Pengertian Cnidaria

3 min read

Pengertian Cnidaria – Cnidaria hidup bebas heterotrof dengan plankton dan hewan kecil di dalam air. Korban tergelincir pada knodosit dan dibawa oleh tentakel untuk dimasukkan ke dalam mulutnya.

Cnidaria memiliki dua jenis kehidupan atau tubuh. Kedua tubuh itu adalah polip dan medusa. Cnidaria disebut fase polip jika melekat pada substrat dan tidak dapat dipindahkan (sessile).

Dalam pembahasan kali ini, kami akan menjelaskan secara lengkap dan jelas yakni mengenai Pengertian Cnidaria. Untuk ulasan selengkapnya, yuukk… Simak sebagai berikut.

Apa itu Cnidaria ?

Pengertian Cnidaria atau Coelenterata merupakan adanya suatu filum kerajaan invertebrata (tanpa tulang belakang), yang sering disebut sebagai hewan berlubang.

Kata coelenterata berasal dari dua kata Yunani yakni “Coelom” yang berarti rongga tubuh dan “Enteron” yang berarti usus, sehingga hewan sering disebut sebagai usus berlubang.

Seperti yang Anda ketahui, hewan tersebut yakni telah mempunyai suatu rongga tubuh dalam bentuk usus yang berfungsi untuk mencerna dan mendistribusikan makanan ke seluruh tubuh. Kebanyakan coelenterata hidup di laut, tetapi mereka hidup di air.

Pengertian-Cnidaria

Secara alami ada dua jenis coelenterata: mereka yang tinggal dan berpegang teguh pada tempat yang disebut polip, dan mereka yang hidup secara independen satu sama lain.

Bukan di tempat yang disebut medusa, coelenterata lebih banyak polip daripada medusa. Coelenterata telah mengidentifikasi sekitar 10.000 spesies. Coelenterata yang tinggal di sana adalah orang yang hidup terpisah.

Ciri-Ciri Cnidaria

Adapun berbagai ciri-ciri yang akan dijelaskan sebagai berikut:

  • Memiliki mulut yang dikelilingi oleh gandum.
  • Radial simetri pada beberapa sel.
  • Sistem pencernaan sistem pencernaan dilakukan secara intraseluler dan komprehensif.
  • Hidup adalah polimorfisasi atau metagenesis, termasuk polip dan bentuk.
  • Memiliki jenis kelamin yakni Dioecius dan Monoecius, sebuah larva yang disebut planula.
  • Sistem pergerakan dilakukan oleh sel epitelomuskular, yang terletak di lapisan ektoderm dan di bagian bawah gastodermis.
  • Struktur dalam suatu tubuh diploblastik, yang meliputi: lapisan luar (ektoderm) melindungi tubuh dan sensasi, dan lapisan dalam (endoderm / gastrodermis) berfungsi sebagai sekresi dan pencernaan makanan. Ada lapisan mesoglea antara dua lapisan. Lapisan mesial kurang seperti jeli dan bertindak sebagai serat saraf.
Baca Juga :  Metamorfosis Lebah

Sistem Organ Cnidaria

Terdapat berbagai jenis sistem dalam suatu organ ini, diantaranya ialah sebagai berikut:

a. Sistem Pencernaan

Seperti dijelaskan di atas, sistem pencernaan dimulai dengan tentakel masa depan, kemudian dimasukkan ke dalam gastrosol, proses pencernaan dalam gastrosol disebut pencernaan ekstraseluler, kemudian makanan diserap oleh sel-sel gastrodermis.

Dicerna lagi dan saluran pencernaan menyebar bersamanya. Sebarkan ke seluruh tubuh dari bahan (transmisi) dari konsentrasi tinggi ke rendah). Sisa makanan muntah lagi dari pintu masuk karena hewan tidak memiliki anus.

b. Sistem Reproduksi

Coelenterata dapat bereproduksi secara seksual dan aseksual. Reproduksi seksual terjadi melalui pertemuan sel telur dan sperma, reproduksi seksual dilakukan oleh semua coelenterate dengan sifat sumsum (bebas) mereka dan beberapa coelenterate termasuk polip (tidak bermigrasi).

Perkembangan aseksual terjadi dengan pembentukan kuncup yang melekat pada kaki, dan hanya coelenterate yang digunakan untuk melakukan polip (yang tidak bergerak).

Contoh-Cnidaria

c. Sistem Pernapasan (Respirasi)

Pertukaran oksigen dan karbon dioksida terjadi melalui proses difusi (perpindahan material dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah). Proses ini dilakukan.

Dengan menggunakan kulit luar yang bersentuhan langsung dengan air yang mengandung oksigen di lapisan gastroendermik serta struktur yang memfasilitasi proses pernapasan Coelentera. Struktur ini disebut syphinoglia.

d. Sistem Persarafan

Sistem saraf sederhana dalam bentuk jaringan yang merespons rangsangan dan mengatur gerakan. Sistem saraf diatur di mesosfer.

Struktur Tubuh Cnidaria

Cnidaria yakni mempunyai suatu bentuk fisik simetri radial. Hewan itu tidak memiliki tubuh dan kepala. Di bagian atas, tulang ostium atau mulut ditutup dengan semacam tenda yang menyerupai lengan.

Adanya kapsul knidoblast beracun di permukaan kerikil. Di dalamnya ada sel nematokis yang tajam dan beracun. Gambar-gambar ini umumnya bertindak sebagai alat perlindungan tubuh, alat bumbu, dan alat gerakan tubuh.

Baca Juga :  Mengenal Magnoliopsida

Ada dua lapisan dalam tubuh coelenterate, lapisan endoderm (di dalam) dan lapisan ektoderm (di luar). Lapisan dalam disebut gastrodermis, sedangkan lapisan luar disebut epidermis.

Di bawah mereka adalah semacam rongga yang disebut mesoglea. Lapisan ektoderm memiliki fungsi melindungi tubuh dari ancaman eksternal. Ini memperkuat lapisan epidermis dalam proses pencernaan tubuh.

Sel-sel di lapisan gastroendermal atau endodermik terletak langsung di sistem pencernaan, mirip dengan kantung. Sistem pencernaan yang mirip dengan karung disebut gastrosol.

Gastrosol juga merupakan tempat penyimpanan makanan yang dibawa oleh tentakel sehingga makanan dicerna oleh enzim yang diproduksi oleh sel-sel dalam gastroendermis. Proses pencernaan yang terlibat dalam gastrosol disebut pencernaan ekstraseluler.

Reproduksi Cnidaria

Reproduksi generik Cnidaria sering melibatkan siklus hidup yang kompleks dengan tahapan polip dan medusa. Misalnya, larva berenang di Scyphozoa (ubur-ubur) dan Cubozoa (kotak ubur-ubur) sampai mereka menemukan lokasi yang baik, kemudian polip.

Tanaman coelenterate biasanya normal, tetapi kemudian menyerap duri dan memisahkannya secara horizontal menjadi serangkaian irisan yang membentuk remaja. Proses ini disebut strobilisasi. Remaja berenang dan tumbuh perlahan di masa dewasa, sementara polip tumbuh kembali dan dapat distabilkan secara teratur. Orang dewasa memiliki gastrodermis gonad, dan melepaskan telur dan sperma ke dalam air saat musim kawin.

Cnidaria lain memiliki siklus yang lebih pendek, misalnya polong Cubozoa hanya dalam tahap medus. Semua cnidaria dapat bereproduksi dengan cara yang berbeda dan tidak hanya meregenerasi diri mereka sendiri jika tubuh dibagi menjadi segmen-segmen atau diserang oleh predator. Beberapa menghasilkan tunas, yang lain terbelah di tengah, yang lain dua.

Baca Juga :

Baca Juga :  Daur Hidup Katak

Demikianlah pembahasan kali ini, yang telah kami sampaikan secara lengkap dan jelas yakni mengenai Pengertian Cnidaria. Semoga ulasan ini, dapat berguna dan bermanfaat bagi Anda semuanya.

Daur Hidup Katak

Ika Evitasari
2 min read

Daur Hidup Nyamuk

Ika Evitasari
2 min read

Daur Hidup Belalang

Ika Evitasari
2 min read