Ika Evitasari Memiliki Hobi Menulis, Senang Berbagi dan Selalu Berharap Bimbingan dari Para Guru

Pengertian Fonologi

2 min read

Pengertian Fonologi – Terdiri atas dua kata yang merupakan suatu suara yang kemudian dari kata kedua merupakan logos yang mempunyai arti kata, tatanan atau pengetahuan tata bunyi.

Dalam ulasan ini akan membahas tentang pengertian fonologi secara jelas dan singkat, untuk ulasan selanjutnya akan dibahas sebagai berikut.

Apa yang di maksud dengan Fonologi ?

Pengertian Fonologi merupakan sebuah suara dan kemudian kata kedua ialah suatu logo yang mempunyai suatu arti urutan, kata atau pengetahuan dan juga disebut dengan sound atau bunyi pada system.

Pengertian-Fonologi

Tetapi, dalam hal ini dapat disebut dengan fonologi, bukan suara secara umum, tetapi pada nada bahasa, yang dapat membedakan makna dalam bahasa tulisan atau lisan yang digunakan pada manusia. Suara yang dapat dipelajari dalam fonologi juga disebut fonem.

Sistem Fonologi dan Alat Ucap

Dalam bahasa Indonesia, ada 32 fonem resmi, yang terdiri dari:

  • 6 fonem vokal yakni (a, i, u, e, dan o).
  • 3 fonem diftong.
  • fonem 23 konsonan (p, t, c, k, b, d, j, g, m, n, n, n, s, h, r, l, w dan z).

Dalam bentuk pada suatu bahasa yang dapat dihasilkan pada alat dari bahasa manusia dibahas dengan bidang yang fonetis. Dalam hal ini, Samsuri (1994) mencatat bahwa bahasa fonetis secara teoritis dapat dipelajari dalam tiga cara:

  • Bagaimana suara perangkat ucapan seorang manusia dapat dihasilkan.
  • Bagaimana arus suara yang datang dari mulut atau rongga hidung pembicara adalah sebuah gelombang pada suara udara.
  • Bagaimana suara dirasakan melalui sebuah alat bantu dengar dan pada saraf pendengar.
Baca Juga :  Pengertian Teks Cerita Sejarah

Metode pertama disebut artikular dan fisiologis, yang kedua dapat disebut dengan akustis dan ketiga ialah auditor.

Dalam membahas suatu struktur fonologis dari jalan pertama, bukti paling sederhana dan paling praktis dari data yang dapat diberikan. Hampir semua gerakan ucapan bisa kita periksa, faring, dada, paru-paru, bibir dan lidah.

Alat Ucapan dalam Fonologi

Alat untuk Ucapan dapat dibagi menjadi dua jenis, yakni:

1. Artikulator

Merupakan sebuah alat yang dapat dipindahkan ketika suara diucapkan.

2. Titik Artikulas

Merupakan sebuah area atau titik pada bagian terhadap alat bicara yang bisa didekati atau disentuh.

Fonologi Konsonan

Fonem atau fonologi konsonan dapat di klasifikasikan berdasarkan 4 kriteria yakni:

1. Cara Artikulasi

Yakni bagaimana cara perlakuan atau tindakan kepada arus udara yang baru saja keluar dari glotis dan akan menghasilkan sebuah suara konsonan. Contohnya dengan terlebih dahulu menghalangi aliran udara di kedua bibir, suara [p] dan tiba-tiba diletupkan dengan bunyi yang begitu keras.

Kemudian bunyi [p] disebut akan penghambatan akustik atau kelelahan. Contoh lain ialah kebisingan [h] yang dapat dihasilkan pada perpindahan pada aliran udara di laring (di mana artikulasi berada). Oleh karena itu, bunyi [h] dapat disebut dengan frikatif atau gesekan.

2. Striktur

Yakni dapat hubungan posisi antara artikulator pasif dan artikulator aktif. Sebagai contoh, dalam sebuah menghasilkan suara [p], hubungan artikulator pasif dan artikulator aktif pertama kali tertutup rapat dan kemudian tiba-tiba dapat dilepaskan.

Dalam produksi artikulator suara aktif dan pasif, hubungannya tipis dan begitu sangat luas.

3. Bergetar Tidaknya Pita Suara

Yakni apakah pada pita suara akan bergetar dalam sebuah proses suara atau tidak. Ketika pita suara akan bergetar, mereka dapat disebut dengan suara. Ketika pita suara tidak dapat bergetar, suara itu disebut dengan tanpa suara atau tidak bersuara.

Baca Juga :  Pengertian Tipografi

Getaran pada pita suara dapat disebabkan pada fakta bahwa pita suara terbuka dengan begitu mudah (rongga pada pita suara), dan bukan karena adanya pita suara yang bergetar, sehingga pita suara terbuka sedikit terpisah.

4. Tempat Artikulasi

Yakni ketika konsonan berbunyi atau di mana artikulator dan artikulator pasif bertemu. Lokasi artikulasi juga disebut sebagai titik artikulasi.

Misalnya, suara [p] pada kedua bibir (bibir atas dan bibir bawah) terjadi, sehingga titik artikulasi disebut dengan bilabial. Contoh lain dari bunyi [d] dari artikulator aktif ialah pada sebuah ujung lidah (Apektion) dan artikulator pasif gigi pada atas (Dentum), sehingga titik artikulasi disebut dengan apicondental.

Baca Juga :

Demikian penjelasan artikel yang dapat kami sampaikan yaitu mengenai Pengertian Fonologi untuk Anda, semoga dapat bermanfaat bagi kalian semua…

Ika Evitasari
Ika Evitasari Memiliki Hobi Menulis, Senang Berbagi dan Selalu Berharap Bimbingan dari Para Guru