Ika Evitasari Memiliki Hobi Menulis, Senang Berbagi dan Selalu Berharap Bimbingan dari Para Guru

Pengertian Sublimasi

2 min read

Pengertian Sublimasi – Perubahan pada sebuah wujud padat dalam gas yang tidak mencair terlebih dahulu. Pada umumnya, zat dan benda memiliki sebuah 3 bentuk pada suhu yang sangat berbeda.

Terdapat transisi dari wujud yakni benda cair akan menjadi gas, benda padat akan menjadi cair, dan gas akan menjadi padat. Lalu, apa yang dimaksud dengan sublimasi? Apa sajakah contohnya? Untuk penjelasan selanjutnya simak sebagai berikut.

Apa itu Sublimasi ?

Pada dasarnya, pada proses sublimasi dapat digunakan sebagai mengisolasi terhadap suatu zat dari kontaminan nya sehingga akan diperoleh zat yakni lebih murni. Hingga pada sebuah kotoran sering tertunda dalam sebuah wadah karena tidak dapat di sublimasikan.

Pengertian Sublimasi merupakan sebuah perubahan dalam bentuk zat dari padat menjadi gas atau dari gas ke padat.

Proses-Sublimasi

Ketika sebuah partikel yang akan membentuk suatu padatan akan mengalami peningkatan suhu dengan pemanasan, mereka mengubah fase mereka menjadi gas. Dan sebaliknya, jika pada suhu ke gas akan diturunkan oleh teknologi kondensasi, gas segera kembali menjadi zat padat.

Kondisi untuk pemisahan gabungan menggunakan sublimasi adalah bahwa partikel campuran harus memiliki perbedaan titik didih yang besar sampai uap dengan kemurnian tinggi dapat dihasilkan.

Sublimasi juga diartikan untuk sebuah proses pengembangan suatu zat dari fase padat menjadi uap, kemudian uap tersebut terkondensasi langsung menjadi padatan tanpa melewati fase cair dari fase menengah.

Pengertian-Sublimasi

Proses Sublimasi

1. Buatan

Jika proses sublimasi disengaja atau secara paksa, sebuah proses tersebut dapat dilakukan dengan skala laboratorium dan skala industri.

2. Alami

Sebuah proses sublimasi yang dapat terjadi secara alami atau alami akibat proses alami. Contohnya secara sublimasi belerang yang terjadi di kawah pada gunung berapi.

Baca Juga :  Pemisahan Campuran

Misalnya, di kawah Gunung Ijen (ketinggian 2.386 m), kabupaten Licin, Bondowoso, Kabupaten Banyuwangi, Sempol, Jawa Timur. Pada kawah tersebut selalu melepaskan sebuah gas sejenis vulkanik dengan konsentrasi sulfur tinggi dan terkadang bau gas yang menyengat.

Pada belerang dapat disebabkan oleh sublimasi gas belerang dalam asap Solfatara dari kawah pada 200 ° C. Ketika asap memasuki atmosfer, udara dingin di pegunungan secara alami mengembunkan gas yang mengandung belerang.

Selain itu, sulfur padat terakumulasi di tanah dan kemudian secara alami mengubur untuk membentuk endapan yang mungkin dalam bentuk batuan padat. Karena erosi (misalnya angin dan hujan), batu belerang ini dapat terjadi sebagian atau seluruhnya dengan bentuk visual kuning pucat, batuan padat, dan kasar.

Endapan belerang biasanya digunakan oleh penambang lokal dan industri terdekat yakni dengan industri karet melalui penggalian langsung.

Tujuan Sublimasi

  • Sebagai mendapatkan sebuah zat murni atau zat murni dari campuran yang disebut pemurnian.
  • Untuk menentukan keberadaan dalam sebuah zat dalam sampel analisis laboratorium.

Prinsip Kerja Sublimasi

Prinsip sublimasi pada umumnya adalah dapat memisahkan zat-zat yang mudah disublimasikan dengan sublimator sehingga menjadi uap atau gas. Gas akan menghasilkan sebuah penyimpana dan kemudian akan dikondensasi atau didinginkan.

Sementara dalam sebuah teknik sublimasi sederhana (skala laboratorium), zat yang di sublimasikan pada tempatkan dalam cangkir atau gelas untuk sublimasi eksternal, diblokir dengan kaca arloji, labu atau corong yang mengandung air sebagai kondensor, dan kemudian dipanaskan perlahan dengan panas rendah. Padatan akan melembut menjadi uap di rumah sementara zat pencampur tetap padat. Uap yang diciptakan oleh proses pendinginan kembali memadat dan melekat pada dinding dalam sebuah perangkat yakni pendingin.

Baca Juga :  Badan Mikro

Jika tidak ada lagi zat sublimasi, dalam proses pemanasan dapat dihentikan dan dingin diabaikan, sehingga uap yang terbentuk menyublimkan segalanya. Selanjutnya, zat yang terbentuk dikumpulkan untuk memeriksa kemurniannya. Jika tidak cukup murni, pada sebuah proses sublimasi dapat diulang sampai dengan zat murni yang akan diperoleh.

Contoh Sublimasi

  • Dalam sebuah penguapan terhadap kapur barus.
  • Dapat memisahkan dengan kapur barus dan zat pengotor, seperti sebuah pasir.
  • Dapat memisahkan iodin dari sebuah campuran tersebut.
  • Pada sebuah proses sublimasi belerang yang akan terjadi pada kawah gunung berapi.
  • Pada pemisahan dengan es kering (karbondioksida jenis padat) dengan air.

Pada proses sublimasi ini, memiliki 3 jenis bentuk yakni padat menjadi cair, cair menjadi gas, dan gas menjadi padat. Padatan menjadi uap sementara zat pencampur tetap padatan. Uap yang dihasilkan pada pendinginan berubah kembali menjadi padatan yang melekat pada dinding radiator.

Baca Juga :

Demikian artikel yang dapat kami sampaikan mengenai Pengertian Sublimasi. Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk Anda.

Ika Evitasari
Ika Evitasari Memiliki Hobi Menulis, Senang Berbagi dan Selalu Berharap Bimbingan dari Para Guru