Pengertian Metabolisme

5 min read

Ketika tubuh mengalami kenaikan berat badan yang signifikan, Anda sering menyalahkan metabolisme yang buruk. Namun sebelum menggunakan alasan itu, apa sebenarnya pengertian metabolisme itu sendiri?

Maka banyak orang yang tidak mengerti apa sebenarnya arti atau arti metabolisme. Yang menarik di sini, proses mengubah nutrisi menjadi energi juga terdiri dari beberapa jenis dan proses.

Berikut ini merupakan pengertian metabolisme yang harus anda ketahui.

Apa itu Metabolisme?

Pengertian Metabolisme Proses, Fungsi dan Cara Meningkatkannya

Pengertian Metabolisme adalah kata Yunani dan akrab bagi sebagian besar telinga, terutama mereka yang berjuang di dunia medis.

Orang biasa mungkin sering mengatakan kata untuk menunjukkan obesitas yang ia derita dengan kedok metabolisme yang buruk.

Kata ini juga tentu tidak asing bagi mereka yang belajar di dunia sains atau Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Walaupun kata ini sering dipakai saat membuat kalimat atau juga dalam ucapan, banyak orang yang tidak mengerti arti metabolisme.

Beberapa bahkan orang mengerti bahwa metabolisme artinya sama dengan sistem kekebalan tubuh dan ini sebenarnya tidak benar.

Ini mungkin disebabkan oleh beberapa hal salah satunya adalah kurangnya pengetahuan dunia sains.

Metabolisme atau metabolismos memiliki perubahan makna yang berasal dari Yunani dan ditafsirkan oleh para ahli menjadi beberapa makna.

Pengertian Metabolisme adalah semua reaksi kimia yang terjadi atau terjadi pada suatu organisme ke tingkat terendah atau seluler.

Pengertian Metabolisme juga merupakan proses membuat atau membentuk energi yang dibutuhkan oleh tubuh dalam makhluk hidup.

Dengan kata lain, metabolisme adalah suatu proses di dalam tubuh yang dalam proses ini nutrisi diubah menjadi energi.

Energi yang dihasilkan dari proses metabolisme kemudian akan digunakan untuk semua jenis kegiatan seperti berpikir dan bernafas dan berbicara.

Oleh karena itu, makhluk hidup yang memiliki metabolisme yang buruk akan mengalami kesulitan melakukan aktivitasnya.

Metabolisme juga kerap disamakan dengan makna proses pencernaan meski keduanya memiliki perbedaan mencolok yang belum banyak diketahui.

Proses mencerna adalah proses yang ada di dalam tubuh dengan ciri-ciri mengolah dan memecah makanan yang masuk ke nutrisi.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa proses pencernaan terjadi sebelum metabolisme itu sendiri terjadi.

Proses pencernaan dimulai ketika makanan memasuki mulut dan kemudian dipecah dengan bantuan enzim di dalam mulut.

Baca Juga :  Pengertian Mitosis

Kemudian makanan yang telah dideformasi atau dihancurkan akan diambil zat gizinya dan kemudian akan diubah menjadi energi sesuai kebutuhan.

Sementara pada metabolisme, nutrisi seperti karbohidrat akan menjadi energi untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Tidak hanya diartikan sebagai perubahan semata, metabolisme juga diartikan sebagai proses kimia yang dilakukan oleh tubuh.

Proses kimia yang terjadi termasuk mengubah senyawa kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana. Metabolisme mempunyai fungsi atau untuk mempertahankan kehidupan makhluk hidup menurut sebuah buku yang ditulis oleh Briggs 1973.

Proses Metabolisme

Proses Metabolisme

Proses metabolisme dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:

1. Metabolisme karbohidrat

Sebelumnya, karbohidrat adalah sumber energi bagi tubuh yang tersusun atas tiga unsur, yaitu karbon dan hidrogen dan oksigen.

Karbohidrat juga merupakan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh dan ditemukan dalam berbagai makanan. Karbohidrat akan hadir dalam nasi, gandum, jagung, dan bahan makanan sejenis lainnya.

Perhatikan juga bahwa fungsi karbohidrat adalah sebagai berikut:

1. Sumber energi

Karbohidrat terdiri dari unsur utama glukosa dan merupakan sumber energi utama bagi tubuh, terutama untuk otak dan mata.

Di 1 gram glukosa bisa menghasilkan kalori dengan jumlah 4,1 hingga reaksinya terhadap kekuatan tubuh amat besar.

Karena itu, tidak mengherankan jika banyak orang yang kekurangan karbohidrat dikatakan kekurangan energi.

2. Membentuk senyawa lain

Karbohidrat adalah konstituen dari senyawa lain seperti asam lemak.

3. Penyusun gen

Tidak banyak yang diketahui bahwa karbohidrat merupakan penyusun gen yang ada di dalam inti sel. Gen adalah sel yang berfungsi sebagai pewaris sifat orangtua terhadap anaknya sehingga perannya sangat penting.

Gen adalah sel yang terdiri dari dua karbohidrat dengan total 5 C, yaitu RNA dan DNA.

Proses metabolisme karbohidrat adalah proses kimia yang terjadi dalam tubuh dengan maksud untuk memproses karbohidrat yang sudah masuk.

Pada karbohidrat, bentuk yang paling penting atau paling penting adalah glukosa, gula sederhana atau disebut monosakarida.

Kemudian untuk pengaturan gula yang tidak sederhana atau lebih kompleks disebut polisakarida.

Zat ini selanjutnya akan menjalani proses hidrolisis saat proses pencernaan terjadi atau proses pencernaan makanan di dalam tubuh makhluk hidup.

Hidrolisis adalah proses memecah polisakarida jadi monosakarida menggunakan bantuan atau dengan molekul H2O atau air.

Penguraian karbohidrat dalam mulut juga akan dibantu oleh enzim ptialin yang menghidrolisis pati.

2. Metabolisme Lemak

Lemak adalah nutrisi yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah besar, dengan kata lain disebut makronutrien.

Baca Juga :  Fungsi Diafragma

Lemak terdiri dari gliserol dan asam lemak, gliserol termasuk dalam jenis hidroksil dengan molekul organik di dalamnya.

Sementara asam lemak juga termasuk jenis hidroksil dan memiliki rantai karbon yang melekat cukup lama.

Lemak memiliki karakteristik tidak larut dalam air, tetapi dapat larut jika pelarutnya adalah pelarut organik seperti benzena.

Lemak biasanya digunakan atau dimanfaatkan oleh keberadaannya dalam organisme seluler dan memiliki hubungan dengan asam lemak lainnya.

Lemak adalah sumber energi lain selain karbohidrat dan sering disebut trigliserida.

Metabolisme lemak adalah proses kimia di mana ada proses katabolik dan proses anabolik dengan produk energi.

Dalam proses anabolik akan menghasilkan zat-zat yaitu trigliserida, tubuh keton dan hormon dan pembawa pesan kedua. Metabolisme lemak juga disebut proses yang kompleks dan terjadi dengan berbagai reaksi dan jalur.

3. Metabolisme Protein

Protein adalah protos yang berasal dari bahasa Yunani yang bila ditafsirkan adalah polimer atau senyawa kompleks monomer asam amino.

Metabolisme protein adalah deskripsi dan proses fisik dan proses kimia yang menyebabkan pembuatan sintesis pembentukan asam amino menjadi protein.

Asam amino yang menyusun protein mengandung unsur Nitrogen atau N. Sintesis asam amino sangat dibutuhkan oleh tubuh karena senyawa ini bertindak sebagai pembentuk senyawa penting lainnya seperti histamin.

Tidak hanya itu, senyawa penting lainnya yang terbentuk adalah neurotranmitter dan nukleotida serta asam amino yang dapat diubah menjadi lemak.

Lemak ini kemudian akan diubah menjadi sumber energi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Hati adalah pusat yang berguna untuk memecah protein dan mendistribusikan asam amino ke seluruh tubuh ketika metabolisme protein terjadi.

Tidak hanya itu, hati juga berperan sebagai pembuangan limbah atau limbah dari metabolisme yang terjadi.

Perlu diingat bahwa protein membangun struktur sel dan mengendalikan reaksi biokimia.

Fungsi Metabolisme

Sebagaimana dijelaskan dalam paragraf sebelumnya jika metabolisme wajib terjadi agar makhluk hidup dapat terus bertahan. Karena perannya yang sangat penting, fungsi metabolisme meliputi, yaitu:

  • Penghasil energi
    Metabolisme adalah proses yang menghasilkan energi bagi tubuh karena pada akhir dari ketiga proses itu adalah energi. Energi ini diperoleh dari perubahan zat yang ada dalam makanan dan kemudian diproses dengan bantuan air dan enzim. Energi yang diciptakan selanjutnya akan dipakai oleh otot untuk melakukan beragam kegiatan termasuk berbicara, berpikir, dan berlari.
  • Ganti sel atau jaringan yang rusak
    Dalam proses metabolisme salah satunya adalah metabolisme protein yang proteinnya merupakan polimer monomer asam amino. Polimer ini, yaitu protein, memiliki berbagai fungsi, salah satunya adalah membentuk struktur sel atau mengganti sel yang rusak. Bisa diartikan jika dengan metabolisme yang bagus tentu memiliki sel yang baik dan tanpa kerusakan.
  • Respirasi jaringan di dalam tubuh
  • Pertumbuhan jaringan tubuh
  • Penyusun unit pembangun sel
Baca Juga :  Fungsi Endometrium

Cara Meningkatkan Metabolisme Tubuh

1. Olahraga

Olahraga adalah salah satu jenis aktivitas yang bisa dilakukan untuk membakar kalori dalam tubuh dan cara yang paling efektif.

Aktivitas ini juga dapat meningkatkan massa otot dan pembakaran terjadi lebih optimal meski akan cepat mendatangkan rasa lapar.

Melakukan olahraga dengan berkeringat beberapa menit dapat dilakukan untuk meningkatkan metabolisme tubuh.

2. Makan dengan Benar

Makan berarti makan dengan intensitas sering, tetapi dengan porsi kecil atau kecil. Metode ini dianggap tepat dalam menaikan metabolisme serta dapat juga membantu kegiatan diet yang sedang Anda lakukan.

Ini dikarenakan makan dalam jumlah besar akan menimbun banyak kalori sehingga program penurunan berat badan akan terhambat.

Makan porsi kecil dapat dilakukan dalam jumlah empat hingga lima kali sehari dan dapat ditambahkan ke berbagai makanan ringan.

Jika Anda tidak terbiasa, rasa lapar akan sering hadir, tetapi cobalah untuk minum air ketika datang. Jika masih tidak berhasil, Anda bisa bergiliran misalnya pada hari Senin Kamis.

3. Cukup minum

Seperti diketahui bahwa 80% tubuh manusia terdiri dari air sehingga jika ada kekurangan air atau cairan akan menimbulkan masalah.

Satu masalah adalah dehidrasi dan ini dapat menyebabkan penyakit dan efek buruk nantinya.

Dengan meminum air secara teratur, terutama air, cairan tubuh akan terpenuhi dan metabolisme akan meningkat sebesar 40%.

4. Kurangi soda

Minuman yang mengandung soda akan meningkatkan keinginan Anda untuk mengonsumsi makanan manis sehingga berat badan Anda bertambah.

Tidak hanya itu, minuman ringan juga dapat memberikan efek kembung pada orang-orang tertentu dan jika Anda minum terlalu banyak. Selain itu, minuman bersoda akan memperlambat proses metabolisme dalam tubuh.

5. Konsumsi teh hijau

Teh hijau memiliki kandungan yang baik untuk tubuh sehingga tidak heran jika teh ini sering masuk dalam menu hidup sehat.

Teh ini dapat membantu program penurunan berat badan dan juga untuk meningkatkan metabolisme orang yang meminumnya.

Penutup

Demikianlah Pelajaran tentang Pengertian Metabolisme: Proses, Fungsi dan Cara Meningkatkannya, yang dapat kami sampaikan semoga dapat bermanfaat bagi anda semua.

Terima kasih telah belajar dengan kami dan sampai berjumpa di artikel kami selanjutnya.

Baca Juga:

Daur Hidup Katak

Ika Evitasari
2 min read

Daur Hidup Nyamuk

Ika Evitasari
2 min read

Daur Hidup Belalang

Ika Evitasari
2 min read