Ika Evitasari Memiliki Hobi Menulis, Senang Berbagi dan Selalu Berharap Bimbingan dari Para Guru

Peninggalan Sejarah Islam

3 min read

Peninggalan Sejarah Islam – Kerajaan Islam telah berkuasa di Indonesia untuk waktu yang lama dan memiliki pengaruh besar. Peran orang-orang suci atau pengkhotbah Islam juga memainkan peran utama.

Setelah terjadinya suatu kejatuhan dan keruntuhannya, dalam kerajaan Islam di wilayah Indonesia telah meninggalkan berbagai macam peninggalan sejarah. Peninggalan tersebut termasuk arsitektur, berbagai tulisan dan seni.

Apa sajakah peninggalan dalam sejarah islam ini? Dalam pembahasan kali ini, kami akan menjelaskan secara singkat dan jelas mengenai peninggalan islam. Untuk ulasan selanjutnya, yuukk… Simak ulasan sebagai berikut.

Peninggalan Sejarah Islam di Indonesia

Peninggalan-Sejarah-Islam

Sejarah Islam di wilayah Indonesia telah meninggalkan banyak jenis peninggalan dalam sejarah yang sampai sekarang masih dirawat. Tentu saja, kita perlu tahu apa peninggalan sejarah kerajaan Islam, diantaranya ialah sebagai berikut:

1. Masjid Agung Demak

Masjid Agung Demak merupakan salah satu masjid tertua di Indonesia dan termasuk peninggalan pada Kerajaan Islam di Indonesia. Masjid ini terletak di Desa Kauman, Desa Bintoro, Kabupaten Demak, Kecamatan Demak, wilayah Provinsi Jawa Tengah.

Masjid Demak dianggap oleh penduduk setempat sebagai tempat pertemuan bagi orang-orang suci yang menyebarkan Islam di pulau Jawa, yang dikenal sebagai Walisongo. Pendiri Masjid Demak Agung adalah Raden Patah, raja pertama Kesultanan Demak sekitar 15 tahun setelah Kristus.

2. Masjid Gedhe Kauman

Masjid Gedhe Masjid Kauman Karay Ngayogyakarta Hadiningrat merupakan sebuah masjid agung Kesultanan Yogyakarta atau Masjid Agung yang di Provinsi Yogyakarta, yang terletak di sebelah barat kompleks Alun Alun Utara dari Istana Yogyakarta. Masjid Kauman Gedhe yakni telah didirikan dengan seorang yang bernama Sri Sultan Hamengku.

Baca Juga :  Sejarah Kerajaan Pajang

Buwono I bersama oleh Kyai Faqih Ibrahim Diponingrat (penguasa pertama Istana Yogyakarta) dan Kyai Wiryokusumo sebagai yang merancang atau seorang arsitek dalam masjid ini. Masjid ini telah didirikan pada Minggu Ahad Wage, yakni pada tanggal 29 Mei 1773 M, atau 6 Robi’ul pada akhir 1187 H.

3. Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat

Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat atau Keraton Yogyakarta merupakan sebuah istana pada Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, yang sekarang terletak di kota Yogyakarta di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta di Republik Indonesia.

Meskipun kerajaan secara resmi dinyatakan sebagai Republik Indonesia pada tahun 1950, kompleks istana masih berfungsi sebagai tempat tinggal sultan dan rumah kerajaannya, yang melanjutkan tradisi kekaisaran hingga saat ini.

4. Grebeg Besar Demak

Grebeg Besar Demak merupakan suatu acara budaya jenis tradisional besar dari Kesultanan Demak dan sebagai pewaris Kerajaan Islam di Indonesia. Tradisi Great Demeb Grebeg berlangsung setiap tahun pada Dhul-Hijah ke-10 selama Idul Adha.

Demak merupakan sebuah kerajaan Islam pertama di Jawa dan pusat penyebaran Islam di Jawa. Walisongo pergi beberapa cara untuk menyebarkan Islam, untuk mendekati orang-orang kudus dengan mengajarkan Islam tentang budaya atau adat yang ada.

5. Keraton Surosowan

Keraton Surosowan merupakan ahli waris Kerajaan Islam berikutnya di Indonesia adalah Istana Surosowan. Istana Surosowan adalah bangunan istana di wilayah Banten. Istana ini didirikan antara 1522 dan 1526 pada masa pemerintahan Sultan Maulana Hasanuddin, yang kemudian dikenal masyarakat sekitar sebagai pendiri Kesultanan Banten.

Selama sultan Banten berikutnya, bangunan istana direnovasi dan bahkan seorang arsitek Belanda bernama Hendrik Lucasz Cardeel, yang masuk Islam, diberi gelar Pangeran Wiraguna. Dinding batas istana setinggi 2 meter dan meliputi area seluas sekitar 3 hektar.

6. Masjid Ampel

Masjid Ampel merupakan sebuah bangunan masjid yang tua di desa Ampel, kota Surabaya, kecamatan Semampir, Provinsi Jawa Timur. Masjid ini mempunyai luas 120 x 180 meter persegi dan dibangun pada 1421 dengan Sunan Ampel. Di dekat masjid merupakan sebuah kompleks dalam pemakaman Sunan Ampel.

Contoh-Sejarah-Peninggalan-Islam

Masjid sekarang menjadi objek wisata religius di kota Surabaya. Masjid ini dikelilingi oleh bangunan dengan arsitektur Cina dan Arab. Di sebelah kiri halaman masjid ada air mancur, yang menurut penduduk setempat beruntung.

Baca Juga :  Tari Topeng

7. Hikayat Amir Hamzah

Hikayat Amir Hamzah merupakan sebuah puisi Melayu yang asal-usulnya terletak pada Islam. Persia menceritakan mengenai kisah dalam keberanian perjuangan Amir Hamzah untuk menjalankan Dakwah dan menyebarkan agama Islam dari Masyrik ke Maghrib.

Posisi Hikayat Amir Hamzah sangat populer di masyarakat Melayu dan biasanya dibaca oleh tentara jika mereka ingin berperang sehingga antusiasme dan keberanian dapat muncul dalam pertarungan.

8. Hikayat Hang Tuah

Dalam sebuah peninggalan dalam Kerajaan Islam berikutnya di Indonesia merupakan suatu kisah Hang Tuah. Hikayat Hang Tuah adalah karya sastra klasik Melayu yang terkenal yang menceritakan kisah Hang Tuah. Selama kemakmuran Kesultanan Malaka, ada seorang pria bernama Hang Tuah, seorang laksamana yang sangat terkenal.

Dia berasal dari kelas bawah dan dilahirkan di gubuk yang rusak. Tetapi karena keberaniannya, dia sangat dicintai dan dia mendapat promosi. Jadi dia menjadi duta besar dan mewakili negaranya dalam semua urusan dalam negara.

9. Sjair Abdoel Moeloek

Sjair Abdoel Moeloek meruapakan sebuah puisi yang ditulis pada tahun 1847 oleh Raja Ali Haji atau putrinya Saleha.

Dalam bait pada puisi tentang masalah penyamaran gender ini dimaksudkan untuk mengatur kembali hierarki pria dan wanita , dan para bangsawan serta pelayan. Tema ini sering sekali ditemukan dalam sastra kontemporer Melayu dan Jawa.

10. Pemakaman Imogiri

Pemakaman Imogiri atau Pajimatan Girirejo Imogiri merupakan sebuah kompleks dari pemakaman di Imogiri, Imogiri, Provinsi DI Yogyakarta, Kabupaten Bantul.

Pemakaman ini dianggap oleh penduduk setempat sebagai sakral dan suci, karena raja dan keluarga kerajaan Kesultanan Mataram dimakamkan di sini.

Makam Imogiri dibangun pada tahun 1632 oleh Sultan Mataram III. Prabu Hanyokrokusumo didirikan, yang merupakan keturunan dari sultan pertama Panembahan Senopati dari raja Mataram.

Baca Juga :  Perundingan Linggarjati

11. Keraton Surakarta Hadiningrat

Keraton Surakarta Hadiningrat merupakan sebuah istana milik Kasunanan Surakarta di kota Surakarta di provinsi Jawa Tengah. Istana ini dibangun pada tahun 1744 oleh Susuhunan Pakubuwana II untuk menggantikan istana atau Keraton Kartasura, yang dihancurkan oleh Chinatown pada tahun 1743.

Susuhunan Pakubuwana IIPada waktu itu telah memerintahkan Tumenggung Hanggawangsa dan Tumenggung Mangkuyudha dan Panglima Tentara Belanda, J.A.B. van Hohendorff untuk memastikan lokasi ibukota baru.

12. Masjid Raya Baiturrahman

Masjid Agung Baiturrahman merupakan suatu bangunan masjid dari kesultanan Aceh, yang telah didirikan pada 1612 oleh Sultan Iskandar Muda Mahkota Alam dari semua kegiatan di Aceh Darussalam.

Ketika negara Belanda menyerang Kesultanan Aceh pada bulan Shafar 1290 Hijriah atau 10 April 1873 M, Masjid Baiturrahman Besar dibakar dengan tentara Belanda.

13. Istana Maimun

Istana Maimun merupakan sebuah istana dari Kesultanan Deli, salah satu landmark kota Medan di provinsi Sumatera Utara. Terletak di Kecamatan Medan Maimun, Kecamatan Sukaraja, Brigadir Jenderal Katamso.

Dirancang oleh arsitek dari Italia dan didirikan oleh Sultan Deli bernama Sultan Mahmud Al Rasyid. Pembangunan istana ini berlangsung pada 26 Agustus 1888 dan selesai pada 18 Mei 1891.

14. Tabuik

Tabuik merupakan terjadinya suatu festival lokal untuk merayakan Asyura, kematian Imam Husain, cucu Nabi Muhammad, yang dieksekusi oleh orang Minangkabau di wilayah pesisir Provinsi Sumatera Barat, terutama di kota Pariaman.

Festival ini menampilkan drama dari Pertempuran Karbala dan memainkan Drum Tassa dan Dhol. Upacara Tabuik ke laut berlangsung sejak 1831 setiap tahun di kota Pariaman pada tanggal 10 Muharram.

Baca Juga :

Demikian pembahasan kali ini, yang telah kami jelaskan dengan singkat dan jelas, mengenai Peninggalan Sejarah Islam. Semoga ulasan ini, dapat berguna dan bermanfaat bagi Anda semua.

Ika Evitasari
Ika Evitasari Memiliki Hobi Menulis, Senang Berbagi dan Selalu Berharap Bimbingan dari Para Guru

Sejarah Danau Toba

Ika Evitasari Ika Evitasari
2 min read

Sejarah Gedung Sate

Ika Evitasari Ika Evitasari
2 min read

Masjid Agung Semarang

Ika Evitasari Ika Evitasari
2 min read