Pengertian Cloud Computing

Posted on

Ruangguru.co – Hai teman kembali lagi bersama kami web terbaik untuk mendapatkan ilmu pengetahuan, nah pada artikel kali ini kami akan memberikan informasi tentang Pengertian Cloud Computing.

Pernahkah Anda mendengar istilah cloud computing? Mungkin banyak dari Anda masih tidak terbiasa dengan satu kata ini.

Daripada cloud computing, mungkin istilah penyimpanan cloud terdengar lebih akrab bagi Anda. Dua kata ini mungkin masih memiliki beberapa kesamaan.

Kali ini kami akan mengeksplorasi secara menyeluruh apa itu cloud computing, jenis, manfaat dan risiko serta contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Berikut ini merupakan pengertian Cloud Computing yang harus anda ketahui.

Apa itu Cloud Computing?

Pengertian Cloud Computing

Pengertian Cloud computing adalah sistem komputasi yang memanfaatkan teknologi cloud (internet).

Dalam komputasi awan, semua jenis data dan aplikasi tidak disimpan di komputer tetapi disimpan di server internet.

Untuk bisa memakainya, user bisa mengakses data serta menjalankan aplikasi menggunakan jaringan internet.

Misalnya, anda menyediakan perangkat PC yang bisa dihubungkan ke internet. Dengan teknologi cloud computing, kita dapat menyimpan dan mengakses data dan aplikasi di server.

Kita dapat langsung menggunakan aplikasi seperti Microsoft Word tanpa harus melakukan instalasi yang sebenarnya di komputer kita.

Selain itu, media penyimpanan yang kami gunakan juga tersedia di server sehingga tidak ada hard disk dengan kapasitas besar yang diperlukan pada perangkat kami.

Sejarah Perkembangan Cloud Computing

Sejarah Perkembangan Cloud Computing

Cloud Computing itu sendiri sebenarnya adalah hasil dari evolusi bertahap. Sebelum komputasi awan mulai booming seperti sekarang ini, beberapa fenomena pertama terjadi seperti virtualisasi, komputasi grid.

Penyediaan layanan ASP / aplikasi dan juga Perangkat Lunak sebagai layanan atau lebih dikenal sebagai SaaS.

Baca Juga :  Pengertian Aplikasi

Bahkan, pada 60-an konsep mulai muncul bahwa menyatukan beberapa sumber daya komputasi menggunakan jaringan global.

Pada saat itu, sistem seperti itu disebut “Jaringan Komputer Intergalaksi”. Sistem ini dibuat oleh J.C.R. Licklider yang kemudian menjadi bertanggung jawab atas pengembangan Jaringan Badan Proyek Penelitian Lanjutan (ARPANET) tepatnya pada tahun 1969.

Licklider memiliki cita-cita di mana ia ingin semua orang di dunia dapat terhubung satu sama lain dan dapat mengakses data dan program dari berbagai sistem dan dari berbagai tempat.

  • Penambahan konsep oleh para ahli

Berdasarkan pendapat dasar Liclider maka perkembangan komputasi awan mulai berlanjut. Beberapa ahli atau ahli kemudian memberikan informasi tambahan tentang konsep Licklider.

Salah satunya adalah John McCarthy. John kemudian memberikan ide tentang jaringan komputer yang kemudian akan menjadi infrastruktur untuk publik.

Sejak saat itu, cloud computing atau sistem cloud computing mulai berkembang dan berjalan seiring dengan perkembangan web dan juga internet.

Namun, pada 1990-an ada perubahan bandwidth yang bisa dikatakan cukup besar untuk membuat internet berkembang lebih dulu dibandingkan dengan pengembangan Cloud Computing.

Seiring waktu, sekarang mulai terlihat bahwa internet adalah orang yang tampaknya menjadi pendorong utama sistem komputasi awan.

  • Batu Loncatan pada tahun 1999

Pada tahun 1999, storage.salesforce.com tampaknya menjadi batu loncatan yang signifikan bagi sejarah komputasi awan.

Mengapa? Karena situs tersebut adalah pencetus pertama untuk aplikasi perusahaan yang berjalan di Internet.

Kemudian pengembangan komputasi awan diikuti oleh web Amazon pada tahun 2006 yang menggunakan teknologi Elastic Compute Cloud.

Teknologi ini memungkinkan adanya situs web layanan komersial yang dapat di jadikan bisnis dan dapat memungkinkan perusahaan besar atau kecil dan juga individu untuk dapat menyewa komputer atau server.

Yang kemudian dapat digunakan untuk menjalankan setiap aplikasi yang mereka miliki. Batu loncatan besar lainnya datang pada tahun 2009.

Pada waktu itu, Google serta perusahaan besar yang lainnya mulai memberikan aplikasi dengan browser sebagai intinya. Contohnya saja seperti aplikasi Google.

