Pengertian SSD

Posted on

Ruangguru.co – Hai teman kembali lagi bersama kami web terbaik untuk mendapatkan ilmu pengetahuan, nah pada artikel kali ini kami akan memberikan informasi tentang Pengertian SSD.

Storage alias storage adalah salah satu perangkat keras yang cukup penting untuk satu set komputer. Bagaimana tidak, berbagai macam data dan informasi yang penting dan dibutuhkan oleh komputer disimpan di sini.

Tanpa penyimpanan tentu saja komputer kita tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Banyak istilah yang digunakan untuk merujuk pada penyimpanan.

Mulai dari penyimpanan media, perangkat penyimpanan, hingga penyimpanan digital.

Apa pun itu, mereka jelas memiliki definisi yang sama, yaitu perangkat keras yang mampu menyimpan data dan informasi baik secara permanen maupun hanya sementara.

Ada dua jenis perangkat penyimpanan yang digunakan oleh komputer, perangkat penyimpanan primer dan perangkat penyimpanan sekunder.

Contoh perangkat penyimpanan utama, alias penyimpanan utama, adalah RAM, sedangkan contoh penyimpanan sekunder adalah hard drive.

Penyimpanan primer biasanya melekat pada komputer atau yang biasa disebut penyimpanan internal, sedangkan untuk penyimpanan sekunder tidak hanya internal, tetapi ada juga yang eksternal dan dapat dilepas.

Ini berkaitan dengan lokasi penyimpanan atau tempat di mana data disimpan.

Secara umum, data dan informasi yang ada akan disimpan di hard drive komputer, sedangkan yang eksternal dan yang dapat dilepas biasanya digunakan untuk menyimpan data yang akan ditransfer ke komputer lain.

Artikel ini akan membahas pengertian SSD, Sejarah, Fungsi, Kelebihan dan Kekurangan.

Apa itu SSD?

Pengertian SSD

Pengertian SSD adalah singkatan dari Solid State Drive, yang merupakan perangkat penyimpanan yang menggunakan memori flash untuk menyimpan data.

Dari semua perangkat penyimpanan yang muncul, tidak semuanya bertahan hingga sekarang. Bahkan, biasanya setiap yang baru muncul maka yang lama tidak akan digunakan lagi.

Baca Juga :  Pengertian Topologi Mesh

Sebagian besar komputer modern saat ini menggunakan HDD atau SSD untuk menyimpan informasi, dan ada opsi untuk mengakses flash drive seperti USB dan penyimpanan cloud.

Komputer juga memiliki disk drive yang dapat membaca CD dan DVD, dan menulis dan menyimpan pada CD-Rs, DVD-Rs dan semacamnya.

Kita mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah HDD yang merupakan kependekan dari Hard Disk Drive. Setiap kali kita membahas media penyimpanan di komputer, pasti kita akan merujuk pada istilah ini.

Sementara pengertian SSD mungkin masih sedikit tidak terdengar karena relatif baru, meskipun ternyata SSD ini jauh lebih unggul dan merupakan pengembangan dari HDD.

Kita tentu sudah tahu memori USB sebagai salah satu media yang menggunakan memori flash, untuk kenyamanan lebih hanya menganggap SSD ini sebagai versi yang lebih besar dan lebih kuat dari memori USB.

Mirip dengan memori USB, SSD ini juga tidak memiliki komponen yang bergerak dan menyimpan data dalam microchip.

Ini tentu berbeda dengan HDD atau floppy disc yang menggunakan magnetic disk sebagai media penyimpanan.

Sejak 2015, sebagian besar SSD menggunakan memori flash berbasis NAND yang merupakan jenis memori non-volatil. Jenis memori ini masih menyimpan data bahkan jika daya dimatikan.

Sebelumnya SSD masih menggunakan memori DRAM yang mudah menguap yang sebenarnya lebih cepat dalam mengakses data.

Selain itu ada juga yang menggunakan kedua jenis memori, sehingga ketika daya dimatikan SSD memindahkan data dari DRAM ke memori Flash, dan ketika daya kembali, SSD mengembalikan data dari memori flash ke DRAM.

Sejarah Pengembangan SSD

Jika kita melihat sejarah perkembangan perangkat penyimpanan, ternyata banyak perkembangan telah berlalu dan telah melewati beberapa generasi.

Baca Juga :  Pengertian MAN

Dari perangkat penyimpanan berbasis kertas hingga saat ini, penyimpanan online dan sistem cloud telah dibuat.

Pada awal munculnya komputer tidak ada teknologi untuk menyimpan data dan informasi dengan cara yang canggih, sehingga mereka hanya mengandalkan kertas pada saat itu.

Media yang digunakan pada zaman kuno disebut mesin Punch Card, sekarang tidak ada yang menggunakannya lagi.

Perkembangan teknologi telah memicu munculnya perangkat penyimpanan lain, yaitu penyimpanan optik dan penyimpanan magnetik.

Contoh penyimpanan optik adalah cakram CD-ROM, CD-R, CD-RW, DVD-R, DVD-RW, dan sebagainya. Jenis perangkat ini menggunakan laser dan cahaya sebagai metode untuk membaca dan menulis data.

Sedangkan penyimpanan magnetik yang diklasifikasikan adalah floppy disk, hard drive, dan sejenisnya. Kemudian perangkat memori flash muncul yang mulai menggantikan media penyimpanan magnetik.

Contohnya iyalah kartu memori, flash drive, dan SSD. Jenis ini adalah yang paling ramai dipakai oleh komputer atau PC modern.

Tapi tidak berhenti sampai disitu, perkembangan teknologi menghadirkan perangkat baru lagi dan kini juga mulai populer, yaitu penyimpanan data online dan menggunakan penyimpanan cloud.

Ini tentu sangat mudah bagi pengguna karena mereka dapat mengakses data mereka dari mana saja dan tidak terpaku pada satu perangkat.

Perkembangan perangkat penyimpanan ini membuktikan bahwa komputer benar-benar membutuhkan perangkat itu. Tanpa penyimpanan, komputer hanya dapat berjalan tetapi tidak dapat menyimpan atau mengingat data.

Ibarat manusia kita hanya bisa bergerak tetapi tidak bisa berpikir. Selain itu, perkembangan penyimpanan juga disebabkan oleh kebutuhan manusia untuk menyimpan data yang lebih banyak dan lebih cepat.

Oleh karena itu, setiap pengembangan perangkat penyimpanan selalu membuat komputer dapat menyimpan lebih banyak data dan lebih cepat dalam penyimpanan dan akses.

Baca Juga :  Cara Flash Advan E1C 3G

Fungsi Solid State Drive

Sejarah Pengembangan SSD

Solid State Drive memiliki fungsi yang sama dengan Hard Disk Drive, yaitu sebagai media penyimpanan data. Tetapi SSD adalah inovasi baru yang bisa meningkatkan kinerja pada komputer, lebih baik dan lebih efisien.

Komputer atau PC yang memakai SSD sebagai tempat penyimpanan data, kinerjanya bisa meningkat secara drastis serta juga bisa lebih hemat energi.

Kelebihan SSD

Kelebihan SSD
  • SSD lebih cepat dalam hal kecepatan baca dan tulis, misalnya saat membuka program berat, saat mentransfer file atau mencari file
  • Waktu boot SSD Windows lebih cepat dari HDD
  • Saat digunakan, SSD tidak mengeluarkan suara karena bahan komponen hanya terdiri dari kumpulan memori
  • SSD jauh lebih ringan dari HDD
  • Lebih hemat daya
  • Lebih tahan terhadap guncangan

Kekurangan SSD

  • Harganya jauh lebih mahal daripada HDD. SSD 120GB dapat dijual dengan harga sekitar 600-800 ribu. Sedangkan dengan uang sebanyak itu Anda bisa mendapatkan 1TB HDD
  • Masa pakai SSD jauh lebih pendek dari HDD karena siklus membaca dan menulis SSD lebih pendek dari HDD

Penutup

Demikianlah Pelajaran tentang Pengertian SSD: Sejarah, Fungsi, Kelebihan dan Kekurangan, yang dapat kami sampaikan semoga dapat bermanfaat bagi anda semua.

Terima kasih telah belajar dengan kami dan sampai berjumpa di artikel kami selanjutnya.

Baca Juga: