Perjanjian Tordesillas

2 min read

Perjanjian Tordesillas – Perjanjian tersebut ditandatangani pada tanggal 7 Juni 1494 di Tordesillas, Spanyol. Perjanjian ini berisi bahwa Eropa menjadi kekuatan eksklusif dua negara di dunia luar, yakni Spanyol dan Portugal.

Perjanjian tersebut menyatakan bahwa pada sebuah kerajaan Spanyol memiliki wewenang untuk berdagang dan berlayar ke barat, sedangkan Portugis berlayar ke timur.

Apa sajakah isi dari perjanjian Tordesillas? Dalam pembahasan kali ini, kami akan menjelaskan mengenai Tordesillas yang akan dirangkum secara jelas dan singkat. Yuukk… Simak ulasan selengkapnya sebagai berikut.

Apa itu Perjanjian Tordesillas ?

Perjanjian Tordesilllas adalah sebuah perjanjian berkelanjutan yang dapat ditanda tangani pada tanggal 7 Juni 1494 di Tordesillas, Spanyol.

Perjanjian ini telah menyatakan bahwa Eropa menjadi kekuatan eksklusif dua negara di dunia luar, yaitu Spanyol dan Portugal, yang dimulai di pulau-pulau barat Tanjung Verde. Di timur itu milik Portugis, di Spanyol barat.

Perjanjian tersebut diratifikasi oleh Spanyol pada tanggal 2 Juli dan oleh Portugis pada 5 September 1494. Perjanjian Tordesillas adalah awal dari eksplorasi orang Eropa untuk mengorbit samudera, salah satunya adalah Indonesia.

Latar Belakang Perjanjian Tordesilllas

Sebagai Konstantinopel, pusat Kekaisaran Romawi Timur atau Bzanz di tangan Kekaisaran Muslim Kekaisaran Tuki-Ottoman, sulit bagi orang Eropa pada waktu itu untuk mencari rempah-rempah dalam mencari alternatif baru, yakni dengan rute laut.

Perjanjian-Tordesillas

Karena sebagian besar rute darat ke timur harus mengarah melalui Timur Tengah, Afrika Utara dan Jalur Sutra, yang sudah menjadi milik Kerajaan Islam.

Setelah jatuhnya Constatinovel, orang-orang Eropa, termasuk orang-orang Spanyol dan Portugis, menjelajahi samudera untuk mencari rempah-rempah. Dimulai dengan Portugis pada 1490-an, bagaimanapun Portugis mulai mendapatkan saingan yakni dengan bangsa Spanyol.

Baca Juga :  Perundingan Hooge Veluwe

Melihat kompetisi pada tahun 1493, ketika itu terjadi. Intervensi Paus Alexander VI adalah karena kedua kerajaan adalah pengikut setia terhadap Gereja Katolik.

Penandatanganan Perjanjian Tordesillas

Seorang Raja Potugis tidak puas dengan adanya keputusan itu. Akhirnya, ia mengundang Raja Ferdinand II dan Ratu Isabella untuk membahas pembagian wilayah. Ini karena Portugis juga ingin mendapatkan tanah di Dunia Baru. Jadi dia meminta untuk memindahkan garis demarkasi sedikit.

Isi-Perjanjian-Tordesillas

Negosiasi antara kedua pihak berlangsung di Tordesillas Spanyol. Negosiasi 7 Juni 1494 akhirnya mencapai kesepakatan. Hasil negosiasi adalah “Perjanjian Tordesillas”. Di bawah perjanjian itu, disepakati bahwa garis demarkasi yang ditetapkan oleh paus akan dipindahkan ke 1.110 mil ke barat.

Ini telah memberi Portugis terhadap hak tanah di beberapa wilayah Amerika Selatan. Wilayah ini terdiri atas negara Brasil dan seluruh wilayah Samudra Hindia.

Isi Perjanjian Tordesillas

Isi dalam perjanjian ini merupakan sebuah adanya distribusi dalam area pengiriman antara Portugis dan Spanyol. Dengan perjanjian ini, yang mulai berlaku pada tanggal 4 Juni 1474, Spanyol telah memutuskan melakukan sebuah perjalanan ke arah barat dari suatu Kepulauan yakni Cape Verde.

Area dalam pengiriman yakni meliputi benua Amerika. Spanyol mampu berlayar ke Filipina pada 1521, sementara Portugis melaju ke timur untuk mencari rempah-rempah. Hingga akhirnya Portugis tiba di Maluku pada tahun yang sama.

Masuknya Portugis dan Spanyol ke Indonesia

Saat itu, Maluku ialah sebagai penghasil rempah terbesar dan dijuluki “Pulau Pedas”. Bahkan komoditas yang terpenting pada waktu itu ialah rempah-rempah. Ini mendorong banyak pendekar pedang dari berbagai negara sebagai mengendalikan rempah-rempah.

Sebelum kedatangan Potugis dan Spanyol di wilayah Maluku, empat kerajaan Islam telah didirikan. Kerajaan itu ialah Jailolo, Tidore, Ternate, dan Bacan. Setiap kerajaan tersebut dipimpin dengan seorang Kolano, semuanya dari satu dalam suatu garis keturunan, yakni yang bernama Ja’far Sadik. Dia merupakan berkebangsaan Arab dan keturunan Nabi Muhammad SAW.

Baca Juga :  Wewenang Komisi Yudisial

Sejak itu, adanya sebuah konflik yang dapat menyebabkan perang antara Portugis dan Spanyol. Akhirnya, di bawah kepemimpinan Antonio de Brito pada 1522, Portugis berhasil mengusir orang-orang Spanyol dari Tidore. Sejak itu, Portugis yang mulia akhirnya memonopoli dengan sebuah perdagangan yakni rempah-rempah di pulau Maluku.

Dalam perjanjian tersebut menyatakan bahwa pada sebuah kerajaan Spanyol memiliki wewenang untuk berdagang dan berlayar ke barat, sedangkan Portugis berlayar ke timur.

Baca Juga :

Demikian pembahasan yang dapat kami sampaikan mengenai Perjanjian Tordesillas. Semoga ulasan ini, dapat berguna dan dapat bermanfaat bagi Anda.