Yolanda Medya Saputra Selagi masih ada kopi, berarti masih ada harapan!!!

Pengertian Geomorfologi

3 min read

Pada kesempatan ini kami akan menjelaskan pengertian Geomorfologi, konsep dan proses geomorfologi yang harus Anda ketahui. Berikut ini adalah penjelasan lengkapnya.

Daftar Isi :

Apa itu Geomorfologi?

Pengertian Geomorfologi Konsep dan Prosesnya Secara Lengkap

Pengertian Geomorfologi adalah studi tentang bentuk permukaan bumi dan perubahan bentuk yang dialami bumi sendiri.

Geomorfologi umumnya diterjemahkan dalam ilmu lanskap alam. Pada awalnya orang menggunakan kata fisiografi untuk studi sains tentang ilmu bumi.

Ini dibuktikan pada orang-orang di Eropa menyebut fisiografi sebagai studi rangkuman tentang iklim, meteorologi, oseanografi, dan geografi.

Namun, orang-orang, terutama di Amerika, tidak benar-benar setuju untuk menggunakan kata ini di bidang sains yang hanya mempelajari ilmu bumi dan lebih terkait erat dengan geologi.

Mereka lebih cenderung menggunakan kata geomorfologi. Dilihat dari asal mula bahasa, geomorfologi terdiri dari tiga kata, yaitu geos, morfos, dan logo. Geos berarti bumi, morfos berarti bentuk, dan logo berarti ilmu.

Sehingga geomorfologi dipahami sebagai studi tentang bentuk permukaan bumi. Geomorfologi iyalah bidang ilmu yang mempelajari tentang bentuk permukaan dari bumi (morfologi) / bentuklahan / lanskap.

Selanjutnya, dalam pelajaran ini, istilah landscape digunakan. Dalam mempelajarinya, itu termasuk deskripsi, distribusi / distribusi area, dan asal-usul (bagaimana hal itu terjadi).

Lansekap adalah fenomena bumi. Pembentuk lansekap adalah batuan yang telah mengalami peristiwa tertentu, dan hasil interaksi antara peristiwa yang berasal dari dalam bumi, dan yang berasal dari luar bumi.

Prinsip geologi adalah ilmu yang mempelajari batuan dalam arti luas dan proses yang bekerja di atasnya. Dengan demikian geomorfologi bermanfaat sebagai pendukung dan didukung oleh geologi.

Bloom (1978) menganggap bahwa geomorfologi harus ditinjau dari konstituennya, yaitu faktor mineralogi, litologi, proses perubahan asal (eksogen), dan faktor endogen seperti gaya tektonik atau vulkanik.

Baca Juga :  Pengertian Mitigasi Bencana

Verstappen (1983) mendefinisikan geomorfologi sebagai studi bentang alam, termasuk tentang proses pembentukan, asal-usul, dan hubungannya dengan lingkungan.

Sebagai salah satu ilmu alam, geomorfologi dapat disebut bagian dari lingkungan fisik (physical environment).

Karena kehidupan di dunia ini tidak dapat menghindari dari pemandangan, ada relevansi dengan penerapan geomorfologi terapan dalam kehidupan.

Konsep Geomorfologi

Proses geomorfologi adalah semua peristiwa alam dan non-alami yang berperan dalam mengubah lanskap yang telah membentuk atau menghasilkan lanskap baru.

Terkandung dalam pengertian di atas, tidak ada ketentuan mengenai waktu, baik kapan dan rentang waktu acara.

Ketika mengacu pada konsep dasar keseragaman (konsep uniformitarianisme) dari proses, proses geomorfologi dimulai sejak bumi padat (waktu geologis), hingga sekarang, yang berbeda adalah kekuatan (intensitas).

Berawal dari sifat bumi yang dinamis, ditambah dengan adanya kondisi pada satu waktu yang bersamaan terjadi lebih dari satu jenis peristiwa.

Kemudian dalam memahami fenomena bentang alam yang sesuai dengan pendekatan hipotesis kerja berganda (multiple working hipotesis).

Penerapan pola kerja ini berarti bahwa lanskap dibentuk oleh lebih dari satu penyebab, tetapi bukan tidak mungkin untuk dominasi proses tertentu.

