Pengertian Prilaku Konsumen

4 min read

Tahukah anda Pengertian dari Prilaku Konsumen? Secara sederhana konsumen dapat didefinisikan sebagai orang yang membeli atau menggunakan barang atau jasa yang diproduksi oleh produsen yang kemudian didelegasikan ke perantara lain untuk dijual dan didistribusikan.

Dalam memasarkan suatu barang, dibutuhkan kemampuan untuk melihat pasar, apa yang diinginkan oleh konsumen dan apa yang ingin ditargetkan oleh pasar sasaran adalah produk yang dirilis.

Karenanya kemampuan melihat tingkat perilaku konsumen atatu menjadi hal yang penting. Dalam dunia pemasaran, ada banyak hal yang cukup penting untuk diketahui di mana salah satunya adalah perilaku konsumen.

Agar lebih jelas, berikut ini merupakan Pengertian Prilaku Konsumen yang harus anda ketahui.

Apa Itu Prilaku Konsumen?

Pengertian Prilaku Konsumen Sejarah, Jenis, Proses, Faktor dan Contohnya

Dalam suatu proses atau transaksi pembelian dan penjualan suatu barang atau jasa juga banyak hal yang berkaitan dengan konsumen. Konsumen adalah tokoh atau faktor penting yang perlu Anda kenali karakternya.

Pengertian Prilaku konsumen itu sendiri sebenarnya adalah faktor yang menyebabkan konsumen akhirnya memutuskan untuk membeli barang atau menggunakan jasa.

Tentu saja ada banyak faktor yang mendasari perilaku konsumen ini. Karena seseorang yang bertindak sebagai konsumen harus memiliki alasan sendiri ketika membeli suatu barang.

Setelah kita membahas mengenai pengertian prilaku konsumen, sekarang anda harus tau sejarah dari prilaku konsumen itu sendiri.

Sejarah Singkat Prilaku Konsumen

Dalam Ujang Suwarman (2002) dikatakan bahwa disiplin perilaku konsumen telah mengalami perjalanan yang cukup panjang sebelum berkembang dan menjadi disiplin yang sangat penting dan dibutuhkan.

Menurut Engel, Blackwell dan Miniard (1990), perilaku konsumen memiliki akar utama ekonomi. Teori perilaku konsumen adalah salah satu dasar dari teori ekonomi mikro yang sangat penting.

Teori perilaku konsumen menjelaskan bahwa konsumen akan membuat pilihan terbaik dengan memaksimalkan kepuasan atau kegunaannya.

Dalam upaya untuk memaksimalkan kepuasan, konsumen menghadapi kendala pendapatan dan harga barang.

Baca Juga :  Pengertian Perusahaan Jasa

Sedangkan preferensi dan faktor-faktor lain yang dianggap mempengaruhi pengambilan keputusan dianggap permanen atau diabaikan, dikenal sebagai ceteris paribus.

Selanjutnya Engel, Blackwell dan Miniard (1990) mengemukakan bahwa berbagai teori perilaku konsumen yang dikembangkan tidak diuji secara empiris hingga pertengahan abad ke-20.

Pengujian empiris dengan survei dan eksperimen dilakukan setelah disiplin pemasaran dalam program studi bisnis dan disiplin studi konsumen dalam program studi ekonomi rumah tangga yang sedang berkembang.

Pada dekade 1960-an, disiplin perilaku muncul sebagai disiplin yang berbeda. Perkembangan tidak terlepas dari pengaruh dan pakar yang cukup besar seperti, Robert Ferber, John A. Howard.

George Katona juga dikenal sebagai bapak psikolog ekonomi (Ujang Suwarman, 2002). George Katona belajar psikologi terlebih dahulu sebelum belajar dan belajar ekonomi.

Dialah yang mengkritik teori ekonomi perilaku konsumen, dan kemudian mengembangkannya dan memasukkan unsur psikologis dalam pengambilan keputusan konsumen.

Jenis Prilaku Konsumen

Jenis Prilaku Konsumen

Konsumen adalah sama dengan orang yang tentu memiliki sifat atau karakter yang berbeda. Jadi ini yang menjadi penyebab mengapa antar konsumen yang satu dengan lainnya memiliki sifat dan perilaku yang sama.

Sifat dan perilaku ini dapat dilihat dari cara mereka memutuskan untuk membeli barang dan jasa. Beberapa jenis konsumen yang perlu Anda ketahui meliputi:

1. Konsumen yang Suka Menjadi Trend Setter

Tren dalam hidup bergiliran. Baik itu dari segi teknologi, mode atau yang lain akan berubah sesuai dengan zaman atau selera masyarakat.

Ada tipe konsumen yang selalu ingin jadi trend setter dan selalu berusaha untuk membeli barang apa saja yang merupakan rilisan terbaru.

Jadi itu akan mempunyai kebanggaan sendiri karena kedepannya akan digunakan sebagai trend setter atau panutan bagi banyak orang.

2. Konsumen Berdasarkan Harga

Jenis konsumen ini adalah yang paling umum dimana biasanya akan ditandai dengan karakteristik ia hanya akan tertarik dengan harga yang lebih murah.

3. Konsumen Memprioritaskan Keuntungan

Sedangkan tipe pengikut selanjutnya adalah konsumen yang cukup diperhitungkan karena ingin mendapatkan barang tetapi tidak berlebihan atau tidak terpengaruh oleh faktor apa pun.

Biasanya konsumen jenis ini hanya akan membeli barang yang sesuai dengan kebutuhannya.

4. Konsumen yang Memilih Menjadi Pengikut

Berbanding terbalik dengan tipe di atas, tipe pengikut yang benar-benar akan digunakan konsumen atau membeli barang yang sedang dipukul.

Biasanya dia akan membeli barang karena dipengaruhi oleh tren dan karena pengaruh iklan.

5. Konsumen Pemula

Konsumen yanng masih pemula tidak akan banyak pertimbangan. Dia bisa membeli suatu barang sesuai kemauannya saat itu. Umumnya konsumen jenis ini tidak terlalu banyak bertanya kepada penjual.

Baca Juga :  Pengertian Perdagangan Internasional

Sehingga ketika ia merasa cocok barang tersebut akan segera dibeli.

6. Konsumen yang Memprioritaskan Kualitas

Memperhatikan kualitas sangat penting karena tidak ada gunanya menjadi murah jika ternyata kualitas barang yang dibeli murah.

Konsumen jenis ini tidak akan keberatan membeli barang dengan harga mahal asalkan kualitas barang memang proporsional dengan harga.

7. Konsumen yang Jeli

Konsumen jeli biasanya selalu banyak pertimbangan. Dia akan mengamati kualitas barang yang dijual dan membandingkan harga di satu tempat dengan tempat lain.

Biasanya konsumen jenis ini juga tidak akan ragu untuk menawar untuk mendapatkan harga terendah.

8. Pelanggan

Jenis konsumen terakhir adalah pelanggan. Konsumen jenis ini sudah terbiasa membeli di tempat tertentu dan akan terus membeli barang di tempat atau penjual yang sama.

Proses Pengambilan Keputusan oleh Konsumen

Seorang konsumen biasanya memiliki alasan atau pertimbangan sendiri dalam membeli suatu barang. Dan setiap orang tentu memiliki pertimbangan berbeda.

Namun secara umum sebenarnya ada beberapa hal yang mempengaruhi proses konsumen dalam mengambil keputusan dalam membeli barang, yaitu:

1. Menyesuaikan Kebutuhan

Manusia memang memiliki kebutuhan primer yang bisa dipastikan apa pun jenisnya.

Tetapi ada kalanya manusia juga membutuhkan barang atau kebutuhan tiba-tiba, sehingga kebutuhan itu akhirnya menjadi alasan untuk membeli sesuatu.

2. Keputusan

Saat memutuskan untuk membeli suatu barang bisa berdasarkan saran atau permintaan orang lain atau sesuatu yang secara tak terduga dibutuhkan.

Jadi keputusan dalam proses pembelian akan tergantung pada konsumen itu sendiri.

3. Pengumpulan Informasi

Ketika seseorang membutuhkan sesuatu untuk dibeli sesuai dengan kebutuhan mereka.

Biasanya pertama-tama mereka akan mencari informasi terkait barang yang ingin mereka beli melalui rekomendasi orang lain atau mencari informasi melalui internet dan media lain.

4. Penilaian

Ketika Anda ingin membeli suatu barang, orang dapat melakukan penilaian. Penilaian bisa sesuai dengan nalurinya sendiri dan atas saran orang lain, termasuk saran dari penjual sendiri.

5. Reaksi atau Perilaku Setelah Proses Pembelian Terjadi

Biasanya setelah membeli suatu barang, orang akan memiliki penilaian sendiri. Sebagian merasa puas atau sebaliknya.

Jadi sebagai penjual lebih baik menjual produk atau barang yang memang kualitas dan harganya seimbang.

Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen

Pertimbangan dalam membeli suatu barang berbeda untuk setiap orang. Tetapi ada beberapa faktor umum yang mendasari sekaligus pengaruh besar pada perilaku konsumen saat membeli sesuatu, termasuk:

Baca Juga :  Pengertian Kompensasi

1. Faktor Lingkungan

Lingkungan juga cukup berpengaruh karena tidak sedikit orang akan mengubah gaya hidup dan kebutuhan mereka karena dipengaruhi oleh lingkungan atau di mana mereka berada.

2. Faktor Kebutuhan

Faktor pertama yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam membeli suatu barang adalah keharusan.

Ia akan membeli apa yang benar-benar dibutuhkan, terlepas dari kebutuhan primer (rutin) dan kebutuhan tak terduga.

3. Faktor Harga

Harga merupakan faktor yang dianggap cukup penting. Karena harga umumnya merupakan tolok ukur yang paling penting dan cukup berpengaruh bagi konsumen ketika mereka membeli sesuatu.

4. Faktor Kualitas Produk

Tidak sedikit konsumen juga memutuskan untuk membeli barang karena tergoda oleh kualitas produk yang ditawarkan.

Jadi ketika dia tertarik pada suatu barang yang menurutnya berkualitas, dia tidak akan ragu untuk membelinya.

5. Faktor Promosi

Promosi dan juga iklan tidak dapat dipungkiri juga bisa menghipnotis konsumen.

Tidak heran begitu banyak produsen produk yang selalu berusaha meningkatkan promosi untuk mendapatkan atau menangkap banyak konsumen.

Contoh Perilaku Konsumen

Sebenarnya cukup banyak contoh perilaku konsumen. Tetapi sebagai contoh sederhana ketika orang ingin membeli buah. Antara buah impor dan buah lokal.

Tidak sedikit masyarakat selaku konsumen yang jauh memilih membeli buah impor daripada buah lokal. Alasannya cukup sederhana, yaitu karena harga buah impor lebih murah dari buah lokal.

Harga murah selalu berhasil menarik konsumen. Namun sebenarnya ada alasan mengapa harga buah lokal lebih mahal dari buah impor.

Buah lokal biasanya tergantung pada musim sehingga petani hanya bisa panen dalam waktu tertentu. Belum lagi terkendala oleh beberapa hal seperti musim peralihan yang membuat produksi buah menjadi terhambat.

Akibatnya, proses distribusi menjadi lambat dan bisa jadi karena kendala fasilitas, pajak dan lain-lain, yang membuat penjual akhirnya menentukan harga buah yang lebih mahal.

Lain halnya dengan buah impor biasanya proses distribusi skala besar, sedangkan biaya bea cukai cukup rendah. Akibatnya harga yang ditawarkan juga lebih murah.

Namun demikian, selaku konsumen yang cerdas harus selalu jeli saat memperhatikan kualitas suatu produk. Jangan selalu menjadikan harga yang murah sebagai patokan.

Penutup

Demikianlah Pelajaran tentang Pengertian Prilaku Konsumen: Sejarah, Jenis, Proses, Faktor & Contohnya, yang dapat kami sampaikan semoga dapat bermanfaat bagi anda semua.

Terima kasih telah belajar dengan kami dan sampai berjumpa di artikel kami selanjutnya.

Baca Juga: