Pengertian Branding

2 min read

Tahukah anda pengertian branding? Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar kata brand. Secara instan, kebanyakan dari kita mungkin mengaitkannya dengan merek suatu produk dan terkait erat dengan logo perusahaan.

Ada ribuan, bahkan jutaan pebisnis yang menjual produk yang mirip dengan Anda. Merek ada sebagai identitas; untuk membedakan produk yang Anda hasilkan dari produk serupa yang diproduksi oleh bisnis lain.

Dengan sebuah merek, konsumen akan dapat memilih produk mana yang akan mereka konsumsi.

Disini kami akan membahas tentang branding, dimana meliputi tentang pengertian branding, Sejarah, Unsur, Jenis, Fungsi, Tujuan dan Manfaat dari branding itu sendiri.

Apa itu Branding?

Pengertian Branding Sejarah, Unsur, Jenis, Fungsi, Tujuan dan Manfaat

Pengertian Branding adalah praktik pemasaran yang menciptakan nama, simbol, atau desain yang mudah diidentifikasi sebagai milik perusahaan.

Branding atau membangun kesadaran merek adalah kegiatan untuk membedakan produk dan layanan anda dari orang lain dengan kata lain membangun kesadaran merek adalah hal yang paling penting di perusahaan.

Branding adalah salah satu cara untuk membedakan bisnis Anda dari pesaing dan mengklarifikasi apa yang Anda tawarkan yang menjadikan bisnis Anda pilihan yang lebih baik, berbeda, dan lebih bernilai.

Branding dibangun untuk menjadi representasi bisnis Anda.

Sejarah Branding

Branding dimulai sebagai cara untuk memberitahu satu binatang dari yang lain dengan menggunakan stempel besi panas.

Merek-merek di bidang pemasaran massal dimulai dengan kemunculan barang-barang dalam kemasan pada abad ke-19.

Industrialisasi memindahkan produksi banyak barang rumah tangga dari komunitas lokal ke pabrik-pabrik yang terpusat.

Baca Juga :  Pengertian Perusahaan Jasa

Pabrik-pabrik yang didirikan selama Revolusi Industri memperkenalkan barang-barang yang diproduksi secara massal untuk menjual produk mereka ke pasar yang lebih luas.

Jelas bahwa paket generik untuk suatu item mengalami kesulitan bersaing dengan produk lokal yang sudah dikenal.

Produsen barang dalam kemasan harus meyakinkan pasar bahwa masyarakat dapat menaruh kepercayaan pada produk non-lokal.

Campbell Soup, Coca-Cola, dan Juicy Fruit Gum adalah beberapa produk pertama yang “diberi merek” dalam upaya meningkatkan keakraban konsumen.

Pada 1940-an, produsen mulai mengenali cara konsumen mengembangkan hubungan dengan merek mereka dalam arti sosial, psikologis dan antropologis.

Dari sana, produsen belajar membangun identitas merek dan kepribadian mereka. Ini memulai praktik yang dikenal sebagai “branding,” di mana konsumen membeli “merek” dan bukan produk.

Unsur Branding

  • Nama merek
  • Logo, termasuk jenis logo, monogram, bendera, dan sebagainya.
  • Tampilan visual, seperti desain produk, desain kemasan, desain seragam, dan lain-lain.
  • Juru bicara, seperti co-founder, maskot, tokoh perusahaan
  • Suara, seperti ikon suara, nada, lagu
  • Kata-kata, termasuk slogan, slogan, jingle, dan lainnya.

Jenis Branding

Jenis Branding

1. Branding produk

Merupakan jenis branding yang paling umum. Ini karena merek atau produk yang sukses merupakan produk yang bisa mendorong konsumen agar memilih produk mereka sendiri daripada produk pesaing.

2. Corporate branding

Semua aspek perusahaan mulai dari produk atau layanan yang ditawarkan hingga kontribusi karyawan di mata masyarakat. Corporate branding sangat penting untuk mengembangkan reputasi perusahaan di pasar.

3. Personal branding

Merupakan alat pemasaran paling populer di kalangan tokoh masyarakat seperti artis, musisi, politisi, dan lainnya sehingga mereka memiliki pandangan sendiri di mata publik.

4. Cultural branding

Kembangkan reputasi untuk lingkungan dan orang-orang dari lokasi atau kebangsaan tertentu.

Baca Juga :  Pengertian Etika Profesi

5. Destination branding

Bertujuan untuk memperkenalkan produk atau layanan ketika nama lokasi disebutkan oleh seseorang. Jadi ketika seseorang menyebut nama kota seperti yogyakarta maka orang bisa langsung ingat hangat atau bakpia.

Fungsi dan Tujuan Branding

  • Sebagai pembeda, di mana perusahaan yang memiliki merek kuat akan mudah dibedakan dari pesaing.
  • Daya tarik dan Promosi, jika Anda mempunyai merek yang kuat sehingga promosi akan jauh lebih mudah saat dilakukan. Konsumen cenderung lebih memilih merek yang kuat dan loyal terhadap merek yang sama.
  • Membangun citra, kepercayaan, jaminan kualitas, dan prestise, beberapa hal ini akan membuat bisnis Anda mengesankan.
  • Kontrol pasar, merek yang kuat dapat mengendalikan pasar karena orang sudah mengetahuinya.

Sementara tujuan branding itu sendiri adalah untuk membentuk persepsi orang, membangun kepercayaan komunitas terhadap merek dan membangun cinta komunitas terhadap merek.

Tujuan dari branding ini adalah hal yang sangatlah bermanfaat untuk perusahaan. Merk yang terkenal dan kuat akan menjadikan pelanggan lebih percaya diri dengan produk Anda dan lebih loyal kepada perusahaan Anda.

Manfaat Branding

Seperti disebutkan di atas, branding penting bagi perusahaan, terutama di era ini. Salah satu alasannya adalah karena akan ada banyak manfaat yang bisa didapat perusahaan.

  • Berikan daya tarik kepada konsumen.
  • Memudahkan perusahaan untuk mendapatkan loyalitas pelanggan untuk produk atau layanan Anda.
  • Membuka peluang bagi perusahaan untuk menetapkan harga jual tinggi.
  • Peluang bagi Anda sebagai pelaku bisnis untuk melakukan diferensiasi produk
  • Menjadi pembeda atau karakteristik tertentu yang membedakan produk perusahaan dengan produk pesaing.

Penutup

Demikianlah Pelajaran tentang Pengertian Branding: Sejarah, Unsur, Jenis, Fungsi, Tujuan dan Manfaat, yang dapat kami sampaikan semoga dapat bermanfaat bagi anda semua.

Baca Juga :  Pengertian Devisa

Terima kasih telah belajar dengan kami dan sampai berjumpa di artikel kami selanjutnya.

Baca Juga: