Pengertian Cache

2 min read

Ruangguru.co – Hai teman kembali lagi bersama kami web terbaik untuk mendapatkan ilmu pengetahuan, nah pada artikel kali ini kami akan memberikan informasi tentang Pengertian Cache.

Komputer saat ini adalah salah satu alat yang dimiliki oleh banyak orang. Pengetahuan tentang komputer juga cukup penting untuk diketahui dari dasar-dasarnya.

Terkadang ada banyak kata atau konsep terperinci tentang komputer atau internet yang tidak kita ketahui. Komputer dan internet adalah salah satu kebutuhan dasar era ini.

Karena itu, beragam pengetahuan tentang internet benar-benar perlu diketahui selama ribuan tahun sekarang. Satu hal yang harus Anda ketahui adalah pengertian cache.

Apa itu Cache?

Pengertian Cache

Pengertian cache adalah mekanisme untuk menyimpan data berkecepatan tinggi yang digunakan untuk menyimpan data atau instruksi yang sering diakses oleh pengguna komputer / smartphone.

Pendapat lain mengatakan arti cache adalah data sementara yang disimpan di sistem penyimpanan internal komputer atau smartphone.

Cache menyimpan berbagai aktivitas pengguna perangkat komputer / smartphone dan berukuran kecil sampai membantu percepatan proses kerja dari prosesor ketika user membuka software atau menjalankan perintah pada smartphone / komputer.

Dari penjelasan ini dapat disimpulkan bahwa cache adalah teknologi yang bertugas untuk menjalankan halaman web atau aplikasi lebih cepat.

Kemacetan potensial dalam aliran data dan RAM dapat diminimalkan oleh cache.

Fungsi Cache

Fungsi Cache

Fungsi cache utama iyalah untuk membantu akses data di komputer / smartphone menjadi cepat sehingga memudahkan kerja prosesor. Beberapa fungsi cache lainnya adalah sebagai berikut:

  • Cache dapat mempercepat akses ke komputer.
  • Cache bisa menjadi jembatan pada perbedaan kecepatan di antara memori utama dan juga CPU.
  • Kinerja memori jadi semakin cepat.
  • Cache bisa meningkatkan kinerja prosesor.
Baca Juga :  Pengertian Web Server

Jenis-jenis Cache

Cache dibagi menjadi dua kategori, yaitu caching sisi klien dan caching sisi server. Di masing-masing kategori berbagai jenis cache. Beberapa jenis dan fungsi cache adalah sebagai berikut.

1. Client-Side Caching

Client-Side Caching adalah file data yang disimpan di komputer / smartphone pengguna yang dapat digunakan kapan saja.

Dalam hal ini, sisi klien yang paling umum digunakan adalah cache browser.

  • Browser cache: cache browser adalah jenis cache yang paling umum dijumpai oleh pengguna dan dapat ditemukan di pengaturan browser. Dengan cache browser, komputer dapat membuka halaman web lebih cepat di mana penyimpanan data dilakukan pada kunjungan pertama. Namun, dalam periode waktu tertentu perlu untuk menghapus cache sehingga file cache tidak memakan banyak ruang pada disk komputer.

2. Server-Side Caching

Server-Side Caching adalah file (dokumen, gambar) yang disimpan di server situs web. Dalam hal ini, data di server situs web dapat di-cache kapan saja sehingga klien dapat mengaksesnya lebih cepat.

Beberapa di antaranya termasuk dalam caching sisi server termasuk;

  • Database cache: jenis cache ini umumnya dipakai oleh para pengembang aplikasi situs web dengan tujuan mencapai kinerja web yang lebih baik. Beberapa keuntungan dari cache database adalah proses akses data yang lebih cepat, penggunaan cpu yang lebih kecil, dan akses disk yang berkurang.
  • Objek cache: jenis cache ini berfungsi untuk menyimpan sementara objek data secara lokal di komputer, misalnya video dan gambar pada browser pengunjung. Dengan itu, saat membuka situs web yang sama, tidak perlu mengunduh objek beberapa kali dari server, sehingga halaman objek dan situs web akan ditampilkan lebih cepat.
  • Opcode cache: jenis cache ini berfungsi untuk meningkatkan kinerja PHP. Dengan caching opcode, kinerja PHP akan jauh lebih baik.
  • Cache CDN: untuk pemilik situs web yang pengunjungnya datang dari berbagai belahan dunia, maka menggunakan cache CDN adalah solusi yang sangat baik. Dengan cache CDN, konten situs web dapat ditampilkan kepada pengunjung dari server terdekat.
  • Cache DNS: juga disebut basis data sementara yang dikelola oleh sistem operasi komputer. Jenis cache ini mencatat sejarah alamat IP domain yang telah dibuka oleh pengguna komputer.
Baca Juga :  Pengertian DNS

Cara Kerja Cache Memory

Cara Kerja Cache Memory

Ketika prosesor mengeksekusi perintah eksekusi untuk pertama kalinya, prosesor menemukan dan mengumpulkan informasi dari cache L1. Proses ini biasa disebut sebagai hit.

Jika informasi yang dibutuhkan oleh prosesor tidak tersedia di cache L1, prosesor segera mencarinya di cache L2.

Menemukan informasi dalam cache L2 biasanya membutuhkan waktu lebih lama daripada menemukan informasi dalam cache L1.

Cache level 1 (L1) adalah bank memori yang terintegrasi dalam chip CPU. Inventaris dua tingkat (L2) adalah area pementasan sekunder yang melayani cache L1.

Meningkatkan ukuran cache L2 dapat mempercepat beberapa aplikasi, tetapi tidak berpengaruh pada yang lain.

Cache ini dapat berada pada chip yang terpisah pada modul paket multichip dan juga bisa menjadi bank chip yang terpisah pada motherboard. Cache L2 dapat diintegrasikan ke dalam chip CPU.

L2 cache terdiri dari dua komponen utama yaitu penyimpanan data dan ram. Penyimpanan data iyalah bagian di mana ketepatan waktu data atau informasi dipertahankan.

RAM merupakan area memori kecil yang dipakai oleh cache untuk mengelola penempatan data dalam cache. Ukuran memori utama yang dikendalikan oleh RAM dapat di-cache.

Cache L2 dari model PC terbaru biasanya dikelola oleh chipset di bagian “Norton”.

Penutup

Demikianlah Pelajaran tentang Pengertian Cache: Fungsi, Jenis dan Cara Kerjanya, yang dapat kami sampaikan semoga dapat bermanfaat bagi anda semua.

Terima kasih telah belajar dengan kami dan sampai berjumpa di artikel kami selanjutnya.

Baca Juga: