Ika Evitasari Memiliki Hobi Menulis, Senang Berbagi dan Selalu Berharap Bimbingan dari Para Guru

Pengertian Cephalopoda

2 min read

Pengertian Cephalopoda – Cephalopoda termasuk cumi-cumi (Sepia officinalis), Gurita (Octopus sp.), cumi-cumi (loligo sp.), dan Nautilus sp. Cephalopoda hidup di lautan secara tenggelam atau berenang di lautan.

Reproduksi dalam hewan berenis betina yakni dapat menghasilkan telur dengan cangkang. Pemupukan terjadi di dalam bagian air. Cephalopoda betina tidak makan saat merawat telur (hingga 6 bulan). Ibu gurita mati segera setelah telur.

Dalam pembahasan kali ini, kami akan menjelaskan secara lengkap dan jelas yakni mengenai Pengertian Cephalopoda. Untuk ulasan selengkapnya, yyuukk… Simak sebagai berikut.

Apa itu Cephalopoda ?

Mollusca (Moluska Latin = lunak) adalah hewan lunak. Tubuh lunak dilindungi dengan cangkang, bahkan jika mereka tidak tertutup. Hewan-hewan ini diklasifikasikan sebagai sel triploblastik.

Pengertian Cephalopoda (chepalo = kepala, serta podos = kaki) adalah moluska dengan satu kaki di bagian kepala.

Cephalopoda termasuk cumi-cumi (loligo sp.), cumi-cumi (Sepia officinalis), Gurita (Octopus sp.) dan Nautilus sp. Cephalopoda hidup di lautan secara tenggelam atau berenang di lautan. Makanannya berupa kepiting atau invertebrata yang lainnya.

Pengertian-Cephalopoda

Sebagai predator, sebagian besar cumi bergerak cepat saat berenang. Kebanyakan cephalopoda yakni mempunyai organ pelindung dalam bentuk tinta. Kantung tinta mengandung cairan seperti tinta coklat atau hitam di perut. Tinta ini dilepaskan ketika hewan merasa terancam.

Cephalopoda mempunyai kaki dalam bentuk tenda yang digunakan untuk menangkap mangsa. Cephalopoda memiliki sistem saraf di kepalanya yang menyerupai otak. Ini terjadi secara seksual untuk reproduksi hewan. Cephalopoda memiliki organ reproduksi bipolar (Dioseus). Pemupukan terjadi dengan cara internal dan menghasilkan suatu telur.

Ciri-Ciri Cephalopoda

Terdapat berbagai ciri-ciri dalam Cephalopoda, diantaranya ialah sebagai berikut:

  • Mollusca dengan kepala jernih dan mata besar.
  • Umumnya tidak memiliki kulit luar, namun kulit bagian dengan terbuat dari batu kitin atau batu kapur.
  • Memiliki kantong tinta atau kelenjar.
  • Otot menjadi tangan, tendon di sekitar mulut dan saluran yang membentuk rongga keluar. (Kakinya ada di kepala).
  • Berperan dalam sumber ikan dan makanan laut dengan kandungan protein tinggi.
  • Misalnya Sepia sp. (Gurita), Loligo indica (cumi-cumi), mengecilkan cangkang dan dalamnya, sedangkan dalam gurita vulgaris (gurita) Nautilus papillus tidak memiliki cangkang.
  • Jenis Papopopopana yang memiliki kulit luar dan tidak ada kantong tinta adalah Nautilus papillus.
  • Reproduksi dalam hewan berenis betina yakni dapat menghasilkan telur dengan cangkang. Pemupukan terjadi di dalam bagian air.
Baca Juga :  Sistem Saraf Pusat

Siklus Hidup Cephalophoda

Cumi jantan yakni dapat memasukkan sperma ke dalam jubah cumi betina dengan lengan khusus yang disebut sebagai hektocotylus. Beberapa bulan yakni setelah pernikahan, cumi-cumi jantan akan mati.

