Pengertian Erosi

Posted on

Dalam artikel ini kami akan menjelaskan tentang Erosi. Yang termasuk Pengertian Erosi, Jenis, Penyebab, Proses, Dampak Positif & Negatifnya secara lengkap.

Berikut ini merupakan pengertian erosi yang harus anda ketahui.

Apa itu erosi?

Pengertian Erosi Jenis, Penyebab, Proses, Dampak Positif Negatifnya

Pengertian Erosi adalah peristiwa erosi padatan (sedimen, tanah, batu, dan partikel lainnya) karena pengangkutan angin, air atau es, karakteristik hujan, merayap di tanah dan bahan lainnya di bawah pengaruh gravitasi, atau oleh makhluk hidup seperti hewan yang membuat lubang, dalam hal ini disebut bio-erosi.

Erosi tidak sama dengan pelapukan, yang merupakan proses menghancurkan mineral batuan dengan proses kimia atau fisik, atau kombinasi keduanya.

Erosi sebenarnya adalah proses alami yang mudah dikenali, tetapi di sebagian besar tempat kejadian ini diperparah oleh aktivitas manusia dalam penggunaan lahan yang buruk, penggundulan hutan.

Kegiatan penanaman dan penanaman, kegiatan konstruksi / pembangunan yang tidak tertata dengan baik dan pembangunan jalan.

Tanah yang digunakan untuk menghasilkan tanaman pertanian biasanya mengalami erosi yang jauh lebih besar daripada tanah dengan vegetasi alami.

Alih fungsi dari hutan jadi ladang pertanian menaikan tingkat terjadinya erosi, itu karena struktur akar yang kuat dari tanaman di hutan yang mengunci tanah tergantikan oleh struktur akar yang lebih lemah dari tanaman pertanian.

Namun, praktik penggunaan lahan lanjutan dapat membatasi erosi, menggunakan teknik seperti membangun teras, praktik konservasi lapangan, dan penanaman pohon.

Jenis Erosi

Jenis-jenis erosi menurut bentuknya adalah sebagai berikut:

  • Erosi Percik: Adalah pelepasan dan pelemparan partikel tanah akibat pukulan butiran hujan langsung
  • Erosi Permukaan
  • Erosi Alur: Adalah erosi yang terjadi karena ada aliran pada permukaan yang terkumpul atau terkonsentrasi dan terbentuk lekukan
  • Erosi Parit
  • Erosi yang terjadi karena adanya limpasan permukaan yang terpusat, runtuhnya saluran air di bawah permukaan tanah, atau disebabkan oleh tanah longsor yang bentuknya memanjang.
  • Erosi tebing
Baca Juga :  Pengertian Mata Air

Secara umum erosi dibagi menjadi beberapa yaitu:

  • Erosi Air
    Erosi air disebabkan oleh aliran air permukaan yang berasal dari air hujan yang menyebabkan partikel tanah dan kerusakan batuan. Faktor-faktor yang mempengaruhi kekuatan erosi air meliputi:
    • Semakin besar volume air, semakin kuat erosi
    • Kemiringan, kemiringan lereng, semakin besar erosi
    • Keadaan vegetasi, semakin padat vegetasi, semakin kecil erosi
  • Erosi Angin
    Erosi angin sering terjadi di daerah gurun dan daerah tinggi. Deflasi adalah proses erosi yang disebabkan oleh angin. Angin kecepatan tinggi akan mengikis batu dan membawanya ke daerah yang memiliki kecepatan angin rendah.
  • Erosi Gletser
    Eksarasi adalah proses erosi yang disebabkan oleh gletser. Di daerah bersalju, ketika salju turun, kepingan salju akan menyatu dengan tanah dan menyusup melalui pori-pori tanah. Saat musim panas, salju mencair dan mengalir dengan material.

Penyebab Erosi

Penyebab Erosi

Penyebab erosi dapat dibagi menjadi dua yaitu karena alam dan karena manusia

1. Penyebab Alami

  • Faktor Iklim
    Intensitas hujan besar dan kecil, kisaran rata-rata dan suhu, musim, kecepatan angin dan frekuensi badai.
  • Faktor Geologis
    Faktor geologis juga dapat menjadi efek erosi termasuk jenis sedimen, batuan, porositas, permeabilitas, kemiringan, jenis dan sifat tanah pada tanah terkait
    Aktivitas makhluk hidup yang memengaruhi kondisi tanah.

2. Aktivitas manusia

  • Dengan deforestasi yang tidak seimbang dengan penanaman kembali pohon sehingga dapat menyebabkan hutan gundul.
  • Konstruksi tidak diatur dengan benar
  • Konversi fungsi hutan menjadi area pertambangan, kebun dan pertanian atau konstruksi jalan.

Proses Erosi

Erosi terjadi pada 3 tahap utama, termasuk:

1. Detasemen

Detasemen adalah proses interaksi antara benda padat (tanah, batu, dll) akibat erosi karena angin, air, gelombang laut, dan es.

Baca Juga :  Pengertian Dolmen

Interaksi yang terjadi akan membuat benda memecah benda padat dari partikel yang lebih kecil dan akhirnya dilepaskan.

2. Transportasi

Partikel kecil yang dipisahkan dari benda padat akan dibawa ke tempat lain dengan pengaruh gerakan dari penyebab erosi, seringkali dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah.

3. Deposisi / Sedimentasi

Suatu saat partikel kecil yang diangkut akan berhenti di tempat baru. Selanjutnya, partikel-partikel ini akan mengalami sedimentasi di tempat baru.

Dampak Erosi

Dampak erosi adalah sebagai berikut:

1. Dampak positif

  • Meningkatkan kesuburan tanah (di daerah di mana erosi telah berhenti)
    Tanah yang terkikis seringkali subur. Jadi jika partikel erosi berada di tempat yang kurang subur, proses pengendapan dapat membantu kesuburan tanah, karena partikel erosi mengandung unsur hara yang sangat penting bagi tanah.
  • Munculnya Inisiatif dan Kesadaran
    Risiko akan membuat kita sadar akan pentingnya melindungi lingkungan. Karena itu, ada kegiatan seperti konservasi lahan kritis, penanaman pohon dan sebagainya.

2. Dampak negatif

  • Tanah Kritis
    Tempat erosi biasanya terjadi adalah area kritis. Lahan kritis adalah lahan yang rusak hingga kehilangan fungsi hidrologi untuk mengatur pasokan air dan fungsi ekonomi untuk menjadi tempat produksi.
  • Pendangkalan dan Polusi di Dataran Rendah
    Dataran rendah adalah tempat di mana partikel-partikel erosi terkubur. Di tempat ini hasil erosi akan mengalami pengendapan bahan dan senyawa kimia di dalamnya. Sedimentasi menyebabkan pendangkalan sungai, akumulasi tanah subur oleh lumpur, dan juga bendungan dangkal, bahkan dalam beberapa kasus dapat membahayakan kesehatan karena ada senyawa kimia beracun.
  • Hilangnya Kesuburan Tanah
    Tanah yang terkikis atau terkikis akan kehilangan lapisan sehingga yang tersisa seringkali tidak subur dan membutuhkan perawatan pupuk.
  • Pengurangan Debit Air di Sungai, Danau, dan Waduk
    Terjadinya sedimentasi menyebabkan erosi yang menumpuk di suatu tempat, sering kali di sungai, danau, dan waduk. Maka erosi dalam jangka panjang akan membuat aliran air berukrang di daerah ini karena hasil deposisi yang lebih banyak dan lebih tebal.
Baca Juga :  Pengertian Konstitusi

Penutup

Demikianlah Pelajaran tentang Pengertian Erosi: Jenis, Penyebab, Proses, Dampak Positif & Negatifnya, yang dapat kami sampaikan semoga dapat bermanfaat bagi anda semua.

Terima kasih telah belajar dengan kami dan sampai berjumpa di artikel kami selanjutnya.

Baca Juga: