Rumah Adat Bengkulu

2 min read

Rumah Adat Bengkulu – Rumah adat dari wilayah provinsi Bengkulu. Rumah ini mempunyai model seperti rumah panggung, yang didukung oleh beberapa kolom. Rumah ini bukan tempat tinggal pada umumnya.

Provinsi Bengkulu memiliki sebuah letak di bagian barat daya pulau Sumatra. Berbatasan terhadap Sumatera Barat, Lampung di wilayah selatan dan Jambi di bagian timur.

Dalam pembahasan kali ini, kami akan menjelaskan secara lengkap dan jeals yakni mengenai Rumah Adat Bengkulu beserta penjelasannya. Untuk ulasan selengkapnya, yuk… Simak sebagai berikut.

Apa yang dimaksud dengan Bengkulu?

Bengkulu merupakan sebuah provinsi di wilayah barat daya pulau Sumatra, yang memiliki sebuah letak di wilayah sebelah barat Bukit Barisan. Embrio Masyarakat Bengkulu telah ada sejak zaman kuno dan kemudian telah berkembang ketika para migran dari Asia bercampur.

Asimilasi melahirkan dengan berbagai kelompok etnis di Bengkulu, termasuk suku Rejang, Pasemah atau Serawai, Lembak, Kaur, Katahun, dan Bengkulu.

Rumah-Adat-Bengkulu

Budaya kalangan Masyarakat Bengkulu tumbuh dan berkembang pesat, terutama pada abad ke 15 hingga 17, dan menerima pengaruh besar dari Kerajaan Inderapura, yang memerintah Sumatera Barat, yang berbatasan dengan Bengkulu. Akibat budayanya ialah termasuk dalam rumah tradisional.

Dalam kalangan masyarakat tradisional Bengkulu memiliki berbagai jenis rumah tradisional seperti Bubungan Lima, Umeak Potong Jang, Kubung Beranak, Patah Sembilan dan lain-lain. Puncak Lima yang relatif paling populer dipilih sebagai mewakili sebuah rumah tradisional Bengkulu.

Ciri Rumah Adat Bengkulu

Terdapat beberapa ciri-ciri dalam rumah adat ini, diantaranya ialah sebagai berikut:

Baca Juga :  Pengertian Lingkungan

a. Bagian Bawah

Bagian bawah menggunakan bahan kayu, yang sebenarnya sama dengan rumah tradisional Indonesia yang lainnya dan memiliki rata-rata dengan menggunakan kayu. Dalam Rumah Bubungan atau Adat Bengkulu pada umumnya, bisa menggunakan dalam papan kayu atau bambu yang telah dibuat misalnya papan.

Selain tersebut, terdapat karakteristik lima rumah punggungan bawah. Terdapat juga yang disebut bidai, bambu tebal, yang telah dipasang di suatu lantai papan. Bidai tersebut yakni digunakan sebagai menangkal musuh dari bawah rumah. Menimbang bahwa rumah tradisional digunakan sebagai melindungi sang pemiliknya karena perang suku tersebut.

b. Ruang dan Fungsi

Ruang dan fungsi pertama yang dapat menjadi ciri rumah panggung Melayu Bengkulu atau rumah Bubungan Lima secara umum dan berbagai fungsinya. Yang pertama adalah Berendo, di mana rumah tradisional Bengkulu mempunyai sebuah area penerimaan khusus di mana dapat bersantai di pagi dan sore hari. Juga sering digunakan untuk anak-anak mandek untuk bermain karet, congkai dan lain sebagainya.

Contoh-Rumah-Adat-Bengkulu

c. Bagian Atas yang Berbeda

Di Lima ada juga fitur yang mencolok, yakni itu pemisahan dari atas, tengah dan bawah. Seperti yang telah disebutkan, atap dalam bagian atas terbuat dari serat kelapa atau bambu, sementara rumah-rumah modern terbuat dari seng.

Selain itu, punggungan yang mempunyai beberapa sebuah bentuk. Selain itu, rumah ini menggunakan alat roller, pacu jantung, atau balok, kap mesin, atau bingkai yang terpasang pada kaso. Latten di atap dan Listplang, Suyuk sebagai editor.

d. Berendo Belakang

Rumah Bubungan Lima harus menggunakan sebuah beranda, yang merupakan tempat sebagai bersantai bagi wanita dan keluarga di sore hari maupun di malam hari. Dapat juga digunakan sebagai memasak besar dalam kondisi kegiatan atau acara besar sambil berbicara atau melakukan hal-hal yang biasanya dilakukan oleh wanita.

Baca Juga :  Pengertian Uang Kartal

Mengenal Rumah Adat

Rumah tradisional di Bengkulu adalah bagian dari rumah panggung tradisional. Biasanya dibuat dari kayu Medang Kemuning atau Surian Balam, di mana kayunya mempunyai sebuah karakter tahan lama dan halus.

Secara umum, rumah tradisional ini mempunyai tinggi sekitar 15 tinggi 1,8 meter dengan lantai batu. Memiliki atap berbentuk limas dengan ketinggian 3,5 meter. Mempunyai sebuah tangga dan lantai kayu, serta anak tangga yang jumlahnya ganjil.

Karena itu sejalan dengan Bea Cukai Bengkulu. Rumah itu terdiri atas beberapa bagian, yakni Barendo sebagai tempat menerima tamu yang mengirim pesan, Halle menerima tamu dari kerabat yang sangat dekat.

Bilik gedang adalah sebuah kamar tidur keluarga, pondok gadis ialah tempat bagi anak perempuan sebagai tidur dan minum, ruang tamu biasanya digunakan untuk menerima tamu untuk ibu rumah tangga atau kerabat dekat gadis itu dan kadang-kadang sebagai membaca ruang makan.

Garang adalah sebuah tempat penampungan dapur, air, dan barendo belakang yang berfungsi untuk merilekskan wanita sebagai menghilangkan suatu rasa lelah setelah menyelesaikan sebuah tugas tersebut.

Baca Juga :

Demikian pembahasan kali ini, kami telah menyampaikan secara lengkap dan jelas yakni mengenai Rumah Adat Bengkulu beserta ciri khasnya. Semoga ulasan ini, dapat berguna dan bermanfaat bagi Anda semua.