Kerajaan Tarumanegara

2 min read

Kerajaan Tarumanegara – Kerajaan Hindu tertua di wilayah Indonesia yang kedua setelah Kerajaan Kutai. Dalam Kerajaan ini berkuasa di wilayah Jawa Barat pada abad ke-4 hingga abad ke-7 Masehi.

Ini dibuktikan bahwa dengan adanya berbagai peninggalan sejarah yang masih ada hingga sampai saat ini. Ada juga beberapa jenis peninggalan, yang akan dijelaskan secara ringkas dan jelas sebagai berikut.

Bagaimana Sejarah Kerajaan Tarumanegara ?

Kerajaan Tarumanegara telah didirikan pada tahun 358 dengan Raja diraja guru Jayasinghawarman. Raja Jayasinghawarman yakni telah memimpin dalam pelarian keluarga suatu kerajaan, yang berhasil melarikan diri dari para musuh.

Di mana pada waktu itu pada sebuah Kerajaan Salakanagara yakni telah diserang hingga sampai terus-menerus. Selama pengasingannya, Jayasinghawarman telah mendirikan kerajaan baru yang disebut dengan Kerajaan Tarumanegara.

Kerajaan ini telah didirikan di wilayah tepi Citarum, Banten, Kabupaten Lebak. Nama Tarumanegara sendiri berasal dari sebuah nama tanaman yang telah tumbuh subur di bagian tepi Sungai Citarum Tarum. Tanaman itu digunakan sebagai pengawet dan mewarnai benang tenun. Tidak hanya itu, dalam tanaman ini merupakan sebuah komoditas ekspor yang terbesar dan sumber pendapatan terbesar di wilayah Kerajaan Tarumanegara.

Kerajaan-Tarumanegara

Letak Kerajaan Tarumanegara

Lokasi atau posisi Kerajaan Tarumanegara berada di wilayah Jawa Barat. Pada daerah dapat diperluas dengan perkembangan kerajaan ini setelah dipimpin dengan seorang raja bernama Raja Purnawarman.

Raja Purnawarman, sebagaimana telah disebutkan dalam sebuah Prasasti Kebon Kopi, Prasasti Ciaruteun, dan berbagai prasasti lainnya, merupakan suatu sosok raja yang sangat pandai berperang. Raja Purnawarman berhasil melakukan perluasan atau ekspansi dari berbagai daerah.

Baca Juga :  Sejarah Walisongo

Pada wilayah Kerajaan ini meliputi hampir seluruh Jawa Barat dan Banten. Bahkan, Kerajaan Tarumanegara juga memiliki dampak besar pada Kerajaan Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Kemudian dapat berperang dan taklukkan Kerajaan Salakanagara, yang sebelumnya berkuasa di tanah Sunda. Sebagai hasil dari ekspansi ini, wilayah dan lokasi Kerajaan Tarumanegara juga meluas ke wilayah Jakarta (Tanjung Priok) dan juga ke wilayah Banten.

Menurut beberapa bukti sejarah yang telah ditemukan, para ahli telah sepakat bahwa sebuah Kerajaan Tarumanegara, kerajaan Hindu pertama di Jawa, (sekarang) terletak di wilayah Jawa Barat.

Tarumanegara mempunyai suatu pemerintah pusat di wilayah Sundapura atau yang sekarang kita kenal sebagai Bekasi-Koa. Jadi, jika kita bergantung pada isi prasasti Muara Cianteun, kita menyimpulkan bahwa pusat kerajaan telah bergeser pada masa pemerintahan Raja Suryawarman dan merupakan raja ketujuh dari kerajaan Tarumanegara.

Peninggalan Kerajaan Tarumanegara

Kerajaan Tarumanegara mempunyai beberapa sebuah peninggalan. Terdapat 7 prasasti dan beberapa catatan dari luar negeri yang dapat menceritakan dalam sebuah Kerajaan Tarumanegara.

1. Prasasti Pasir Alwi

Prasasti Pasir Alwi dapat ditemukan di daerah sekitar bukit Pasir Alwi, Sukamakmur, Bojong Honje, Bogor.

