Masa Bercocok Tanam

Posted on

Masa Bercocok Tanam – Dalam sebuah masa bercocok tanam tersebut, posisi hutan dapat digunakan untuk menanam ladang dengan menanam makanan pokok seperti sayuran, beras, ubi, roti, ubi, nangka, kedelai, dan pisang.

Telah dikenal dengan mata pencahariannya yakni akan membersihkan hutan dan menanam tanaman. Jika negara ini ditanam dengan buruk, merek bergerak dan berakhir berulang-ulang.

Dalam pembahasan kali ini, kami akan menjelaskan secara lengkap dan jelas yakni mengenai Masa Bercocok Tanam. Untuk ulasan selengkapnya, yuukk… Simak sebagai berikut.

Apa itu Masa Bercocok Tanam ?

Masa Bercocok Tanam yakni telah menganggap dalam sebuah waktu sebagai waktu ketika orang mulai yang telah membutuhkan setiap hari menggunakan hutan sebagai taman.

Selama dalam suatu periode pertanian ini dia berhenti berburu dan mulai mengumpulkan makanan yang bisa dia tinggalkan dan telah mulai terhadap hidup di pertanian.

Masa-Bercocok-Tanam

Pada zaman kuno, tipe orang yang tinggal di pertanian adalah orang tua yang dikenal sebagai Homo Sapiens dari kelompok (Austromelanesoid) dan(Mongoloid).

Ciri-Ciri Kehidupan Masa Bercocok Tanam

Terdapat berbagai ciri-ciri dalam kehidupan dalam sebuah masa dengan bercocok tanam ini, diantaranya ialah sebagai berikut:

a. Kehidupan Sosial

Berikut adalah beberapa poin dari suatu kehidupan terhadap media sosial, diantaranya ialah sebagai berikut:

  • Setiap orang yang dikenal sebagai kehidupan manusia akan membersihkan hutan dan tanaman. Jika tanah yang diolah dianggap tidak cocok, merek bergerak dan ini dilakukan berulang-ulang.
  • Jika Anda tinggal di ladang, bidiklah hewan-hewan itu sehingga mereka bisa disebut dihuni.
  • Tetap dapat menunjukkan kemajuan secara permanen dalam kehidupan manusia.
  • Tingkatkan dalam suatu perkembangan manusia hingga 35 tahun.
  • Aturan komunitas dimulai karena mereka sudah lama di sana dan membuat desa.
  • Tunjuk seorang pemimpin.
  • Berkolaborasi, melengkapi dan saling membantu.
Baca Juga :  Rumah Adat Batak

b. Kehidupan Budaya

Di bagian bidang terhadap budaya berikut terdapat berbagai ciri dalam kehidupan budaya, yakni:

  • Dapat menciptakan kebudayaan dan mengembangkan diri.
  • Peninggalan budaya terhadap tanah liat, tulang dan batu.
  • Produk budaya selama musim pertanian seperti Lapangan Beliung, Kapak Oval, keramik, kepala panah, dan perhiasan.

c. Teknologi

Perubahan dalam sebuah teknologi yang terbesar pada waktu itu ialah dapat mengumpulkan makanan yakni sebagai produksi makanan.

Alat-Alat Peninggalan Masa Bercocok Tanam

Berikut ini adalah contoh beberapa alat yang tersisa dari masa lalu, yakni:

1. Beliung Persegi

Alat-alat batu yang berasal dari era pertanian ini terlihat seperti cangkul, tetapi tidak lagi sebesar hari ini. Ini dapat digunakan untuk pengerjaan kayu serta untuk pembangunan rumah dan kapal. Campuran persegi dapat ditemukan di kepulauan Indonesia, yaitu tenggara Sumatra, Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Jawa.

2. Mata panah

Panah digunakan sebagai menggali, berburu, dan menangkap ikan dalam bentuk palung dari tulang yang ditemukan di gua-gua di sepanjang sungai di wilayah Kalimantan dan Papua.

3. Kapak lonjong

Kapak tersebut yakni telah terbuat dari nephrite lumut hijau, yang populer untuk keperluan terhadap pertanian.

4. Perhiasan

Pada saat ini perhiasan yang terbuat dari tanah liat, kalsedon, sebagian dari batu akik, sejenis Yaspurstein, susu coklat merah dan dari kerucut kerucut ditemukan.

5. Gerabah

Itu terbuat dari tanah liat yang dipanaskan dengan api dan merupakan alat rumah tangga seperti memasak, air, dan lain-lainnya.

Corak Kehidupan Manusia Purba Pada Masa Bercocok Tanam

Selain pertanian, manusia purba juga menyebarkan hampir semua jenis ternak, seperti sapi, kerbau, domba, kuda, ayam, dan ternak. Waktu pertanian dan produk-produknya dapat diharapkan di Zaman Batu Pertengahan. Meskipun jenis kehidupan lama pada saat itu (Homo sapiens) berasal dari keluarga Melayu.

Baca Juga :  Pengertian Geomorfologi

Selama tahun ini, posisi hutan dapat digunakan untuk menanam ladang dengan menanam makanan pokok seperti sayuran, ubi, beras, roti, nangka, ubi, pisang dan kedelai.

Selama pertumbuhan, tanah di sekitarnya tidak dapat diolah lagi sampai orang tua harus pindah ke daerah yang lebih subur. Sistem pertanahan dan seluler ini juga bisa disebut rumah. Kegiatan seperti ini masih ada di Indonesia contohnya pada wilayah di pedalaman Papua dan Kalimantan.

Baca Juga :

Demikian pembahasan yang telah kami sampaikan secara lengkap dan jelas yakni mengenai Masa Bercocok Tanam. Semoga ulasan ini, dapat berguna dan bermanfaat bagi Anda semuanya.