Ika Evitasari Memiliki Hobi Menulis, Senang Berbagi dan Selalu Berharap Bimbingan dari Para Guru

Perjuangan Raja Purnawarman

2 min read

Perjuangan Raja Purnawarman – Tarumanegara adalah sebuah kerajaan Hindu yang tertua kedua di wilayah Indonesia setelah Kerajaan Kutai, yang telah diperkirakan berada di Lembah Citarum di bagian Jawa Barat.

Raja agung dalam kerajaan Tarumanagara, yang dicatat dalam beberapa prasasti dengan abad ke-5 dan merupakan raja ke-3 dalam memerintah pada 395-434 M. Lalu, bagaimanakah sejarah dalam perjuangan tersebut?

Dalam pembahasan kali ini, kami akan menjelaskan secara lengkap dan jelas yakni mengenai perjuangan Raja Purnawarma. Untuk ulasan selengkapnya, yuk… Simak penjelasan nya sebagai berikut.

Bagaimanakah Sejarah Raja Purnawarman ?

Purnawarman merupakan seorang raja Tarumanagara yang begitu terkenal. Bahkan telah dilaporkan bahwa dia telah membawa dalam Negara Bagian Taruma ke masa keemasan tersebut.

Perjuangan-Raja-Purnawarman

Dilahirkan pada tanggal 8 gelap bulan Palguna pada tahun 294 Saka yakni dengan sekitar 16 Maret 372 M. Dua tahun sebelum kematian ayahnya, Purnawarman telah dimahkotai dalam raja Tarumanagara ke-3 pada bulan ke-13 Caitra yang cerah pada 317 Saka yakni sekitar 12 Maret 395 M.

Ketika Ia telah berusia 23, ia telah dinobatkan sebagai raja dan memerintah yakni selama 39 tahun dari 395 sampai 434 dengan bantuan saudaranya yang bernama Cakrawarman, yang termasuk dalam komandan Angkatan Darat Tarumanagara.

Pamannya Nagawarman merupakan seorang komandan dari angkatan laut. Purnawarman yakni mempunyai dengan beberapa putra dan putri dari istrinya yakni merupakan seorang putri raja bawahan dari Tarumanagara.

Raja Purnawarman yakni telah membangun suatu ibu kota kerajaan baru di tahun 397, lebih dekat ke pantai yang disebut Sundapura. Pada saat itu, kekuatan dalam sebuah Tarumanagara yang termasuk dalam bagian Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten dalam bagian Barat.

Baca Juga :  Kerajaan Mataram Islam

Prasasti lain yang telah menyebutkan Purnawarman adalah prasasti Cidanghiyang, atau dapat disebut sebagai prasasti Lebak, karena telah ditemukan di Kampung Lebak di tepi Sungai Cidanghiyang di Kec. Penampilan, penegakan, banten. Ini membuktikan dengan adanya sebuah wilayah Banten dan pantai-pantai di Jalan Sunda merupakan bagian dari kekuatan Tarumanagara.

Pembuatan Kanal dan Saluran Irigasi

Demi sebuah kepentingan rakyatnya, Purnawarman berupaya untuk menghindari banjir, menjaga arus sungai, yang sering mengganggu dalam sebuah wilayah Tarumanagara, dan untuk mengatasi masalah kekeringan selama musim kemarau.

Raja-Purnawarman

Pada 410 ia telah memperbaiki sebuah Sungai Gangga di wilayah Cirebon, yang pada masanya telah milik kerajaan Indraprahasta. Sungai Cisuba, yang mengalir ke hilir, mulai memperbaiki (memperindah dan memperdalam sebuah bendungan) dan berakhir di bagian gelap ke-12 Margasira, yang berakhir di bagian cahaya ke-12 Posya di 332 Saka.

Sebagai tanda dalam penyelesaian terhadap karyanya, Sang Purnawarman yakni telah menyelamatkan dirinya sendiri dengan memberi terhadap para Brahmana dan semua yang terlibat dalam sebuah karya tersebut dalam hadiah kekayaan (Sangaskarthadaksina).

Hadiah tersebut terdiri dari 500 ekor sapi, 20 ekor kuda, pakaian, seekor gajah yang diberikan terhadap Raja Indraprahasta dan perjamuan lezat dengan sebuah makanan dan minuman. Ribuan pria dan wanita dari suatu desa-desa sekitarnya yang menghadiri kebaktian menerima semua hadiah dari seorang Raja Purnawarman.

Pembangunan kanal dan pembaruan daerah aliran sungai ini yakni telah berdampak besar dalam kehidupan ekonomi. Kedua sungai ini tidak hanya berfungsi sebagai sistem perlindungan banjir, tetapi juga dapat berfungsi sebagai alat transportasi air (sumber irigasi) dan sebagai media perdagangan antara Tarumanagara dan Kerajaan atau daerah yang lain (dalam perdagangan di sebuah tepi sungai dengan menjadi semakin hidup).

Baca Juga :  Sejarah Zaman Megalitikum

Bahkan di bawah sebuah kondisi kekeringan, kekeringan tidak pernah melanda dalam seluruh Tarumanagara. Penggalian sungai yang dapat dilakukan dengan bersama menunjukkan semangat dalam “gotong royong” adanya sebuah komunitas Tarumanagara. Pembaca Jawadwipa telah menyebutkan bahwa selama Tarumanagara pada kegiatan “gotong royong” disebut sebagai karyabhakti.

Baca Juga :

Demikian pembahasan kali ini, yang telah kami sampaikan secara jelas dan lengkap yakni mengenai Perjuangan Raja Purnawarman. Semoga ulasan ini, dapat berguna dan bermanfaat bagi Anda semua.

Ika Evitasari
Ika Evitasari Memiliki Hobi Menulis, Senang Berbagi dan Selalu Berharap Bimbingan dari Para Guru