Pengertian Pendapatan Nasional

3 min read

Pernahkah Anda mendengar istilah pendapatan nasional? Lalu apakah pengertian dari pendapatan nasional itu? Pendapatan adalah dana yang diperoleh oleh individu, perusahaan atau negara.

Sedangkan pendapatan nasional iyalah jumlah pemasukan yang diperoleh oleh semua rumah tangga keluarga (RTK) pada suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi pada satu periode, biasanya selama satu tahun.

Selain melewati pendapatan per kapita, kesejahteraan suatu negara juga dapat diukur dengan jumlah pendapatan nasional.

Tidak seperti pendapatan pribadi, sederhananya, pendapatan nasional adalah pendapatan yang diterima oleh semua orang di satu negara.

Secara lebih rinci dapat diartikan sebagai nilai total barang dan jasa akhir yang diproduksi oleh suatu ekonomi dalam periode tertentu. Berikut ini merupakan definisi pendapatan nasional secara lengkap.

Apa Itu Pendapatan Nasional?

Pengertian AFTA Sejarah, Anggota, Latar Belakang, Manfaat Tujuannya

Definisi Pendapatan nasional adalah nilai total output akhir suatu negara dari semua barang dan jasa baru yang diproduksi dalam satu tahun.

Pencatatan pendapatan nasional adalah sistem pembukuan yang digunakan oleh pemerintah untuk pengukuran tingkat kegiatan ekonomi negara pada fase waktu tertentu.

Catatan akuntansi seperti ini termasuk data tentang total pendapatan yang diperoleh perusahaan domestik, upah yang dibayarkan kepada pekerja asing dan domestik, dan jumlah yang dihabiskan untuk pajak penjualan dan pendapatan oleh perusahaan dan individu yang tinggal di negara tersebut.

Sejarah Singkat Pendapatan Nasional

Konsep pendapatan nasional pertama kali diciptakan oleh Sir William Petty dari Inggris yang mencoba memperkirakan pendapatan nasional negaranya (Inggris) pada tahun 1665.

Baca Juga :  Pengertian Akuntabilitas

Dalam perhitungannya, ia menggunakan asumsi bahwa pendapatan nasional adalah jumlah dari biaya hidup (konsumsi) selama satu tahun.

Namun, pendapat ini tidak disetujui oleh para ekonom modern, karena dalam pandangan ekonomi modern, konsumsi bukan satu-satunya elemen dalam perhitungan pendapatan nasional.

Menurut mereka, alat utama sebagai ukuran kegiatan ekonomi adalah Produk Nasional Bruto (GNP), yang merupakan jumlah total barang dan jasa yang diproduksi setiap tahun oleh negara yang bersangkutan diukur sesuai dengan harga pasar suatu negara.

Manfaat Perhitungan Pendapatan Nasional

Negara Anggota AFTA
  • Mengetahui tingkat kemakmuran suatu negara.
  • Mengevaluasi kinerja ekonomi pada skala tertentu.
  • Mengukur perubahan ekonomi suatu negara secara teratur.
  • Mempermudah membandingkan kinerja ekonomi masing-masing sektor.
  • Sebagai indikator kualitas hidup orang di suatu negara.
  • Sebagai indikator perbandingan kinerja antar negara.
  • Sebagai indikator kualitas komparatif standar hidup antar negara.
  • Sebagai perbandingan dan indikator tingkat perkembangan ekonomi dari masa ke masa.
  • Sebagai indikator dan perbandingan pertumbuhan ekonomi dan kekayaan suatu negara.

Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Nasional

Perhitungan pendapatan nasional suatu negara biasanya dihitung setiap tahun. Sekarang, setiap tahun pendapatan nasional dapat meningkat atau menurun.

Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah pendapatan nasional suatu negara adalah sebagai berikut:

1. Kualitas SDM

Jika di suatu negara sumber daya manusianya yang tinggi memiliki pendidikan yang baik, etos kerja, keterampilan dan kemampuan teknologi, pendapatan nasional negara itu juga akan tinggi.

Karena jika sumber daya manusia masih berkualitas rendah, maka negara tidak dapat secara efektif mengelola sumber daya alam. Sehingga negara akan terus dibayangi kemiskinan.

2. Sumber daya alam

Negara-negara yang memiliki banyak sumber daya alam dan menggunakannya dengan baik akan memiliki pendapatan nasional yang tinggi.

Baca Juga :  Pengertian Manajer

Bahkan dari sumber daya alam yang dikelola dengan baik, negara dapat memenuhi kebutuhan warganya tanpa kesulitan.

Contoh dari negara-negara tersebut adalah negara-negara penghasil minyak seperti Qatar dan Uni Emirat Arab. Mereka bahkan tidak mengenakan pajak pada warga negara mereka.

3. Stabilitas keamanan

Stabilitas keamanan yang buruk akan sangat mempengaruhi pencapaian pendapatan nasional suatu negara.

Misalnya, jika kerusuhan sering terjadi, demonstrasi disertai dengan kekerasan, pemboman, terorisme, perang suku, dan gerakan separatis, akan mengakibatkan berkurangnya pencapaian pendapatan nasional.

Sebaliknya, jika stabilitas keamanan yang baik tentu akan mendorong kegiatan ekonomi sehingga jumlah pendapatan nasional akan meningkat.

4. Modal

Jika suatu negara memiliki modal yang cukup untuk memproses sumber daya alam yang tersedia, pendapatan nasional negara itu pasti akan meningkat.

Sebaliknya, jika suatu negara kekurangan modal, pendapatan nasional negara itu tidak optimal.

Secara umum, jika suatu negara kekurangan modal (baik barang modal seperti mesin, dan modal uang) maka negara tersebut akan mengundang investor asing untuk menanamkan modalnya, biasanya dalam bentuk mendirikan perusahaan.

Namun, jika suatu negara memiliki banyak modal (terutama negara maju) maka negara tersebut akan menginvestasikan sebagian modalnya di negara lain yang diinginkannya.

5. Kondisi Geografis dan Geologis

Negara dengan lokasi geografis dan geologis tertentu berisiko mengalami bencana alam yang berulang setiap tahun.

Bencana alam seperti gempa bumi, angin topan dan banjir, yang terjadi berulang kali akan merusak fasilitas dan infrastruktur yang ada.

Kerusakan seperti itu tentu berdampak pada pengurangan pencapaian pendapatan nasional.

Sebaliknya, negara-negara yang tidak pernah (jarang) dilanda bencana alam, tidak akan mengalami kerusakan yang mengakibatkan berkurangnya pendapatan nasional.

6. Kebijakan pemerintah

Kebijakan pemerintah sangat mempengaruhi pencapaian pendapatan nasional.

Baca Juga :  Pengertian Kebijakan Fiskal

Jika suatu negara memiliki pemerintahan yang bersih, berwibawa, dan berkualitas, pemerintah negara itu pasti akan membuat kebijakan yang tepat, baik kebijakan di bidang politik maupun ekonomi.

Kebijakan yang tepat dan disertai dengan implementasi yang bertanggung jawab tentu akan mempengaruhi peningkatan pendapatan nasional.

7. Konsumsi, Tabungan, dan Investasi

Seperti kita ketahui, berdasarkan pendekatan pengeluaran khusus, untuk ekonomi tertutup sederhana, yaitu, ekonomi yang tidak melibatkan hubungan luar negeri (ekspor dan impor) dan tidak melibatkan kegiatan pemerintah, pendapatan nasional hanya terdiri dari konsumsi (C) dan tabungan (S).

Penutup

Demikianlah Pelajaran tentang Pengertian Pendapatan Nasional: Sejarah, Manfaat dan Faktornya, yang dapat kami sampaikan semoga dapat bermanfaat bagi anda semua.

Terima kasih telah belajar dengan kami dan sampai berjumpa di artikel kami selanjutnya.

Baca Juga: