Pengertian MLM

3 min read

Tahukah anda pengertian dari MLM? Pada kesempatan kali ini kami akan membahas mengenai MLM dimana meliputi pengertian MLM, sejarah MLM, jenis-jenis MLM, kelebihan, kekurangan serta bagaimana cara kerjanya.

Langsung saja berikut ini merupakan pengertian MLM yang harus anda ketahui.

Apa itu MLM?

Pengertian MLM Sejarah, Jenis, Kelebihan, Kekurangan dan Cara Kerjanya

Pengertian MLM (Multi Level Marketing) atau pemasaran berjenjang adalah strategi pemasaran di mana tenaga penjualan (sales) tidak hanya mendapatkan kompensasi untuk penjualan yang mereka hasilkan, tetapi juga untuk penjualan dari penjualan lain yang mereka rekrut.

Anggota MLM disebut distributor atau mitra dagang. Mitra komersial kemudian mengundang orang lain agar ikut menjadi anggota sehingga jaringan customer atau market smenjadi semakin luas dan besar.

Keberhasilan mitra komersial mengundang serta menambah jumlah anggota akan membuat peningkatan pendapatan pada perusahaan sehingga dapat memberikan manfaat.

Sejarah Singkat MLM

MLM atau Multi Level Marketing berasal dari bahasa Inggris. Kata Multi berarti banyak, Level berarti tingkatan atau jenjang kemudian Marketing yaitu pemasaran.

Dengan demikian, istilah MLM dapat diartikan sebagai pemasaran bertingkat atau berjenjang. Oleh karena itu, dikatakan sebagai perusahaan MLM karena dalam sistem terdapat penjualan multilevel.

Oleh karena itu, struktur perusahaan atau penjualan perusahaan menggunakan struktur piramida di mana di atas berarti memiliki tingkat yang lebih tinggi.

MLM juga bisa disebut Network Marketing. Ini karena perusahaan MLM atau anggota organisasi semakin banyak dan membentuk jaringan atau jaringan di mana jaringan ini merupakan sistem pemasaran perusahaan MLM ini.

Jaringan ini terdiri dari anggota atau kelompok orang yang bekerja melakukan pemasaran. Jadi, anggota perusahaan melakukan pemasaran kepada calon anggota lain atau anggota baru.

Terkadang MLM juga disebut bisnis penjualan langsung. Ini didasarkan karena strategi atau implementasi penjualan produk perusahaan MLM memang menggunakan cara langsung yaitu bertemu langsung dengan konsumen.

Baca Juga :  Pengertian Pranata Ekonomi

Tidak ada perantara seperti toko, toko, warung dan sebagainya. Oleh karena itu, produk perusahaan MLM tidak dijual di toko atau toko karena sistem pemasaran dan penjualan yang digunakan adalah penjualan langsung.

Namun sebenarnya, Penjualan Langsung dan MLM memiliki persamaan dan perbedaan dari penggunaan bahasa atau istilah dengan substansi sistem.

Dalam sejarahnya, istilah Penjualan Langsung telah muncul pertama kali dibandingkan dengan istilah MLM dan dari sana istilah MLM lahir. Jadi, istilah MLM lahir dimulai dengan penjualan langsung pertama.

Penjualan Langsung mengacu pada kegiatan penjualan barang atau jasa yang dilakukan langsung kepada konsumen.

Kegiatan penjualan langsung ini dilakukan oleh penjual langsung atau penjual langsung dengan memberikan penjelasan produk melalui presentasi dan demo produk.

Jadi, dalam Penjualan Langsung esensi adalah seorang tenaga penjualan independen yang melakukan kegiatan penjualan produk dari produsen ke konsensus.

Berdasarkan sejarahnya, Penjualan Langsung muncul ketika The California Perfume Company di New York mulai beroperasi pada 1886. Pendiri perusahaan ini adalah Dave Mc Connel.

Mc Connel kemudian mempekerjakan Ny. Albee diangkat menjadi Wanita Parfum California pertama di mana pekerjaannya adalah untuk melakukan kegiatan penjualan langsung dari rumah konsumen ke rumah.

Pada tahun 1939, perusahaan berganti nama menjadi Avon. Mrs. Albee menjadi pelopor metode penjualan langsung.

Perkembangan selanjutnya adalah pada tahun 1934 dengan munculnya perusahaan bernama Nutrilite di California.

Yang menggunakan sistem penjualan baru yang memberikan komisi tambahan untuk setiap distributor independen yang berhasil merekrut dan melatih serta membantu anggota baru untuk kemudian menjual produk mereka.

Dengan metode ini, tentu saja distributor akan terus merekrut untuk mendapatkan anggota baru dan tentu saja untuk komisi tambahan lainnya.

Selanjutnya, pada tahun 1956, perusahaan Shaklee muncul dan pada tahun 1959 perusahaan Amway muncul dengan metode penjualan yang sama di mana dari kedua perusahaan ini istilah MLM atau metode pemasaran multi-level lahir.

Baca Juga :  Pengertian Deflasi

Jadi, sejarah MLM dimulai dengan metode penjualan langsung. Tentu saja, dalam perkembangan selanjutnya MLM juga terus mengalami perubahan.

Di Indonesia sendiri, bisnis MLM telah masuk sejak tahun 80-an. Tentu saja, modal diperlukan untuk dapat bergabung dengan bisnis MLM.

Sehingga ada orang yang menggunakan dana pinjaman sambil tetap memperhatikan suku bunga KTA dengan tujuan mendapatkan keuntungan dalam bisnis MLM ini, apakah itu menutupi atau melunasi jumlah hutang atau tidak.

Apalagi saat ini, sudah ada lebih dari sekitar 5,5 juta orang yang menjalankan bisnis ini dan sudah ada ratusan produk dan layanan yang diperdagangkan dalam sistem MLM ini.

Jenis MLM

Jenis MLM

1. System Binary Plan

Sistem ini menekankan pengembangan jaringan hanya dua kaki dan memprioritaskan keseimbangan jaringan.

Semakin seimbang pergantian jaringan dan bisnis perusahaan MLM ini, semakin besar bonus yang didapat.

Perusahaan MLM dengan sistem ini relatif lebih cepat dalam pengembangan. Mitrak akan lebih cepat mendapatkan bonus besar.

2. Break Away System

Sistem ini dalam mengembangkan jaringan lebih mementingkan lebar. Semakin banyak garis depan, semakin banyak bonus yang Anda terima.

Namun, kelemahannya adalah bahwa seorang agen harus mengurus semuanya sendiri. Sistem ini memungkinkan downline untuk melampaui upline mereka.

3. Sistem Matriks

Sistem ini menggunakan konsep pengembangan jaringan hanya dalam tiga garis depan dan seterusnya. Jenis ini muncul untuk mengalami sistem biner yang dianggap permainan uang.

Kelebihan MLM

  • MLM dapat mendatangkan penghasilan pasif yang menjanjikan sebagai tambahan gaji tetap yang diterima setiap bulan.
  • MLM melatih setiap distributor untuk mengasah keterampilan komunikasinya dengan downline-nya sehingga terbentuk jiwa penjualan pribadi yang kuat.
  • Memperluas hubungan.

Kekurangan MLM

  • Distributor MLM bukan pengusaha, tetapi hanya pengikut dari sistem hierarkis yang kompleks di mana mereka memiliki sedikit kontrol. Jadi mereka dikendalikan oleh sistem yang berlaku, tidak bisa gratis.
  • MLM memiliki dampak negatif pada sektor riil. Jika manusia sudah tergila-gila pada MLM, maka aktivitas sektor riil akan terganggu. Karena dalam MLM, uang hanya berputar di lingkungan perusahaan dan itu tentu mengurangi produktivitas masyarakat di tempat kerja (dalam arti sebenarnya).
  • MLM membuat orang lain tidak mau mencoba bermain modal dalam kegiatan bisnis sektor riil. Padahal sektor riil membutuhkan modal yang cukup besar.
  • Uang pelanggan yang berputar dalam bisnis MLM belum terjamin oleh keamanan pemerintah. Dengan kemungkinan yang paling buruk (likuidasi), semua uang pelanggan MLM tidak dapat dikembalikan alias hangus.
Baca Juga :  Pengertian Pelaku Ekonomi

Cara Kerja MLM

  • Perusahaan berusaha untuk menangkap konsumen untuk menjadi anggota atau anggota dengan mewajibkan calon konsumen untuk membeli paket produk perusahaan dengan harga tertentu.
  • Dengan membeli paket produk perusahaan, pembeli diberikan formulir keanggotaan atau anggota dari perusahaan. Setelah menjadi hadiah, tugas selanjutnya adalah menemukan anggota baru dengan cara yang sama, yaitu membeli produk perusahaan dengan mengisi formulir keanggotaan.
  • Anggota baru kemudian mencari calon anggota baru lagi dengan cara yang sama. Jika seorang anggota dapat menangkap banyak anggota, ia akan mendapatkan bonus dari perusahaan.
  • Dengan hadirnya anggota baru ini serta menjadi konsumen reguler dari produk perusahaan, anggota yang berada di level pertama, kedua dan seterusnya akan selalu mendapatkan estafet bonus dari perusahaan, karena perusahaan sangat diuntungkan oleh keberadaan anggota baru ini.

Penutup

Demikianlah Pelajaran tentang Pengertian MLM: Sejarah, Jenis, Kelebihan, Kekurangan dan Cara Kerjanya, yang dapat kami sampaikan semoga dapat bermanfaat bagi anda semua.

Terima kasih telah belajar dengan kami dan sampai berjumpa di artikel kami selanjutnya.

Baca Juga: