersama.

Dari banyak kelompok dalam manusia purba di berbagai wilayah dunia, telah banyak jenis manusia purba membuat diri mereka sendiri. Terlepas dari lokasi geografis, yang membedakan spesies manusia purba, perubahan zaman juga berpengaruh.

Jenis – Jenis Manusia Purba

Pada manusia purba dari satu generasi ke generasi berikutnya begitu sangat berbeda. Fakta dalam sejarahnya telah menyebutkan bahwa manusia purba merupakan di satu wilayah atau di satu daerah dengan daerah lain yang mempunyai perbedaan.

Macam-Macam-Manusia-Purba

Terdapat perbedaan dalam masing-masing jenisnya. Berikut merupakan jenis manusia purba secara umum dan penjelasan nya.

1. Meganthropus Paleojavanicus

Meganthropus Paleojavanicus merupakan manusia purba yang tertua dari pada yang lainnya. Memiliki sebuah bentuk tubuhnya adalah yang terbesar dari pada yang lainnya. Van Koenigswald merupakan salah satu orang arkeolog pertama dari kincir angin dengan wilayah Belanda yang telah menemukannya dalam bentuk fosil.

Baca Juga :  Kebudayaan Dongson

Pada waktu itu, Ia pada tahun 1936 sebagai belajar di Sangiran. Pria purba yang dia temukan ini merupakan yang pertama kalinya tinggal di pulau jawa.

Dari namanya sudah cukup untuk menjelaskan mengenai manusia purba. Megan yakni memiliki sebuah arti besar, Anthropus yang artinya manusia, Paleo dapat diartikan sebagai kata sifat “tua” dan javanicus merupakan Jawa. Terlihat dari penelitian fosil terdapat teknologi peluruhan karbon, mengenai manusia yang tertua, yakni hidup dalam dua juta tahun yang lalu.

Ciri – Ciri Meganthropus Paleojavanicus

Terdapat ciri-ciri dari Meganthropus Paleojavanicus yang telah membedakan dari manusia jenis lainnya, diantaranya ialah:

  • Hidung lebih lebar.
  • Tulang pipi tebal.
  • Otot rahang, kunyah, dan gigi sangat kuat.
  • Mempunyai tonjolan belakang tajam dan melintang.
  • Tidak berdagu.
  • Volume otak 900 cc.
  • Badan tegap.
  • Pemakan tumbuh-tumbuhan.
  • Tulang Kening menonjol.
  • Hidup secara berkelompok dan nomaden.

2. Pithecanthropus Erectus

Pithecanthropus Paleojavanicus yakni telah dianggap manusia dalam kehidupan kuno dan hidup satu hingga dua juta tahun yang lalu. Penemunya ialah Eugene Dubois dengan tahun 1890 dan diduga hidup pada zaman Pleistosen tengah. Fosilnya yang pertama, yakni pada bagian molar lembah ditemukan Bengawan Solo, daerah Trinil. Penemuan selanjutnya dilacak dengan tulang rahang, kaki dan tengkorak bagian atas.

Hidupnya terjadi dengan berpindah-pindah atau nomaden, yang tergantung dalam ketersediaan makanan di daerah di mana dia tinggal. Karena itu, fosil ditemukan di Tepi sungai, karena hutan, mata air, dan ikan dapat melakukannya Mereka bertahan lebih baik. Tidak hanya makan pertumbuhan Tumbuhan, mereka juga tahu cara berburu dan memakan hewan untuk menangkap.

Ciri – Ciri Pithecanthropus Erectus

Terdapat ciri-ciri pada Pithecanthropus Erectus, diantaranya ialah:

  • Mempunyai suatu leher dan untuk menguyah yang begitu sangat kuat.
  • Dalam volume otak berkisar dari 750 cm³ hingga 1350 cm³.
  • Memiliki tubuh yang kuat, tetapi tidak cukup tegak.
  • Hidung lebih tebal.
  • Dahi dan kepala lebih menonjol dan melintang di dahi.
  • Mempunyai tinggi sekitar 165 cm sampai 180 cm.
  • Mempunyai gigi geraham lebih besar dan lebih kuat.

3. Pithecanthropus Soloensis

Dalam suatu namanya dalam Pithecanthropus soloensis memiliki arti yakni manusia kera dari solo. Jenis fosil manusia purba ini ditemukan dengan Openorth dan Von Koenigswald di daerah tersebut yakni Ngandong sekitar pada tahun 1931.

Hingga tahun 1933, terdapat jenis orang tua serupa lainnya di Sangiran yakni dekat Sungai Bengawan Solo. Pada bagian awal yang telah ditemukannya ialah tulang tengkorak dan tulang kering.

Ciri – Ciri Pithecanthropus Soloensis

Karakteristik kekhasan pada manusia purba ini yakni terletak pada bagian-bagian tersebut, diantaranya ialah:

  • Bentuk tubuh yang kuat.
  • Leher berotot dan bugar kuat dan besar.
  • Tulang belakang lebih terasa.
  • tulang pipi lebih tebal.
  • Termasuk semua pemakan.
  • Tonjolan di dahi yang tebal.
  • tulang pipi yang menonjol.
  • Rahang bawah besar dan kuat, tidak memiliki dagu.
  • Volume otak 750 cc – 1350 cc.
  • Tinggi sekitar 165 cm – 180 cm.
Baca Juga :  Kerajaan Mataram Kuno

4. Pithecanthropus mojokertensis

Von Koenigswald menemukan fosil manusia pada tahun 1939 Tempat tua ini berada di Mojokerto Jawa Timur. penemuan Yang pertama adalah fosil tengkorak manusia purba seorang anak yang berusia sekitar enam tahun. Tahun 1936 Widenreich juga menemukan temuan serupa di kota yang sama.

Ciri – Ciri Pithecanthropus Mojokertensis

Bagian tubuh yang telah mencerminkan Pithecanthropus Mojokertensis, diantaranya ialah:

  • Menurut fosil yang ditemukan itu seharusnya hidup dua setengah juta tahun yang lalu.
  • Dengan tengkorak oval dan tebal.
  • Tentang ukuran volume otak 750 cc – 1.300 cc.
  • Memiliki tinggi 165 cm – 180 cm.
  • Tubuh yang kuat dan tanpa dagu.
  • Seperti orang tua lainnya, bentuk dahi menonjol.

5. Homo Floresiensis

Sesuai namanya, orang tua ini ditemukan di pulau itu Flores Nusa Tenggara. Penemunya adalah arkeolog Warga dan arkeolog dari New England Universitas. Lebih muda dari Homo tipe Pithecanthropus Floresiensis hidup sekitar 12.000 tahun yang lalu. Bersama Penggalian di Linag Bua juga menemukan fosil lain seperti kadal monitor, tikus dan gajah Stegodo.

Ciri – Ciri Homo Floresiensis

Karakteristik dari jenis manusia purba ini adalah:

  • Tinggi sekitar 1 meter dan tinggi kerdil.
  • Berat sekitar 25 kg.
  • Memiliki bentuk dahi yang sempit dan tidak menonjol.
  • Tulang rahang lebih terasa.
  • Memiliki volume otak kecil sekitar 380 cc.
  • Bentuk kepala yang begitu kecil.

6. Homo Wajakensis

Homo Wajakensis merupakan arkeolog yang terkenal, yakni Eugene Dubois yang bernama, Ia telah menemukan dalam manuia purba ini. Fosil pertama telah diketahui yakni terletak di Campung Tulungagung Jawa Timur.

Sudah sedikit modern karena telah ditemukan bersama dengan penemuannya yang juga memiliki sebuah perangkat sebagai memproduksi bahan makanan dari batu dan tulang. Ini berarti membuktikan bahwa mereka sudah tahu caranya. Cara mengolah makanan dengan cara dimasak.

Ciri – Ciri Homo Wajakensis

Adapun beberapa ciri-ciri dari Homo Wajakensis, yang diantaranya ialah sebagai berikut:

  • Memiliki bentuk wajah yang rata dan lebih luas di bagian mulut dan rahang menonjol sangat luas.
  • Memiliki sebuah dahi yang berbentuk miring.
  • Terdapat kerutan di dahi yang dimikiki oleh segala usia
  • Tulang pipi yang menonjol keluar
  • Berdiri tegak dan berjalan dengan cara tegak.
  • Mempunyai tinggi sekitar 130 cm – 210 cm.
  • Bobotnya 30 kg – 150 kg.
  • Letak pada bagian hidung dan mulut agak jauh.

7. Homo Soloensis

Weidenrich dan Koenigswald menemukan lelaki kuno ini Kisaran 1931 – 1934. Karena volume terhadap otaknya, manusia pada zaman kuno ini tidak termasuk dalam kelompok Pithecanthropus atau manusia kera.

Karena mereka dianggap lebih pintar dan mempunyai kehidupan yang lebih baik. Fosil pertama ditemukan dengan bentuk tulang tengkorak. Perkiraan waktu dalam hidupnya terjadi 900.000 hingga 300.000 tahun yang lalu.

Baca Juga :  Sejarah Borobudur

Ciri – Ciri Homo Soloensis

Terdapat ciri-ciri yang menjadi keunikan bagi manusia purba ini, diantaranya ialah:

  • Memiliki volume otak 1.000 cc – 1.300 cc.
  • Mempunyai tinggi sekitar 130 – 210 cm.
  • Mempunyai bentuk wajah yang tidak menonjol seperti manusia monyet.
  • Cara berjalan yakni dengan bipedal.
  • Memiliki tubuh yang lebih kuat.

8. Homo Sapiens atau Homo Erectus

Manusia purba semacam ini merupakan usia yang termuda dan paling dekat dengan bentuk manusia saat ini. Terkadang telah di yakini bahwa mereka sudah mempunyai bentuk struktur dalam kehidupan mereka untuk setiap anggota terhadap kelompoknya.

Beberapa ahli telah meneliti manusia kuno ini. Yang menemukan bahwa mereka sudah mempunyai sebuah kehidupan sosial lebih baik dan berpikiran lebih cerdas.

Ciri – Ciri Homosapiens atau Homo Erectus

Dalam Homosapiens atau Homo Erectus, mempunyai sebuah ciri-ciri yang membedakan dengan manusia purba yang lain, diantaranya ialah:

  • Memiliki sebuah karakteristik manusia ras Mongoloid dan Austramelanosoid.
  • Dapat berdiri dengan cara tegap dan tegak.
  • Mempunyai bentuk wajah seperti manusia pada umunya.
  • Memiliki volume pada otak berkisar dari 1.000 cc hingga 1.200 cc.
  • Memiliki cara berpikir yang baik.
  • Mempunyai ketinggian sekitar 130 – 210 cm.
  • Dalam bentuk kening tidak menonjol.
  • Sudah mempunyai dagu
  • Telah mengalami penyusutan dalam bagian otot.
  • Bentuk rahang serta bentuk gigi lebih kecil dan tidak terlalu kuat pithecanthropus

Cara untuk Mencari Makanan Manusia Purba

Dalam mempertahankan keberadaannya, manusia kuno ini telah melakukannya berbagai hal untuk mencari sebuah makanan. Termasuk yang harus dilakukan ialah dengan cara berburu.

Ciri-ciri dalam kehidupan mereka telah dianalisis dari berbagai fakta yang telah ditemukan, diantaranya ialah:

  • Manusia purba atau manisa kuno tidak memiliki sebuah tempat tinggal yang permanen, mereka sering berpindah-pindah tempat dan tidak kembali ke tempat itu awal mulanya.
  • Semakin banyak hari kehidupan manusia purba yang awalnya adalah diri mereka sendiri.
  • Telah membentuk kelompok-kelompok kecil
  • Memiliki tempat tinggal yang aman dan paling panjang untuk hidup bagi mereka adalah sebuah Goa.
  • Selama perburuan, mereka sudah tahu seni, itu terbukti dengan penemuan lukisan di Goa, bekas kediamannya. Adanya gambar-gambar binatang seperti babi dan rusa telah dibunuh dengan panah. Telah mengenai beberapa warna, karena pada lukisan memiliki warna hitam, merah, dan putih
  • Pada masa itu, mereka sudah memakan jenis ubi.

Pada umumnya, manusia purba ialah orang-orang yang hidup sebelum adanya sebuah tulisan telah ditemukan.

Baca Juga :

Demikian pembahasan kali ini yang telah kami sampaikan dengan jelas dan singkat mengenai Jenis-Jenis Manusia Purba. Semoga ulasan ini dapat berguna dan bermanfaat bagi Anda semua.

Ika Evitasari
Ika Evitasari Memiliki Hobi Menulis, Senang Berbagi dan Selalu Berharap Bimbingan dari Para Guru

Suku Asmat

Ika Evitasari Ika Evitasari
2 min read

Tari Serimpi

Ika Evitasari Ika Evitasari
2 min read

Tari Topeng

Ika Evitasari Ika Evitasari
2 min read