Ika Evitasari Memiliki Hobi Menulis, Senang Berbagi dan Selalu Berharap Bimbingan dari Para Guru

Pergerakan Partindo

2 min read

Pergerakan Partindo – Organisasi tersebut merupakan sebuah organisasi dalam bidang politik yang merupakan salah satu suatu organisasi dalam gerakan nasional dengan cita-cita tinggi untuk mencapai Indonesia merdeka.

Sebuah organisasi mendapatkan lanjutan dari PNI, yang didirikan dengan Sartono, yang pada waktu itu adalah ketua PNI dan telah lama menggantikan Soekarno.

Dalam pembahasan kali ini kami akan menjelaskan dengan singkat dan jelas mengenai apa itu Partindo? Partindo merupakan organisasi di bidang politik. Untuk ulasan selanjutnya akan dijelaskan sebagai berikut.

Apa itu Partindo ?

Pengertian Partindo merupakan sebuah salah satu partai jenis politik yang pernah ada di wilayah Indonesia.

Pendirian dalam partai ini adalah sebuah hasil dari adanya suatu keputusan oleh Sartono ketika ia merupakan seorang kepala PNI-Iama dan sebagai menggantikan Sukarno, dan ditangkap pada tahun 1929 oleh pemerintah Belanda. Sartono telah membubarkan PNI dan telah membentuk Partindo.

Tujuan utama dalam pergerakan Partindo adalah sama dengan PNI lama, yang bertujuan untuk mencapai Indonesia yang merdeka dengan menjalankan kebijakan non-kooperatif terhadap pemerintah Belanda.

Tindakan Sartono mendapat sebuah reaksi keras dari anggota PNI Lama, termasuk Sutan Sjahrir dan Hatta, serta dari kelompok-kelompok yang tidak setuju dengan adanya sebuah resolusi atau pembubaran ini.

Mereka telah mendirikan beberapa Golongan Merdeka dan menjadi sebuah organisasi baru yang bernama Pendidikan Nasional Indonesia (PNI-Baru). Partindo dan PNI-Baru bersaing untuk belas kasihan terhadap rakyatnya.

Pergerakan-Partindo

Awal Berdiri Partindo

Mr. Sartono bangkit untuk menggantikan Bung Karno, yang berada di Penjara Sukamiskin karena tindakannya dianggap berbahaya. Pada tanggal 30 April 1931, Mr. Sartono telah mendirikan Partindo yang menyingkat partai Indonesia untuk melanjutkan perjuangan PNI dan tidak berhenti. Dia telah menentang kemah Moh. Hatta, yang ingin memulai sebuah organisasi lain setelah PNI, dan kehilangan Sukarno.

Baca Juga :  Perang Vietnam vs AS

Kekosongan dalam figur sentral memang begitu berbahaya. Partindo memang nama yang berbeda dari PNI yang pernah didirikan oleh Soekarno. Tujuan dan prinsip menjaga keaslian PNI. Partindo didirikan untuk mendapatkan kemerdekaan Indonesia dengan tangannya sendiri dan tanpa kerja sama dengan pihak lain.

Awal mulanya Sukarno telah mencoba untuk menyatukan fraksi dalam PNI yang sudah berbeda, tetapi gagal. Suka atau tidak suka, Soekarno harus memilih satu. Keputusannya dibuat pada 1 Agustus 1932 dalam bentuk pemberitahuan di mana tugas partisan Sukarno untuk Partindo dituntut.

Tujuan Pembentukan Partindo

Partai-Partindo

Terdapat beberapa tujuan dalam pembentukan Partindo, diantaranya ialah sebagai berikut:

  • Dapat mendirika semangat dan mandiri.
  • Dalam pembentukan adanya sebuah pemerintahan rakyat yang demokratis.
  • Realisasi Indonesia yang merdeka melalui hak politik.
  • Meningkatkan hubungan dalam masyarakat.
  • Kemandirian Indonesia yang independen tanpa gangguan dari penjajah.

Pembubaran Partindo

Belanda, yang telah merasa bahwa dalam Partindo begitu membahayakan dalam adanya sebuah posisi mereka di wilayah Indonesia, dan mengeluarkan pesan yang membatasi ruang Partindo. Pada tanggal 27 Juni 1933, pegawai pemerintah yang ditunjuk sebagai pegawai negeri sipil tidak diizinkan untuk datang ke Partindo atau menyerahkan jabatannya.

Diikuti dengan arahan pada tanggal 1 Agustus 1933, yang tidak mengizinkan dalam adanya sebuah kegiatan Partindo dalam bentuk pertemuan di mana pun mereka berada. Sementara Partindo masih di bagian Indonesia, dalam kegiatan pertemuan Partindo harus paksa diberhentikan.

Kebosanan dalam Partindo dengan sebuah aktivitas-aktivitas ini membuat situasi yakni semakin rumit. Mr. Sartono, sebagai ketua, merasa ia harus membubarkan Partindo. Niat ini diblokir oleh beberapa rekannya di Partindo. Sayangnya, upaya rekan-rekannya tidak lebih besar dari Tuan Determinasi. Akhirnya, Mr. Sartono telah membubarkan Partindo pada 18 November 1939.

Baca Juga :  Pengertian Demokrasi

Sebelum Partindo secara resmi dibubarkan, ia telah berhasil menemukan 71 cabang di wilayah tersebut. Selain itu, Partindo telah mengendalikan massa hingga 20.000 orang yang sebenarnya masih memiliki potensi untuk terus tumbuh jika Partindo tidak dibubarkan. Tercatat bahwa pada saat pembubaran, Partindo sudah memiliki 24 kandidat regional yang siap untuk memperluas anak perusahaan Partindo di peringkat yang lebih rendah.

Dalam Partindo merupakan partai jenis politik yang pernah ada di wilayah Indonesia dan organisasi dalam gerakan nasional dengan cita-cita tinggi untuk mencapai Indonesia merdeka.

Baca Juga :

Demikian pembahasan kali ini yang dapat kami sampaikan dengan jelas dan singkat mengenai Pergerakan Partindo. Semoga ulasan ini, dapat berguna dan bermanfaat bagi Anda.

Ika Evitasari Memiliki Hobi Menulis, Senang Berbagi dan Selalu Berharap Bimbingan dari Para Guru