Pengertian Manajemen Persediaan

4 min read

Pernahkah Anda mendengar pengertian dari Manajemen Persediaan? Istilah ini sering digunakan dalam ilmu manajemen operasional dan manajemen produksi.

Manajemen persediaan sangat penting bagi perusahaan, terutama bagi perusahaan manufaktur. Bagi mereka yang ingin mengetahui tentang pengertian Manajemen Persediaan, berikut ini pengertiannya

Apa itu Manajemen Persediaan?

Pengertian Manajemen Persediaan Fungsi, Tujuan, Jenis, Faktor, Metode

Pengertian Manajemen Persediaan adalah salah satu bagian dari perusahaan. Bagian ini berfungsi untuk memelihara dan mengelola inventaris perusahaan.

Beberapa kegiatan yang dilakukan dalam manajemen persediaan mulai dari cara mendapatkan persediaan, menyimpan, hingga persediaan digunakan.

Persediaan di sini mengandung berbagai arti. Bisa dalam bentuk bahan baku, bahan pembantu, barang dalam proses, barang jadi, bahkan suku cadang.

Mengelola persediaan tidak semudah yang diperkirakan. Jika ada terlalu banyak persediaan, semakin tinggi biaya penyimpanan. Sebaliknya, jika kurang benar-benar dapat menghambat proses produksi.

Belum lagi perusahaan harus menghadapi berbagai ketidakpastian. Mulai dari ketidakpastian permintaan, waktu pemesanan, hingga pasokan dari pemasok. Inilah yang membuat manajemen persediaan sangat penting.

Fungsi Manajemen Persediaan

Manajemen persediaan sangat penting bagi perusahaan. Ini karena fungsi kegiatan ini cukup beragam. Berikut adalah fungsi manajemen persediaan.

1. Mengantisipasi Kekurangan dalam Persediaan

Ini harus dipertimbangkan terutama untuk perusahaan yang fokus memproduksi barang. Meskipun secara umum pasokan bahan pasti datang sesuai jadwal, langkah-langkah antisipatif masih penting untuk dilakukan.

Untuk jaga-jaga jika persediaan datang terlambat dan berpotensi mengganggu proses produksi.

2. Untuk berjaga-jaga jika Kebutuhan yang Dibutuhkan Berada di Pasar

Fungsi utama manajemen persediaan iyalah agar dapat memastikan bahwa persediaan tetap tersedia. Cara ini untuk mengantisipasi jika bahan yang biasa digunakan tidak ditemukan di pasaran.

Bisa jadi karena stok habis, atau yang lainnya

3. Mengantisipasi Pesanan Persediaan Ternyata Sesuai Kebutuhan

Kondisi seperti pesanan yang tidak tepat jarang terjadi. Namun bukan tidak mungkin terjadi.

Baca Juga :  Pengertian Produk Domestik Bruto

Perusahaan selalu harus memastikan bahwa pesanan persediaan yang diterima sesuai dengan apa yang dibutuhkan untuk proses produksi.

4. Memastikan Kelancaran Proses Produksi

Khusus untuk perusahaan yang fokus memproduksi barang, proses produksinya harus dipastikan akan berlanjut. Ini dilakukan agar tetap bisa meraih untung dan mencukupi bagi konsumen.

Oleh karena itu, manajemen persediaan sangat penting untuk menjaga ketersediaan persediaan agar dapat terus berproduksi.

Tujuan Manajemen Persediaan

  • Memastikan ketersediaan inventaris melalui safety stock.
  • Berikan waktu luang untuk manajemen produksi dan pembelian.
  • Mengantisipasi perubahan permintaan dan penawaran.
  • Menghilangkan atau mengurangi risiko keterlambatan pengiriman materi.
  • Menyesuaikan dengan jadwal produksi.
  • Menghilangkan atau mengurangi risiko kenaikan harga.
  • Pertahankan persediaan bahan yang dapat diproduksi secara musiman.
  • Mengantisipasi permintaan yang dapat diprediksi.
  • Dapatkan untung dari diskon kuantitas.
  • Komitmen kepada pelanggan.