Setelah pembuahan, 2 bulan kemudian, cumi-cumi betina bertelur (hingga 200.000 telur) di mana telur melewati ovarium. Telur-telur tersebut yakni dapat dililitkan di sekitar kapsul misalnya kapsul yang diproduksi dengan kelenjar ovarium.

Setelah berada di lubang jaket, berbagai kelenjar nidamentosa membentuk lapisan tambahan atau lapisan telur dan memasukkan kapsul untuk membentuk untaian di langit-langit sarang.

Contoh-Cephalopoda

Gurita prihatin dengan telur-telurnya. Mereka melindungi sarang dari pemangsa dan menguji air secara perlahan sehingga telur tidak kekurangan oksigen.

Cumi-cumi betina tidak makan saat merawat telur (hingga 6 bulan). Ibu gurita mati segera setelah telur. Setelah telur diletakkan, larva gurita berenang dengan plankton menggunakan copepoda, larva-larva, dan larva ikan laut besar dan berat di permukaan laut.

Cumi-cumi remaja tumbuh dengan cepat karena periode cumi yang lebih lama. Sebagian besar spesies cumi hidup antara 12 dan 18 bulan dan panen sekali seumur hidup.

Gurita raksasa Pasifik Utara (berat hingga 40 kg) dapat hidup hingga 5 tahun di lingkungan yang ideal. Setelah 1-2 tahun, cumi dewasa siap untuk pasangan. Siklus berulang sendiri.

Contoh dalam hewan di kelas ini adalah:

a. Loligo indica atau cumi
b. sotong atau sepia s p.
c. Nautilus
d. Gurita vulgaris atau octopus

Sistem Organ

Sistem dalam suatu pencernaan terdiri dari mulut, kerongkongan, lambung, usus dan dubur di bagian bawah tubuh sifon. Pernafasan insang sementara sistem sirkulasi menutup terhadap suatu aliran darah.

Pikiran memiliki satu ruangan dan dua teras. Sistem ekskresi terletak di dua kantong ginjal. Sistem saraf hewan terdiri dari kelenjar otak, kelenjar getah bening dan kelenjar internal peralatan. Alat kelamin hewan ini telah dipisahkan.

Baca Juga :  Pengertian Stepa

Struktur Tubuh

Hewan itu memiliki karakteristik bahwa akor dilengkapi dengan alat isap. Alat ini terletak di kepala dan berguna untuk menangkap mangsa. Misalnya, gurita dan ornamen memiliki 8 inang pendek dan 2 gandum panjang. Nautilus sekitar 60-90.

Gurita memiliki 8 tenda. Di dalamnya ada dua mata berkembang dengan baik yang mempunyai iris dan lensa mata, namun tidak ada kelopak mata yang dapat membedakan berbagai lingkungan. Dengan mata jernih, mereka dapat menghindari musuh secara instan, membuat jenis moluska ini lebih maju daripada yang lain.

Ada juga lengan yang memegang leher, corong, dan sifon (untuk masuk dan keluar dari air). Sifon ini adalah alat untuk menyemprotkan air. Ada kantong sutra dengan pigmen melanin di sebelah perut. Semua anggota hewan ini memiliki pengecualian Nautilus.

Fungsi tinta adalah sebagai mencegah musuh. Ketika musuh datang, tinta disemprotkan melalui sifon. Segera setelah air ditutup, seluncuran menghilang dari tempat itu. Cephalopod juga mempunyai bulu di punggung (dorsal) tubuh, sementara itu tidak melekat pada perut (perut) sedemikian rupa hingga tubuh terbentuk.

Baca Juga :

Demikian pembahasan yang telah kami sampaikan secara lengkap dan jelas yakni mengenai Pengertian Cephalopoda. Semoga ulasan ini, dapat berguna dan bermanfaat bagi Anda semuanya.

Ika Evitasari Memiliki Hobi Menulis, Senang Berbagi dan Selalu Berharap Bimbingan dari Para Guru