Peninggalan Masa Praaksara

2 min read

Peninggalan Masa Praaksara – Dalam era pada manusia kuno tidak tahu tulisan suci. Alat yang ditemukan telah menunjukkan jalur yang dapat mengikuti awal dan akhir.

Penemuan fosil dan artefak di Indonesia menunjukkan bahwa orang kuno ada di wilayah Indonesia dan menjelaskan bagaimana mereka bertahan hidup.

Dalam pembahasan kali ini, kami akan membahas mengenai peninggalan dengan masa praaksara. Untuk ulasan selanjutnya akan dijelaskan sebagai berikut.

Masa Praaksara

Zaman Prasejarah atau Praaksara merupakan masa ketika pada manusia kuno tidak mengetahui tulisan.

Karena setiap pada sukunya yang telah mengalami masa prasejarah yang mempunyai beberapa periode yang berbeda atau tidak pada waktu yang bersamaan. Hilangnya sejarah juga mempunyai waktu lain.

Dan ketika manusia akan mulai untuk memahami atau mengenali dalam tulisan, itu juga menjadi era bersejarah.
Zaman praaksara disebut zaman nirleka (nir = tidak, leka = tulusan jenis aksara). Yang memiliki arti bahwa era penulisan dan belum ditemukan.

Peninggalan-Masa-Praaksara

Jenis – Jenis Manusia Purba pada masa Praaksara

Hasil dari penelitian manusia purba terutama dalam bentuk fosil di bidang Jawa. Orang-orang kuno hidup di zaman kuno di daerah-daerah seperti Lembah Sungai Brantas di wilayah Jawa Timur dan Lembah Bengawan Solo di Jawa Tengah.

1. Megantrhopus Paleojavanicus

Megantrhopus paleojavanicus adalah pria tertua di Jawa dan mempunyai suatu ciri-ciri tubuh yang berotot atau tubuh yang kekar. Dan itu dinilai sebagai manusia purba tertua dibandingkan yang lain.

Baca Juga :  Sejarah Dinasti Umayyah

Karakteristik Megantrhopus paleojavanicus adalah tubuh besar dengan tulang tebal, rahang yang begitu besar, dan alis yang menonjol. Megantrhopus hidup sekitar 2 juta pada tahun sebelum Masehi, bertahan dalam hidup dengan memakan suatu tanaman. Megantrhopus paleojavanicus adalah spesies Homo Hobilis.

2. Pithacanthropus erectus

Pithacanthropus erectus yang mempunyai arti manusia kera yang dengan cara jalannya tegak. Pithacanthropus erectus memiliki sebuah ciri-ciri tubuh tegak dan tinggi sekitar 165-180 cm.

Pithacanthropus erectus, manusia purba kebanyakan ditemukan di wilayah Mojokerto, Kedungtrubus. Trinil, telah menghubungkan Ngadong dan harimau. Orang yang pertama kali telah menemukan Pithacanthropus erectus yakni Eugene Dubois di Trinil dekat wilayah sungai Bengawan Solo.

3. Homo

Homo yang memiliki arti manusia. Jenis manusia purba ini mempunyai beberapa jenis fitur yang lebih sempurna dari pada manusia purba lainnya, seperti Pithecantropus Erectus dan Meganthropus Paleojavanicus.

Peninggalan Zaman Praaksara

Jenis-Jenis-Masa-Praaksara

Terdapat beberapa peninggalan dalam zaman praaksara, diantaranya ialah:

1. Kapak Sumatera

Kapak Sumatra atau Kapak Sumatra (Kapak Kerikil) adalah kapak buatan tangan yang terbuat dari batu-batu besar yang pecah atau terbelah. Interior dibuat lebih dari persyaratan dan bagian luar yang lembut dibiarkan sendiri.

Kapak Sumatra ini terletak di Kjokkenmoddinger di wilayah pantai timur Sumatra antara Medan dan Aceh.

2. Kapak Berimbas

Kapak ini yakni terdiri dari batu perimbas dengan batang. Penggunaan kapak dilakukan dengan mencengkeram. Fungsi kapak adalah memotong kayu, binatang kulit, dan mematahkan tulang binatang liar.

kapak berimbas adalah salah satu peninggalan zaman batu purba yang ditemukan di banyak daerah di Indonesia. Impact Axe dan Hand Axe digunakan dengan manusia purba pithencantropus.

3. Kapak Genggam

Kapak tangan pada zaman dahulu mempunyai sebuah bentuk yang mirip dengan kapak dan perancah, tetapi bentuk yang lebih kecil. Kapak tangan mempunyai beberapa fungsi sebagai memotong kayu, menggali umbi, memotong daging untuk hewan, dan keperluan lain sebagainya.

Baca Juga :  Sejarah Borobudur

4. Kapak Pendek

Kapak pendek adalah sebuah kapak genggam, yang merupakan setengah lingkaran dengan sisi tajam yang membuatnya mudah untuk memotong daging atau benda lain.

5. Menhir

Menhir merupakan sebuah peninggalan praaksara yang terkait dengan kepercayaan dengan manusia kuno. Menhir memiliki berbentuk seperti pilar atau kolom batu yang berdiri di tanah. Menhir digunakan untuk menyembah arwah leluhur manusia purba.

Kebanyakan menhir telah ditemukan di daerah pegunungan seperti Palembang, Bengkulu, Gunung Kidul, Ngada, Rembang, Sungai Talang dan daerah lain sebagainya.

6. Pisisan

Pisisan merupakan sebuah penggiling batu dengan fondasi. Dalam pisisan ini menyerupai ulkus yang sama yang digunakan untuk menghancurkan biji. Tapi bentuk kencing itu rata dan halus.

Pisisan tidak hanya digunakan sebagai menghancurkan biji-bijian, tetapi digunakan sebagai menghaluskan cat merah dari tanah merah, yang memiliki bentuk ritual dan upacara keagamaan.

7. Kapak Lonjong

Kapak Lonjong yakni didasarkan pada bentuk ovalnya dengan alas yang lebar dan runcing. Kapak lonjong yakni terbuat dari batu yang memiliki warna hitam. Ukuran kapak oval memiliki berbagai ukuran dari sangat kecil hingga besar.

Kapak lonjong itu menurut penelitian dari Asia dan tersebar di wilayah timur ke Indonesia. Di Indonesia, pusat sumbu oval adalah Minahasa, Papua, dan Sarawak.

8. Sarkofagus

Sarkofagus adalah bentuk warisan yang tidak kompeten, salah satunya dikenal sebagai sarkofagus. Sarkofagus adalah peti mati dari seluruh batu dengan langit-langit di atasnya. Bali adalah salah satu situs sarkofagi.

9. Nekara

Nekara adalah perunggu dalam bentuk sangkar setinggi pinggang di tengahnya dengan selaput logam atau nada perunggu. Nekara dianggap sebagai benda suci pada zamannya, karena berfungsi sebagai benda seremonial, mas kawin, dan lainnya. Sebagian besar Nekara dapat ditemukan di Bali, Selayar, Maluku, Nusa Tenggara, dan Irian.

Baca Juga :  Jenis - Jenis Manusia Purba

10. Dolmen

Kegunaan dari beberapa dolmen hampir sama dengan Menhir, yaitu sebagai menyembah leluhur pada sebelumnya. Dolmen dalam bentuk meja batu ditemukan di daerah Jawa Timur, bernama Pandhusa.

Zaman Praaksara merupakan masa ketika pada manusia kuno tidak mengetahui berbagai tulisan dan juga menjadi era bersejarah.

Baca Juga :

Demikian pembahasan kali ini, yang dapat kami sampaikan mengenai Peninggalan Masa Praaksara. Semoga ulasan ini dapat bermanfaat dan berguna bagi Anda semua.

Suku Asmat

Ika Evitasari
2 min read

Tari Serimpi

Ika Evitasari
2 min read

Tari Topeng

Ika Evitasari
2 min read