Jenis Manajemen Persediaan

Jenis Manajemen Persediaan

1. Bahan Baku (Barang Mentah)

Bahan baku adalah salah satu jenis persediaan pertama, bahan baku adalah bahan wajib dan harus tersedia karena tanpa bahan baku barang jadi tidak akan selesai dibuat.

Manajemen persediaan juga harus memastikan ketersediaan bahan baku untuk proses produksi.

2. Barang Jadi

Agar perusahaan memperoleh laba maksimum, manajemen persediaan perlu dilakukan dengan hati-hati dan berdasarkan pada kondisi pasar, internal atau eksternal.

Setelah barang selesai, mereka harus dikirim atau didistribusikan ke pihak ketiga atau agen terdaftar.

3. Barang Olahan (Barang Setengah Jadi)

Tidak sedikit perusahaan akan mengirimkan barang setengah jadi atau barang dalam proses ini ke pabrik lain untuk dapat terus menjadi barang jadi.

Manajemen inventaris ini akan mempertimbangkan berapa banyak barang dalam proses ini yang dilanjutkan untuk memenuhi permintaan pasar dan sesuai dengan jadwal produksi.

4. Persediaan

Seseorang yang bertanggung jawab untuk dapat mengelola persediaan harus pintar untuk mengelola semua persediaan yang digunakan untuk produksi atau tidak.

Jika kita melihat sisi permintaan, manajemen persediaan dibagi menjadi dua, yaitu sebagai berikut:

  • Barang mentah dan setengah jadi
    Jenis barang ini tergantung pada proses produksi bukan karena permintaan pasar atau persediaan permintaan yang bergantung pada bahasa Inggris.
  • Barang Jadi

Barang jadi dapat ditentukan oleh permintaan pasar atau persediaan permintaan independen bahasa Inggris.

Sedangkan dalam ilmu manajemen persediaan tidak hanya mengelola sejumlah persediaan tetapi juga barang cacat atau tidak melewati SOP, suku cadang dan memo inventaris.

Baca Juga :  Pengertian Kompensasi

Faktor yang Mempengaruhi Persediaan

Ada beberapa faktor yang dapat diperhitungkan oleh manajemen persediaan dan dapat memengaruhi tingkat persediaan perusahaan, seperti berikut ini:

  • Jumlah dana yang tersedia, ketersediaan dana yang dimiliki sangat mempengaruhi prioritas pembelian persediaan, barang apa yang mendesak untuk dibeli dan barang apa yang masih bisa ditunda.
  • Lead time, yaitu waktu tunggu untuk barang yang dipesan sampai barang diterima.
  • Frekuensi penggunaan, adalah semakin sering digunakan, semakin kecil persediaan yang tersedia.
  • Daya tahan persediaan, persediaan yang memiliki daya tahan lemah seperti buah, daging dan barang-barang sejenis harus segera dihapus atau dijual atau digunakan.

Metode Manajemen Inventaris

Dalam hal manajemen persediaan, perusahaan umumnya menggunakan beberapa metode. Setidaknya ada 5 metode manajemen persediaan yang biasa digunakan oleh perusahaan untuk mengelola persediaan.

Berikut ini adalah penjelasan dari masing-masing metode

1. Metode EOQ (Economic Order Quantity)

Biasanya disebut metode kuantitas pesanan ekonomis. Merupakan salah satu metode mengelola persediaan dengan membeli persediaan sesuai dengan pesanan yang diterima. Misalnya, perusahaan mendapat pesanan.

Sudah ditentukan oleh pelanggan berapa banyak pesanan, spesifikasi, dan kapan harus menyelesaikan. Dengan begini perusahaan bisa memperhitungkan beragam hal.

Termasuk mengenai berapa banyak kebutuhan material, spesifikasi, dan berapa harga bahan baku untuk memenuhi pesanan ini. Jadi nanti akan jelas berapa kebutuhan dan nominalnya.

Itu tidak akan terjadi sampai bahan yang tersisa tepat. Metode ini membawa banyak manfaat. Mulai dari tidak ada biaya perawatan, serta biaya gudang untuk menyimpan bahan yang tersisa.