10 Konsep dasar geomorfologi yang terkandung dalam buku Principles of Geomorphology adalah:

  • Proses fisik dan hukum saat ini berlangsung selama waktu geologis,
  • Struktur geologis adalah faktor pengendali yang dominan dalam evolusi bentang alam,
  • Tingkat perkembangan relief permukaan bumi tergantung pada proses geomorfologi yang terjadi,
  • Proses geomorfik yang direkam pada bentuk lahan yang menunjukkan karakteristik proses yang sedang berlangsung,
  • Keragaman agen erosi tercermin dalam produk dan urutan pembentukan tanah,
  • Evolusi geomorfologi itu kompleks,
  • Benda-benda alami di permukaan bumi umumnya lebih muda dari Pleistosen,
  • Interpretasi lanskap yang sempurna melibatkan berbagai faktor geologis dan perubahan iklim selama masa Pleistosen,
  • Penghargaan terhadap iklim global diperlukan dalam memahami beragam proses geomorfik, dan
  • Geomorfologi, umumnya mempelajari bentuk-bentuk tanah / lanskap yang terjadi saat ini dan sejarah pembentukannya.
Baca Juga :  Masa Bercocok Tanam

Proses Geomorfologi

Proses Geomorfologi

Proses geomorfologi adalah studi tentang bentuk-bentuk alami proses untuk pengembangan bentang alam.

Ahli geomorfologi mencoba memahami mengapa bentang alam terlihat seperti itu, memahami sejarah dan dinamika lanskap, dan memprediksi perubahan di masa depan dengan menggunakan kombinasi pengamatan lapangan, eksperimen, dan pemodelan.

Di era modern, proses geomorfologi pertama dimulai oleh Leonardo da Vinci dan Grove Karl Gilbert.

Dalam risalahnya di Henry’s Utah Mountains, Amerika Serikat, Gilbert membahas mekanisme proses fluvial (Gilbert 1877), dan kemudian ia menyelidiki pengangkutan puing-puing dengan air mengalir (Gilbert 1914).

Hingga sekitar tahun 1950, ketika subjek tumbuh dengan cepat, kontributor penting untuk mempertimbangkan proses geomorfologi termasuk Ralph Alger Bagnold.

Yang menganggap fisika dihancurkan oleh pasir dan gurun, dan Filip Hjulstrø yang menyelidiki proses fluvial.

Banyak ahli berbeda dalam menilai pengertian proses geomorfologi, mereka menganggap bahwa yang dimaksud dengan proses di sini adalah proses yang berasal dari dalam dan luar bumi (proses endogenik dan proses eksogenik).

Ada juga yang menganggap proses di sini adalah energi yang berasal dari luar bumi (kekuatan eksogen) saja.

Pemahaman proses di sini adalah energi yang bekerja di permukaan bumi yang berasal dari luar bumi (kekuatan eksogen) dan bukan dari dalam bumi (kekuatan endogen).

Proses Geomorfologi telah mempelajari setidaknya tiga layanan utama. Pertama, mereka telah membangun basis data tingkat proses di berbagai belahan dunia.

Kedua, mereka telah membangun kembali model yang semakin didefinisikan untuk memprediksi perubahan lanskap jangka pendek (dan dalam beberapa kasus jangka panjang).

Ketiga, mereka telah menghasilkan beberapa gagasan yang sangat kuat tentang stabilitas dan ketidakstabilan dalam sistem geografis.

Proses geomorfologi adalah perubahan baik secara fisik maupun kimia yang dialami oleh permukaan bumi.

Baca Juga :  Pengertian Mata Air

Penyebab dari proses ini adalah benda-benda alami yang kita kenal sebagai agen geomorfik, dalam bentuk air dan angin.

Keduanya merupakan penyebab iklan yang dibantu oleh gravitasi, dan semuanya bekerja bersama dalam membuat perubahan pada permukaan bumi.

Kita dapat mengklasifikasikan kekuatan-kekuatan destruktif ini dalam asal eksogen, yaitu, datang dari luar atau dari permukaan bumi, sebagai lawan dari berasal (endogen) yang berasal dari dalam bumi.

Pekerja asal luar umumnya bekerja sebagai perusak, sementara pekerja asal internal terbentuk. Kedua kekuatan ini juga bekerja sama dalam mengubah bentuk permukaan bumi.

Penutup

Demikianlah Pelajaran tentang Pengertian Geomorfologi: Konsep dan Prosesnya Secara Lengkap, yang dapat kami sampaikan semoga dapat bermanfaat bagi anda semua.

Terima kasih telah belajar dengan kami dan sampai berjumpa di artikel kami selanjutnya.

Baca Juga:

Yolanda Medya Saputra
Yolanda Medya Saputra Selagi masih ada kopi, berarti masih ada harapan!!!