Metabolisme Protein

Posted on

Metabolisme Protein –

Apa itu Metabolisme Protein ?

Metabolisme Protein yakni sebagai asam amino adalah urutan dalam penjelasan proses fisik dan kimia yang menghasilkan formasi dan disebut sintetis, asam amino yang merupakan protein dan pelarut. Ini disebut sebagai katabolisme.

Asam amino tersebut yakni kemudian dikonversi menjadi molekul yang lebih kecil, protein yang terdiri dari asam amino yang mengandung N atau nitrogen. Nitrogen masuk ke dalam tubuh serta melalui protein, sehingga harus dicerna dahulu.

Protein yang masuk ke jaringan tubuh diproses terlebih dahulu, dan proses ini disebut metabolisme protein. Dalam proses ini, sisa metabolisme protein mengandung CO2 dan HO2 dalam bentuk gas, yang diangkut dari plasma darah ke pembuluh darah dan ke paru-paru untuk dikeluarkan oleh tubuh.

Metabolisme-Protein

Itu keluar dari tubuh dalam bentuk CO2 dan merupakan pemborosan metabolisme protein. Ketika H20 diangkut ke kulit dalam bentuk cairan, ginjal diekskresikan atau diekskresikan dalam bentuk keringat, dan ketika mencapai ginjal mereka diekskresikan terhadap suatu bentuk urin.

Peran Fungsi Protein

Metabolisme yang diatur oleh protein ini meliputi kadar hormon dalam tubuh dan berbagai aktivitas dalam tubuh yang berperan dalam pembelahan protein dalam pembelahan sel, dan ada juga peran protein yang perlu mengisi sel yang rusak dan juga memastikan pemeliharaan sel yang sehat.

a. Reaksi Biokimia

Ada enzim tertentu dalam protein ini yang mempunyai suatu tugas mengaktifkan reaksi biokimia dalam tubuh. Beberapa reaksi dalam tubuh dapat terjadi tanpa adanya enzim, tetapi fungsi enzim adalah bereaksi dengan cepat. Reaksi dalam tubuh dipicu oleh enzim-enzim ini seperti pernapasan dan pencernaan.

Baca Juga :  Pengertian Tulang Rawan

b. Aksi Sistem Imunitas

Sistem kekebalan, atau lebih dikenal sebagai antibodi, memiliki protein yang penting bagi kesehatan tubuh manusia. Antibodi ini adalah komponen kunci dari sistem kekebalan tubuh manusia dan juga membantu melawan infeksi yang disebabkan oleh virus atau bakteri.

Setiap orang akan mengembalikan berbagai tingkat antibodi ke sistem kekebalan tubuh karena masing-masing memiliki struktur berbeda yang memungkinkan jenis bakteri dan virus diidentifikasi untuk mengidentifikasi jaringan organ yang mengancam dalam tubuh manusia.

c. Regulasi Hormon

Protein juga terlibat dalam beberapa hormon dalam tubuh dan bertanggung jawab untuk mengatur pertumbuhan dan perkembangan. Mereka memainkan peran penting dalam tubuh manusia.

Ini karena hormon dapat memengaruhi kesuburan, seperti mengatur siklus menstruasi, dan juga memengaruhi kualitas sperma. Hormon juga memengaruhi pertumbuhan otot, pertumbuhan rambut, metabolisme, dan suasana hati di siang hari.

Fungsi Struktural

Protein adalah komponen utama dari banyak struktur dalam tubuh, itu adalah membran luar dari semua sel dalam tubuh manusia, itu berlimpah dan ditemukan di hampir semua bagian tubuh, termasuk rambut, kulit, otot di sebagian besar organ dan jaringan.

1. Regulasi Pembelahan Sel

Protein juga berperan dalam mengatur pembelahan sel dengan mengganti penuaan dan kerusakan sel. Sel dapat menjadi rusak dari waktu ke waktu dan disebabkan oleh sejumlah faktor seperti sinar matahari dan zat berbahaya yang dapat terjadi di lingkungan mereka.

Jika sel rusak, itu akan melalui proses kematian yang perlu diganti. Untuk melakukan ini, sel-sel sehat dibagi menjadi dua salinan yang terjadi selama proses pembelahan. Jika protein tidak mengatur proses pembelahan sel, itu dapat menyebabkan penyakit kanker dan tumor.

2. Reaksi Metabolisme Protein (Asam Amino)

Tubuh manusia membutuhkan banyak asam amino, tetapi tubuh tidak dapat menghasilkan asam amino yang cukup. Asam amino ini disebut asam amino esensial dan harus diambil dari makanan.

Baca Juga :  Pengertian Mikoriza

Asam amino esensial yang dibutuhkan manusia adalah histidin, isoleusin, leusin, lisin, metionin, arginin, fenilalanin, treonin, triptofan, dan valin.

Asam amino esensial biasanya ditemukan dalam makanan yang mengandung protein hewani seperti daging, susu, keju, telur dan ikan. Kondisi protein itu disarankan 1 hingga 1,5 gram per kilogram berat badan per hari. (Lihat: Kebutuhan akan kehidupan).

Fase awal dari reaksi metabolik seluler asam amino (metabolisme protein) terdiri dari memulai kelompok asam amino dan kemudian mengubah kerangka karbon dalam molekul asam amino. Ada dua proses utama yang terlibat dalam pelepasan gugus amino, yakni deaminasi dan transaminasi.

a. Transaminasi

Transaminasi adalah proses katabolisme asam amino di mana suatu kelompok amino ditransfer dari satu asam amino ke asam amino lainnya. Dalam reaksi transaminasi ini, gugus amino dari asam amino dipindahkan ke salah satu dari tiga senyawa keto, yaitu asam piruvat, beta-ketoglutarat atau asam oksaloasetat.

b. Deaminasi Oksidatif

Asam amino dalam reaksi transaminasi dapat dikonversi menjadi asam glutamat. Dalam beberapa sel dalam bakteri, asam glutamat dapat mengalami proses deaminasi oksidatif menggunakan enzim glutamin dehydrogenase sebagai katalis.

3. Pembentukan Asetil Koenzim A

Asetil koenzim A ialah hubungan antara metabolisme asam amino dan siklus kanker. Ada dua jalur metabolisme yang mengarah pada pembentukan aety-cohesin, oleh asam piruvat dan oleh asam asetoasetat. Asam amino memasuki jalur metabolisme melalui asam piruvat.

Baca Juga :

Demikianlah pembahasan kali ini, yang telah kami sampaikan secara lengkap dan jelas yakni mengenai Metabolisme Protein. Semoga ulasan ini dapat berguna dan bermanfaat bagi Anda semuanya.