2. Prasasti Ciateureun

Prasasti ini dapat ditemukan di sungai Ciateureun, yang merupakan salah satu mulut sungai Cisadane di Bogor. Prasasti ini juga disebut dengan suatu prasasti Ciampea. Dalam prasasti ini adalah telapak Raja Purnawarma dan gambar laba-laba. Selain itu, terdapat huruf Sanskerta dan Palawa.

3. Prasasti Kebon Kopi

Prasasti ini telah ditemukan di Bogor, lebih tepatnya di desa Cibungbulan, di desa Muara Hilir. Prasasti ini begitu sangat istimewa, karena ada sepasang kaki gajah. Jejak kaki ini telah digambarkan untuk jejak kaki Raja Purnawarman. Dalam agama Hindu, pada gajah dapat digambarkan sebagai hewan suci yang dekat dengan Dewa Wisnu. Dikatakan bahwa ini dibandingkan dengan Maharaj Purnawarman.

Baca Juga :  Sejarah Kerajaan Pajang

4. Prasasti Muara Cianten

Prasasti ini telah ditemukan di wilayah Bogor. Dalam sebuah prasasti ini ada aksara ikal yang tidak bisa diterjemahkan. Selain itu, lukisan kaki ditemukan.

5. Prasasti Tugu

Prasasti ini adalah sebuah warisan terpanjang dari Kerajaan Tarumanegera. Terletak di Tugu, Kabupaten Cilincing, wilayah Jakarta. Prasasti ini diukir menjadi batu bundar yang panjang.

6. Prasasti Jambu

Prasasti Guaven atau dikenal dengan Prasasti Pasir Koleangkak. Alasan prasasti ini ditemukan di bukit Koleangkak, perkebunan Jambu. Terletak 30 km sebelah barat kota Bogor. Prasasti ini dapat berisi ukuran Raja Purnawarman dan terdapat gambar pada kakinya.

7. Prasasti Cindanghayang

Di dalam masyarakat sekitar prasasti ini disebut prasasti Lebak. Prasasti ini ditemukan di Kampung Lebak. Tepatnya tepi Cindanghian, Kabupaten Pandeglang, kabupaten Manjul, Banten. Prasasti Lebak ditemukan pada tahun 1947. Dalam sebuah prasasti ini terdapat puisi dengan huruf Sanskerta dan Pallava, yang menggambarkan ukuran Raja Purnawarman.

Raja Kerajaan Tarumanegara

Dalam kerajaan ini terdiri dari 12 raja. Kemudian Linggawarman, yang merupakan raja terakhir Tarumanagara, dapat digantikan pada tahun 669 oleh menantu lelakinya Tarusbawa.

Linggawarman sendiri mempunyai sebuah dua anak perempuan. Yang tertua bernama Manasih dan menjadi istri Tarusbawa dari Sunda dan yang kedua disebut Sobakancana dan menjadi istri Dapuntahyang Sri Jayanasa, yakni pendiri Kerajaan Sriwijaya.

Berikut merupakan seorang raja-raja memerintah dalam Kerajaan Tarumanegara:

  • Jayasingawarman 358-382 M
  • Dharmayawarman 382-395 M
  • Purnawarman 395-434 M
  • Wisnuwarman 434-455 M
  • Indrawarman 455-515 M
  • Candrawarman 515-535 M
  • Suryawarman 535-561 M
  • Kertawarman 561-628 M
  • Sudhawarman 628-639 M
  • Hariwangsawarman 639-640 M
  • Nagajayawarman 640-666 M
  • Linggawarman 666-669 M

Dalam Kerajaan ini berkuasa di wilayah Jawa Barat pada abad ke-4 hingga abad ke-7 Masehi. Telah didirikan pada tahun 358 dengan Raja diraja guru Jayasinghawarman.

Baca Juga :

Baca Juga :  Sejarah Kerajaan Cirebon

Demikian pembahasan yang telah kami sampaikan mengenai Kerajaan Tarumanegara. Semoga ulasan kali ini dapat berguna dan bermanfaat bagi Anda.

Suku Asmat

Ika Evitasari
2 min read

Tari Serimpi

Ika Evitasari
2 min read

Tari Topeng

Ika Evitasari
2 min read