Pengertian Majas

Posted on

Pengertian Majas – Pada umumnya, majas dapat dibagi menjadi empat kelompok utama. Pengelompokan gaya bahasa ini didasarkan pada cara-cara untuk mengartikulasikan makna metaforis.

Kebanyakan orang yakni masih tidak tahu persis apa yang ada. Majas merupakan salah satu elemen yang harus ada ketika menulis karya sastra misalnya dalam prosa atau puisi. Majas adalah gaya bahasa konotasi atau konotatif.

Dalam pembahasan kali ini, kami akan menyampaikan secara lengkap dan jelas yakni mengenai Pengertian Majas. Untuk ulasan selengkapnya, yuuk… Simak sebagai berikut.

Apa itu Majas ?

Pengertian Majas merupakan suatu gaya bahasa yang telah digunakan dengan sebuah karya sastra untuk mencapai efek tertentu sambil membuat karya sastra lebih cair.

Dalam pendapat lebih lanjut, Anda menyebutkan figur makna linguistik dari bahasa yang bersifat umum, sebanding, dan kiasan, untuk memberi kesan bahwa kata-kata tertulis atau bentuk verbal dan imajinatif bagi orang yang mendengarkan. Artinya, adanya berbagai jenis bentuk yang digunakan dalam kertas sebagai tujuan tertentu.

Pengertian-Majas

Penggunaan humor berpotensi menyampaikan pesan dengan cara imajinatif atau metaforis, baik secara tertulis maupun lisan, untuk menggambarkan pikiran dan perasaan penulis. Sedangkan fungsi jargon pada umumnya adalah membuat karya sastra lebih menarik dalam hal pemilihan suatu kata.

Macam-Macam Majas dan Contohnya

Pada umumnya, majas dapat dibagi menjadi empat kelompok utama. Pengelompokan gaya bahasa ini didasarkan pada cara-cara untuk mengartikulasikan makna metaforis yang perlu disampaikan, berikut ialah pembahasannya:

Baca Juga :  Teks Exsplanasi

1. Majas Perbandingan

Seperti yang Anda ketahui, arti perbandingan adalah jenis ukuran yang digunakan untuk membandingkan atau menyandingkan suatu objek dengan objek lain dengan persamaan, perkalian, atau penggantian.

Adapun berbagai suatu gaya bahasa yang termasuk terhadap karya perbandingan meliputi:

a. Majas Asosiasi

Majas asosiasi merupakan suatu gaya bahasa yang membandingkan dua objek yang berbeda, tetapi membandingkannya dengan konjungsi yang mirip, sama, atau serupa. Dalam hal ini, gaya bahasa harus dibandingkan dengan ekspresi aktual, sehingga pembaca harus menganalisis sendiri arti gaya bahasa itu.

b. Majas Metafora

Majas Metaforis ialah adanya suatu gaya bahasa yang digunakan sebagai frasa dan mengekspresikan tujuan lain berdasarkan kesetaraan atau perbandingan. Dengan kata lain, gaya bahasa ini berisi ekspresi yang membandingkan objek dengan objek lain yang mirip dengan alam tetapi bukan manusia.

c. Majas Hiperbola

Majas Hiperbola merupakan suatu gaya bahasa yang telah berbicara banyak dan bahkan dalam suatu membandingkan hal-hal dengan cara yang tidak selalu jelas.

d. Majas Personifikasi

Registrasi kepribadian adalah gaya bahasa, yang isinya didefinisikan sebagai pengganti benda mati yang dapat berperilaku seperti orang. Kata “orang” dalam kata “personifikasi” berarti seseorang atau objek yang bukan kehidupan. Dengan kata lain, gaya bahasa ini berhubungan dengan masalah yang tidak hanya untuk orang.