Baca Juga :  Macam Macam Topologi Jaringan

Pada dasarnya, komputasi awan dapat menyebar dengan sangat cepat dan menjadi sangat populer karena ada layanan yang mudah dikonsumsi sehingga banyak orang menerimanya dan akan memiliki efek penerimaan yang luas.

Selain itu, ada beberapa faktor lain yang mempengaruhi sejarah perkembangan komputasi awan yang cepat, seperti pematangan teknologi visual, perangkat lunak universal, dan pengembangan bandwidth berkecepatan tinggi.

Jenis Cloud Computing

Jenis Cloud Computing

Ada beberapa jenis layanan komputasi awan yang tersedia saat ini, untuk informasi lebih lanjut, silakan lihat di bawah.

1. Software as a Service (Saas)

Perangkat lunak jenis ini sebagai layanan yang akan memberikan aplikasi serta semua persyaratan yang sudah siap digunakan.

Sehingga pengguna dapat langsung menggunakan aplikasi dan fitur yang ada tanpa membuatnya terlebih dahulu.

Contoh aplikasi komputasi awan sebagai perangkat lunak sebagai jenis layanan adalah salesforece dan office365.

2. Platform as a Service (Paas)

Untuk jenis ini rasanya seperti hanya menyediakan lahan untuk menjalankan aplikasi. Layanan di sini dapat dalam bentuk sistem operasi, database, atau kerangka kerja.

Semua jenis infrastruktur telah siap agar pengguna atau user hanya perlu membuat aplikasi sendiri.

Contoh dari aplikasi komputasi awan sebagai perangkat lunak sebagai jenis layanan adalah Google App Engine dan Windows Azure.

3. Infrastructure as a Service (IaaS)

Jenis berikutnya yang disediakan hanya infrastruktur TI yang dibangun di atas awan. Layanan infrastruktur di sini dapat berupa fisik seperti memori hard disk, jaringan, dll.

Tipe infrastrukturpun disesuaikan dengan apa yang menjadi permintaan user, jika mereka mau memutakhirkannya bisa langsung menghubungi penyedia dari server cloud.

Contoh aplikasi komputasi awan sebagai perangkat lunak sebagai jenis layanan adalah Rackspace dan Amazon EC2.

Bagaimana Cara Kerja Cloud Computing System?

Seperti disebutkan di atas, dalam sistem cloud computing semua jenis data dan aplikasi ada di server.

Sebagai user, kita akan memakai internet untuk terhubung pada server untuk keperluan membuka, menjalankan atau menyimpan program di sana.

Jika pengguna melakukan pemesanan, data input akan diteruskan ke server melalui jaringan internet.

Baca Juga :  Pengertian Search Engine

Kemudian server akan memproses dan memberikan respons yang akan dikirim kembali ke komputer pengguna dalam bentuk tampilan. Perubahan data yang terjadi di karenakan aktivitas user akan selalu disimpan pada server.

Kelebihan dan Kekurangan Cloud Computing

Setiap hal pasti memiliki kelebihan dan kekurangan serta Cloud Computing. Dibawah ini merupakan kelebihan serta kekurangan yang bisa Anda dapatkan saat memakai sistem Cloud Computing.

Kelebihan Cloud Computing

  • Karena semua data kita akan disimpan di server, kita tidak memerlukan media penyimpanan yang besar. Kami juga tidak perlu repot menginstal aplikasi karena sudah tersedia di server.
  • Karena cloud computing ini memanfaatkan jaringan internet, maka kita dapat mengakses semua data yang ada kapan saja dan di mana saja asalkan terhubung ke internet. Sehingga, semua pekerjaan menjadi lebih mudah dilakukan di mana saja dan lebih fleksibel.
  • Semua infrastruktur penyimpanan dalam komputasi awan disesuaikan dengan permintaan user. Kita bisa meningkatkan kapasitas jika kita ingin menyimpan data yang lebih besar tanpa harus memindahkannya seperti di penyimpanan fisik.

Kekurangan Cloud Computing

  • Karena memanfaatkan jaringan, sebagai pengguna kita harus terkoneksi ke internet agar dapat mengakses data yang ada di server. Tanpa jaringan internet kami tidak dapat menggunakan layanan ini. Selain itu, biaya yang dikeluarkan untuk keperluan internet bisa sangat besar jika data yang diunggah dan diunduh besar.
  • Seperti yang kita diskusikan di atas, semua data kita akan disimpan di server. Tentu saja layanan ini akan memerlukan biaya terpisah untuk menyewa server. Jika data yang disimpan di sana besar, biaya yang dikeluarkan juga tidak sedikit.

Penutup

Demikianlah Pelajaran tentang Pengertian Cloud Computing: Sejarah, Jenis, Kelebihan & Kekurangan, yang dapat kami sampaikan semoga dapat bermanfaat bagi anda semua.

Terima kasih telah belajar dengan kami dan sampai berjumpa di artikel kami selanjutnya.

Baca Juga: