Peninggalan Zaman Mesolitikum

2 min read

Peninggalan Zaman Mesolitikum – Perkembangan dalam budaya yang cepat ini dapat disebabkan dengan beberapa faktor, termasuk dalam keadaan alam yang begitu lebih stabil. Pada Zaman Mesolitikum itu sendiri disebut Zaman Batu Tengah.

Di dalam era ini, diyakini bahwa orang menggunakan batu untuk peralatan sehari-hari. Sistem kepercayaan yang diadopsi di Mesolitik adalah dinamisme dan animisme.

Dalam pembahasan kali ini, kami akan merangkum dengan jelas dan singkat mengenai zaman mesolitikum. Untuk ulasan selanjutnya, yuukk… Simak pembahasan nya sebagai berikut.

Apa itu Zaman Mesolitikum ?

Zaman Mesolitikum adalah dalam bahasa Mesolitik memiliki arti sebagai batu tengah. Mesolitikum adalah sebuah Zaman Batu tengah atau madya.

Karena diperkirakan telah terjadi selama Holocene sekitar 10.000 tahun yang lalu. Di Zaman Batu Pertengahan ini, diyakini bahwa orang prasejarah masih menggunakan batu untuk peralatan dalam sehari-hari.

Zaman batu madya dan zaman mesolitikum tentunya lebih maju dari pada dengan zaman Paleolitik.

Dalam adanya sebuah perkembangan budaya yang cepat ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya ialah:

  • Keadaan alami relatif lebih stabil saat ini, sehingga orang dapat hidup dalam suasana yang lebih tenang karena kehidupan lebih tenang dan mereka dapat mengembangkan budaya mereka.
  • Orang yang mendukung budaya Mesolitikum, yaitu Homo sapiens, lebih pintar dari pendahulunya.
Peninggalan-Masa-Praaksara

Ciri – Ciri Zaman Mesolitikum

Dari segi fitur yang menunjukkan bahwa Zaman Mesolitik, ialah:

  • Hidup secara permanen karena sudah mempunyai tempat tinggal resmi seperti pantai dan gua.
  • Implementasi sistem sebagai mengumpulkan makanan atau untuk mengumpulkan makanan.
  • Alat yang digunakan dalam hampir sama dengan pada Paleolitik, yaitu sebagai alat batu dan tekstur nya masih kasar.
  • Mempunyai sebuah kemampuan dalam menanam tanaman, walaupun teknik yang digunakan masih sederhana.
  • Sudah mengenal atau dapat dalam kerajian gerabah.
  • Terdapat sampah dapur yang disebut sebagai kjoken mondinger.
Baca Juga :  Kesultanan Aceh

Peninggalan zaman Mesolitikum

Jenis-Jenis Peninggalan zaman Mesolitikum

Terdapat beberapa dalam peninggalan budaya zaman mesolithikum, diantaranya ialah:

1. Abris Sous Roche

Abis Sous Roche adalah gua di mana manusia pada Abad Pertengahan hidup pada saat itu. Fungsi gua ini tentu sebagai rumah atau perlindungan dari cuaca dan binatang liar.

Abis Sous Roche adalah yang pertama Van Stein Callenfels 1928-1931 di gua Lawa. Di gua ini ditemukan banyak alat di Zaman Batu Pertengahan.

2. Budaya Toala

Kebanyakan toalacultures membuat alat-alat batu yang mirip dengan batu batu api Eropa, misalnya. Kaleson, Jasper, Obsidian dan Limestone.

Budaya ini berbeda dari Bacson-Hoabinh. Ketika seseorang meninggal, dia dimakamkan di gua, dan ketika tulangnya kering, dia diberikan kepada keluarganya sebagai kenang-kenangan.

3. Kjokkenmoddinger (Limbah Dapur)

Kjokkenmoddinger merupakan suatu istilah yang berasal dari bahasa Denmark. Kjokken berarti modding dan dapur berarti sampah. Karenanya, Kjokkenmoddinger ialah sebuah fosil dalam bentuk rumpun kerang dan siput, sehingga mencapai ketinggian ± 7 meter.

Penemuan sebagai bukti bahwa orang tua telah menetap atau tidak lagi nomaden. Karena sebagian besar fosil-fosil ini ditemukan di tepi timur pantai Sumatra antara daerah dataran dan padang pasir.

4. Kebudayaan Tulang dari Sampung (Sampung Bone Culture)

Karena sebagian besar yang telah ditemukan adalah sebuah alat tulang, para arkeolog menyebutnya dalam Budaya Sampung.

5. Budaya Bacson Hoabinh

Bacson Hoabinh adalah sebuah budaya yang ditemukan di bukit kerang dan gua di Sumatera Timur, Indo-china, dan Melaka.

Relik ini cukup unik ketika seseorang meninggal, tubuh diposisikan dalam posisi jongkok dan kemudian dicat merah.

Kehidupan Zaman Mesolitikum

Hidupnya berbeda dari era sebelumnya, meskipun tidak jauh berbeda. Mereka masih begitu memenuhi sesuatu kebutuhan sehari-hari dalam mengumpulkan dan berburu makanan.

Baca Juga :  Sejarah Microsoft Word

Tetapi pada saat itu, orang lebih pintar dari pendahulunya. Mereka sudah mulai menetap dan membangun perumahan semi permanen, dan mereka juga mulai bercocok tanam, meskipun ini masih sangat mudah. Tempat mereka bermukim umumnya berlokasi di:

  • Tepi pantai (Kjokkenmoddinger)
  • Goa-goa (Abris Sous Roche)

Begitu banyak peninggalan budaya manusia ditemukan di tempat-tempat itu pada waktu itu. Zaman dahulu masih menggunakan alat hari ini dari tulang binatang dan tanduk untuk penggunaan sehari-hari, misalnya pada saat pengadaan makanan di Paleolitik.

Zaman Mesolitikum, di mana pada manusia masih menggunakan sebuah batu dengan alat sebagai sebuah kegiatan sehari-harinya. Pada saat itu, orang mengalami dalam perkembangan kebudayaan lebih begitu cepat.

Baca Juga :

Demikian pembahasan yang telah kami singkat mengenai Peninggalan Zaman Mesolitikum. Semoga ulasan kali ini dapat berguna dan bermanfaat bagi Anda semua.

Suku Asmat

Ika Evitasari
2 min read

Tari Serimpi

Ika Evitasari
2 min read

Tari Topeng

Ika Evitasari
2 min read