2. Majas Pertentangan

Majas pertentangan merupakan adanya suatu majas atau artikel yang menggunakan dalam sebuah kata-kata yang bertentangan dengan maksud asli penulis. Jenis masalah tercantum di bawah ini:

  • Majas Litotes
    Majas Litotes adalah bentuk kontras yang berlebihan. Jenis bahasa ini bertujuan untuk mempermalukan dirinya sendiri, meskipun faktanya tidak diketahui.
    Contoh: Minggu lalu seorang teman mengunjungi pondok kami di kantor kami.
  • Majas Paradoks
    Majas Paradoks adalah gaya bahasa dengan ekspresi situasi asli dengan situasi yang berlawanan.
    Contoh: Ika masih tersenyum meskipun dia menangis di dalam hatinya.
  • Majas Antitesis
    Majas Antitesis adalah gaya bahasa yang menggabungkan pasangan kata dengan makna yang saling bertentangan.
    Contoh: Perlahan dan lambat Anda akan berhasil.
  • Majas Kontradiksi Interminis
    Majas Kontradiksi Interminis merupakan ekspresi penolakan untuk membuat pernyataan yang diberikan sebelumnya. Pengecualian terkait biasanya mengikuti.
    Contoh: Bunga-bunga di kebun yang bagus, kecuali kering, kelihatannya sangat buruk.
Baca Juga :  Pengertian Artikel

3. Majas Sindiran

Majas Sindiran merupakan suatu frasa yang menggunakan metafora kalimat untuk menyindir orang, situasi, perilaku tertentu. Berikut ini adalah penjelasannya:

  • Majas Sinisme
    Majas Sinisme adalah gaya bahasa yang memberikan petunjuk langsung pada sindiran.
    Contoh: Anda tidak merasa nyaman di kamar Anda seperti kapal yang rusak dan kurus di mana Anda tidak dapat melihat tulang.
  • Majas Sarkasme
    Majas Sarkasme adalah gaya bahasa yang mengutip informasi tidak langsung yang lebih menghujat.
    Contoh: Sampah sosial seorang wanita, dia tidak harus tinggal di sana.
  • Majas Ironi
    Majas Ironi adalah gaya bahasa yang menggunakan kata-kata yang bertentangan dengan fakta yang ada dan yang diharapkan bersifat sarkastik.
    Contoh: Kamu sangat pintar, kamu tidak pergi ke kelas dan kamu sangat ramah, kamu bahkan tidak memberitahuku.

4. Majas Penegasan

Majas Penegasan adalah gaya bahasa yang dirancang untuk meningkatkan respons pembaca terhadap kata-kata yang diucapkannya. Jenis konfirmasi tercantum di bawah ini:

a. Majas Pleonasme

Majas Pleonasme adalah gaya bahasa yang menggunakan kata-kata dengan makna yang mirip. Ini dilakukan untuk menyorot sesuatu.
Contoh: Keluarga saya dan saya memasuki bioskop dan diminta naik ke atas panggung.

b. Majas Repetisi

Majas Repetisi merupakan suatu pengulangan ini dilakukan dengan mengulangi kata-kata dalam kalimat.
Contoh: Meri sangat baik, Meri sangat cerdas, Meri adalah teman dekat.

c. Majas Retorika

Majas Retorika adalah gaya bahasa yang digunakan untuk mengkonfirmasi pertanyaan dan tidak diharuskan untuk menjawabnya.
Contoh: Siapa yang tidak ingin dihormati? atau ketika saya bertanya apakah Anda mencintaiku?

d. Majas Anti Klimaks

Majas Anti Klimaks adalah bahasa klimaks, yang merupakan klimaks. Bahasa yang berbeda digunakan untuk mengurutkan hal-hal dari tertinggi ke terendah.
Contoh: Tua, muda dan anak-anak mempunyai suatu hak yang sama di negara ini.

Baca Juga :  Teks Iklan

e. Majas Klimaks

Majas Klimaks adalah gaya bahasa yang memproses berbagai level dari satu level ke level lainnya.
Contoh: TK, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas harus disetujui oleh penelitian.

f. Majas Paralelisme

Majas Paralelisme adalah gaya bahasa yang biasanya ditemukan dalam puisi di mana kata-kata dengan definisi yang berbeda diulang. Jika pengulangan di awal disebut anafora, pengulangan di akhir disebut epifora. Contoh: Cinta itu murni, cinta tidak pernah sakit, dan cinta itu abadi.

Baca Juga :

Demikianlah pembahasan yang telah kami sampaikan secara lengkap dan jelas yakni mengenai Pengertian Majas. Semoga ulasan ini, dapat berguna dan bermanfaat bagi Anda semuanya.