Pengertian Sistem Informasi Geografis

3 min read

Ruangguru.co – Hai teman kembali lagi bersama kami web terbaik untuk mendapatkan ilmu pengetahuan, nah pada artikel kali ini kami akan memberikan informasi tentang Pengertian Sistem Informasi Geografis.

Dalam diskusi ini kami akan menjelaskan tentang GIS atau sistem informasi geografis.

Yang termasuk pengertian Sistem Informasi Geografis, manfaat, komponen, ruang lingkup yang dibahas secara lengkap dan ringan. Untuk detail lebih lanjut, silakan merujuk ulasan di bawah ini dengan cermat.

Apa itu Sistem Informasi Geografis?

Pengertian Sistem Informasi Geografis (SIG)

Pengertian Sistem Informasi Geografis atau GIS adalah sistem informasi khusus yang memproses data yang memiliki informasi spasial (referensi spasial).

Dengan kata lain, sistem informasi geografis atau GIS merupakan sistem komputer yang mempunyai kemampuan untuk membangun, mengelola, menyimpan, serta menampilkan informasi yang direferensikan secara geografis, seperti data yang diidentifikasi berdasarkan lokasinya di dalam basis data.

Manfaat SIG

Manfaat SIG

Sistem informasi geografis memiliki manfaat yaitu sebagai berikut:

1. Manajemen Penggunaan Lahan

GIS dapat membantu dalam perencanaan setiap area penggunaan lahan di kota yang dibagi menjadi area perumahan, kawasan industri, perdagangan, kantor, fasilitas publik dan sabuk hijau dan hasilnya dapat digunakan sebagai referensi dalam pengembangan utilitas yang dibutuhkan.

2. Inventarisasi Sumber Daya Alam

Manfaat SIG untuk kekayaan sumber daya alam adalah:

  • Untuk mengetahui distribusi beberapa sumber daya alam, seperti minyak bumi, batu bara, emas, besi dan bahan tambang lainnya.
  • Untuk mengetahui distribusi luas lahan, seperti:
  • Luas lahan potensial dan lahan kritis
  • Kawasan hutan yang masih bagus dan hutan yang sudah rusak
  • Luas lahan pertanian dan perkebunan
  • Memanfaatkan perubahan dalam pengembangan lahan
  • Rehabilitasi dan konservasi tanah
Baca Juga :  Pengertian LAN

3. Pengawasan Daerah Bencana Alam

Dalam memantau daerah bencana alam, SIG memiliki manfaat sebagai berikut:

  • Lihatlah area bencana alam.
  • Sebagai tindakan pencegahan jika terjadi bencana alam di masa depan
  • Tentukan tingkat bahaya erosi
  • Prediksi ketinggian banjir
  • Memprediksi tingkat kekeringan
  • Mengembangkan rencana untuk membangun kembali daerah bencana

4. Divisi Perencanaan Kota dan Wilayah

  • Sektor Sumber Daya: misalnya kesesuaian pemukiman, lahan, pertanian, penggunaan lahan, energi, perkebunan, pertambangan dan analisis daerah rawan bencana.
  • Perencanaan Tata Ruang: Misalnya bidang perencanaan tata ruang, zona industri, pasar, permukaan dan lainnya.
  • Sektor Pengelolaan / Fasilitas Infrastruktur: misalnya sistem jaringan air bersih, perencanaan dan perluasan jaringan listrik
  • Sektor Pariwisata: misalnya inventaris pariwisata dan analisis potensi wisata suatu daerah
  • Sektor Transportasi: misalnya inventaris jaringan transportasi umum, perencanaan untuk perluasan sistem jaringan jalan, analisis daerah rawan kemacetan dan kecelakaan
  • Sektor Sosial dan Budaya: misalnya, mengetahui daerah dan distribusi populasi suatu daerah, pengumpulan data dan pusat-pusat pertumbuhan dan pengembangan di suatu daerah, kawasan industri, sekolah, rumah sakit, hiburan dan kantor

Komponen Sistem Informasi Geografis (SIG)

Komponen Sistem Informasi Geografis (SIG)

1. Perangkat Keras

Perangkat keras atau hardware adalah perangkat fisik yang merupakan bagian dari sistem komputer yang mendukung analisis dan pemetaan geografis.

Perangkat keras GIS memiliki kemampuan untuk menghadirkan gambar dengan resolusi dan kecepatan tinggi dan juga mendukung operasi berbasis data dengan volume data yang besar dengan cepat.

Perangkat keras GIS terdiri dari berbagai bagian penyusun data, pengolah data, dan printer. Menurut prosesnya dapat dibagi menjadi:

  • Input data: mouse, digitizer, pemindai
  • Pemrosesan data: hard disk, prosesor, RAM, Kartu VGA
  • Output data: plotter, printer, skrining

2. Perangkat Lunak

Perangkat lunak adalah perangkat yang digunakan untuk melakukan proses menyimpan, menganalisis, memvisualisasikan data secara spasial atau non-spasial.

Perangkat lunak ini terdiri dari GIS yang terdiri dari:

  • Alat untuk mengumpulkan dan memanipulasi data GIS
  • Sistem Manajemen Basis Data (DBMS)
  • Alat untuk analisis data
  • Alat untuk menampilkan data dari hasil analisis
Baca Juga :  Perbedaan Timelapse dan Hyperlapse

3. Data

Pada prinsipnya, data terdiri dari dua jenis SIG, yaitu:

  • Data Spasial
    Data spasial adalah manifestasi nyata dari suatu wilayah yang ada di permukaan bumi. Umumnya disajikan dalam bentuk peta, gambar format digital dan disimpan dalam bentuk koordinat x, y (vektor) atau dalam bentuk gambar (raster) yang memiliki nilai tertentu.
  • Data Non Spasial
    Data non-spasial adalah data dalam bentuk tabel di mana tabel berisi isi informasi yang dimiliki oleh objek dalam data spasial. Data tersebut berupa data tabular yang terintegrasi dengan data spasial yang ada.

4. Manusia

Manusia adalah elemen utama SIG karena manusia adalah perencana dan pengguna SIG.

Pengguna GIS memiliki tingkat yang sama dengan sistem informasi yang lainnya, pada tingkatan spesialis teknis yang merancang dan memproses sistem, hingga pengguna yang menggunakan GIS untuk membantu pekerjaan sehari-hari mereka.

5. Metode

Setiap masalah dalam metode yang digunakan dalam GIS akan berbeda. GIS yang baik terkait dengan aspek nyata dan aspek desain.

Definisi Sistem Informasi Geografis (SIG), Komponen, Manfaat, Ruang Lingkup

Ruang Lingkup Sistem Informasi Geografis (SIG)

Ruang lingkup SIG terdiri dari lima proses dasar atau tahapan, yaitu:

1. Input Data

Proses input data dipakai untuk menginputkan data spasial serta data non spasial. Untuk data spasial bisa dalam bentuk peta analog.

GIS harus menggunakan peta digital sehingga peta analog harus dikonversi ke peta digital menggunakan digitizer. Kecuali bahwa proses digitasi juga dapat dilapis dengan memindai peta analog.

2. Manipulasi Data

Jenis data yang dibutuhkan oleh GIS mungkin harus dimanipulasi agar sesuai dengan sistem yang digunakan. Untuk alasan ini, GIS dapat melakukan fungsi edit untuk data spasial dan non-spasial

Baca Juga :  Kasus Cyber Crime

3. Manajemen Data

Jika data spasial telah dimasukkan, proses selanjutnya adalah pengolahan data non-spasial. Pemrosesan data non spasial mencakup penggunaan DBMS untuk menyimpan data ukuran besar.

4. Pertanyaan dan Analisis

Kueri adalah proses analisis tabular. GIS secara fundamental dapat melakukan dua jenis analisis data, yaitu:

  • Analisis Kedekatan
    Analisis kedekatan adalah analisis geografis berdasarkan jarak antar lapisan. GIS menggunakan proses buffering untuk menentukan hubungan dekat antara sifat-sifat bagian yang ada.
  • Analisis Hamparan
    Analisis overlay adalah proses menggabungkan berbagai lapisan data. Sederhananya, overlay adalah operasi visual yang membutuhkan lebih dari satu lapisan untuk kemudian disatukan secara fisik.

5. Visualisasi

Untuk beberapa jenis operasi geografis, hasil terbaik ditampilkan dalam peta atau grafik. Peta sangat efektif untuk menyimpan dan menyediakan informasi geografis.

Penutup

Demikianlah Pelajaran tentang Pengertian Sistem Informasi Geografis: Manfaat & Ruang Lingkup, yang dapat kami sampaikan semoga dapat bermanfaat bagi anda semua.

Terima kasih telah belajar dengan kami dan sampai berjumpa di artikel kami selanjutnya.

Baca Juga: