Pengertian Esofagus

2 min read

Pengertian Esofagus – Adanya suatu bentuk yakni tabung otot di bagian vertebrata yang makanannya akan mengalir dari mulut ke perut atau ke begian lambung. Peristalsis memberi makan makanan melalui kerongkongan.

Kerongkongan adalah sebuah organ pencernaan memiliki bentuk otot yang digunakan untuk membawa makanan dari mulut ke perut. Kerongkongan meningkatkan nutrisi melalui olahraga yang dihasilkan dari kontraksi otot yang disebut sebagai peristaltik.

Dalam pembahasan kali ini, kami akan menjelaskan secara lengkap dan jelas yakni mengenai Pengertian Esofagus. Untuk ulasan selengkapnya, yuukk… Simak sebagai berikut.

Apa itu Esofagus ?

Pengertian Kerongkongan atau Esofagus merupakan adanya sebuah bagian dari organ pencernaan yang terletak di belakang faring dan di depan perut dan melekat pada trakea.

Kerongkongan atau Esofagus adalah organ pencernaan berbentuk otot yang digunakan untuk membawa makanan dari mulut ke perut. Kerongkongan meningkatkan nutrisi melalui olahraga yang dihasilkan dari kontraksi otot yang disebut sebagai peristaltik.

Pengertian-Esofagus

Gambar kerongkongan atau kerongkongan pada orang dewasa sekitar 23-25 ​​cm dengan sekitar 2 cm. Saat meluncur, makanan dibawa keluar dari mulut ke lambung oleh gerakan otot dan gerakan refleks dari 3 (tiga) organ pencernaan termasuk kerongkongan atau kerongkongan. Adanya 3 tahap menelan terhadap manusia, diantaranya ialah sebagai berikut:

  • Fase Oral, merupakan adanya sebuah makanan di mulut ditekan ke belakang faring oleh pergerakan otot-otot lidah.
  • Fase Faringeal, merupakan adanya sebuah fase makanan yang masuk, merangsang uvula untuk menutup rongga hidung, dan epiglotis menutup saluran udara sehingga makanan tidak masuk ke faring dan esofagus bagian bawah.
  • Fase Esofagus, merupakan dapat meningkatkan stimulasi esofagus peristaltik, yang membawa makanan ke sfingter lambung dan lambung. Kemudian makanan tersebut diteliti dan disimpan sementara di perut.
Baca Juga :  Jenis-jenis Masker Kesehatan

Struktur Esofagus (Kerongkongan)

Struktur Esofagus (Kerongkongan)

Tedapat berbagai struktur dalam kerongkongan, diantaranya ialah sebagai berikut:

a. Lapisan Serosa

Lapisan ini adalah adanya sebuah lapisan terluar esofagus, yang meliputi pembuluh darah, getah bening dan saraf. Lapisan serosa esofagus adalah dalam bentuk jaringan ikat. Lapisan serosa mempunyai rongga kecil di mana cairan serosa dilepaskan sebagai pelumas untuk pergerakan otot.

b. Lapisan Otot

Lapisan otot di kerongkongan adalah lapisan otot polos yang sebelumnya tidak diketahui. Ada 2 (dua) jenis serat otot, yakni melingkar (serat) dan serat otot longitudinal (memanjang).

Kombinasi kedua jenis kontraksi otot ini menyebabkan peristaltik usus, yang berfungsi memecah makanan dan membawanya ke organ pencernaan.

c. Lapisan Submukosa

Lapisan ini adalah lapisan jaringan konvensional yang membebaskan pembuluh darah, saraf, getah bening, dan kelenjar. Pembuluh darah di lapisan submukosa esofagus memainkan peran penting dalam asupan makanan.

d. Lapisan Mukosa

Lapisan ini terdiri dari sel-sel epitel pipih dan jaringan ikat tipis. Lapisan lendir memiliki sel piala yang dapat menghasilkan lendir. Dalam keadaan normal, kerongkongan resisten terhadap asam lambung asam, seperti rasa sakit atau terbakar, jika kelainan asam lambung muncul di lapisan kerongkongan.

Fungsi Esofagus (Kerongkongan)

Terdapat berbagai fungsi dalam kerongkonga, diantaranya ialah sebagai berikut:

1. Menyalurkan Makanan dari Mulut ke Lambung

Termasuk dalam fungsi dasar kerongkongan. Ada dua jenis kanal di leher manusia, termasuk kerongkongan dan tenggorokan. Kerongkongan dalam hal ini bertindak sebagai saluran makanan dari mulut ke perut, sedangkan tenggorokan adalah saluran udara yang bertindak sebagai obat kumur.

2. Menghasilkan Gerak Peristaltik

Makanan tidak hanya didistribusikan di kerongkongan. Ada otot yang menciptakan gerak peristaltik sehingga dinding bisa perlahan berkontraksi dan makanan didorong ke dalam perut. Perlu dicatat bahwa jika makanan ini hanya melewati proses pencernaan, aktivitas pencernaan dimulai di perut.

Baca Juga :  Contoh Hukum Perdata

3. Mencegah Laju Isi dan Cairan Lambung

Selama proses pencernaan, lambung ini menghasilkan asam kuat, yaitu asam klorida, dan sejumlah besar enzim yang mendukung proses pencernaan. Campuran ini disebut asam lambung.

Munculnya penyempitan otot sfingter di kerongkongan mungkin atau mungkin tidak mencegah cairan lambung memasuki kerongkongan karena peningkatan kadar asam lambung.

Baca Juga :

Demikian pembahasan kali ini, kami akan menjelaskan secara lengkap dan jelas yakni mengenai Pengertian Esofagus. Semoga ulasan ini, dapat berguna dan bermanfaat bagi Anda semuanya.