Pengertian Nasionalisme

Posted on

Setiap warga negara memiliki rasa nasionalisme terhadap negaranya sendiri. Jadi secara alami kita belajar mulai dari pengertian nasionalisme, Tujuan, Bentuk, Ciri-ciri & Contohnya.

Sekarang tanyakan pada diri sendiri apakah kita sudah memiliki rasa itu? Penjelasan berikut akan membuktikannya. Berikut ini merupakan pengertian nasionalisme yang harus anda ketahui.

Apa Nasionalisme itu?

Pengertian Nasionalisme Sejarah, Tujuan, Bentuk, Ciri-ciri Contohnya

Pengertian Nasionalisme adalah pemahaman tentang kebangsaan rakyat di suatu negara yang memiliki kesadaran dan semangat cinta untuk tanah air dan juga bangsa yang ditunjukkan melalui sikap dan perilaku individu atau juga masyarakat.

Nasionalisme ini juga bisa diartikan sebagai paham masyarakat dalam suatu bangsa yang memiliki kerukunan budaya.

Serta wilayah dan juga kesamaan cita-cita dan tujuan sehingga menimbulkan atau menimbulkan rasa ingin mempertahankan negaranya, baik internal dan eksternal.

Sejarah Nasionalisme

Sejarah nasionalisme dimulai pada abad ke-18 ketika ada suasana liberalisme di Eropa.

Ada kecenderungan / dorongan di negara-negara lain untuk melakukan tingkat kesetaraan dengan orang-orang Inggris dan Perancis yang pada waktu itu memang negara yang paling maju di zaman mereka.

Negara-negara lain, misalnya seperti Italia, mereka merasakan hal yang sama dalam hal budaya tetapi secara politis mereka tidak begitu berarti karena mereka terpecah.

Dari sinilah (pada abad ke-19) muncul rasa nasionalisme dalam jiwa rakyatnya untuk menunjukkan identitas bangsa sebagai negara yang bersatu dan merdeka.

Di abad ke 20 sejarah dari nasionalisme berlanjut, perasaan nasionalisme telah menyebar ke dataran Afrika, Eropa Timur dan Asia di mana orang bersatu dan berjuang dengan gigih untuk menunjukkan identitas nasional sebagai pemahaman baru.

Baca Juga :  Pengertian HAM

Secara bertahap tertentu, pemahaman lama yang menekankan budaya suku sudah mulai ditinggalkan. Budaya lama ini, seringkali tidak berdaya untuk membangun negara nasional.

Bahkan dapat menjadi faktor penghalang meskipun di banyak negara jajahan perlu ada kesatuan yang dibangun dari rasa nasionalisme.

Sehingga bangsa menjadi kuat, gigih sehingga dapat mengusir semua bentuk-bentuk pendudukan kolonial.

Untuk menanamkan ideologi nasional (misalnya, bahasa nasional, dll.), Ada banyak contoh meniru atau mengambil ide dari negara-negara yang telah membentuk negara nasional, terutama negara-negara Barat.

Namun, dalam praktiknya, ide-ide dari barat tidak selalu sejalan dengan nasionalis, sehingga ada kebutuhan untuk penyaringan lebih lanjut sehingga pemahaman baru akan muncul.

Banyak negara setuju dan pada saat yang sama menolak apa yang dicontohkan oleh negara-negara barat pada waktu itu.

Karena itu, mengambil pemahaman yang baik dan menghilangkan yang buruk (tidak pantas) adalah keputusan terbaik kaum nasionalis seperti Soekarno, Nasser dll.

Meskipun nasionalisme telah berkembang dengan cepat sebagai pemahaman yang universal, kata “nasionalisme” cuma mempunyai makna positif (dilihat sebagai baik) oleh negara-negara Amerika Latin, Afrika, Timur Tengah dan Asia.

Karena kata “nasionalisme” menyarankan orang untuk membebaskan dari pendudukan kolonial. , yang notabene banyak dilakukan oleh negara-negara barat.

Oleh karena itu di barat, mereka memilih untuk menggunakan kata “patriotis” daripada kata “nasionalis” karena rasa nasionalisme dipandang sebagai sesuatu yang buruk sementara patriotisme dipandang sebagai sesuatu yang baik.

Ini masuk akal dan bisa kita pahami karena bagi negara-negara kolonial (barat), nasionalisme dijadikan sebagai gangguan yang terbesar ketika mereka ingin menjajah suatu negara.

Tujuan Nasionalisme

Sikap nasionalisme di suatu negara memiliki tujuan tertentu. Di bawah ini tercantum beberapa tujuan nasionalistik:

  • Tumbuh dan meningkatkan cinta untuk ibu pertiwi dan bangsa juga.
  • Membangun hubungan yang harmonis dan harmonis antara individu dan juga masyarakat.
  • Membangun dan memperkuat ikatan persaudaraan di antara sesama anggota masyarakat.
  • Mencoba menghilangkan ekstremisme, atau juga tuntutan berlebihan dari warga negara kepada pemerintah.
  • Menumbuhkan semangat berkorban untuk negara dan bangsa.
  • Menjaga ibu pertiwi dan bangsa dari serangan musuh, baik dari luar maupun dari dalam negeri.
Baca Juga :  Suku Batak

Bentuk Nasionalisme

Ada beberapa bentuk nasionalisme di suatu negara. Di bawah ini adalah beberapa bentuk nasionalisme yang adalah sebagai berikut:

1. Nasionalisme Kewarganegaraan

Ini juga disebut nasionalisme sipil, yang merupakan bentuk nasionalisme di mana negara memiliki kebenaran politik dari kehendak rakyat, partisipasi aktif rakyatnya, atau juga perwakilan politik.

2. Nasionalisme Budaya

Bentuk nasionalisme di mana negara memiliki kebenaran politik yang berasal dari budaya bersama, dan bukan dari “keturunan” seperti ras, warna kulit, dan lain-lain.

3. Nasionalisme Etnis

Bentuk nasionalisme ini adalah semangat kebangsaan di mana negara memiliki kebenaran politik budaya asli atau etnis suatu masyarakat.

4. Nasionalisme Identitas

Bentuk nasionalisme dimana negara memiliki kebenaran politik secara organik, yaitu hasil suatu bangsa atau ras sesuai dengan semangat romantisme.

5. Nasionalisme Agama

Bentuk nasionalisme di mana negara tersebut memiliki legitimasi politik dari adanya kesetaraan agama.

6. Nasionalisme Negara

Bentuk nasionalisme di sini adalah bahwa orang-orang memiliki perasaan nasionalistik yang kuat dan diberi prioritas di atas hak-hak universal dan kebebasan. Nasionalisme ini sering dikaitkan dengan nasionalisme etnis.

Ciri-ciri Nasionalisme

Ciri-ciri Nasionalisme

Kita dapat mengenali nasionalisme ini dari karakteristiknya. Menurut Drs. Sudiyo, ciri-ciri nasionalisme meliputi:

  • Adanya persatuan dan kesatuan nasional.
  • Keberadaan organisasi modern yang bersifat nasional.
  • Perjuangan yang dilakukan bersifat nasional.
  • Nasionalisme ini bertujuan untuk kemerdekaan dan membangun negara merdeka di mana kekuasaan tertinggi ada di tangan rakyat.
  • Nasionalisme lebih mementingkan pemikiran, sehingga pendidikan memiliki peran penting dalam mendidik kehidupan berbangsa.

Semangat nasionalisme juga terkandung dalam Pancasila, yaitu dalam sila ke-3 Pancasila yang bertuliskan “Kesatuan Indonesia” dengan ciri-ciri:

  • Cinta untuk tanah air dan juga bangsa Indonesia.
  • Bersedia berkorban demi bangsa dan negara.
  • Bangga memiliki tanah air dan bangsa Indonesia.
  • Memposisikan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan kelompok.
Baca Juga :  Nilai Praksis Pancasila

Contoh Sikap Nasionalisme

Beberapa contoh sikap serta perilaku nasionalistik meliputi:

  • Mematuhi aturan yang berlaku
  • Mematuhi hukum negara
  • Melestarikan budaya Indonesia
  • Menciptakan dan mencintai produk dalam negeri
  • Bersedia melakukan tindakan nyata untuk memajukan negara, serta mempertahankan.

Penutup

Demikianlah Pelajaran tentang Pengertian Nasionalisme: Sejarah, Tujuan, Bentuk, Ciri-ciri & Contohnya, yang dapat kami sampaikan semoga dapat bermanfaat bagi anda semua.

Terima kasih telah belajar dengan kami dan sampai berjumpa di artikel kami selanjutnya.

Baca Juga: