Rumah Adat Sumatera Barat

2 min read

Rumah Adat Sumatera Barat – Padang adalah salah satu kota di Sumatera Barat yang mempunyai sebuah budaya dengan berbagai sektor. Misalnya bisa dilihat dari pakaian tradisional, tarian hingga rumah, dan senjata tradisional.

Keunikan dalam sebuah bentuk atap Rumah Gadang, yakni berbentuk melengkung dan runcing, telah mengilhami beberapa arsitek di bagian lain negara itu tersebut.

Dalam pembahasan kali ini, kami akan menjelaskan mengenai Rumah Adat Sumatera Barat beserta asal usull dan jenis-jenis rumah adat. Untuk ulasan selengkapnya, yuk… Simak sebagai berikut.

Bagaimanakah Rumah Adat Sumatera Barat ?

Rumah tradisional di Sumatra Barat merupakan rumah tradisional atau rumah tradisional yang biasa ditemukan di provinsi Sumatera Barat. Rumah tradisional ini memiliki keunikan sendiri, terlihat dalam arsitektur warna dan bentuknya.

Rumah-Adat-Sumatera-Barat

Keunikan ini memiliki pesan tersendiri untuk mereka yang melihatnya. Rumah tradisional Sumatera Barat dapat ditemukan dengan berbagai daerah misalnya Padang Panjang, Solok, Pasaman, dan daerah yang lainnya.

Rumah tradisional ini memiliki beragam fungsi, contohnya perayaan pernikahan tradisional, sebagai perayaan keluarga, pertemuan antara penghuni dan lainnya. Rumah tradisional Sumatera Barat kini telah menjadi objek wisata bagi wisatawan domestik dan mancanegara.

Bahan yang digunakan untuk membangun rumah tradisional di Sumatera Barat biasanya terbuat dari bahan alami seperti kayu, bambu dan serat kelapa. Karena bahan-bahan alami ini, rumah tradisional di Sumatera Barat cenderung rawan kebakaran.

Jenis – Jenis Rumah Adat Sumatera Barat

Terdapat beberapa jenis dalam rumah adat ini, diantaranya ialah sebagai berikut:

Baca Juga :  Pengertian Neraca Saldo

1. Gonjong Ampek Baanjuang

Rumah tradisional ini merupakan adanya sebuah rumah tradisional Padang. Gonjong adalah bagian paling penting dalam tanda tradisional dan di wilayah Luhak Nan Tigo, meskipun dalam bentuk arsitektur bangunannya mencakup lebih dari 7 kamar samping. Ada platform tambahan di sebelah kiri dan kanan bangunan karakteristik semenanjung.

2. Rumah Gadang Batingkek

Rumah tradisional yakni khas dari Sumatra Barat, ialah Rumah Badangkek Gadang atau rumah desain bertingkat dapat ditemukan di banyak daerah di sekitar Singkarak, Kabupaten Solok. Model-Model bangunan gajah Maharam berada di Desa Pasir, Kab. Solok dan Singkarak.

3. Gonjong Anam

Gonjong anam adalah rumah tradisional Minang. Bangunan ini merupakan sebuah arsitektur yang merupakan bangunan Gajah Maharam yang diperbaiki dan kemudian diukir mirip dengan semenanjung.

Salangkonya yakni menggunakan sebuah papan, dan bukan anyaman bambu, melainkan jendela dirancang untuk memungkinkan lebih banyak cahaya memasuki bangunan, membuat arsitektur bangunan lebih indah. Anggap ini sebagai bentuk transformasi dari gajah Maharan ke semenanjung.

Filosofis-Rumah-Adat-Sumatera-Barat

4. Rumah Gadang Gonjong Limo

Model bangunan berujung lima ini banyak digunakan di kota Payakumbuh, Luhak Limo Puluah Koto. Karakteristik bangunan Limo Gonjong menghasilkan tambahan Gonjong di sisi kiri atau kanan gedung.

Penyelesaian bangunan adalah sama dengan Gajah Maharam, tanpa penyelesaian menambahkan jembatan karena bangunan itu sebenarnya memiliki jembatan. Merupakan sebuah istilah dari Rajo Babandiang dan Puncak Limo.

5. Rumah Gadang Surambi Papek

Bahasa bangunan ini merupakan adanya suatu perpanjangan dari sisi kiri dan kanan dalam sebuah bangunan, yang disebut sebagai Bapamokok atau biasa disebut dengan “Papek” dalam bahasa Minang di pintu masuk pintu bagian belakang, dan ada juga produk dari bagian depan.

Baca Juga :  Pengertian Bisnis

6. Ganjong Sibak Baju

Rumah ini , yakni mempunyai dengan beberapa sebuah properti yang cocok dengan saudara atau pakaian, akan tetapi rumah ini juga cocok sebagai desain dalam gajah Maharam.

7. Rumah Gadang

Rumah ini terbuat dari kayu dan atapnya terbuat dari seng. Arah dari bangunan di wilayah utara. Rumah Gadang Gajah Maharam yakni mempunyai lima bagian gonjong, empat di sisi atap dan satu di depan sebagai pintu masuk untuk pelindung ke rumah.

Jenis kayu utama yang telah digunakan ialah Juar, Surian dan kelapa atau Ruyung. Dinding di bagian sebelah barat, timur, dan selatan rumah yakni menggunakan sebuah jenis sasak.

Baca Juga :

Demikian pembahasan yang telah kami sampaikan secara lengkap dan jelas yakni mengenai Rumah Adat Batak. Semoga ulasan ini, dapat berguna dan bermanfaat.