2. Metode JIT (Just In Time)

Metode ini memiliki istilah lain yaitu metode tepat waktu. Izinkan perusahaan sebanyak-banyaknya membuat tidak memiliki stok atau memiliki persediaan.

Jadi perusahaan diusahakan memiliki persediaan 0 atau mendekati nol. Ini karena jika posisi perusahaan seperti itu maka biaya persediaan juga tidak akan dikeluarkan.

Tetapi jika Anda tidak memiliki persediaan, bagaimana Anda bisa melakukan produksi? Inilah keunggulan metode ini. Perusahaan akan berusaha untuk membeli persediaan hanya ketika dibutuhkan.

Sehingga jumlahnya bisa disesuaikan dengan kebutuhan, dan tidak akan ada yang tersisa. Lalu bagaimana caranya?

Dengan membina hubungan baik dengan pemasok bahan baku. Jadikan mereka seolah-olah mereka adalah bagian dari perusahaan. Sehingga kapan pun dan pemasok apa pun akan selalu siap memasok persediaan.

Baca Juga :  Pengertian Manajer

3. Metode MRP (Material Requirement Planning)

Lebih dikenal sebagai metode perencanaan kebutuhan bahan, ini adalah metode pengendalian dan perencanaan persediaan untuk memastikan bahwa bahan baku selalu tersedia.

Selain menjaga ketersediaan bahan baku untuk digunakan, metode ini juga berguna untuk memastikan pasokannya sedikit. Mengapa harus ada sedikit persediaan?

Itu karena semakin sedikit jumlah biaya persediaan otomatis untuk menjaga persediaan juga semakin sedikit. Dengan cara ini beberapa perencanaan akan dilakukan.

Mulai dengan jadwal produksi, penjadwalan pembelian,sampai waktu pengiriman persediaan bahan baku.

4. Metode Tinjauan Berkala

Dalam metode ini, dimungkinkan untuk melakukan pemesanan inventaris material secara bersamaan.

Jadwal pesanan barang dijadwalkan secara teratur, sehingga manajer keuangan dapat memperkirakan berapa banyak yang akan mereka habiskan untuk membeli bahan baku.

Metode ini memiliki kelebihan tersendiri. Salah satunya adalah mampu mengurangi permintaan akan kebutuhan bahan baku.

Metode ini juga sangat mudah dilakukan karena tidak perlu melalui proses administrasi yang panjang. Itu karena proses pembelian persediaan dijadwalkan secara teratur.

Namun, metode ini mengharuskan perusahaan untuk meningkatkan stok untuk mengantisipasi ketika pesanan produksi tiba-tiba meledak. Itulah beberapa penjelasan singkat tentang manajemen persediaan.

Mulai dari pengertian, fungsi, hingga metode yang biasa digunakan. Dapat menjadi referensi bagi mereka yang tidak terlalu mengerti istilah tersebut.

5. Metode Analisis ABC

Dalam metode ini klasifikasi persediaan dilakukan di mana dasar klasifikasi adalah nilai dan persediaan. Definisi nilai di sini adalah nilai total persediaan, bukan harga persediaan per unit.

Setiap item inventaris akan diberi label sesuai dengan kelasnya masing-masing. Ini dilakukan karena setiap item persediaan diperlakukan berbeda.

Misalnya ada persediaan kayu, paku dan cat. Kayu dapat dilabeli dengan grade A, karena paku memerlukan perawatan khusus untuk disimpan di gudang agar tidak rusak.

Kemudian cat dapat dikategorikan sebagai kelompok B, karena penyimpanan mungkin lebih mudah daripada kayu.

Untuk kuku bisa diberikan kode C karena walaupun jumlahnya besar, tetapi penyimpanannya jauh lebih mudah dari 2 persediaan sebelumnya.

Penutup

Demikianlah Pelajaran tentang Pengertian Manajemen Persediaan: Fungsi, Tujuan, Jenis, Faktor & Metodenya, yang dapat kami sampaikan semoga dapat bermanfaat bagi anda semua.

Terima kasih telah belajar dengan kami dan sampai berjumpa di artikel kami selanjutnya.

Baca Juga: